Tittle : Lie to Me

Chapter : 2 (Part 1) of ?

Author : Zelozi

Fandom : Exo

Pairing : Chanyeol x Tao

Rate : T

Type : SongFic

Song : Lie to Me – ft. Trabler.

Disclaim : Exo belongs to SMent. Lie to Me belong to and Trabler.


Tao's POV

"Hei! Lihat apa yang aku temukan? Album foto ku saat SMA dulu!" Luhan berteriak dari dalam kamarnya, mengagetkanku yang tengah berbenah-benah diruang tengah.

"Lalu?" sahutku dengan keras. Kudengar langkah kaki mendekatiku, Luhan tengah berlari kecil dan membawa sebuah album foto ditangannya.

"Kau menyebalkan sekali" dilemparnya beberapa kardus kosong yang tertumpuk disudut ruangan padaku. Aku yang sibuk dengan urusanku itu tidak menggubrisnya dan hanya tertawa kecil.

"Aku sudah mendapatkannya! Dan sekarang kau harus tunjuk salah satu anak laki-laki yang membuatmu menutup diri itu!" jelas Luhan mencibir. Ia terlihat kesal saat ini. Sangat.

"Menutup diri? Aku tidak seperti itu"

"Lalu? Apa sebutan untuk seseorang yang selalu menolak cinta dari orang lain kalau bukan menutup diri?"

Aku menghela nafas "Luhan, kita sudah bicarakan hal ini berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali! Aku tidak ingin punya hubungan dengan siapapun saat ini. Fokus dengan pekerjaan itu hal penting" Luhan kembali mencibir dan melemparkan album foto yang ia pegang sedaritadi.

"Workaholic? Ayolah Tao! Kau terjebak dalam cinta pertamamu itu! Lihat kalender, tahun berapa sekarang?" Luhan menunjuk kalender yang masih tergeletak diatas meja.

"Andai aku tau siapa siswa yang seangkatan denganku itu! Aku akan menyeretnya kehadapanmu dan membuatnya menikah denganmu saat itu juga!"

Kembali aku tertawa tanpa memperdulikan dirinya yang mengamuk itu.

Andai itu benar.

Andai orang itu tau aku menyukainya. Apa dia akan membalas perasaanku?

I liked him one-sidedly...

"Kau sudah selesai?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Kau mengalihkan pembicaraan"

Ups, aku ketahuan rupanya.

Aku menggeleng "Tidak, itu hanya perasaanmu saja. Kalau kau sudah selesai, mungkin kita bisa membeli makanan diluar? Aku lapar. Seharian membantumu pindah rumah sangat melelahkan untuk tubuhku, terutama perutku"

"Maafkan aku Tao," Luhan menunduk. Wajahnya terlihat bersalah. Ah, aku tidak pernah ingin membuatnya seperti itu.

"Baiklah, kita pergi keluar, ok? Kudengar ada diskon setengah harga direstoran XOXO pada hari libur seperti ini" Luhan tersenyum. Ia menyuruhku segera bersiap-siap.

Lalu kami berdua pergi keluar.

"Penuh dengan antrian!" Keluh Luhan dengan setengah berteriak. Ia terlihat sangat kesal saat ini. Ia benar-benar kesal. Itu karena...

"Bubble tea dihari libur memang seperti ini kan?" tanyaku. Luhan tak menjawab, wajahnya benar-benar berkerut.

"Baiklah, kau tunggu saja disana. Aku akan mengantri, lagipula aku juga menginginkannya"

Mendengar itu sontak saja Luhan tersenyum dengan lebar. Ia tidak capek mengantri dan hanya menunggu bubble tea dariku.

Setelah mengantri cukup lama, akhirnya aku mendapatkan dua bubble tea. Saat kembali, kulihat tidak ada sosok Luhan muncul ditempat semula..

"Tao!"

Suara Luhan menggema. Ia berada diseberang jalan bersama dua orang pria. Dengan cepat aku menyebrang jalan dan mendekati mereka.

"Chanyeol, Kris, kenalkan. Ia Tao, teman satu kerjaku"

Huh?

Chanyeol?

...and we met coincidentally

"Kris" ujar Kris seraya tersenyum. Ia cukup membuyarkan lamunanku yang sesaat. Ku balas senyumannya dan membalas jabatan tangannya.

"Tao"

Dan inilah saat yang mendebarkan untukku. Saat pandanganku tertuju pada Chanyeol, ternyata ia sedang memperhatikanku.

He looked at me...

"... Kau begitu cantik"

Seseorang, tampar aku sekarang juga.

...and said I was pretty

"Kau pacaran dengan Chanyeol?!"

"Ssttt... Tenanglah, ini bukan hal besar"

"Apanya yang bukan hal besar? Seorang Tao yang berhati dingin dan lebih suka menutup hatinya itu sekarang mempunyai kekasih? Tao, cubit aku"

Lalu kucubit lengan Luhan.

"OUCH! Ini sakit kau tau?!"

Aku tertawa terbahak-bahak "Kau yang menyuruhku. Aku hanya mengikuti perintahmu"

"Menyebalkan!" rutuknya kesal seraya mengusap-usap bekas cubitan dariku. Namun tak lama ia kembali fokus padaku dan pada topik pembicaraan kami sebelumnya.

"Bagaimana bisa kau berpacaran dengan Chanyeol? Ayo ceritakan! Oh My God Tao! Jika saja kau tau betapa bahagianya aku mendengar hal ini!" Luhan berbicara tanpa jeda. Lagi-lagi membuatku tertawa.

"Itu terjadi begitu saja" kembali kugoda Luhan. Dan apa reaksinya? Sebuah pukulan mendarat dipunggungku.

