Hallo minna..! Chapter dua telah update, maaf ya updatenya lelet soalnya aku lagi buuuanyak buaaanget tugas. Ini aja ngetik sambil bikin makalah patologi yang sukses buat kepalaku pusing tujuh keliling #abaikan curcol ini.
Chapter ini khusus buat seorang YL yang bernama Kira a.k.a Muhammad Ardianto yang sedang berulang tahun. Maaf tak bisa membuat pair kesayanganmu karena itu pair yang paling kubenci.
Nah reader, selamat membaca…
Bleach © Tite Kubo
Taiyou No Uta © Bandou Kenji
.
.
Warning: OOC/MissTypo/Abal/Gaje
Don't Like Don't Read!
.
.
Chapter One
Girl who live in the dark
.
.
KRIING… KRIING…
Ichigo terbangun dari tidur karena bunyi alarmnya. Tangannya meraba-raba meja disamping ranjangnya untuk mematikan alarm tersebut. Dengan malas Ichigo merubah posisinya menjadi duduk. Dia mengosok-gosok matanya yang masih amat berat untuk terbuka.
"Hoam." diapun menguap –tanda bahwa ia masih mengantuk.
Pada akhirnya Ichigo pun bangkit dan menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Ichigo segera menyambar tas yang berada di meja belajarnya dan memasukan beberapa buku kedalamnya. Tak lupa ia mengambil papan seluncurnya yang ia letakan di pojok ruangan.
Segera setelah dirasa tak ada yang tertinggal, Ichigo segera melesat dari kamarnya. Suasana rumah masih sangat sunyi karena waktu masih menunjukan pukul 04.30. Dia berjalan perlahan agar tak menimbulkan suara dan membangunkan anggota keluarganya.
Dia menuju garasi dan mengambil skuternya, lalu pergi meninggalkan rumah. Dia menuju sebuah halte yang berada di dekat pantai untuk menunggu temannya. Tak lama kemudian, dua orang temannya pun datang.
"Oi Ichigo, ayo pergi!" ajak temannya yang mempunyai rambut seperti nanas yang berwarna merah.
"Iya." sahut Ichigo yang bergegas menaiki motornya dan mereka bertiga pun pergi menuju pantai yang masih sepi untuk berselancar menuju sekolah.
.
.
"Oi Ichigo, lihat si kucing itu! Cara berselancarnya tak membaik, benar-benar payah." cibir pria rambut nanas yang bernama Renji sambil menunjuk seseorang yang sedang sedari tadi gagal berselancar –Ggio.
"Bukannya kau juga sama saja dengan Ggio?" sindir Ichigo.
"Sialan kau!" Renji melempar sebuah kaleng minuman kosong kearah Ichigo, tapi tak mengenai Ichigo, dan itu membuat Ichigo tertawa terbahak-bahak.
"Kau sudah bertemu gadis yang kau ceritakan itu Ichigo?" tanya Renji tiba-tiba.
Wajah Ichigo kini dihiasi oleh kerutan di dahi yang jumlahnya bertambah. Mendengar pertanyaan dari Renji membuatnya kesal, mengingat bahwa ia tak bertemu dengan gadis yang ia temui di stasiun –dalam kasus ini adalah Rukia.
"Belum, sudah beberapa hari ini aku ke stasiun tapi gadis itu tak pernah muncul." jawab Ichigo dengan raut wajah bosan.
"Haha, ternyata kau juga bisa dibuat menjadi orang yang menyedihkan oleh seorang wanita." ledek Renji. Ichigo yang merasa tersinggung langsung memberi deathglare kepada Renji.
"Ngomong-ngomong, hari ini mataharinya terasa terik sekali ya?" ujar Renji yang tak memperdulikan deathglare dari Ichigo.
Mendengar kata-kata Renji barusan, Ichigo langsung melihat jam tangannya. Dan ia pun panik saat jarum jam menunjukan angka 09.40, dia langsung bergegas membereskan barang-barangnya.
"Kau kenapa, Ichigo?" tanya Renji heran.
"Sekarang sudah jam 09.30, kita telat sekolah bodoh!" seru Ichigo.
Renji pun langsung panik dan ikut membereskan semua barang-barangnya, tiba-tiba ia ingat akan temannya yang masih berselancar di laut.
"Oi Ggio, cepat keluar dari air, kita telat sekolah!" teriak Renji.
"Apa?" tanya Ggio yang panik dan mencoba berenang secepat mungkin menuju pantai.
