KAGAMI-HIMURO 7 GHOST STORY

Disclaimer : TADATOSHI FUJIMAKI

Summary : Inilah opening Kagami feat Himuro yang akan membawa

kisah kasih seram mereka(halah)

WARNING : GAJE, GARING, SEMERIWIINGG...


AMERIKA. LOSMEN 20.55

.

.

Di sebuah petak..bukan petak bunga ato petak umpet ato petak silat(author ditendang Kagami), maksudnya di sebuah petak yang ternyata adalah LOSMEN berukuran minimalis dengan beberapa cat yang sudah terkelupas itu terduduklah dua mahkluk kece bin ganteng yang sekarang sudah saling menatap ala DEDY KOBOTAK..

"Kita lagi ga main tatap mata saya kan?" tanya Himuro yang agak ga ngeh kenapa situasi ini seperti 'suami yang kepergok pulang malem sama istrinya'.

"Haaah memang kita ini siapa? Dedi kobuset?" sergah Kagami.

"Eniwei kenapa udara dingin banget ya? Padahal losmen ini ga pake AC" Kagami sibuk mencari darimana sumber 'kedinginan'(halah) itu.

"Hawa Halloween memang beda ya?" Himuro nyengir penuh arti, senyum manis yang menjebak itu membuat Kagami bersangsi karena senyum Himuro itu ga selamanya baik.

"Kenapa harus saat Halloween?" tanya Kagami.

"NICE TIMING mungkin?" Himuro menjawab asal.

"Tatsuya… biarkan aku buka jendela dan kulempar kau…" Kagami mulai kesel 15 derajat bujur barat.

"Lanjutkan saja Taiga, ga akan ada apa-apa" Himuro mulai memasuki inti acara ini.

"Siapa yang akan cerita?" Kagami membungkam senyum Himuro. Semuanya ga mau menceritakan duluan.

"JANKENPOI?" Himuro menawari. "Oke.." Kagami menerimanya.

Setting berubah seolah-olah sebagai pertarungan jarak dekat, naga dan harimau yang sedang bersiap untuk melakukan duel maut padahal Cuma mau suit.

"Jan ken poi…!" Himuro mengeluarkan kertas, Kagami mengeluarkan gunting, dengan kalkulasi sementara poling keberuntungan hari ini ternyata jatuh pada Kagami Taiga.

"…." Himuro terdiam sejenak sedangkan Kagami kegirangan.

"Oke.. Tatsuyaaa.. sekarang kau yang cerita" Kagami tertawa penuh kemenangan.

"BAIK-LAH…" Himuro sedikit menekankan kata-katanya mencerminkan kalau dirinya sedang pundung dan sebel bin bête.

"Ini adalah cerita yang kudengar dari tetangga rumahku" Himuro mulai bercerita.

.

.

HIMURO POV : CERITA HOROR 1

Kau pasti tahu soal boneka 'TERU-TERU BOZU?' yah itu boneka kecil yang digantung di atas jendela kala musim hujan, boneka imut berbalut kain putih itu adalah boneka penangkal hujan yang ampuh. Tapi.. tak ada yang tahu kalau TERU TERU BOZU menyimpan cerita horror yang mencekam di telinga pendengarnya.

Kisah yang berawal di musim hujan ini dialami oleh siswa yang baru saja pindah sekolah di SD P. musim hujan bulan ini adalah musim hujan terparah yang pernah ada, karena merasa repot murid lelaki itu membuat sebuah teru teru bozu dan dibawanya ke rumah.

Sampai di rumah, anak laki-laki tersebut berniat memasangkannya di depan jendela. Tetapi betapa tak beruntungnya dia ketika hendak memasang di atas daun jendelanya dia terpeleset dan jatuh dari lantai lima gedung rumah dan kepalanya langsung terpotong oleh pemotong rumput yang masih menyala di halaman rumahnya.

Kepala anak itu kabarnya terpental sejauh 5 meter, tetapi secara misterius kepala anak itu tak pernah di temukan. Sedangkan boneka putih teru-teru bozu miliknya juga hilang.

