Disclaimer by Masashi Kishimoto and Ichiei Ishibumi
NEW Sacred Gear, Shinobi Tailed
Presented by Fajeri no Misaki-kun
Adapted ideas by High School DxD
Formulated Again with many fresh Idea from me.
-oo0oo-
Chapter 2:
Sacred Gear kedua?!
[Kiba Yuuto POV]
Aku tengah berjalan tanpa membawa payung ketika hujan turun sangat deras. Kupikir hujan ini sangat bagus untuk mendinginkan kepalaku.
Aku baru saja bertengkar dengan Buchou.
Aku memberontak untuk pertamakalinya pada Majikan yang pernah menyelamatkan nyawaku. Aku gagal sebagai "Kiba Yuuto". Namun aku tak pernah sekalipun melupakan dendamku pada Pedang Suci Excalibur. Aku belum lama terbiasa dengan kehidupan sekolah. Aku sudah mendapat teman, mendapat hidup layak, dan mendapat nama. Aku juga menerima tujuan hidup dari Majikanku, Rias Gremory. Meminta kebahagiaan lebih adalah hal buruk. Aku memang buruk. Aku tak bisa terus hidup demi "Teman teman"ku sampai aku mencapai tujuanku...
.
Aku mendengar suara air yang berbeda dari suara hujan. Terdapat Pendeta di hadapanku. Terdapat salib menggantung di dada mereka dan memberikan hukuman langit atas nama Tuhan yang begitu kubenci. Dia adalah salah satu hal yang kubenci. Sasaran kebencianku. Aku tak keberatan membunuhnya kalau dia adalah Exorcist. Itulah yang kupikirkan.
"...!" Ada darah mengucur dari perutnya dan dia batuk batuk darah. Dia kemudian jatuh. Apa dia dibunuh oleh seseorang? Siapa? Seorang musuh?
"...!"
Aku dalam sekejap menciptakan Pedang Iblis setelah merasa ada keganjilan. Itu adalah hawa membunuh!
.
Terdapat kilatan logam dibawah hujan yang nampak bersinar. Saat aku menggerakkan tubuhku ke tempat hawa membunuh itu berasal, terdapat seseorang dengan Pedang panjang menyerangku. Pria ini memiliki busana sama dengan Pendeta yang tewas barusan. Jadi dia juga Pendeta. Tapi yang satu ini memiliki hawa membunuh yang berbeda.
"Yahoooo. Lama tak jumpa."
Aku kenal pria Pendeta yang membuat senyum aneh. Pendeta sinting dengan rambut putih, Freed Zelzan. Dia adalah orang yang kami lawan dalam insiden yang melibatkan Malaikat Jatuh sebelumnya. Dia menunjukkan senyum menjijikkan yang sama yang membuatku kesal seperti biasanya...
"...Sepertinya kau masih di kota ini. Apa urusanmu hari ini? Maaf, tapi aku sedang tidak berselera hari ini."
Aku mengatakannya dengan nada kemarahan namun dia malah tertawa.
"Waktu yang bagus sekali. Luar biasa! Saat ini aku justru merasa bahagia sampai ingin berlinang air mata karena bisa bertemu kembali denganmu!"
Cara bicaranya masih congkak. Dia benar benar membuatku marah. Aku membencinya karena dia adalah Pendeta. Saat aku mencoba membuat Pedang Iblis di tanganku, Pedang panjang yang ia bawa mulai memancarkan aura suci...! Cahaya itu! Aura itu! Kemilau itu! Tak mungkin kulupakan!
"Aku bosan berburu Pendeta jadi sekarang waktu yang bagus. Bagus sekali. Mari pastikan siapa yang lebih kuat diantara Excalibur punyaku dan Pedang Iblismu, oke? Hyahahaha! Aku akan membalas budimu dengan membunuhmu!"
Ya, Pedang yang dia bawa adalah Excalibur itu sendiri.
[Kiba Yuuto POV – End]
...
"Proyek Pedang Suci?"
Buchou mengangguk oleh pertanyaanku.
"Ya. Yuuto adalah korban selamat dari proyek itu."
Asia, Buchou, dan aku kembali ke rumahku setelah menyelesaikan aktivitas klub kami. Buchou dan Asia masuk ke kamarku, dan Buchou mulai bercerita pada kami tentang Kiba.
