Main cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and other
Disclaimer : semua cast milik Tuhan YME, kyumin saling memiliki, dan karya ff ini murni dari pemikiran saya. Apabila ada kesamaan cast atau cerita yang sama saya minta maaf. Karena setiap manusia tidak luput dari dosa^^
Summary : Sungmin dititipkan kepada Heechul. Sifatnya yang childish membuat orang harus sabar menghadapinya. Tapi, bagaimana dengan anak nya Heechul yang terkenal dengan evil nya.? *pantas kah ini di sebut summary? hihiihi
NO BASH NO FLAME
Don't Like Don't Read
Chapter 2
" Kyunniee~"
Kyuhyun sayup-sayup mendengarkan suara halus memanggil nama nya, ia juga merasakan beban berat yang menimpa tubuhnya, dan dia merasa aneh dengan bibirnya seperti... di tarik-tarik seseuatu membuatnya tidak nyaman. Dia mencoba membuka matanya yang terkena sinar matahari pagi.
" Omo...!" pekik Kyuhyun saat melihat si pelaku yang sudah menarik-narik bibirnya berada tepat di depannya dengan jarak yang sangat dekat.
" Min,, kau sudah bangun?" yang di tanya mengangguk-anggukan kepalanya imut. Membuat Kyuhyun harus bersabar untuk tidak memakan kelinci manis ini.
" Ne, hari ini kan Min masuk ke sekolah bersama Kyunnie." Tangannya sudah beralih ke pipi Kyuhyun.
" ah,, iya apa kah kau AWW,,," Tiba-tiba saja Kyuhyun berteriak saat Sungmin dengan sengaja memencet jerawat yang tumbuh di pipi tirusnya.
" eh? Waeyo Kyunnie?" Tanya Sungmin. Dia bingung kenapa tiba-tiba berteriak di pagi buta. Emangya ada maling? Pikirnya polos. Kyuhyun mengusap-usap pipinya dengan kapas.
" Kau memencet jerawat ku Min. Lihat ini." Kyuhyun menunjukan darah yang keluar akibat di pencet tadi. Membuat Sungmin meringis ngeri.
" Mianhae Kyunnie, Minnie tidak senagaja. Min Cuma geram melihat bentolan merah itu menempel di wajah tampan Kyunnie." Ujarnya dengan wajah tertunduk dan menyesal. Kyuhyun jadi merasa bersalah karena sudah berteriak kepada Sungmin.
Dengan masih Sungmin duduk di perut Kyuhyun. Kyuhyun menarik tubuh Sungmin kedalam pelukkannya. Posisi Sungmin saat ini berbaring di dada Kyuhyun.
" Ne gweanchana Chagie~ . ini hanya luka kecil nanti juga cepat sembuh." Kyuhyun mengusap punggung Sungmin dengan penuh kasih sayang. Sungmin mengangguk diam di pelukkan Kyuhyun merasakan kenyamanan yang membuat Sungmin selalu ingin dekat dengan Kyuhyun. Sungmin merasakan kalau dia sedang peluk sang Eomma yang beberapa hari ini tidak bertemu.
Setitik air mata meluncur dari mata bulat itu. Kyuhyun merasakan piyamanya basah. Diapun melepaskan pelukkannya, dan betapa terkejutnya saat melihat Sungmin menangis dalam diam.
" Hey.. kenapa kau menangis heum?" tanya Kyuhyun. Sungmin menatap Kyuhyun dan berhambur memeluk Kyuhyun lagi.
" Minnie merinudukkan Eomma dan Appa Kyunnie. Hiks " Kyuhyn menghela nafas.
" Stt... jangan menangis lagi ne chagie. Teukkie Eomma pasti kembali bersama Kangin Appa. Kan ada Kyuhyun di sini." Kyuhyun mengecup dahi Sungmin lembut, mnyalurkan perasaan sayang nya. Kyuhyun merasakkan Sungmin mengangguk.
" Apakah Minnie sudah mandi?" sungmin menggeleng pelan. " kalau begitu, kajja Min mandi dulu." Kyuhyun mendudukan Sungmin di sampingnya dan hendak beranjak dari tempat tidurnya kalau saja sebuah tangan tidak menahannya.
