NAUGHTY and PERVERT
Author : Kakaokuki
Disclaimer : Screenplay
Cast : Jeon Jungkook and Kim Taehyung
Pairing : Vkook, Taekook
Rated : M[esyum hahaha*plakk]
Summary : Hanya kisah si nakal Jungkook dan si mesum Taehyung.
Warning! YAOI,BXB,BL, cerita gaje tingkat neptunus,typo bertebaran, bahasa ngawur, alur kecepetan, dan berbagai kekurangan lainnya.
Tidak menerima protes, bash, dan sebagainya.
Fanfic saya suka suka saya!
V punya Jungkook dan Jungkook punya mamih Jin*salahdeng.
Pokoknya, Vkook saling memiliki lah.
Tapi, khusus cerita ini punya saya. Anti plagiators,gaboleh copast terus di publish tanpa seijin saya, dilarang mencuri ide dan hal semacamnya.
Okesip, selamat membaca…
Chapter 1.
.
.
.
.
.
#FLASHBACK ON
APARTEMENT KIM TAE HYUNG PUKUL 21:50
Taehyung bergumam kesal saat bel apartementnya berbunyi. Ia mengutuk siapa saja yang sudah mengganggu tidur nyenyaknya. Dengan malas, ia mengusap wajahnya kemudian turun dari ranjang empuknya.
Ia menuruni tangga dengan wajah mengantuk yang masih kentara. " Sumpah demi gurita, aku akan mengutuk orang sialan ini"
Taehyung membuka pintu dan menemukan Jungkook berdiri disana dengan senyuman manisnya.
"Ada apa?"
Jungkook terkekeh kemudian menjawab. "Wonwoo hyung ulang tahun, dan kau tidak datang. Jadi, ia menyuruhku membawakanmu kue coklat ini."
"Benarkah, bagaimana aku bisa lupa kalau hyung mu ulang tahun?" Tanya Taehyung dengan wajah bodohnya.
Jungkook mengangkat bahu, "Mungkin kau pikun? Sudah lah, aku mau masuk."
Taehyung hanya diam saat Jungkook dengan seenak udelnya masuk ke dalam.
"Astaga Kim Taehyung, ini apartement atau kandang sapi sih, kenapa berantakan sekali?" Jungkook berdecak sebal melihat apartement hyungnya yang sungguh, bahkan lebih hancur dari kapal pecah.
Sedangkan Taehyung, ia sudah terbiasa melihat Jungkook mengomel seperti ini.
"Ya Kim Taehyung, kau mendengarkan aku atau tidak sih?!" Sungut Jungkook berapi api. Taehyung hanya mengangguk malas. "Iya kookie,aku mendengarkanmu."
Jungkook geleng geleng kepala. "Nanti saja bereskannya, aku masih mengantuk, kook..," Taehyung duduk nyaman diatas sofa. Ia sudah hampir kembali terpejam kalau saja ia tidak merasakan beban berat di pangkuannya.
"Hey Bunny, duduk sendiri!" Protes Taehyung.
Jungkook menggeleng, kemudian berbalik menghadap Taehyung. "Tidak mau hyungieee.." Oh oke, ia tidak bisa melawan aegyo si kelinci nakal yang sialnya sungguh imut itu.
"Baiklah…"
"Taehyungiee~" Panggil Jungkook. Taehyung menatap namja dipangkuannya. " Lets play with me"
"Apa?" Taehyung mengerutkan keningnya, bingung. "Ayo bermain pocky kiss. Kau tau kan?" Jungkook menggoyang goyangkan kotak pocky yang ada ditangannya.
Taehyung menyeringai tampan, Jungkook tersenyum nakal.
"Kau menggodaku eh?" Tanya Taehyung yang dibalas dengan gelengan kepala oleh si kelinci.
"Anieyo..aku hanya mengajakmu bermain" Jungkook menjilat sensual stick pocky coklatnya. "Jadi, kapan kita mulai?"
"Now" Taehyung menggigit ujung stick pockynya disusul oleh Jungkook yang melakukan hal serupa. Jungkook memakan stick pocky coklatnya gigitan demi gigitan.
