-XXX- Tanya Jawab –XXX-

Q : Jangan di buat langsung over Narutonya. Sakura masuk klan iblis mana?

A : Saya tahu Naruto tidak langsung Over power, dan untuk Sakura masuk klan iblis mana bisa dilihat pada cerita di bawah.

Q : jangan tergesa gesa daripada nanti mentok ide. Terbengkalai akhirnya,

A :Kalau yang ini sudah matang idenya dan tidak akan terbengkalai hanya saja tergantng LN-nya.

B : Apa sakura akan ketemu d chap depan?

A : Lets Gets Read.

Q : saya harap kamu bisa melanjutkannya dengan cepat

A : Gantian ama yang lain kale.

Q : tapi saya agak kurang setuju low naruto jadi saudranya isse. huft mending di buat musuh lebih seru.

A : Kalau musuh nanti saya yang bingung nentuin jalan ceritanya.

Q : boleh usul? kalo bisa jangan kebanyakan fic, sedikit aja yg penting bisa tuntas.

A : Gak akan! Karena saya Update ganti-gantian satu minggu yang Non-Cross dan satu Minggu Cross.

Q : untuk mata gabungan Sharingan n Rinegan namanya Rinne-Sharingan thor, bukan Sharinnegan.

A : Bukan Gabungan tapi seperti milik Obito dan Sasuke yang Rinnegan dimata Kiri dan Sharingan dimata kanan.

Q : naruto adlh jinjhuriki kyubi yg mrupkan bijuu trkuat diantra 9 bijuu dan memiliki cakra yg tak trbatas dan juga kturunan uzumaki yg mrupkan clan yg memiki cakra hampir setara dg bijuu tpi kok bisa khabisan cakra ya sdnkan sasuke yg bkan clan uzumaki dan tdak memiliki bijuu kok msih bisa brthan,,kbnykan fic ky gitu.

A : Mungkin saya bisa memberi asumsi bahwa Chakra Kurama memang tidak terbatas tapi berbeda dengan tubuh yang memiliki daya maksimal.


-XXX- Tanya jawab END –XXX-

The Destiny of a Heart

Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto & Highschool DxD © Ichie Shibumi

Author : Namikaze Fansboy

Rated : T - M

Genre: Adventure/ Supernatural/ Other

Pair : [Naruto X Sakura X ...]

.

.

.

Chapter 2

"Issei-kun, aku ingin bilang sesuatu padamu"

"Apa itu?"

"Maukah kau mati untuk ku?"

"Bisa di ulangi Yuuma-chan"

"Maukah kau mati untuku"

"Acara main-mainya sudah berakhir dan namaku bukan Yuuma Amano tapi Raynare"

"Salahkan lah Tuhan yg sudah memberimu sacred gear yang bisa menganggu rencana dari tuanku"

"Sacred ap-..?"

Issei terperanjat dari tidurnya kemudian terbangun dengan nafas tersenggal-senggal karena mengalami mimpi buruk yang terasa sangat nyata.

'Apakah semua ini mimpi, tapi rasa sakit itu nyata dan kenapa aku tidak apa-apa bukannya semalam yumma-chan membunuhku' pikir Issei bingung dengan semua yang terjadi pada dirinya.

"Hah, biarkan saja karena ini hanya mimpi dan aku harus bergegas karena ini seudah jam.." Gumam Issei dan kemudian mengok kearah jam yang di sebelahnya

"UWAAAAA... sekarang sudah pukul 06.30 dan aku belum mandi" Teriak Issei tak percaya karena ia tidak bisa bangun pagi tadi dan sekarang tinggal 30 menit lagi gerbang akan ditutup dan Issei bergegas untuk ke kamar mandi dan melupakan acara rutin tiap pagi dan lebih baik tidak dijelaskan.

dan setelah mandi Issei bergegas memakai baju seragamku dan turun untuk berangkat sekolah dan karena waktu menunjukan 15 menit lagi dan terlihat Naruto sedang menunggu didepan ruang tamu.

"Kau lama sekali" Gerutu Naruto yang di balas cengiran oleh Issei.

"Maaf Niisan aku telat bangun" Jawab Issei.