" waeyo Chagie?"
" Kyunnie.. Minnie tidak mau mandi sendiri."
" Jadi?"
" Minnie mau mandi bersama Kyunnie."
Mendengar perkataan polos itu membuat Kyuhyun hampir tersedat air liurnya sendiri. Hey ! walaupun mereka sama-sama namja. Tapi, postur tubuh Sungmin pastilah sangat mulus walaupun tidak melihat langsung.
" MWOOO !"
.
.
.^^My Bunny Childish^^
Kyuhyun keluar dari kamar nya dengan wajah merah bak kepeting rebus. Heechul melihatnya mengerenyit aneh melihat si anak.
" kau kenapa Kyu, apakah kau sakit?" tanya Heechul yang sedang berkutat di dapur.
" Aniya Eomma. Aku baik-baik saja." Jawab Kyuhyun. Dia pun mengambil sepotong roti tawar dan mengolesnya dengan selai kacang.
" tapi, kenapa wajah mu merah." Tanya Heechul curiga. Kyuhyun mulai merasakan lagi panas di wajahnya.
" g..gweanchana Eomma mungkin ini karena ruangannya panas." Saking gugup nya dia malah menjawab asal pertanyaan sang Eomma. 'aish.. anak ini suasana pagi begini di bilang panas' rutuk Heechul.
Tap
Tap
Tap
/" Pagi Ahjussi... ahjumma.. Kyunnie..." teriak riang dari seorang namja imut yang memakai tas bewarna pink dan rambut depan yang di kuncir ke atas. Bayangkan betapa manisnnya pemuda itu. Kyuhyun tidak dapat menyembunyikkan keterpesonaannya kepada Sungmin. Lihat saja ekspresi Kyuhyun saat ini, mulut terbuka lebar dan mata melotot hampir keluar untung saja tidak ada lalat yang masuk ke mulutnya.
" Aaa Minnie, selamat pagi juga sayang." Heechul langsung mencubit gemas pipi bulat Sungmin. Yah, itu sudah menjadi kebiasaan Heechul mencubit pipi chubby Sungmin.
" pagi Minnie.." Balas sapa Hanggeng yang sedang menikmati coffe nya. Heechul membimbing Sungmin untuk duduk di sampingnya.
" Aigooo~ kau manis sekali pagi ini Minnie." Puji Heechul. Sungmin hanya menanggapinya dengan senyum malu. Heechul melirik Kyuhyun yang duduk besebrangan dengannya dengan posisi mulut yang menganga.
" Yak ! bocah tutup mulut mu itu. Apakah kau mau lalat masuk, eoh?" Kyuhyun langsung menutup mulutnya dan mengerucutkan bibirnya tidak imuet. Membuat Heechul berdecak tak suka.
" Ck ! sok imut." Membuat Kyuhyun mendelik sebal.
" cih ! biar saja. Eomma juga sering seperti itu. Apakah Eomma tidak sadar kalau Eomma juga tak imut." Balas Kyuhyun tak kalah sengit. *evil smiriki
" Kau !..."
" Aish,, sudah kalian ini bertengkar saja. Apakah kalian tidak malu dengan Sungmin" lerai Hanggeng. Akhirnya mereka berhenti. Kalau sang kepala keluarga berbicara, maka mereka tidak bisa membantah lagi.
/"Oh iya Min chagie. Tadi kau mandi sendiri ne? Ahjumma dengan kau tidak bisa mandi sendiri?" tanya Heechul. Yang sukses membuat wajah Kyuhyun kembali memerah. Ah, sepertinya Heechul ingin membalas dendam kepada sang anak.
" Aniyo Ahjumma. Minnie tadi mandi bersama Kyunnie."
Jderrr
Kyuhyun merasakan seperti petir menyambar rumahnya. Heechul menunjukan evil smiriknya. Ternyata Kyuhyun menurunkan sifat Heechul.
" Benarkah begitu Chagie" tanya Heechul memastikan.
