LeChi's project proudly presents

.

.

.

CAFEIN for AFED 2016 : ToD Surprise Drabble

.

.

.


Kuroko no Basuke (c) Fujimaki Tadatoshi

Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi. Kami tidak mengeruk keuntungan materil atau komersil sama sekali dalam membuat fanfiksi bersama ini.


ToD Surprise Drabble:

.

.

Resta Sarasuani

.

.

Warning: OOC, typo, AU, shounen-ai/Boys Love, Surprise genre and rating, Be Aware!


Dare Prompt : Dialog Daerah


Belakangan ini, saban hari Seijuurou buka pintu rumah, bukannya udara segar pagi hari khas kota Bogor yang menyapa. Melainkan bau menyengat dari kubangan tempat berendam entog yang baru dibuat di depan rumahnya.

Setelah mencuri dengar dari tetangga sebelah yang tukang ngegosip, ternyata kubangan itu dibuat oleh anak yang baru sebulan jadi yatimpiatu gegara orangtuanya meninggal kena DBD.

Dibilang ngenes, ya memang iya. Tapi mau gimana lagi, bikin kesel, Bo! Baunya kalau lewat itu kayak ngendus kaos kaki Aomine yang belum dicuci lima hari. Bikin iuh.

Jadi, tanpa pikir panjang—dan sangat egois, Seijuurou beli sianida 1 mol 1 kilo. Fyi aja, itu bisa ngebunuh orang Satu kampung…. Sekalian dua jerigen bensin 10 liter.

Tanpa ragu, Seijuurou menebar bubur sianida itu ke kubangan entog tadi dan baskom tempat makanannya sekalian. Biar puas. Setelah dipastikan tewas, dia menyiramkan bensin dan segera memantik api untuk menghilangkan jejak.

Seijuurou itu absolut, asal tahu aja. Dibilang gak suka ya gak suka.

Keesokan harinya, ada orang yang menggedor pintunya di pagi hari. Tanpa cuci muka dan gosok gigi—karena dia yakin udah ngelarang kuman buat ngotorin giginya—Seijuurou buka pintu rumah pake muka males plus sengak.

Di depan mukanya ada anak berambut cokelat. Tadinya keliatan marah, tapi setelah liat muka asem Seijuurou, cowok itu langsung ciut.

"Ada apa?"

"Em ... E-tto ... Maneh nu ngaracunan entog* urang lain? (Kamu yang ngeracunin entog saya?)

"Nyak. Aing nu maehan. Naon? Sia Teu tarima?" (Bener, gue yang ngebunuh. Kenapa? Gak suka?)

"Heeuh a-atuh. A-abdi tos teu boga nanaon deui kusabab anjeun." (Iya, saya udah gak punya apa-apa lagi karena kamu.)

"Sia daek naon? Tanggung jawab?" (Lu mau apa? Gue tanggung jawab?)

"Mu-Muhun." (Iya)

"Atos weh, sia. Urang ka kua." (Yaudah ayo. Kita ke kua.)

"Daek n-naon?" (Mau apa?) Tangan kecil ditarik sampe keseret. Berkali-kali Kouki berusaha pegangan ke pohon jengkol, tapi Seijuurou nariknya kebangetan kenceng .

"Tadi anjeun menta abdi tanggung jawab. Hayu. Nikah jeung abdi. Tong banyak omong." (Tadi kata kamu, kamu mau aku tanggung jawab. Ya aku nikahin. Gak usah banyak omong.)

Dan usut punya usut, Saudara-Saudara, ternyata adegan pembakaran tadi cuma modus.


~Fin~


*Note: entog = bebek/mentok.

Special thanks: Resta Sarasuani.

Readers and Reviewers, mind to give review? ;)