Sekali, waktu jaman SMA.

"Mau jadi pacarku, tidak? " Seseorang bertanya dengan sedikit datar. Jungkook kala itu jadi sedikit bingung.

"Kamu tanya kesiapa? " Lelaki itu memutar matanya, jengah.

"Yang dihadapanku kan kamu.. "

"Ohh.. "Jungkook mengangguk.

"Mau tidak? "Matanya seperti memaksa.

"Mau, tapi ada satu syarat.. "

"Apa? "

"Harus mau menjemputku tiap hari dari rumah kesekolah, dari kesekolah kerumah. Bagaimana? "

"Call... "

Senyum keduanya mengembang, manis.

Namanya juga Cinta masa muda, bikin bahagia seperti ada kupu-kupu diperut gitu.

-

Chapter 1

Jungkook terkesiap, lelaki didepannya itu. Lelaki yang beberapa hari lalu masuk dengan kurang ajar kedalam mimpinya. Membuat Ia jadi semakin rindu akan Cinta monyet nya itu.

Ughhh, gemay.

"Jungkook? "

Sekali lagi, lelaki itu memanggil dan sekali lagi pula si manis masih melamun ditempatnya.

"Hey, Kookie.. "

Tersadar, dulu itu panggilan manis yang pernah Jungkook dengar.

Sekarang saat sudah matang begini masih manis, tapi kok kaya kurang cocok yah?

"Eum.. eumm yaaa? "Jawabnya gagap.

"Inget aku? Kim Taehyung.. " Lelaki itu tersenyum sembari mengarahkan jari telunjuknya kearah dadanya sendiri.

Mana bisa lupa? Bahkan sehari sebelumnya habis mimpiin kamu wahai mantan.. -JJK2k17

"Eummm.. "

"Lupa? Aku lelaki yang suka kamu suruh bolak balik kerumah sekolah hanya untuk nganterin kamu.. Masa lupa?? "

Jungkook merengut, tinggal bilang mantan pacar kok susah. Malah jadi bawa-bawa itu, seperti tidak ikhlas antar jemput saja.

"Iya ingat! "Jawabnya singkat.

"Hei, gimana kabar? "

Jungkook mengangguk "Baik, kamu gimana? "

Si lelaki tampan mengangguk "Baik.. " Lalu tersenyum buat Jungkook hampir mati lemas didepannya.

"Eumm, Bagus kalau begitu.. "Kekehnya sumbang.

Taehyung tersenyum, "Oia, mumpung bertemu.. Aku bagi kontak yang bisa dihubungi, boleh? "

Jungkook gugup, "U-untuk apa? "

Wajahnya Taehyung berubah datar "Tidak boleh ya? "

"Bukan-bukan begitu, anu.. " Jungkook mengeleng cepat, hendak menjawab tapi jadi bingung.

"Ya sudah tak apa.. Kalau begitu sampai ketemu lain waktu Jungkook, aku harus cepat-cepat pulang.. "

Lelaki itu hampir berjalan melewatinya, awalnya Jungkook bimbang. Tapi kawan kesempatan tidak datang dua kali.

"Tu-tunggu.."Dengan erat Jungkook menarik lengan lelaki itu.

Lalu pertukaran nomor ponsel terjadi begitu saja. Hingga sudah hari ke tiga belas sejak hari itu, mereka semakin dekat.

-KJ-

Chat singkat dipagi hari, pengingat manis tiap waktu makan siang dan panggilan hangat dimalam tanda ucapan selamat malam.

Bagi Jungkook seperti suatu keberuntungan akhir tahun yang amat manis. Tapi dirinya tidak ingin berharap lebih, jadi terkadang dia hanya memberikan respon seadanya.

"Kenapa datang malam-malam Taehyung?" Jungkook membenarkan posisinya duduk disofa ruang tamu milik apartementnya sendiri.

Taehyung seperti berfikir.

Ah, benar sejak hari itu mereka juga sering bertemu dan biasanya berakhir terlelap diapartement kecil Jungkook.

"Habis lelah, ingin pulang. Tetapi jadi ingat seseorang yang membuat rindu, jadi kemari dulu.. "Jawabnya sebelum menyeruput coklat panas yang tersedia dimeja ruang tamu.

Jungkook mengangguk.

Kedua terdiam cukup lama, seperti lelah oleh rutinitas hari ini memejamkan mata jadi pilihan Jungkook.