"Proyek itu diadakan beberapa tahun lalu didalam Gereja Kristen yang ditujukan pada mereka yang mampu menggunakan Pedang Suci Excalibur."
"...Ini pertamakalinya aku mendengar hal itu."
Asia tak mengetahui proyek itu. Proyek rahasia semacam itu pasti takkan mencapai telinga gadis yang dipuja sebagai Holy Maiden.
"Pedang Suci adalah senjata terkuat dalam melawan Iblis. Kalau kita, Iblis, tersentuh oleh Pedang Suci maka tubuh kita akan terbakar. Kalau kita tertebas, maka tubuh kita akan lenyap tanpa jejak. Bisa dikatakan senjata terkuat bagi mereka yang percaya pada Tuhan dan memandang Iblis sebagai musuh."
Pedang Suci...hal itu sering sekali muncul di TV dan Video Game, kan? Aku juga Iblis jadi senjata itu pasti akan sangat berbahaya bagiku.
"Asal muasal Pedang Iblis datang dari berbagai tempat. Tapi kupikir yang paling terkenal adalah Excalibur. Bahkan di Jepang, muncul dalam banyak buku. Ia adalah senjata suci yang diciptakan dengan teknik sihir dan Alchemy bagi mereka yang mencapai wilayah Tuhan. Namun Pedang Suci memilih pengguna mereka sendiri. Kudengar hanya satu orang tiap seratus tahun yang terpilih."
"Kiba adalah pemilik Sacred Gear yang bisa menciptakan Pedang Iblis kan? Jadi apakah ada Sacred Gear yang bisa menciptakan Pedang Suci juga?"
Itu adalah pertanyaanku. Aku membuat kesimpulan simpel bahwa Sacred Gear yang bisa menciptakan Pedang Suci eksis karena ada juga Sacred Gear yang bisa menciptakan Pedang Iblis.
"Bukannya tidak ada. Tapi kalau kamu bandingkan dengan Pedang Suci yang sudah ada, hal itu banyak kelemahannya. Tentu saja aku tak mengatakannya lemah. Diantara mereka adalah Perangkat Suci yang tergolong dalam "Longinus", seperti "Boosted Gear" milikmu. Yang paling terkenal adalah Sacred Gear yang digunakan membunuh Yesus, yakni "Longinus Sejati". Dikatakan bahwa nama "Longinus" berasal dari itu."
Longinus. Adalah tipe Sacred Gear yang memiliki kekuatan untuk membunuh Tuhan. Seperti yang kumiliki di lengan kiriku. Jadi, ada perangkat suci yang merupakan Sacred Gear sekaligus "Longinus"...Aku menemukan misteri dibalik sejarahnya entah dari mana. Berbincang pada Iblis Kelas Tinggi bisa sangat mengejutkan.
"Namun, pada zaman ini tak ada Pedang Suci yang sebanding dengan Excalibur, Durandal, atau Ama no Murakumo no Tsurugi karena Pedang Pedang Suci ini terlalu tangguh. Sama halnya dengan Pedang Iblis."
Hmmmm. Begitu banyak hal yang tak kupahami. Aku mungkin harus mengingat hal hal ini, namun belakangan ada begitu banyak hal yang harus kuingat, susah untuk melanjutkannya...
"Yuuto menerima perlakuan khusus untuk bisa beradaptasi dengan Pedang Suci, khususnya Excalibur."
"Jadi Kiba mampu menggunakan Pedang Suci?"
Buchou menggeleng kepalanya oleh pertanyaanku.
"Yuuto tak mampu beradaptasi dengan Pedang Suci. Bukan hanya Yuuto, namun nampaknya semua yang menerima perlakuan sama dengan Yuuto tak bisa juga..."
Bahkan Kiba yang ahli menggunakan pedang dan bisa mengendalikan semua Pedang Iblis itu tak mampu menggunakan Pedang Suci.
"Orang orang Gereja memutuskan memandang orang orang yang tak bisa beradaptasi pada Pedang Suci sebagai "Produk gagal" dan menyingkirkan mereka."
Menyingkirkan...kata yang terdengar tak mengenakkan. Aku bisa membayangkan apa artinya. Mata Buchou berubah karena dia juga merasa tak nyaman.
