DRABBLE

(2)

Ini adalah pagi yang damai. Begitulah menurut pria bernama Rivaille—atau yang lebih akrab dipanggil Levi—ini. Pagi itu ia tengah meminum kopi dengan damainya.

'Aku berharap suasana damai ini bertahan lama,' batin sang heichou coretcebolcoret ini. Namun sayang, sepertinya dewi keberuntangan tidak ingin berpihak kepadanya. Terbukti dari suasana paginya yang damai terusik dengan sebuah suara yang amat ia kenal,

"Heichou~ Selamat pagi~" sapa seorang lelaki berambut coklat dan lebih tinggi dari dirinya. Eren Jaeger, lelaki setengah titan. Sepertinya Eren sudah bosan hidup.

Levi hanya mendeathglare Eren, sedangkan Eren hanya tersenyum ceria dan mendekaati sang heichou.

'Tunggu. Ada yang aneh disini. Sejak kapan bocah ini nyengar-nyengir gak jelas kepadaku? Dan sejak kapan ia menyapaku dengan nada manja seperti tad—'

CUPP

Sebuah gerakan singkat yang dapat membuat seorang Rivaille berhenti membatin. Ya, gerakan singkat dari Eren Jaeger yang berupa mencium sang heichou cebol itu.

"Ne, itu tdai ciuman selamat pagi dariku untuk heichou," ucap Eren setelah mengecup bibir Levi sambil tersenyum manis

"Heh~ Sepertinya ramuan yang kubuat semalaman berhasil. Apa kau suka dengan hadiahku?" Tanya seorang yang genderless dari luar jendela, seseorang yang berambut coklat dan dikuncir satu bak ekor kuda. Hanji Zoe.

"Tch, jadi ini ulahmu?" desis Levi. Levi bangkit dari kursinya dan ingin memukul Hanji dengan buku tebal yang entah ia dapat darimana. Namun batal, karena Eren segera mendorongnya pelan agar duduk kembali.

Lagi. Levi dibuat kaget oleh Eren. Kini Eren tengah duduk dipangkuannya sambil memakan roti sebagai sarapannya.

'Oh, ini tidak seburuk yang kupikirkan. Sebaiknya aku harus meminta Hanji untuk membuat ramuan seperti ini lagi,' batin Levi ngawur

THE END?