Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujumaki

Story By me

Warning: Banyak kesalahan yang luput dari penglihatan author ini.

.

.

.

Special for KuroMomo's Week #3/7 #Air Mata

.

.

Sedari tadi air mata tak kunjung berhenti keluar dari pelupuk mata bermanik magenta yang terus membasahi pipinya. Kuroko disamping mendiamkannya sejak 10 menit yang lalu.

Tidak Momoi saja yang dilanda kesedihan, semuanya juga. Kabar duka meninggalnya salah satu rekan mereka dalam kesatuan Kiseki no Sedai sangat mengejutkan mereka. Rasa kehilangan pasti ada, tapi tidak sebesar perasaan Momoi yang sudah bersamanya selama belasan tahun dan harus terpisahkan oleh maut.

Sekarang yang bisa ditatapnya adalah batu nisan Aomine Daiki.

Sepinya pemakaman—semua pengunjung sudah pergi setengah jam lalu menyisakan Momoi dan Kuroko di samping gundukan baru itu—kini hanya diisi oleh tangisan Momoi seorang, jeritannya dan panggilan-panggilan nama 'Dai-chan' yang pasti tidak ada respon.

Kuroko tahu bagaimana rasanya kehilangan karena bagaimanapun juga dia adalah mantan bayangan dan partner Aomine saat SMP.

Tapi lagi-lagi perasaan itu masih dikalahkan oleh Momoi.

"Momoi-san?"

"Tetsu-kun, sekarang aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi."

Kuroko terdiam mendengarnya. Sekarang dirinya menyesali keadaan.

"Kau masih punya kami, teman-temanmu. Dan aku." Tangannya bergetar ingin menepuk pundak rapuh gadis tersebut namun ragu jika sentuhannya akan memperburuk.

"Sekarang tidak ada yang melindungiku lagi, tidak ada yang akan menghentikan kecengenganku ini, Dai-chan... hiks—"

Panggilan itu menyayat hati Kuroko. Nada riang tersebut berubah sendu bagi pendengaran.

Kuroko ikut berjongkok di sebelah Momoi. Mengulurkan tangannya di bawah dagu gadis tersebut, menunggu tetesan air mata jatuh ke telapak tangannya dan Momoi sadar akan hal itu. Ia menatap Kuroko bingung.

"Aku memang tidak bisa menghentikan tangismu, Momoi-san. Tapi aku bisa menampung segala kesedihanmu."

Sedetik kemudian Momoi langsung menerjang Kuroko dengan pelukan. Memeluk tubuh yang sama kecilnya darinya namun bagi Kuroko tubuh Momoi jauh lebih kecil hingga rasanya kedua tangannya sanggup memeluk semuanya. Menenangkannya dan membiarkan Momoi menangis keras membasahi bahu.

.

.

.

Ngebut coy! :v sory malah angst gini... hakhakhak...