" eumm." Dengan anggukkan Sungmin menjawab, karena di dalam mulutnya penuh dengan roti. Sekilas Heechul melirik Kyuhyun yang sudah berkeringat dingin. ' kena kau Cho kecil. Wahahahaha' kalau saja ini cerita manga, mungkin tanduk setan sudah keluar dari sisi kanan dan kri kepala Heechul.
" dan siapa yang mema..."
" Appa, Eomma kami berangkat dulu karena sebentar lagi bel masuk." Belum sempat Heechul menyelesaikkan pertanyan nya. Kyuhyun sudah menarik tangan Sungmin untuk beranjak dari ruang makan. Alasannnya bukan karena terlambat. Tapi, menghindari pertannyaan si ratu evil yang bisa membuatnya malu.
" yak ! aku balum selesai bicara..." teriak Heechul dari dalam rumah. Hanggeng hanya menggelengkan kepalnnya maklum. Yah, begini lah kalau mempunya istri evil dan anak evil.
" sudah lah honey. Sakarang temani suami mu ini sarapan ne." Ajak Hanggeng.
" Tapi yeobo~"
Chu~
" Diam dan makanlah." Hanggeng mencium bibir Heechul, agar istrinnya itu bisa diam. Efek dari itu, membuat pipi Heechul memerah. Oh, romantisnya. ^^
^^My Bunny Childish^^
Saat ini Kyuhyun dan Sungmin sudah sampai di sekolah. Kyuhyun melirik Sungmin yang masih sibuk dengan boneka bunny di pelukannya, membuat Kyuhyun terkekeh melihat tingkah Childish Sungmin.
" Min, kajja kita turun" Ajak Kyuhyun, Sungmin mengalihkan pandangannya dari boneka bunny yang sedang di pegangnya, melihat keadaan sekitar dan detik kemudian dia tersenyum.
" Eoh? Jinja? Kajja Kyunnie kita turun." Denagan semangat, Sungmin keluar dari mobil dan segera tangan mungilnya menarik Kyuhyun untuk cepat-cepat masuk kedalam sekolah. Padahal, dengan sekolah nya yang lama dia malas sekali untuk kesekolah.
" eh, siapa itu yang berada di samping Kyuhyun oppa? Apakah dia itu dongsaeng nya?"
"Aigooo,, adik itu imut sekali. Beruntungnnya Kyu oppa punya saeng se imut itu."
" apakah itu pacarnnya Kyu oppa? Hueee aku sungguh tidak rela."
" apa mungkin itu anaknnya Kyuhyun oppa."
Pletak
Pertannya terakhir tadi mendapatkan sepatu melayang di kepalannya.
" Bodoh ! mana mungkin Kyuhyun oppa punya anak. Aishh~ ada-ada saja"
Pertannyaan demi pertannyaan di lontarkan semua siswa yang melihat Kyuhyun dan Sungmin. Semua murid di buat penasaran olehnnya.
Kyuhyun melangkah kan kakinnya melewati pasang mata yang memperhatikkannya bersama Sungmin. Sedangkan Sungmin menggenggam erat tangan Kyuhyun dan bersembunyi di balik punggung tegap Kyuhyunnya. Dia tidak terbiasa dilihat seperti itu, menurutnya mereka itu seperti zombie yang siap untuk memakannya. Ck ! sungguh berlebihan. Lain lagi dengan Kyuhyun yang sudah terbiasa dilihat seperti itu. Secara dia adalah pangeran di sekolah itu.
Mereka sudah sampai di depan kelas sungmin. " Nah, sekarang kita sudah sampai di kelas mu Min." Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin dari tangannya. Namun, Sungmin malah mengeratkan genggamannya. Kyuhyun mengangkat sebelah alisnnya bertanda bingung dengan kelakuan Sungmin. Bukankah tadi saat turun dari mobil dia sangat bersemangat untuk ke sekolah tapi mengapa dia tidak mau melepaskan tangan Kyuhyun.
" Waeyo chagie?" tanya Kyuhyun seraya mengusap pipi gembul Sungmin. Siswa yang melihat itu hampir saja berteriak terutama para yeoja yang meng_idola kan Kyuhyun. Kalau saja mereka tidak ingat guru killer di sekolah ini.