"Ya sudah lebih baik kita berangkat" Ucap Naruto kemudian mereka berangkat menuju sekolah.

dan Issei merasa lega karena nyaris saja mereka telat gara-gara dirinya bangun kesiangan dan mungkin itu memang kesalahannya tidak menyetel alarm karena jika sampai mereka terlambat mereka akan mendapat hukuman dari Sona sang Ketua Osis.

TENG! TENG! TENG!

dan suara loceng tanda bel pelajaran pertama dimulaipun berbunyi dan itu seukses membuat Issei tersadar dari lamunannya dan kemudian bergegas masuk keruang kelas mengikuti Kakak kembarnya yang sudah lebih dulu berjalan.

dan suara loceng tanda bel pelajaran pertama dimulaipun berbunyi dan itu seukses membuat Issei tersadar dari lamunannya dan kemudian bergegas masuk keruang kelas mengikuti Kakak kembarnya yang sudah lebih dulu berjalan.

Terlihat Issei sedang tidak fokus pada mata pelajaran yang di jelaskan oleh sang sensei karena pikirannya masih teringat akan mimpinya kemarin.

"Hey Issei kau kenapa?" Tanya Matsuda pada Issei.

"Aku hanya terpikir tentang mimpiku semalam yang di bunuh oleh kekasihku sendiri" Jawab Issei pada sahabatnya ini yang di balas tawa pelan dari lawan bicaranya.

"Hahaha, sejak kapan kau memiliki kekasih?" Tanya Motohama dengan nada pelan sekaligus menahan tawa.

"Hey, aku memang memiliki kekasih bukankah aku sudah mengenalkannya pada kalian?" tanya Issei pada kedua sahabatnya yang di balas gelengan dan tawa tertahan.

"Kau terlalu bermimpi Issei, kalau Naruto ak tidak akan meragukannya tapi jika dirimu justru akan menggelikan" ejek Matsuda pada Issei, sedangkan Naruto yang mendengar bahwa Matsuda dan Motohama tidak mengenal Raynarepun terkejut karena setahunya Issei kemarin memberitahu kedua sahabatnya itu.

"Kalau tidak percaya tanyakan pada Naruto-nii" Ucap Issei yang menunjuk sang kakak yang duduk di sebelahnya.

"Benarkah Naruto?" Tanya Motohama pada Naruto.

"Tentang?"

"Bahwa Issei memiliki kekasih?" tanya Motohama.

"Ya.." Sontak Issei yang mendengar itu langsung memasang wajah penuh kemenangan.

"... Dalam mimpinya" lanjut Naruto membuat Issei langsung tundung lemas karena ternyata kakaknya juga tidak mengetahui tentang kekasihnya.

"Bukankah aku sudah menceritakannya waktu kita makan malam waktu itu?" Tanya Issei menuntut agar kakaknya mengingatnya.

"Kau tidak pernah cerita Hentai-otouto maka dari itu aku tidak mengetahui tentang kekasihmu" jawab Naruto yang sudah pasti adalah kepura-puraan karena ia tahu siapa itu raynare.

"Sudahlah lebih baik fokus kepelajaran! apa kalian mau mendapat hukuman dari sensei karena bicara saat jam pelajaran?" Suruh Naruto yang di balas ketiganya, namun berbeda dengan Matsuda dan Motohama, Issei malah tundung dengan pikiran kacau karena terus saja terpikiran mimpinya. Naruto yang melihat saudara kembarnya tundung seperti itu hanya menghela nafas karena ia tidak bisa berbuat apa-apa selain bermain dengan rencananya.

'Maafkan aku Issei' Batin Naruto meringis.

= The Destiny Of a Heart =

Teng! Teng! Teng!

Bunyi bel pertanda berakhirnya jam pelajaranpun selesai pertanda waktunya para siswa untuk kembali ke habitat masing-masing. Dan kini di kelas itu hanya tersisa Naruto dan Issei dikarenakan Naruto harus menunggu sang adik yang sedang bertugas piket pada hari ini.

"Ayolah Issei cepat sedikit, beruntung Ayame-nee harus menjaga Teuchi-jiisan yang kemarin di bawa ke rumah sakit hingga aku bisa libur selama dua hari ini" Ucap Naruto meminta Issei agar cepat menyelsaikan kegiatannya.