"Luhan! Kau jahat sekali!" Aku meringis dan berpura-pura menangis. Namun Luhan tidak memperdulikanku.

"Lalu, bagaimana dengan cinta pertamamu itu? Bukankah kau sangat mencintainya sampai-sampai kau rela menyendiri untuk bertahun-tahun? Aish, lihat! Sekarang aku benar-benar penasaran siapa cinta pertamamu itu! Kau hanya berkata 'ia seangkatan denganmu' what a bullshit"

Aku tersenyum malu. Tiba-tiba kurasa hawa panas. Kupikir wajahku merona saat ini.

"Chanyeol"

"Ada apa dengan Chanyeol?"

"He-he was Chanyeol"

Hari ini hari ulang tahunku. Aku sangat senang! Akhirnya umurku genap 25 tahun. Namun hal yang membuatku bahagia adalah, hari ini adalah hari jadi kami yang ke seratus.

Hari spesial ku dan Channie.

When it was our 100th day,

Namun...

[Huh? Chanyeol belum menghubungimu sampai sekarang?]

"Iya" ujarku lirih.

[Bagaimana bisa?! Hari ini kan hari yang spesial! Apa jangan-jangan dia lupa?]

"Aish! Luhanie, jangan berkata seperti itu! Tidak mungkin Channie ku lupa akan hari spesial ini. Kami sudah membicarakannya beberapa waktu lalu" jari telunjukku membuat pola-pola tak karuan diatas meja belajarku saat ini. Pertanda kalau aku sedikit kesal.

[Maaf, itu kan hanya perkiraanku saja]

"Perkiraanmu itu menyebalkan. Luhan, sampai disini dulu ya? Aku akan menghubungi Channie"

[Apa? Kenapa harus kau? Harusnya kan dia yang menghubungimu, kenapa...]

"Luhan..."

[Ok Ok, terserah kau saja. Bye]

"Bye"

Sambunganku dan Luhan terputus. Tak lama aku langsung mengirim sms pada Channie.

To : Channie

Channie, kau satu-satunya yang tidak mengucapkannya padaku.

Kau sedang apa Channie? Aku menunggumu dari tengah malam.

Kau tidak lupa kan hari apa ini?

Hari ini sungguh spesial :(

Ah! Bagaimana ini? Apa kata-kataku tidak terlalu berlebihan?

Tapi ini kan hari spesial kami berdua.

Apa benar Channie melupakannya?

Aku menggeleng dengan cepat.

"Tidak mungkin Channie ku melupakan hal sepenting ini. Pasti ada apa-apa, pasti ada..."

Tiba-tiba handphoneku berbunyi.

Sms dari Channie!

Dengan cepat kubuka sms dari Channie tersebut dan membacanya.

From : Channie

Baby, maafkan aku. Aku sakit dari kemarin, maka dari itu aku tidak menghubungi mu sama sekali :(

Aku tidak melupakan hari spesial ini.

Bagaimana bisa aku melupakan nya?

Saengil chukha hamnida, dan happy anniversary ke 100 ^_^

Dugaanku benar. Ada penyebab kenapa Channie tidak menghubungiku. Dan ternyata Channie sedang sakit. Tak perlu waktu lama, aku segera meneleponnya. Aku benar-benar khawatir padanya.

"Yeoboseo? Kau sakit? Sakit apa Channie?"

...he said he was sick and I was really worried.

"Tao, will you marry me?"

Channie yang berada dihadapanku saat ini tengah membawa sebuah boneka panda, setangkai bunga warna merah serta sebuah kotak kecil yang berisi sebuah cincin.

Melihat semua itu membuatku terdiam. Membatu dan merasa tak percaya.

Ini bukan mimpi kan?

"Tao baby, will you marry me?" ia mengulang perkataannya. Lalu aku sadar dan menatapnya.

Tak terasa airmataku mengalir begitu saja.

Dengan cepat aku mengangguk padanya.

"I do Channie"

Ku hapus airmataku dan tertawa dengan bahagia.

"I really do"

He proposed to me and I silently accepted.

"Huang Zitao, bersediakah engkau menerima Park Chanyeol sebagai pasangan hidupmu, sebagai suamimu, dalam suka dan duka, saat kaya dan miskin, sehat maupun sakit hingga maut memisahkan kalian?"

"I do"

"Sekarang kalian telah menjadi sepasang suami istri. Park Chanyeol, silahkan cium istrimu"

Saat pendeta berkata demikian, Channie menatapku dalam-dalam. Ia tersenyum dan mendekatkan wajahnya. Sangat dekat sampai-sampai aku tak sadar kalau bibirnya telah menyentuh bibir milikku.

Kali ini ciuman kami terasa berbeda. Ciuman ini sangat lembut, sangat manis sama seperti biasanya. Namun ciuman kali ini sangat istimewa. Ciuman pertama kami sebagai pasangan.

Aku sangat bahagia. Akhirnya aku tau, cinta pertama ku merupakan takdir hidupku.

I'm happy that I can live my life with him...

"Tao baby? Kenapa kau menangis?" Channie mengusap airmataku dan tersenyum.

"Aku sangat bahagia Channie. Aku sangat bahagia" kupeluk Channie, suamiku, ia memeluk balik dan berbisik...

"Saranghae..."

Channie, aku berjanji akan setia hidup bersama mu...

Selamanya.

I will live with him forever.


Bad Bad Bad Bad!

Sekedar ngasi tau, di chapter pertama ada beberapa typo n kesalahan, Zelozi minta maaf ga bisa edit.

MA-LES. XDDD

Ok, No Komen :'D

Zelo bakal update lagi kalo sempet :')