Tiba-tiba dia merasa tangannya digenggam lalu matanya terbuka perlahan. Taehyung didepannya menatap kosong kearah tangan yang Ia genggam.

Lalu tatapan Taehyung jatuh kearah matanya, Taehyung yang memulai, perlahan tapi pasti wajahnya menghampiri wajah Jungkook dan setelahnya bibir mereka menyatu.

Tiga detik pertama hanya menempel.

Lalu selanjutnya, kisseu itu berlanjut agak menuntut. Tangan Jungkook beralih ke dada Taehyung, sedangkan tangan Taehyung beralih menekan pinggang Jungkook guna mempersempit jarak sampai tak bersisa.

Lima menit kemudian terlepas, dengan Jungkook yang memukul bahu Taehyung isyarat habis nafas.

Namun keadaan jadi canggung. Jungkook berdiri matanya berpendar ke segala arah gugup.

"A-aaku haus, aku ma-mau buat teh dingin dulu, panas... " Berlalu kearah dapur menyisakan tatapan bodo milik Taehyung.

Padahal diluar turun salju, ingat sekarang akhir tahun?

Selama lima menit yang Jungkook lakukan dibalik pantry hanyalah menetralkan degup jantungnya.

Meruntuki degup yang berdebar dengan sialannya. Pipinya panas merona membuat dia semakin malu.

Setelah dirasa cukup Jungkook meraih gelas untuk benar-benar membuat Teh dingin, suhu tubuhnya benar-benar panas.

Mendadak kaku, sebuah tangan melingkari pinggangnya secara lihai.

Tuhan tolong, batin Jungkook menangis gugup.

"Kenapa lama sekali, Kook? "Suaranya dalam membuat Jungkook ingin mati lemas saja.

"Ak-aku.. Kenapa kemari, Taehyung? " Jungkook yang bingung menjawab hanya mampu balik bertanya.

Taehyung membalikkan tubuh Jungkook, menangkup pipinya.

"Lihat dan tatap mataku, Jungkook.. "Perintahnya, dan Jungkook perlahan -lahan melakukannya.

Selama tiga puluh detik hening, lalu kembali memanggut satu sama lain.

Jungkook melingkarkan tangannya dileher Taehyung dengan apik, sedangkan Taehyung lebih erat memeluknya.

Ciuman kali ini terlampau lama, hingga nafas mereka hampir habis keduanya melepaskan panggutan.

Taehyung tidak tinggal diam, selagi Jungkooknya meraup nafas banyak-banyak. Bibir pira dominan itu menyusuri leher putih sang lelaki imut.

Tambah panas, Jungkook bahkan menekan tengkuk Taehyung agar dapat merasakan sensasi lebih. Membuat Taehyung tersenyum kecil ditengah isapan nya pada leher putih ini.

"Ingin memberitahu dimana letak kamarmu? "Taehyung berbisik dalam membuat Jungkook merasa hasratnya mesti dilepaskan. Mengangguk pelan dengan mata sayu.

Taehyung bersumpah bahwa lelaki didepannya benar-benar cantik.

"Baiklah tuan Putri, bisa beritahu dimana letaknya? "Tanyanya sekali lagi.

"Gendong, Taehyung.. "jawab Jungkook, sumpah mati kakinya lemah. Taehyung tertawa tapi toh tangannya meraih pinggang itu lebih dalam dan kaki Jungkook secara otomatis melingkari bagian pinggang Taehyung.

Perjalanan dimulai dengan lumatan kembali dilancarkan.

Berbelok, hingga tepat didepan sebuah pintu. Jungkook berusah membukanya dengan tangan dan bibir yang masih saling lumat.

Cklegeuuuu...

Keduanya melepaskan panggutan ,Taehyung menatap manisnya lembut. Seperti meminta persetujuan. Dan Jungkook mengangguk.

Mungkin akan jadi malam panjang bagi keduanya, who know?

TBC.

Syalalalalalaa, liburan akhir tahun. Siapa yang ga kemana-mana? Show yu hand bebihh, wgwgwgwgww.

Dikasih crta abal-abal ni sama aku.

Pembaca Budiman jangan lupa, review nya kalau kalian love sm ini cerita yah.

Triple Kill,

Up sama Angry kim dan Twc.

Bye.

CANDNIM.

KIM TAEHYUNG.

HAPPY TAEHYUNG DAY. AKU CINTA KAMU TAEHYUNG.