"Hampir semua peserta eksperimen dibunuh termasuk Yuuto. Hanya karena mereka tak bisa beradaptasi dengan Pedang Suci."
"...Tak mungkin. Itu tindakan terlarang bagi mereka yang percaya pada Tuhan."
Sepertinya hal ini menjadi shock hebat bagi Asia. Matanya menjadi berair. Normal untuk menangis ketika sesuatu yang kamu percayai mengkhianatimu.
"Mereka, orang orang Gereja, menyebut kita Iblis sebagai eksistensi jahat, namun kupikir niat buruk manusia adalah kejahatan terbesar di dunia ini."
Buchou mengatakannya dengan tatapan sedih. Buchou adalah Iblis. Namun ia sangat baik hati. Buchou pernah berkata kalau dia memiliki perasaan sama dengan manusia karena sudah lama tinggal di dunia manusia namun aku percaya bukan itu masalahnya. Kupikir sejak awal Buchou adalah wanita yang baik hati. Kalau tidak kamu takkan bisa menjelaskan senyum ramahnya. Ada juga orang orang baik diantara Iblis! Dan itulah kehormatanku sebagai Iblis!
"Saat aku mereinkarnasi Yuuto sebagai Iblis, pria itu bersumpah untuk membalaskan dendamnya bahkan meski situasinya sedang parah. Karena bakatnya dalam menggunakan Pedang Suci semenjak lahir, aku ingin ia memakai bakat itu sebagai Iblis. Bakat berpedang Yuuto akan sia sia kalau hanya ditujukan untuk Pedang Suci."
Buchou ingin menolong Kiba dengan mengubahnya menjadi Iblis karena ia menjalani hidup menderita karena Pedang Suci. Buchou ingin menyuruhnya untuk tak hanya berfokus pada Pedang Suci dan memakai kekuatannya sebagai Iblis. Namun Kiba...
"Pria itu masih belum bisa melupakannya. Pedang Suci. Juga mereka yang terlibat dengan Pedang Suci. Dan orang orang Gereja..."
Alasan kenapa ia membenci Pendeta. Alasan kenapa dia terobsesi dengan informasi tentang Pedang Suci. Ia masih tak bisa melupakan mereka. Bukan, hidupnya dipermainkan hingga dia mati. Tak aneh baginya untuk menyimpan dendam. Saat aku dibunuh oleh Malaikat Jatuh, aku juga dendam padanya. Dan hal itu terjadi padanya sejak ia masih kecil sehingga dendam itu pasti sangat menumpuk. Buchou mendesah dalam.
"Yang jelas aku akan terus mengawasinya sekarang. Saat ini kepalanya penuh perasaan yang ia miliki terhadap Pedang Suci. Kuharap dia kembali ke sedia kala."
"Ah, soal itu, kupikir foto ini yang sudah membuatnya bertingkah seperti itu."
Aku menyerahkan foto pada Buchou. Kiba bilang kalau pedang dalam foto ini adalah Pedang Suci. Kupikir pasti ada hubungannya...Mata Buchou berubah tak lama setelah menatap foto.
"Ise. Apa kenalanmu ada yang berhubungan dengan Gereja?"
"Tidak. Tak ada satupun dalam keluargaku."
Itulah yang Orangtuaku katakan. Aku menanyakannya buat jaga jaga.
"Kecuali saat aku masih kecil, ada anak yang beragama Kristen pernah menjadi tetanggaku."
"Jadi begitu...ada Pedang Suci di dekatmu...Tidak, memang ada Pedang Suci sekitar 10 tahun lalu. Sungguh menakutkan."
"Berarti pedang ini memang Pedang Suci?"
"Ya, salah satu dari Pedang Suci. Memang tak sekuat Pedang Suci yang kusebutkan tadi, namun ini sungguhan. Itu artinya pria ini adalah pengguna Pedang Suci...sekarang aku paham. Aku dengar pendahuluku yang mengurus area ini sebelumnya lenyap, tapi akan masuk akal kalau ini alasannya. Tapi kalau kuingat ingat..."
Oh, Buchou mulai berbicara sendiri. Sepertinya ia menyadari sesuatu. Namun Buchou berpikir sejenak dan...