Tak lama setelah kejadian tersebut seorang gadis yang sedang berjalan pulang setelah pekerjaannya itu melihat boneka teru-teru bozu yang tergeletak di dekat persimpangan jalan. Merasa penasaran dengan boneka itu, si gadis memungutnya dan tak terduga, kepala teru-teru bozu itu terputus…

Gadis itu sontak melemparkan teru-teru bozu itu… tetapi… beberapa menit kemudian… sebuah kepala dengan luka menganga di sebelah kanannya muncul dan membuat gadis itu terkejut.. seketika… gadis itu melompat ke jalan raya dan sebuah bus langsung menghantam tubuh kecilnya… badannya hancur… dan kepalanya.. terpisah dari bagian tubuhnya… sama seperti… anak itu…

Kabarnya kepala anak itu masih menggentayangi sampai sekarang….

.

.

"Selesai" suasana menegang…

"Tatsuya… ceritamu itu membuat semua bulu kudukku berdiri" tukas Kagami.

"Oh ya? Sungguhan? Waah aku senang" Himuro terkekeh renyah. "JANGAN TERTAWA!" seru Kagami.

"Kini kau yang cerita Taiga" Himuro mengacuhkan komplen Kagami.

"Kau ini maunya menang sendiri…" Kagami menyerah pada 'keramahan Himuro' yang meluluhkan hati cewek-cewek manapun.

"Oke..jangan takut ya Tatsuya!"

.

.

KAGAMI POV : CERITA HOROR 2

Ini kisah seorang pekerja bangunan yang sedang kebanjiran job. Dia hendak membuat sebuah sekolah, tetapi sebelum sekolah itu selesai 100 persen, rekan kerjanya yang sama-sama pekerja bangunan itu tewas akibat tertindih mesin pemotong kayu, mesin itu terbalik dengan keadaan gergaji yang masih menyala, alhasil dia meninggal dengan tubuh terpotong menjadi dua.

Tak berapa lama setelah kematian rekannya, si petugas bangunan itu mengambil cuti karena sakit. Ketka dia hendak menuju ke apotek, dirinya melihat seseorang sedang memaku di atas gedung sekolah yang sedang di bangunnya.

"Mungkin pekerja shift malam..tapi aku rasa ga ada yang lembur saat ini?" pikir pria paruh baya itu.

Bapak pekerja itu mendekati gedung berangka besi itu, dia merasa sedikit takut apalagi suasana malam dengan sedikit penerangan dan hawa dingin yang mendukung.

"Maaf pak, apakah bapak ikut shift malam?" tanya Bapak itu pada seorang pria yang tak terlihat jelas di atas sana.

"Hei Pak! Kau tak memakai alat pengaman, kau nanti ja.." sebelum bapak itu selesai, sosok itu langsung terjun bebas tepat di depannya dan terdengar suara hantaman yang keras.

"WAAAAAA!" Pria itu menjerit, tapi tak ada apapun di depannya… tak ada sosok yang jatuh..

Bapak pekerja langsung berlari ke arah gerbang, tapi di sana dia melihat sosok siulet yang hanya setengah… bagian pinggang hingga kakinya tak ada! Sontak bapak itu langsung mundur..

"Jangan mendekat!" seru bapak pekerja yang sudah panic. Tapi seketika sosok itu menghilang lagi…

Keadaan sesaat hening, tapi… tak berapa lama dia berdiri, dia melihat sosok setengah badan itu melayang di atasnya.. dengan rongga yang masih mengaga mengeluarkan darah..sosok dengan wajah yang rusak dengan mata tertarik ke bawah itu menyeringai.. bapak itu mengenalinya.. itu rekan kerjanya yang sudah meninggal…

Keesokan harinya, si bapak pekerja menceritakan semua ceritanya dan kabarnya hantu setengah badan itu masih terus memaku hingga sekolah bercat putih di perfektur A itu selesai.. tapi rumor itu tak menghilang…

.