" Minnie takut Kyunnie~" Tangan Sungmin beralih memeluk tubuk Kyuhyun. Mereka melihat moment Kyumin sangat iri.
" Kenapa harus takut? Ada Kyunnie di sini."
" Tapi mereka..." tunjuk Sungmin kepada mereka yang menatap Sungmin tajam. "_ seperti ingin menelan ku Kyunnie. Minnie takut." Kyuhyun melihat arah telunjuk Sungmin, dan benar saja ada tiga Yeoja yang melihat tajam ke arah Sungmin.
" Tidak ada yang perlu di takutkan. Sekarang kau masuk ! sebentar lagi ada songsaeng yang masuk." Perintah Kyuhyun. Tapi, Sungmin menggeleng tidak mau.
" Kyunnie harus temani Minnie sampai pulang sekolah." Pinta Sungmin dengan aegyo 1000 watt dan mata bulatnya. Membuat Kyuhyun tidak bisa menolak kehendak si kelinci manis ini. Akhirnya Kyuhyun mengalah dan mulai melangkah masuk ke kelas Sungmin.
Tempat duduk Sungmin berada di urutan nomor tiga dan berada dekat dengan jendela. Sedari tadi dia hanya bergelayut manja pada Kyuhyun. Ah,, jangan lupakan kalau boneka bunny yang di bawanya tadi masih berada di tangannya.
" Min.. kenapa tidak kau tinggal saja boneka nya di dalam mobil?" tanya Kyuhyun.
" Andwe..! Minnie tidak mau meninggalkan Bunny sendirian. Karena Bunny adalah teman Min." Tangannya mengusap boneka kelinci berwarna pink itu.
" Aishh,, kau ini. Nanti kalau menganggu pelajaran mu bagaimana? Apakah Minnie tidak malu di lihat teman-teman mu. Heum?" Kyuhyun mengacak pelan surai hitam Sungmin. Membuat Sungmin merengut tak setuju.
" Kyu jangan acak-acak rambut Minnie ! " tangan mungilnya merapikan kunciran yang berada di atas kepalannya. " lihatkan, kunciran Minnie jadi berantak kan" Sungmin mempoutkan bibirnya lucu. Kyuhyun yang gemas dengan Sungmin, menarik bibir itu menggunakan tangannya.
" Jangan mempoutkan bibir mu lagi Min. Atau kau mau ku cium disini?" Kyuhyun mengerling nakal kepada Sungmin. Membuat rona-rona merah keluar dari pipi chubby itu.
" cha ! sini Kyunnie akan menguncirnya kembali." Kyuhyun dengan telaten menguncir kembali rambut Sungmin. Mulai dari menyisir sampai mengikat rambut halus Sungmin. Untuk sesaat Sungmin terpesona melihat perhatian Kyuhyun. Jarang dia menemukkan orang seperti Kyuhyun.
Mereka tidak mengetahui ada seseorang yang melihat mereka dengan pandangan tidak suka. Seseorang itu mendengus kesal. Dia mengeram kesal " cih ! menjijikan."
" Cha~ selesai !" ujar Kyuhyun. Saat dia sudah menguncir rambut Sungmin. " aigoo kau tambah manis Minnie. Ugghhhh.." kyuhyun mencubit gemas pipi gembul itu.
" Kyunniee sakitt" kesal Sungmin. Kyuhyun tertawa melihat Sungmin kesakitan. Bukannya minta maaf. Tertawa di atas penderitaan orang lain. Begitu lah Sungmin menyimpulkannya.
Tap
Tap
Tap
Terdengar suara ketukkan sepatu yang berada di depan kelas XA.
CKLEK
Pintu kelas terbuka menampilkan seorang pria paru baya, dengan kacamata tebal, tahi lalat yang berukuran besar berada di dekat pipi nya dan kepala nya yang botak membuat pantulan sinar matahari menyilaukan mata.
" selamat pagi anak-anak." Sapannya.
" selamat pagi Kim Songsaenim.."
" Hari ini kita kedatangan murid baru." Sejenak Kim Songsaenim melirik satu-persatu murid di kelasnnya. Tanpa sengaja iris matannya menemukkan Kyuhyun yang duduk bersama sang murid baru_ Sungmin.