Sampai akhirnya, bibir keduanya bertemu. Bersatu dalam sebuah ciuman panas. Saling memagut, melumat, penuh gairah. Jungkook bahkan sudah lupa bagaimana cara berfikir sekarang.
Otaknya benar benar terasa kosong, hampa. Didalam pikirannya hanya ada 1 nama,1 orang dan 1 hal yang paling ia inginkan, Kim Taehyung.
Taehyung memejamkan matanya. Mencoba meresapi bibir merah milik si manis. Lidahnya ia gunakan untuk menggoda gua Jungkook. Menjilati langit langit mulut hangatnya, mengabsen setiap gigi kelincinya,sampai memprtemukan lidahnya dengan lidah Jungkook. Beradu gulat dalam sebuah permainan mulut yang panas.
"Ummh.." Jungkook melenguh kecil tatkala Taehyung menyesap kuat bibir bawahnya sebelum melepas ciuman panjang mereka.
Wajah keduanya memerah, sama sama kehabisan napas. Jembatan saliva teruntai indah diantara bibir Jungkook dan Taehyung. Taehyung tersenyum menawan sembari mengusap lembut saliva yang menggantung di bibir Jungkook.
"Hh..dasar kelinci nakal!" Ucap Taehyung disusul sebuah gelengan dan tawa geli Jungkook. "Aku anak baik, hyungiee… aku tidak pernah terlambat kesekolah, tidak pernah membolos dan selalu mengerjakan tugas."
Taehyung memicingkan matanya. "Oh, jadi kau menyindirku ya?" Jungkook tertawa, kali ini tawa yang keras. Ia tidak berniat untuk menyindir Taehyung, sungguh. Ia hanya ingin menunjukkan pada kekasihnya kalau ia itu anak yang baik.
"Tapi, aku benar anak baik bukan?" Jungkook mengerling genit sambil tersenyum menggemaskan. Merasa tidaka ada respon dari Taehyung, Jungkook merengek. "Hyungieee~"
Taehyung menghela napas, "Iya iya, kau anak baik, kookie"
"Ummh..tapi khusus untukmu, aku akan menjadi anak nakal hyungiee. Sangat nakal" Jungkook menyeringai, setelahnya ia kembali menghapus jarak mereka dan kembali mempertemukan kedua belah bibir mereka.
Sedangkan Tehyung, ia dengan senang hati menerima bibir Jungkook yang candu itu. Ciuman yang kedua lebih hebat, lebih panas, lebih bernapsu, lebih menggairahkan, intinya, ciuman kedua mereka itu lebih dan lebih.
Jungkook meremat helaian surai mahoni milik kekasihnya, menunjukkan seberapa nikmatnya ciuman mereka.
Lidah Taehyung turun ke pipi dan rahang Jungkook, terus turun hingga sampai ke leher jenjang milik Jungkook. Menjilatnya dengan sensual, memutar mutarkan lidahnya di titik yang sama membuat sang empunya mendesah.
"Ahh Tae..hyunghhh"
Taehyung menggigiti leher jenjang itu dengan gemas, meyesapnya, memberi tanda merah disana. Yah, kissmark. Itu sebuah tanda kalau seorang Jeon Jungkook hanya milik Kim Taehyung. Ia tersenyum bangga saat melihat kissmark buatannya memenuhi leher Jungkook.
Setelah puas dengan leher, Taehyung beralih ke tulang selangka. Melakukan hal sama terhadap tulang selangka sang submissive. Menghisap,menjilat,menggigit, dan menyesap.
"Uuh..hyungieehhh" desah Jungkook saat Taehyung kembali menyesap leher jenjangnya yang sudah penuh bercak kemerahan.
Terbawa suasana, Jungkook pun menggesekkan bokong sintalnya dengan 'milik' Taehyung dibawah sana.
Sial, Jungkook membuat Taehyung turn on.
"Umm..Taehyungieeh.."
Taehyung sudah mengambil ancang ancang membuka baju Jungkook, sebelum dering ponsel Jungkook menghentikan aktifitasnya. Dengan cepat, Jungkook mengeluarkan ponsel tersebut dari sakunya kemudian mengangkat telfonnya.
"Ne, yeoboseyo?"