"Iya, Kau cerewet sekali Niisan seperti ibu-ibu" Jawab Issei dengan menggerutu.

"Terserah" Balas Naruto acuh, Tak lama berselang muncul pemuda tampan bersurai pirang.

"Siapa yang bernama Hyoudo Issei?" Tanya pemuda itu yang sontak membuat Issei mengacungkan jarinya.

"Aku menjemputmu untuk datang ke Occult Research Club, kau diundang untuk datang kesana oleh Buchou" Ucapnya pada Issei, tapi belum Issei memberi penolakan ataupun persetujuan Naruto sudah terlebih dahulu menginterupsi.

"Maaf hari ini kami sibuk Yuuto-san" Ucap Naruto memotong pembicaraan Issei dan pemuda bernama Kiba Yuuto.

"Siapa kau?" Tanya Kiba pada Naruto.

"Namaku Hyoudo Naruto dan aku adalah kakak dari Issei" Jawab Naruto pada Kiba.

"Maaf Naruto-san tapi aku harus membawa Hyoudo Issei untuk bertemu dengan Buchou" Ucap Kiba tetap memaksa.

"Kalau aku menolak bagaimana?" Tanya Naruto menantang.

"Buchou berkata padaku untuk membawa Hyoudo Issei ke club bagaimanapun caranya" Jawab Kiba.

"Nii-san a-.." Ucapan Issei terpotong dengan cepat oleh Naruto.

"Jika kau tidak menuruti perkataanku maka jangan panggil aku Niisan lagi dan anggap kita tidak saling mengenal" Ucap Naruto serius membuat Issei bungkam, sedangkan dalam Mindscape Naruto tertawa karena sebenarnya ia hanya sedang menguji.

"Ayo Issei kita pulang" Ucap Naruto di balas anggukan oleh Issei kemudian mereka mulai berjalan keluar.

"Aku tidak akan membiarkannya karena Buc-." Ucapan Kiba terhenti begitu saja dan pandangan Kiba membulat dengan tubuh Kaku.

"Perhatikan langkahmu Yuuto Kiba, dan katakan pada Buchou-mu kalau dia ingin bertemu dengan Issei maka dia sendiri yang harus datang padaku" Ucap Naruto pelan tepat disamping telinga Kiba kemudian keduanya berlalu meninggalkan Kiba yang masih mematung dengan mata membulat.

'Tak masalah jika aku mulai menunjukan siapa diriku yang sebenarnya' Batin Naruto.

Sedangkan di ruang Club terlihat bahwa sang ketua yang di panggil Buchoou yaitu Rias tampak duduk di sofa dengan raut muka masih menunggu.

"Apa Yuuto belum kembali Akeno?" Tanya Rias pada Akeno yang di balas gelengan oleh Akeno.

"Sebenarnya kemana Yuuto?" Gumam Rias tak habis pikir.

"Kalau begitu ijinkan aku untuk menjemput Kiba-senpai" Ucap gadis bersurai putih mungil yang bernama Koneko.

"Kalau begitu cepatlah" Ucap Rias yang kemudian di balas anggukan oleh Koneko yang mulai berjalan menuju kelas Issei.

'Sebenarnya kemana dia?' Batin Rias.

Tak lama berselang Koneko kembali dengan membawa Kiba yang kondisinya masih terkena shock entah karena apa, tapi terlihat bahwa Kiba seperti terkena tekanan batin.

"Dia kenapa?" Tanya Rias pada Koneko.

"Aku juga tidak tahu yang pasti aku sudah menemukan Kiba-senpai dengan kondisi seperti ini" Jawab Koneko pada Rias, kemudian Rias mendekati Kiba dan mengecek kondisi Kiba dan betapa terkejutnya bahwa ia merasakan energi asing dalam tubuh Kiba, kemudian Rias menyalurkan hawa murni iblisnya pada Kiba dan beberapa saat kemudia tubuh Kiba sudah kembali seperti semula.

"Hah.. Hah... Kenapa aku bisa berada disini?" Tanya Kiba dengan nafas menggebu.