" Cho Kyuhyun ! bukan kah kau di kelas XIIA? Kenapa bisa berada di kelas ini?" tanya Kim Songsaenim.
" Emm,, aku hanya ingin menemani Sungmin Songsae. Dia tidak mau aku tinggal." Jawab Kyuhyun jujur.
" Jangan banyak alasan. Cepat kembali ke kelas mu ! bukan kah kau ada ulangan hari ini?"
" Tapi— "
" Cepat kembali ke kelas mu !" bentakkan keras itu membuat Kyuhyun harus meninggalkan kelas Sungmin. Kyuhyun melirik Sungmin yang masih memegang tangannya dan menatapnya untuk tetap di sini. Akihrnnya Kyuhyun menepis pelan tangan Sungmin pelan. Dia tahu kalau nanti Sungmin akan ngambek dan marah padannya.
" Bel istirahat aku akan kesini lagi." Bisik Kyuhyun di telinga Sungmin.
" Heuh..!" Sungmin melengos kesal dan lebih memilih menatap keluar jendela. Kyuhyun menghela nafas dan kemudian ia melangkah keluar kelas. Sebelumnya dia terlebih dahulu membungkuk minta maaf. Dia kembali melirik Sungmin yang masih betah melihat keluar jendela.
" Saya permisi Songsae. Maaf telah menganggu." Kim songsaenim Hanya menganggukkan kepalanya. Setelah Kyuhyun pergi Kim Songsae memangggil Sungmin.
" Lee Sungmin perkenalkan dirimu." Sungmin mengangguk malas dan berdiri di depan kelasnnya. ' isstt dasar songsae kepala botak' umpatnya dalam hati.
" Annyeonghaseyo jeoneun Lee Sungmin imnida. Manaseo bangapsseumnida." Sungmin membukukan badan dan tersenyum kepada semua teman-teman barunya. Mereka hampir berteriak gemas melihat Sungmin.
" Aigooo,, ingin sekali aku menarik pipinya." Ujar salah satu teman Sungmin.
" Ne kau benar kalau saja dia adik ku bakal aku kurung dia di rumah." Balas satu orang lagi.
Kim songsaenim mempersilahan kembali Sungmin ke tempat duduk nya.
" Sungmin-ssi senang berkenalan dengan mu." Ujar salah satu namja yang sama manisnnya dengan Sungmin.
" Perkenalkan aku Kim Ryeowook. Ku harap kita bisa berteman." Ryeowook mengulurkan tangannya dan di sambut senang hati oleh Sungmin.
" Nde wookie.." Sungmin menampilkan sederet gigi putihnya.
" Ah,, kau lucu sekali Minnie." Puji Ryeowook. Dan mereka pun saling mengakrabkan diri. Tidak di perdulik kan nya Songsae yang mengoceh tidak jelas di depan kelas.
.
.
.
Kyuhyun menompang dagu nya dengan sebelah tangannya, pandangan matannya kosong entah apa yang di pikirkannya saat ini. Seseorang menepuk pelan pundak Kyuhyun. Membuat Kyuhyun tersentak kaget.
" Aish,, kau mengejutkan saja Hae." Donghae— sang pelaku menepuk pundak Kyuhyun tadi hanya tersenyum tanpa dosa.
" Aku hanya tidak ingin sahabat ku kerasukkan setan karena terus melamun." Donghae memberikan sebotol soft drink dingin kepada Kyuhyun.
" gomawo Hae." Kyuhyun meneguk minuman itu dan menaruhnya kembali di atas meja.
" Sebenarnnya kau kenapa Kyu? Aku lihat saat ulangan tadi kau tidak konsen?" tanya Donghae.
" aku takut dia marah." Jawab Kyuhyun. Donghae menautkan alisnnya tidak mengerti.
" Dia? Dia siapa? Apakah dia itu Victoria?"
" Aish,, kenapa kau sebut nama orang itu. Maksud ku Sungmin, seseorang yang di titipkan teman eomma ku." Menyebut nama Sungmin dia seperti melupakkan seseuatu.