"Yah, Jeon Jungkook! Kau itu kemana saja hah? Masa hanya mengantar kue begitu saja lama sekali, aku tidak tanggung jawab kalau besok pagi semua album GD mu akan menjadi abu jika dalam 20 menit kau tidak sampai di rumah!" –Itu Wonwoo, kakak Jungkook.
Jungkook membulatkan matanya. "Yaaahh jangan! Jangan! Aku akan segera pulang!" Serunya heboh.
"Baiklah aku tunggu kau. 20 menit tak sampai maka-" Ancaman sadis Wonwoo terhenti saat ucapan Jungkook memotongnya.
"Iya, iya hyung, aku akan pulang. Baiklah, dah" Jungkook mengakhiri sambungan itu dengan hati dongkol.
Astaga! Hyungnya itu gila atau apa sih? Dengan entengnya dia berkata akan membuat semua album GDnya menjadi abu?
Please god, Jungkook bahkan harus rela untuk tidak kekantin dan menyimpan uang jajannya selama 2 bulan untuk membeli 1 album.
Tidak bisa, ia tidak bisa merelakan album GD nya dan membuat semua pengorbanannya sia sia. Jadi, dengan cepat Jungkook turun dari pangkuan kekasihnya, memakai kembali long coat cokelatnya.
Jungkook menjawab sebelum Taehyung bertanya, "Aku harus segera pulang, Wonwoo hyung bilang akan membuat semua album GD ku menjadi abu jika aku tidak kembali dalam 20 menit. Baiklah Taehyungie, kita bisa lanjutkan itu besok. Selamat malam" Jungkook mengecup sekilas bibir kekasihnya kemudian menghilang dibalik pintu.
Taehyung hanya terdiam, membiarkan namja manis yang berstatus sebagai kekasihnya itu pergi. Dan Taehyung kembali ke alam sadar saat menyadari sesuatu.
Kelinci nakal itu membuatnya turn on dan meninggalkannya begitu saja. Ini benar benar tidak nyaman. Jeans hitam yang ia kenakan terasa begitu menyiksa karena 'milik'nya di dalam sana sedang bangun.
Ya tuhan, mimpi apa ia semalam? Sampai sampai ia harus tersiksa menahan hasratnya begini. Tidak ada cara lain untuk menuntaskan masalahnya ini kecuali, yah bermain solo.
Sebenarnya Taehyung benci bermain solo, tapi bagaimana lagi? Keadaannya begitu mendesak. Tak ingin tersiksa lebih lama lagi, namja tampan itu segera berlari ke toilet. Lebih cepat akan lebih baik, itu yang ada di pikiran Taehyung.
Setelah selesai dengan masalahnya, Taehyung kembali kekamar tidurnya. Ah, seharusnya ada ia dan Jungkook disini. Bercinta dengan napsu dan gairah seks yang membara kemudian- stop Kim Taehyung! Kau akan kembali turn on kalau terus memikirkannya.
Taehyung membuang jauh jauh segala pikiran kotornya kemudian mencoba terlelap dengan umpatan yang tak henti keluar dari mulutnya.
.
.
.
.
#FLASHBACK OFF
Anyeong! Saya balik lagi dengan ff gajelas saya ini..
Menurut saya, terlalu berlebihan ya review 20 itu? Hahaha
Yang itu, lupain aja chingu…
Chapter ini tuh sebagai penjelas kenapa si Mphi keliatan marah sama Kuki di prolog yang udah saya publish duluan..
Ya jelaslah marah, orang dibuat turn on, terus ditinggal wkwkwk..
Terussss bwt sayang akuh…si Tae Chocokokie, semangat yaaa! Terusin ffnya, bene alon alon penting kelakon wakakak
Oh ya, saya punya ide nih, gimana kalo setiap chapter, saya kasih tema pembahasan?
Mm..kaya misalnya chapter ini kita ngebahas gimana kalian kok bisa suka sama BTS, trus siapa member BTS yang paling kamu suka dll.
Nah, kalo setuju chapter depan saya akan kasih tema pembahasannya… Kalian juga bisa usul tema pembahasannya.
Nah sudah cukup segitu aja deh, curcol panjang lebar saya.
Thanks buat kalian yang udah ngereview,
R&R Juseyooooo*puppyeyes
With love, Kakaokuki :