"Kau tidak mengingatnya? Sebenarnya apa yang terjadi sampai membuatmu seperti ini?" Tanya Rias, dan terlihat bahwa Kiba sedang berusaha mengingat apa yang terjadi dan sekelebat ingatan tentang pertemuan dengan Issei serta Naruto dan juga mata merah dengan pola shuriken (Mangekyou Obito).

"Mata merah dengan pola aneh itu" Ucap Kiba membuat Rias menautkan alisnya tanda tak mengerti.

"Ara... sebenarnya apa yang kau maksud Kiba?" Tanya Akeno pada Kiba yang mewakili pertanyaan Rias.

"Tadi aku datang untuk menjemput Issei tapi ternyata disana ada kakaknya dan melarangku untuk membawa Issei, dan saat aku ingin mencegat mereka yang berniat pulang lantas kakak dari Issei yang bernama Hyoudou Naruto membuatku merasakan tekanan batin setelah menatap mata merah dengan pola tiga tanda koma" Ucap Kiba menceritakan kejadian sesungguhnya.

"Dan aku sempat mendengar sebelum ia pergi ia sempat berkata kalau Buchou ingin mendapatkan Issei maka Buchou harus meminta sendiri pada Naruto" Lanjut Kiba yang di balas anggukan oleh Rias.

"Mata merah dengan pola tiga tanda koma? Apa memang seperti itu bentuk pupil matanya?" Tanya Rias.

"Tidak, sebelumnya matanya berwarna biru dan saat menatapku mata kanannya berubah menjadi merah menyala dan mata kirinya aku tidak sempat melihat tapi mata kirinya kurasa sama seperti sebelumnya yaitu Biru" Jawab Kiba menjelaskan.

"Ara.. Ara sepertinya keluarga Hyoudou memang semuanya memiliki keunikan" Ucap Akeno dengan senyuman sadisnya.

"Kau benar Akeno, karena selama ini belum ada yang pernah melumpuhkan Kiba hanya dengan tatapan mata" Tambah Rias.

"Kalau begitu bagaimana Buchou? Fufufu" Tanya Akeno.

"Tidak ada cara lain selain aku sendiri yang harus datang dan menjemput Issei, dan aku penasaran siapa itu Hyoudo Naruto, ngomong-ngomong bagaimana bentuk fisik dari Naruto?" Tanya Rias pada Kiba.

"Ia memiliki wajah tampan dengan sebuah guratan halus dipipinya, bersurai pirang terang jabrik, bermata biru, dan kulitnya berwarna tan" Jawab Kiba mencoba mendeskirpsikan sekilas bentuk fisik dari Naruto, sedangkan Rias yang mendengar hanya menautkan alisnya karena ia familiar dengan ciri-ciri itu karena ia pernah mendengar semua ciri-ciri itu dari seseorang.

'Siapa sebenarnya dia?' Batin Rias.

= The Destiny Of a Heart =

Keesokan harinya Rias dan Akeno berniat menunggu Naruto dan Issei didepan gerbang sekolah, dan kurang dari 10 menit orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga.

"Kalian yang bernama Naruto dan Issei?" Tanya Rias pada keduanya.

"Ya, aku adalah Naruto dan ini adikku Issei, memang ada urusan apa Gremory-senpai?" Tanya Naruto sopan dengan nada lembut pada Rias.

"Apa kalian bisa datang ke Occult Research Club pulang sekolah nanti?" Tanya Rias pada Naruto.

"Tentu, bukankah aku sudah bilang pada Yuuto-san kalau kami akan datang jika kau yang meminta sendiri" Jawab Naruto seraya tersenyum lembut pada Rias dan Akeno membuat kedua merona, sedangkan Issei yang berada disamping kakaknya hanya bisa melontarkan sumpah serapah pada kakaknya ini karena ia tidak akan berani berkata seperti itu pada Kakak kembarnya.

"Ya, dan itu juga yang ingin aku tanyakan" Ucap Rias kemudian.

"Baiklah nanti aku akan menjelaskan tapi sekarang aku harus kembali kekelas terlebih dahulu soal pembicaraan ini kita lanjurkan nanti" ucap Naruto kemudian pamit dengan sopan pada keduanya senpainya.