"Ise, sepertinya akhir-akhir ini kau menjadi aneh, bukan seperti biasanya"
Oh tidak, jangan sampai Buchou tahu jika aku memiliki kekuatan baru dan juga rahasia baru. Bagimana ini?! Apa yang harus aku katakan padanya...
{'Ise, apa itu artinya kau membenci diriku'} Suara lain menggema di telingaku, ini adalah suara telepati yang biasa dilakukan diriku dengan Welsh Dragon. Tapi kali ini berbeda, karena sekarang aku tak bertelepati dengan si Naga Merah itu, melainkan dengan 'seseorang'.
"Ise!, kau kenapa?"
"Ah, tidak ada apa-apa... ba-baiklah aku harus segera tidur, lagipula besok akan ada pelatihan marathon"
'Diamlah, naruto, aku tengah berusaha agar kau tak ketahuan!
{'terserah kau saja lah'}
Buchou nampaknya terlihat khawatir akan apa yang aku lakukan barusan, bertelepati dengan 'Naruto Uzumaki'. Jiwa lain yang berada di dalam tubuhku. Dan yang ku rahasiakan pada Buchou.
[Flashback ON]
Ugh!, perasaan ini lagi!. Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku akhir-akhir ini. A-aku merasa kekuatanku meluap-luap, akan tetapi aku tak tahu caranya untuk mengendalikan dan mengeluarkannya dari tubuhku. Bagaimana jika Asia dan Buchou tahu keadaanku saat ini, aku yakin mereka berdua akan khawatir padaku, tapi aku tak bisa, aku tak bisa selalu merepotkan mereka dalam mengurusku selama ini. Terlebih lagi sepertinya Kiba juga membutuhkan perhatian Buchou saat ini, yah!, meskipun aku sedikit cemburu. Tapi yang pasti aku yang akan menjadi pria pilihan Buchou di masa depan.
Kemudian, tiba-tiba mataku merasakan kekuatan yang luar biasa. Selain dapat melihat dalam gelap, sepertinya aku dapat melihat aura kekuatan yang terdapat pada tubuh Buchou, Asia, Koneko-chan, dan Kiba, serta Akeno-senpai. Dan sudah kuduga, yang terbesar sudah pasti aura kekuatan milik Buchou.
Aku pun hanya bergumam keheranan seraya memegang kedua sisi kepalaku,
"A-ada apa dengan mataku"
.
Sesampainya di kamarku, aku pun kembali bertanya-tanya.
"Ada apa dengan mataku ini?"
{'Itu adalah Sharingan. Doujutsu yang dapat melihat chakra atau aura kekuatan seseorang, dan dapat memprediksi serangan lawan dalam waktu 3 detik'}
Aku kaget mendengarnya. Suara siapa ini, ini tak seperti suara yang biasa diucapkan oleh Welsh Dragon.
'Siapa kau?'
{'Hoho.. tenang saja, aku bukanlah musuhmu. Justru aku akan menjadi partner barumu. Perkenalkan namaku 'Naruto Uzumaki'}
'Sebenarnya kau ini siapa?'
{'Aku adalah jiwa keduamu dan juga Scred Gear keduamu'}
Aku pun seketika kaget saat mendengarnya, Sacred Gear katamu?! Jangan bercanda, aku hanya memiliki Boosted Gear dari Welsh Dragon!
'Jangan bercanda...'
{'Jadi kau tak percaya padaku? Baiklah, akan aku buktikan padamu'}
Tiba-tiba cahaya merah kekuningan menyelimuti tubuhku. Whoa! Perasaan macam apa ini?! Aku merasa kekuatanku sekarang sangat besar melebihi kekuatan yang diberikan Boosted Gear padaku.
"A-apa ini? Aku merasakan sesuatu yang sangat kuat merasuki tubuhku"
"...bukan suatu kebetulan kau memiliki kekuatan itu"
"Be-benarkah? Jadi begitu... kau memang ada dan sekarang berada di dalam tubuhku"
Kemudian perutku terasa ada sesuatu yang aneh, secara refleks, aku mulai memeriksa perutku. Aku kaget bukan main, karena aku menemukan sesuatu yang aneh di perutku. Seperti semacam tanda segel.
"Apa ini?!"
