BoBoiBoy by Animonsta Studio

.

how to pass the road easily;

Fang version

by de-aruka

.

Rating : T ― Genre : Humor (GAGAL)

.

AWAS!

typo nebar . humor renyah Nissin Wafer . gamutu . sok asik . ada yang 4LaY

JuniorHighSchool!BBBFang . penistaan karakter . OOC . DLDR!

Banyak parodi trademark kesebut.

.

klik 'back' sebelum menyesal.

.


Panduan nomor dua,

apabila makhluk Tuhan yang paling sekseh mencegahmu datang tepat waktu.


.

Setelah khidmat melahap 3 buah kerupuk putih dengan bumbu kacang sebagai sarapan―nggak etis memang, tapi tolong bayangkan betapa kerasnya seorang anak SMP hidup sendirian di rumah besar tanpa orang tua dan modal yang berlimpah―akhirnya manusia berjambul dua itu menyupir elang bayang yang sudah setia terparkir di halaman rumahnya.

CEKRIS.

Fang manyun, simbol peace ia tempel di pipi.

CEKRIS.

Fang duckface dipadu sorotnya yang imut-imut cecuwatu.

CEKRIS.

Fang pasang muka greget namun menjurus ke pose laki-laki... melambai.

CEKRIS.

Fang pamerin senyum Pepsaodah.

CEKRIS.

Fang mengendurkan kacamatanya sok gaya. Gentle, bro.

CEKRIS.

Seterusnya hingga kiamat.

Entah sudah dijebloskan ke barak TNI AU sejak balita, atau kebiasaan naik Histeriak di Doefun sampai pita suaranya hancur―terakhir kunjungannya sukses menjerit seperti Papa Zola ketakutan saat melawan Ejo Jo(n) di musim 2―karenanya, Fang nekat narsis ber-selfie ria sembari menunggang elang bayangnya yang berada dalam ketinggian dan kecepatan yang tidak biasa tanpa pengaman jenis apapun.

Tapi―

"Alamakjang..."

Kendaraan ngerem mendadak. Emo landak eksotis cengo. Diem. Mangap. Kentut. Prepet. Ponsel canggih keluaran produk negeri ginseng meluncur jatuh dari genggaman dan menggelindang ke tanah dengan efek dramatical slow motion level maksimum edisi dewa.

"Dosa apa diri ini, leluhur..."

Sesampainya di sekolah, Fang berpikir alangkah baiknya jika ia bisa nyemplung ke Bikin Berantem guna memuja kerang ajaib bersama Spombob dan Hatrick, memohon kepadanya supaya pemandangan yang membuatnya syok berat hingga lantunan istighfar 33x dilancarkan dalam hati ini lenyap ditelan tsunami.

Fragmentasi tiga. Lima meter depan mata. Pas, mejeng sangar di gerbang sekolah. Dilengkapi rokok mahal imporan Kuba dan codet sepuluh senti, tinggal nunggu diringkus polisi atas tuduhan nyolong daleman.

Boboiboy.

Yang katanya―terlebih fansnya―dikenal sebagai anak yang bersahaja, baik hati dan tidak sombong serta rajin menabung (di toilet). Wajahnya semanis Ketekbury, rambutnya sehitam Toblaron Dark Chocolate, kalo lagi nge-blush presepsi segera lari ke permen Yufy. Matanya juga cokelat, kayak SylverKwyn. Senyumnya greget macam NyelekitKet dicampur sakarin lima kilo. Oh, alunan merdu sapaannya pun tidak kalah saing dari lezatnya Bembeng.

"Haaai~~"

Intinya, dia itu makhluk Tuhan yang paling seksyeh, calon suami idaman sejuta umat kaum hawa di masa depan.

Tapi, sekarang di pikiran Fang yang terbawa geger dan nyolot, dia nggak lebih dari kudapan manis kadaluwarsa yang sudah tiga tahun lamanya dikerokotin semut dan terabaikan busuk di pojokan warung karena yang punya lupa buang.

Yang jelas, pantulan kacamata gahoelnya sekarang, rival abadinya pecah dengan latar belakang gundukan tanah tinggi meruncing yang niscaya mampu merobekkan sejumlah organ dalam hasil jurus mode Gempa.

Fang mikir; gila ya, apa nggak kena skors gitu, ngerusak lahan area sekolah begindang. Pager besi ringsek tau!

Memang nyata adanya fasilitas sekolah yang bersangkutan hancur tak terdefinisikan oleh cadas-cadas biadab ciptaan kloning terakhir yang pernah ngaku-ngaku lebih baik hati daripada Princess Senou Wait itu.

Demi Hindumi rebus rasa donat wortel merah, dia tahu maksudnya itu buat ngehalangin dirinya masuk sekolah tepat waktu. Fang kesel banget sekarang sumpeh. Nyisa 5 menit dan dia harus bergegas agar tidak mendapat paket tausiyah gratis Papa Zola 2 jam non-stop berbonus iler istimewa.

"Minggir."

"O... tidak bisa, o... tidak bisa," ledek Boboiboy Taufan dengan intonasi yang mengingatkan Fang pada salah satu pelawak Indonesia.

Perempatan siku nongol sebiji. Tapi gede.

"MINGGIR!"

"O... tidak bisa, o... tidak bisa," kali ini Gempa yang ngomong.

"MINGGIR!"

"O... tidak bisa, o... tidak bisa," mencengangkan. Halilintar pun ikutan.

"Lawan kite-kite dulu. Pemain bola level kecambah toge."

BLEGAR―

Menohok sangat.