.
.
Langit kota Karakura kini menjadi gelap karena tugas sang mentari telah digantikan oleh bulan untuk menyinari bumi.
Rukia membuka jendela dan melemparkan sprei yang telah disusun menjadi semacam tali. Ia baru saja akan menuruni tali itu ketika pintu kamarnya terbuka dan menampilkan sesosok wanita yang amat mirip dengan Rukia, namun terlihat lebih tua.
"Rukia, sudah waktunya ma-" kalimatnya terhenti ketika melihat anak semata wayangnya sedang bersiap menuruni lantai dua dengan sprei. "Rukia, apa yang kau lakukan? Sudah ibu bilang kalau kau tidak boleh keluar rumah." omel ibunya.
"Tapi bu, a-"
"Tidak ada tapi-tapian, kau itu kan sedang flu. Kau harus banyak istirahat." Dengan cepat sang ibu memotong kalimatnya.
Mendengar itu Rukia memanyunkan bibirnya, ia kesal jika ibunya sudah melarangnya, kalau ia membantah pasti mulut ibunya tak akan berhenti menceramahinya. Dengan segera ia pun turun menuju ruang makan dimana sang ayah sudah menunggunya.
"Ohayou." sapa Rukia.
"Ohayou," balas sang ayah, "Ibumu marah kenapa? Suaranya terdengar sampai kesini." tanyanya datar.
Belum sempat Rukia menjawab, lagi-lagi ibunya yang bicara, "Yah, anakmu itu nakal sekali, dia sedang sakit tapi tadi dia mencoba kabur lagi lewat jendela."
"Biarkan saja dia keluar, kasihan kalau didalam rumah terus." ujar sang ayah dengan nada yang lagi-lagi datar.
"Dia luar kan dingin, nanti kalau flunya bertambah parah bagaimana? Lagipula anakmu itu kalau sudah keluar suka lupa waktu." celoteh ibunya.
Rukia hanya mendengus kesal, dia benar-benar sudah bosan tidak keluar rumah sejak tiga hari lalu karena flu. Sang ibu memang sangat mengkhawatirkan anaknya hingga membuat sang anak merasa terkekang oleh perlakuan ibunya.
.
.
Rukia POV
Aku kembali ke kamarku dalam keadaan kesal. Aku menjatuhkan diriku ke ranjang dan menenggelamkan wajahku ke dalam bantal yang empuk saat aku mendengar suara langkah kaki disusul dengan pintu kamarnya yang terbuka dengan tiba-tiba.
"Rukia!" teriak seseorang yang membuatku menutup telinga karena suara orang itu membuat telingaku berdengung.
"Soifon, bisa tidak sih kau mengecilkan volume suaramu!" tegurku pada sosok seorang gadis yang sedang berdiri di samping ranjangku dengan cengiran bodohnya.
"Ahaha. Maaf, aku terlalu bersemangat." Dia tertawa seperti tak pernah melakukan kesalahan apapun.
"Huh, kau menyebalkan." gerutuku.
Gadis yang sekarang sedang duduk disisi ranjangku bernama Saolin Fon, atau biasa kusebut Soifon. Dia adalah satu-satunya sahabatku, walaupun kadang-kadang dia sangat menyebalkan, tetapi dia adalah orang yang sangat baik. Terbukti ketika dulu aku bersekolah, tak ada yang mau berteman denganku kecuali dia.
"Hei, kata ibumu kau masih sakit, jadinya aku kesini. Tadinya sih mau ke stasiun bersama ayah dan kedua adikku yang bodoh itu." serunya sambil memakan kue kering yang tadi disuguhkan oleh ibuku.
"Kau itu, masa Ururu dan Jinta kau bilang bodoh sih. Sebagai kakak kau itu keterlaluan."
"Biarkan saja. Wek!" dia menjulurkan lidahnya kearahku dan balik kujulurkan lidahku kearahnya.
Lama kami mengobrol sampai akhirnya Soifon pulang ke rumahnya. Malam memang sudah sangat larut, dan ia memang harus tidur karena besok akan bersekolah. Berbeda dengan diriku yang memang tidak pernah tidur pada malam hari dan tidak bersekolah.
Ya, aku memang berbeda dengan Soifon dan kebanyakan orang lainnya, bukan karena status sosialku ataupun hal-hal umum lainnya. Aku berbeda karena penyakitku.