.

"Selesai.."

Hening sejenak…

"Kau ternyata berbakat ya Taiga" Himuro menyembunyikan wajah takutnya yang sudah dia pasang sejak Kagami asik cerita, jantungnya seperti mau copot, dan imajinasinya membayangkan kalau hantu sebelah itu tiba-tiba ada di sampingnya….

"Hei, Taiga aku berpikir lho.. kalau tiba-tiba sosok yang kau ceritakan itu ada di sampingku" jawab Himuro setenang mungkin.

"Kau ngelantur ya? Ini di Amerika!" tukas Kagami.

"Ah, ya aku tau.." Himuro lalu memalingkan wajahnya kea rah pojok kiri kamar, dia langsung pucet melihat sosok setengah yang sedang menyeringai kea rah dirinya…. Di sudut kamar! Plus darah yang masih menetes dari mata, hidung, dan bagian bawah badannya.

"Taiga… kurasa..itu bukan lelucon.." jawab Himuro sudah siap lari dari kamar itu.

"Kau kenapa lagi Tatsuya?" tanya Kagami.

"Kau tak pernah cerita kalau hantu di Jepang bisa transit ke Amerika kan?" tanya Himuro balik dengan keringat membanjiri kaos hijaunya.

"Kau ngomong apa lagi sih, apa kau saking kangennya sama Murasakibara sampai begini?" cela Kagami, tapi Himuro masih menunduk menutupi wajahnya yang sudah membiru itu.

"Yaampun aku tak tau deh, sebentar aku ambilkan kau minum!" Kagami beranjak kea rah tasnya yang berisi sebuah fanta.

"Kau ini ada-ada saja..pertanyaan apa itu.." Kagami yang tepat melihat kea rah jendela itu melihat sosok kepala anak kecil yang menyembul dari samping kanannya.. wajah pucat yang menyeringai seram itu menujukkan kepalanya yang terluka, wajah itu lalu melayang ke atas dan ke bawah.

Sontak fanta Kagami langsung terjun bebas ke lantai, itu melanggar hak asasi PERFANTAAN!(halah).

"Taiga? " Himuro kaget dan mendongak dan relfek melupakan pemandangan ajaib di depannya tadi.

"Tatsuya.. kurasa… Hantu juga sudah punya passport ke luar negeri ya?" jawab Kagami dengan suara parau dengan nada falsetto dan fortissimo(opo iki?).

"Apa maksudmu, Taiga?" kini Himuro yang malah bertanya-tanya.

"Kurasa cerita kita malah membuat mereka berdatangan ke sini…" jawab Kagami yang langsung tertawa aneh, keringat sudah meluncur bebas di dahinya, wajah pucatnya menjelaskan banyak hal di mata Himuro.

"Tidak, Taiga kita harus menyelesaikan cerita kita.. sambil menunggu pagi!" sergah Himuro.

"Kau gila yaa! Kau mau mengundang mereka satu-satu!?" Kagami sekarang sudah berada di depan Himuro.

"Singkirkan wajah jelekmu itu, kita lanjut! Atau kau akan diteror oleh mereka!?" terang Himuro.

"Ukh..aku benci mengatakannya tapi aku agak terhina oleh perkataanmu" jawab Kagami yang ga iklas dikatain jelek.

"Bagus.. berarti kita akan berlanjut pada cerita ketiga" Himuro sudah mengumpulkan nyalinya, sedangkan Kagami sudah ingin keluar dari Losmen dan sukur-sukur menjitaki kepala 'saudara'nya itu tapi dia menghentikan perbuatan terpujinya dan melanjutkan malam kelam di L.A dengan ketakutan yang luar binasa….

.

.

.

TO BE KONTINYUUU!

Minna akirnyaaa update jugaaa...

fiuuhh memeras otak nihh astaga astaga Yuzu senang sekali bisa menyelesaikannya

fanfict ini adalah Kagami ft Himuro dengan skandal hantu mereka.. okeeehh daripada arisan di sini

langsung R^R yaaaa