'Dia tidak hanya tampan tetapi juga lembut terhadap wanita' Batin Rias dan Akeno yang melihat Naruto.

'Jika ini bukan demi kebaikan Issei sendiri aku tidak mau kau menjadi Iblis Issei, karena jika terus menjadi manusia dan aku yang melatihnya maka itu tidak akan ada bedanya, karena aku ingin kau menjadi kuat dengan jalanmu sendiri tidak terbayang oleh diriku Issei, tapi akan ada kalanya aku akan membantumu nanti.' Batin Naruto menatap Issei dengan teduh.

Sepulang sekolah kini Naruto dan Issei berada di depan ruangan bertuliskan Occult Reseach Club dalam hati Naruto membatin kenapa gadis cantik seperti Rias dan Akeno mau membuat klub dengan kegiatan aneh seperti ini.

Tok! Tok!

Naruto mengetuk pintu itu tak lama berselang pintu itu terbuka menampilkan sosok gadis berambut Raven yang dikenal sebagai Akeno salah satu gadis populer di sekolah.

"Ara.. Ara... ternyata kalian sudah sampai, masuklah karena Buchou sudah menunggu kalian" Ucap Akeno mempersilahkan keduanya untuk masuk kedalam ruang klub.

Dan sesampainya didalam Naruto sedikit terkejut dengan isi didalamnya karena diluar terlihat seperti gedung tua tapi didalam terlihat klasik dengan ruangan bergaya eropa.

'Ruangan yang bagus untuk sekumpulan iblis' Batin Naruto sembari melihat ruangan ini.

Srek!

Terdengar sibakan korden membuat Naruto dan Issei menoleh dan sontak saja itu membuat Issei tumbang karena melihat Rias yang hanya menggunakan handuk sepaha, sedangkan Naruto hanya merona padam berbeda dengan Issei yang tumbang dengan darah mengucur dari hidungnya.

"Dasar hentai" ucap gadis mungil berambut putih yaitu Koneko yang melihat sifat mesum Issei, sedangkan Naruto hanya bisa menepuk jidat melihat tingkah mesum akut adik kembarnya yang tidak bisa ditahan itu.

"Baiklah bisa kau jelaskan Naruto-san?" Tanya Rias yang berada dalam ruangan sedang memakai pakaiannya.

"Kita bicara setelah kau selesai dan panggil saja aku Naruto tanpa embel-embel -san karena aku seumuran dengan Issei bahkan kami lahir di tahun yang sama" Ucap Naruto.

"Baiklah Naruto" Ucap Rias kemudian beberapa saat kemudian keluar dengan memakai seragam Kuoh.

"Jadi bisa kau jelaskan?" Tanya Rias dengan nada menuntut.

"Jadi aku harus menjelaskan tentang apa?" Tanya Naruto pura-pura tidak mengerti yang mendapat helaan nafas dari penghuni ruang klub.

"kau pasti sudah tahu maksudku tentang apa yang kau lakukan pada Kiba hingga ia seperti terkena tekanan batin?" Tanya Rias pada Naruto, sendangkan Issei menatap sang kakak dengan tatapan tidak mengerti.

"Kalau begitu aku akan mejelaskan dari awal" Ucap Naruto dan memperlihatkan mata kanannya yang sudah berubah menjadi Sharingan

'Indah sekali matanya' Batin semuanya yang melihat pola yang di miliki Sharingan.

"Kalian kenapa?" Tanya Naruto pada penghuni di klub yang kemudian sadar akan pandangan takjub mereka akan mata yang di miliki oleh Naruto.

"Tidak ada apa-apa, kau bisa lanjutkan" Ucap Rias kemudian.

"Mata yang kalian lihat ini bernama Sharingan, dan mata ini bisa membuat Ilusi seperti yang dialami Kiba kemarin" Ucap Naruto menjelaskan.

"Jadi kau sudah tahu bahwa kami adalah iblis?" Tanya Rias sedikit terkejut.