{'Aku tak bisa menjawabnya, tapi anggap saja itu adalah Sacred Gear kedua mu. Namanya... Umm... Shinobi Tailed'}
Aku sedikit memiringkan kepalaku, "Nama yang aneh"
{'Dan satu lagi, Ise, aku lebih suka jika kau merahasiakannya pada semua orang'}
"Memangnya kenapa? Apa kau takut ketahuan...?"
{'Aku hanya tak ingin kau menjadi populer hanya karena kau memiliki dua Sacred Gear'}
Mendengar hal itu, aku pun mengganguk.
"Baiklah, jika itu mau mu"
[Flashback OFF]
.
"Hm, ya sudahlah, sebaiknya aku tidur juga. Biarpun kita terus memikirkannya, bukan berarti sikap Yuuto akan menjadi normal lagi."
Syukurlah, dia tak curiga sama sekali...
Setelah mengatakan itu, Buchou mulai melepaskan pakaiannya.
"Bu...Buchou! kenapa kamu melepaskan pakaianmu disini!?"
"Kenapa? Kamu juga tahu kalau aku tak bisa tidur kalau tidak telanjang, Ise."
"Bukan, bukan, bukan! Bukan itu! Maksudku, kenapa melepasnya di kamarku!?"
Aku tak sengaja melihat tubuh Buchou selagi panik. Ngggggg! Berapa kalipun aku melihatnya, dia punya tubuh yang luar biasa! Payudaranya berguncang setelah ia melepaskan bra-nya.
"Itu karena aku akan tidur denganmu."
Buchou menjawabnya seolah itu adalah jawaban yang sudah jelas.
.
Hidungku mulai meneteskan darah!
Ooooooooh! Sampai ada gadis mengatakan kalau dia ingin tidur denganku!
"Kalau begitu aku tidur disini juga! Aku juga mau tidur dengan Ise-san!"
Hei, hei, hei! Aku senang mendengar itu tapi jangan! Asia tak boleh melakukan itu! Dia tak boleh meniru Buchou!
"Buchou! Sikapmu jadi pengaruh buruk buat Asia! Tolong kenakan pakaianmu lagi!"
Buchou memasang wajah tak senang oleh ucapanku.
"Pengaruh buruk? Ucapanmu kasar sekali, Ise. Kamu tahu kalau aku tidur telanjang kan? Kamu toh sudah berkali kali tidur denganku."
Kali ini Asia yang merespon kata kata Buchou.
"...Tidur bersama berkali kali...? Tidak...Buchou-san dan Ise-san...?"
Asia mulai bergetar dan berlinang air mata karena hal itu sangat mengejutkan baginya. Tu...Tunggu! Situasi macam apa ini!?
"Asia, serahkan Ise untuk malam ini."
"Aku tak mau...kupikir aku punya hak untuk dimanjakan oleh Ise-san juga. Aku juga mau tidur dengan Ise-san!"
Asia! Kamu begitu inginnya tidur denganku!? Aku merasa bingung namun juga bahagia! Biarpun matanya basah, namun ia sangat teguh. Aku bisa paham dari ucapannya kalau dia takkan mau mundur! Waaaah! Perang akan dimulai di ruanganku! Mari jangan berantem! Mereka berdua saling melotot dan tercipta kilatan cahaya diantara mereka...Aku mencoba bernafas dalam situasi rumit ini. Susah sekali bernafas disini! Sangat susah!
"Kalau begitu biar Ise yang putuskan."
Buchou kemudian memandangku. Matanya seolah mengatakan "Pilih aku". Aku bisa merasakan kekuatan dahsyat datang dari matanya!
"Ise-san, kamu akan tidur denganku, kan?"
Asia bertanya dengan mata sendu. Aku merasa ingin menyerah padanya karena dia tak berpura pura. Orang yang tak kupilih pasti akan membenciku. Aku menjatuhkan kepalaku karena ini adalah pilihan tersulit yang pernah kuhadapi.
...
[To be Continued...]
Tambah greget gak? oh iya, chapter depan akan ada 2 pendatang baru pemegang excalibur, siapa hayyo...?
Gomen, aku gak bisa jawab pertanyaan dari para reviewer, mefettt waktunya.. hahaha.. #apayanglucu?! [BERGIDIK!]
Dan sekarang waktunya Review berkarya di kotak Review!