Aku mengidap penyakit Xeroderma Pigmentosum atau yang biasa disebut dengan XP. Sebuah penyakit dimana keadaan kulit yang sangat peka terhadap sinar matahari terutama sinar ultra violet. Jadi aku tidak bisa keluar rumah jika ada mentari karena itu bisa menyebabkan penyakitku berkembang menjadi kanker kulit. Aku mengidap penyakit ini semenjak aku masih kecil dan sampai sekarang tak ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini.
Penyakitku ini membuatku iri pada orang-orang disekitarku yang bisa bergerak bebas dibawah sinar mentari. Aku juga ingin seperti mereka, aku tak ingin selalu hidup dalam kegelapan, itu membuatku merasa kesepian. Aku juga ingin bersekolah seperti Soifon dan anak-anak yang lainnya, menjalani kehidupan remaja normal.
KRIING… KRIING…
Bunyi alarm membuatku tersadar dari lamunanku, aku melihat jam. Sekarang sudah pukul 04.40, pantas saja aku mulai mengantuk karena memang sudah waktunya untukku tidur. Sebelum aku tidur, aku berjalan menuju jendela kamarku dan ketika aku hendak menutunya dengan tirai aku melihat seseorang –yang sepertinya pernah kulihat sebelumnya, sedang duduk di bangku halte dekat rumahku.
Aku memperhatikan orang itu, dan aku ingat betul pada rambut orange mencolok itu. Ya, dia orang yang membuatku bisa menghargai diriku sendiri. Orang yang tanpa sadar telah membuat hidupku lebih berwarna, dan dia orang yang membuat aku mencintainya.
~TBC~
Ok, saatnya balas review…
Yanz Namiyukimi-chan: iya nih, fic lama jadi terbengkalai. Haha. Rukia emang suka kabur, soalnya kata dia kandangnya sempit #plakk
Lenalee Shihouin: Haha, kamu benar. Ini dari Taiyou no Uta. Disitu neechan (baca: YUI) aktingnya keren banget. Ia, disini Rukia punya pnyakit yg sama.
Wi3nter: iya, fic ini diambil dari dorama Taiyou no Uta dan rukia juga mengidap penyakit XP, sama seperti kaoru dlm dorama itu.
erikyonkichi: iya, rukia mengiap penyakit yg sama dengan kaoru di Taiyou no Uta.
Aizawa Ayumu Oz Vessaliu: Rukia adalah makhluk jadi-jadian #dibekuin Rukia. Haha, iya tuh si ichi falling in love with rukia, rukianya manis sih jadi ichi gak tahan deh litany #ditendang ichi hingga mental ke pelukan tensa zangetsu (?)
So-chand cii Mio imut: Sudah update ^^
yuuna hihara: jelas aja ichi jatuh cintrong ma rukia, rukia kan imut kayak aku #plakk. Rukia kabur karena gak boleh ngamen sama emaknya. Haha..XD
Dela chan: Kyaa, ada Dela-chan...
Neechanmu YUI? Brarti kita sodaraab juga donk, kan aku adeknya yg terdampar di indomesia #dibantai YL
Iya, di chap 1 aku ngambil POV ichigo coz yg banyak muncul ichigo. Yup, rukia juga punya penyakit kayak neechan kita (?). hmm, gak tau deh endingnya bakalan sad or happy. Haha #author dikroyok reader. Oia, kamu bikin account donk, jangan mau kalah sama dinie. Hehe..
Nyit-Nyit: bukan suka lagi, tapi udah CINTA MATI!(p.s : tapi aku bukan YURI) Haha..XD
Sorayuki Nichan: hai sora aku juga mewek pas nonton Taiyou no Uta, apalagi pas scene Kaoru di kissu sama Kouji (?). Haha, terima kasih pujiannya..xp
Aku gak tau kamu bakalan mewek atau gak, soalnya aku gak jago bikin orang mewek-mwek ria.
Kyu9: iya, ini terinspirasi dari Taiyou no Uta. Gak tau juga deh bakal sad ending atau gak #plakk. Haha, brarti bahasanya bisa terbang donk kalo ringan..XD
Dinnie-Yui: Haha, udah update nih din…
Regalia: Haha, sankyuu. Rukia kabur soalnya gak boleh ngamen sama maminya yang galak #taboked
Terima kasih untuk semua yang telah meriview dan membaca karyaku yang abal-abal ini. Jangan lupa tinggalin jejak review lagi ya…
Adieu~
\05122010/