"Ya, dan aku juga tahu kau mengawasi Issei sejak dulu karena kau tertarik dengan kekuatan Issei, dan aku juga membiarkan kalian untuk merenkarnasikan Issei menjadi Iblis dengan membiarkan Issei tertusuk Light Spear oleh Malaikat jatuh itu" Ucap Naruto yang mendapat tatapan terkejut dari Issei.

"Ja-Jadi Niisan tahu bahwa sebenarnya yang aku alami itu bukan mimpi?" Tanya Issei tak percaya.

"Ya aku sudah tahu dari awal, dan sekarang kau sudah menjadi Iblis kebangsawanan Gremory" Jawab Naruto tersenyum kepada Issei.

"Aku benar-benar tidak mengerti" Ucap Issei frustasi sedangkan Naruto yang melihat itu hanya meringis sambil menggaruk tengkuknya.

Bbaiklah aku akan menjelaskan Issei, sebenarnya yang kau alami itu kenyataan bukan sekedar mimpi" Ucap Rias berusaha menjelaskan kepada Issei.

"Lalu kenapa kami tidak mati?" tanya Issei

"Itu mudah saja karena aku menghidupkanmu Issei" jawab Rias.

"Bagaimana caranya?" Issei bertanya lagi

"Tentu dengan merenkarnasikan kalian menjadi Iblis, bukankah kakakmu tadi sudah bilanh?" ujar Rias dengan santai tapi orang yang didepannya menatap Rias dengan pandangan tidak percaya

"IBLIS?" Teriak Issei.

Duak!

"Bisa kau pelankan suaramu Issei? Itu membuatku pusing lagipula jika kau tidak direnkarnasikan menjadi iblis, kau pasti sudah mati ditangan Malaikat jatuh itu" Ucap Naruto pada Issei yang di balas anggukan lesu oleh Naruto.

"Hah... benar-benar situasi yang merepotkan" ujar Naruto sambil tertunduk lesu setelah mengetahui bahwa dirinya akan terseret kepada hal-hal supernatural.

"kau tenang saja dengan menjadi Iblis berarti kau sudah menjadi anggota keluarga kebangsawananku yang disebut Peerage dan mulai sekarang kau harus memanggilku Buchou, termasuk juga kau Naruto-kun" Ujar Rias kepada Naruto dan Issei, sedangkan Naruto yang du panggil dengan embel –kun hanya bisa merinding disko.

"Kenapa aku juga?" Protes Naruto.

"Karena aku tertarik dengan dirimu, dan apakah kau mau menjadi anggota Peerageku?" Tawar Rias pada Naruto yang dibalas gelengan oleh Naruto membuat semuanya terkejut.

"Tidak, tapi aku bersedia membantu kalian, walau bagaimanapun juga adikku bersama kalian dan aku tidak bisa melepas tanggung jawab begitu saja" Jawab Naruto.

"Tidak apa Naruto-kun, aku senang dengan jawabanmu walau kau tidak mau menjadi Peerageku" Ucap Rias tersenyum.

"Dan kembali ke awal pembicaraan, sepertinya kau memiliki sesuatu yang unik Issei! sehingga kau di incar oleh malaikat jatuh" Ujar Rias pada Issei

"Sesuatu yang unik?" tanya Issei

"Ya sepertinya kau memiliki Sacred Gear yang di takukti oleh para Malaikat jatuh" Jawab Rias membuat Issie bingung tapi kemudian ia ingat sebelum ia tak sadarkan diri ia sempat mengingat bahwa malaikat jatuh itu berkata tentang Sacred Gear.

"Sacred Gear?" tanya Issei lagi yang masih tidak mengerti.

"Sacred Gear adalah benda yang di berikan oleh tuhan yang bisa berbentuk penyembuhan,kekuatan, dan lain-lain tapi dari itu semua ada 13 longinus yang bisa membunuh tuhan" Jawab Rias menjelaskan tentang Sacred Gear.

"Membunuh tuhan? aku tak bisa percaya itu bahwa tuhan bisa mati dengan alat buatannya sendiri" Ucap Issei tak percaya.

"Kau tidak perlu pikirkan itu dan kita sebagai iblis harus membuat kontrak dengan manusia karena itu adalah salah satu sumber kekuatan Iblis, nah Issei kau juga harus membuat kontrak" Ujar Rias

"tenang saja Issei aku akan meminta Akeno untuk membantumu" Ujar Rias yang di balas anggukan oleh Issei.