Perkataan Halilintar menjadikan harga diri Fang serendah anjing Dachshund―TIDAK, lebih rendah lagi. Yang diledek jelas tersinggung, mana dia lupakan skandal dimana dirinya yang kece bagai (kumis) Leoparno Di'Capricorn salah nangkep maksud Adu Du waktu diajak kerjasama main bola sepak?

Mengingat itu semua, keterpurukannya yang terhebat adalah ia sempat keramasan 3 jam di kamar mandi sambil nangis. Shower, shampo, air mata. Dan campuran kimia alat pencuci rambut pun terkena retina. Pedih, sepedih hatinya yang sakit menyimpan lara.

[ BG sound : Cinta Citatang - Atitnya Tuh di Diyek ]

Fang galau dadakan.

Dan tiga tuyul kepala hitam berelemen ngakak kenceng berjamaah tatkala dilihatnya muka musuhnya yang mewek jelek. Tidak menyangka kumpulan kata-kata Halilintar cukup ngena hingga nyesep ke tulang sumsum.

.

.

.

KRESEK!

Di sela-sela tangisnya, Fang merasakan bunyi gesekan plastik di dalam tasnya.

"BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA―"

Elemental Boboiboy masih sibuk ketawa, seolah lupa daratan.

Pengendara kendaraan berbayang itu segera merogoh sesuatu yang menarik perhatian. Dikorek-koreklah isinya, sampai telapak tangannya menyentuh tekstur yang cukup keras-keras gimana gitu berlapis bungkus plastik. Dia tarik keluar demi menghilangkan rasa penasarannya. Dan saat benda itu menghampiri kelereng obsidiannya, serasa ada choir seriosa indah terngiang merdu di telinga. Air matanya meleleh lagi, namun ia terhura.

BISKUIT YAYA.

[ BG Sound : Agan - Matur Nuwun Cinta]

Oh, kenapa dia bisa lupa kalau masih ada sisa kemarin?

Okelah, tidak ada waktu bersedu-sedan lagi. Kini cengiran gila penuh kemenangan bersemi. Matanya memandang ketiga Boboiboy. Status keadan mereka dalam satu kata; lengah. Mereka masih terbuai tawa. Dan Fang bisa memanfaatkannya.

.

.

.

"BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA―OKHOHKH!"

Strike. Fang service dua keping pembawa maut itu tepat di mulut Taufan. Nggak sia-sia dia latihan lempar bola basket tiap hari.

"AKTFJHGJSKDGHLSKRMSK―" Reaksi yang diberkan Taufan terhadap rasa biskuit tersebut semacam kutilang sekarat menjelang ajal. Setelah dia tumbang kaku bagai batu dari tunggangan hoverboard-nya. Sekitar mulut berbusa, seolah efek biskuit itu tidak beda jauh dengan narkoba dosis tinggi.

Sadar salah satu kembarannya kritis, Halilintar kaget dan naik darah.

"Hah?! Beraninya ka―

SYUUUUT~!

―AKHKSTDGTLDF!"

Sebelum dia menciptakan pedangnya, layangan shuriken berupa mahakarya sang gadis hijab yang dihantarkan Fang penuh cinta langsung menyumpal Halilintar. Dan mati suri segera di tempat. Nasibnya tidak kalah ngenes dari Taufan.

Nyisa satu; kloning Gempa ber-skill kecepatan paling cemen di antara dua lainnya.

Khawatir makhluk yang satu itu keburu bikin perisai tanah, tepat setelah menghajar Halilintar secepat mungkin ia service tiga biskuit.

"TANAH PELINGH―KKKHHH!"

ZLEP! ZLEP! ZLEP!

Fang memanjatkan syukur kepada Yang Mahakuasa atas keberhasilannya melempar benda itu ke dalam mulut Gempa. Seiring lemahnya daya kesadaran, dengan ajaibnya perlahan tanah runcing yang tadi menjulang menghalang jalan turun. Normal seperti sediakala. Membuka jalan bagi Fang.

Pas satu menit sebelum bel masuk.

Dengan hati girang riang gembira, Fang meningkatkan kecepatan elang bayangnya sebelum ia benar-benar terlambat. Mengabaikan (bangkai) tiga makhluk yang terkapar ngenes dan kemudian menghilang menjadi satu tubuh.

Hockay, Fang juga nggak jadi diceramahin Papa Zola.

Apa karena ini tahun kambing? Hanya dia dan leluhur yang tahu.

.

.

end dengan ambigunya.

.


special thanks to :

Pepsaodah = Pepsodent . Histeriak = Hysteria . Doefun = Dufan . Bikin Berantem = Bikini Bottom . Spombob dan Hatrick = SpongeBob dan Patrick . Ketekbury = Cadbury . Toblaron = Toblerone . Yufy = Yupi . NyelekitKet = KitKat . Bembeng = Beng Beng . SylverKwyn = SilverQueen . Hindumi = Indomie

Cinta Citatang - Atitnya Tuh di Diyek Cita Citata - Sakitnya Tuh di Sini

Agan - Matur Nuwun Cinta ― Afgan - Terima Kasih Cinta

Biskuit Yaya sisa semalem

Pengorbanan nyawa 3 Boboiboy untuk memakan biskuitnya

Harga diri Fang yang rela dijatuhin pada fanfic ini

Oke, bercanda. Dan tolong turunin pisonya.

Fiksi ini diciptakan hanya untuk hiburan semata tanpa ada maksud bashing.

.

.

.

Terima kasih banyak bagi yang mendukung, review, dan follow fiksi gaje nan garing serta aneh ini di chapter sebelumnya.

Yang baru baca, kalo nggak review, fav, atau follow niscaya bakal jodoh sama Ejo Jo.

Sekali lagi, maaf dan terima kasih. *bows*