"Kalau begitu apakah kami bisa pulang sekarang?" Tanya Naruto pada Rias.

"Tentu, tapi sehabis pulang sekolah kau harus datang ke klub" Ucap Rias lebih tepatnya memerintah.

"Kalau Issei kau mengizinkan tapi jika diriku mungkin lain kali saja karena aku ada kerja paruh waktu jadi mohon maaf" Ucap Naruto minta maaf pada semuanya.

"Kalau begitu tak apa, asal saat situasi yang penting kau selalu ada" Ucap Rias yang di balas anggukan oleh Naruto, kemudian Naruto dan Issei pamit untuk pulang mengingat hari mulai malam.

= The Destiny of a Heart =

Malam hari diruang Occult Reseach Club suasananya sangat dingin dan hanya menyisakan perempuan berambut crimson yang masih senantiasa memandangi malam dingin ini dengan wajah gusar entah apa yang sedang dipikirkan oleh Rias beberapa saat kemudian muncul lingkaran sihir bewarna putih berlambang keluarga Gremory dan tanpa bertanya Rias sudah tahu siapa yang datang mengunjunginya.

"Grayfia-Neechan" ucap Rias setelah orang yang dimaksud muncul di kamarnya dan kemudian tersenyum.

"Selamat malam Rias-Ojousama, maaf mengganggu waktu istirahat anda" kini orang yang tadi di panggil Grayfia mulai berbicara.

"Iya tidak apa-apa." balas Rias dengan masih mengembangkan senyumnya

"Maksud kedatanganku kemari adalah untuk membicarakan hal yang telah di bahas oleh keluarga Gremory tentang pertunangan-.." Ucapan Grayfia tidak selesai karena Rias dengan cepat memotongnya.

"Aku sudah tahu bahwa Neechan akan dijodohkan dengan putra dari Klan Phoenix itu" Ucap Rias memotong.

"Lord Gremory dan Lord Phoenix telah membuat keputusan untuk mempercepat acara pertunangannya", lanjut Grayfia.

"Aku sudah menduga bahwa ini akan terjadi. Lalu, kapan acaranya akan dipercepat?" tanya Rias dengan nada yang tidak bersemangat.

"Acara pertunangan kakak anda akan diadakan satu bulan lagi. Namun sebelum hari itu tiba, Raiser Phoenix-sama akan mengunjungimu dalam waktu dekat ini untuk meminta restu pada anda karena bagaimanapun juga kau adalah calon adik iparnya" Jawab Grayfia.

"Jadi begitu ya, akan tetapi, Grayfia-Neechan pasti kau tahu bagaimana tanggapan yang ku ambil dalam masalah ini? Aku tidak akan menyerahkan Neechan pada orang macam Raiser" Ucap Rias.

"Tapi kau juga harus tahu bagaimana kond-." lagi-lagi ucapan Grayfia terpotong tak terselsaikan.

"Aku tidak peduli dengan kondisi Iblis murni sekarang yang terpenting adalah kebahagiaan Neechan, aku tidak akan merestui mereka jika Neechan tidak menginginkan Raiser menjadi pasangannya" Jawab Rias memotong.

"Baiklah jika memang begitu. Tapi kau harus ingat tentang nasib para Iblis murni", ucap Grayfia mencoba mengingatkan Rias akan posisinya di dunia bawah adalah sebagai pewaris keluarga Gremory.

"Untuk sekarang itu saja yang ingin aku sampaikan padamu. Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu" Ucap Grayfia, dan setelah itu ia menghilang dalam lingkaran sihir.

-XXX Tobe Continued XXX-


Akhirnya Up juga chap 2nya bagaimana menurut kalian? jika kalian pintar kalian pasti bisa menebak siapa kakak dari Rias bukan? dan yang pasti yang di jodohkan dengan Raiser bukan Grayfia tapi sosok Mister-I itu, yah masih banyak kekurangan dari Chap ini dan masih belum ada adegan Fightnya mungkin akan dimulai chap depan hehe. Jaa ne.

.

.

.

Dont Forget For Review