" Hae,, apakah ini sudah jam istirahat.?" Tanya Kyuhyun khawatir. Donghae mengangguk." Ne. Sudah 15 menit yang lalu." Jawab Donghae.
" astaga ! kenapa aku hampir lupa." Kyuhyun menepuk jidatnya . dia berdiri dan melangkah keluar dengan cepat.
" Yak ! KYU... kau mau kemana." Teriak Donghae saat dilihatnya Kyuhyun telah jauh. Kyuhyun hanya mengangkat sebelah tanagn kanan nya.
" Hemmm anak itu ada-ada saja. Sebaiknya aku telfon my monkey chagie saja." Ujar Donghae seraya tersenyum gaje.
.
.
.^^My Bunny Chidish^^
Seorang namja manis menatap ngeri teman baru di hadapannya kini. " errr... Min. Apakah tidak salah memakan cup ice cream sebanyak ini? Bahkan ini masih pagi." Tanya Ryeowook. Dan di balas gelengan keras oleh Sungmin.
" Aniyo. Minnie suka ice cream, bahkan Minnie bisa menghabiskan sepuluh cup jumbo ice cream tiap hari. Nyammmm.." Sungmin menyendokkan lagi ice cream kedalam mulutnya. Sisa-sisa ice cream meleber ke mulutnya. Entah yang keberapa dia sudah memakan ice ream itu.
" Wokkie mau?" tawar Sungmin seraya menyuapkan ice cream ke dalam mulut Wookie.
" ah tidak. Minnie saja yang makan, Wokkie takut nanti sakit perut." Tolak Wookie. Sungmin menarik lagi tangannya.
" hemm ya sudah kalau tidak mau." Kembali Sungmin menyendokkan kembali ice cream nya.
.
.
." Minnie.." Sungmin menolehkan wajahnya dengan ice cream yang belepotan di sekitar bibirnya. Aigoo ! anak ini seprti anak kecil saja. Menggemaskan.
" heuhh !" Sungmin mendengus kesal setelah tau siapa yang memanggilnya. Dia semakin cepat memakan ice creamnya.
" Omonaaa... Min ! kenapa kau memakan ice cream sebanyak ini?" tanya Kyuhyun. Kyuhyun mengambil semua ice cream yang Sungmin makan. Kyuhyun menghapus noda ice cream yang berada di sekitar mulut Sungmin menggunakkan tissue. Sungmin menghentak kan tangan Kyuhyun.
" Kyunnie~ kembalikkan ice cream Minnie." Sungmin melompat-lompat kecil guna mengambil ice cream di tangan Kyuhyun. Karena tinggi badannya tidak setara dengan Kyuhyun yang lebih tingg darinya. Kyuhyun semakin meninggikan ice creamnya.
" Tidak Min ! " tolak keras Kyuhyun. " Bagaimana nanti kau sakit perut. Eoh?" Kyuhyun berbicara agak sedikit keras membuat Sungmin berhenti melompat dan menatap Kyuhyun marah.
" Biar.. biar Minnie sakit. Kyunnie juga tidak peduli kan sama Minnie." Sungmin berbicara dengan suara yang gemetar. Ah sepertinnya dia akan menangis lagi.
" Aku benciiii Kyunniee..." Sungmin menghentak-hentakkan kakinya dan berjalan meninggalkan kantin.
" Min.. Sungmin Tunggu !" Kyuhyun meletakkan ice cream tadi di atas meja dan kemudian mengejar Sungmin yang sepertinya tengah sensitif.
Ryeowook hanya menatap bingung teman barunnya dengan sunbae nya. " Ada apa dengan mereka?" tanya Ryewook entah pada siapa. " Sebaikknya aku makan sebentar lagi bel masuk."
.
.
.
.
Jam pulang sudah berbunyi Kyuhyun senantiasa menunggu Sungmin di depan gerbang sekolah. Dia melirik jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinnya.
" Hah~ kemana dia. Semenjak dia marah tadi di kantin dia tidak ada di mana pun." Monolok Kyuhyun. Yah, semenjak kejadian di kantin tadi Sungmin pergi entah kemana. Padahal sudah Kyuhyun cari di penjuru sekolah, tapi tidak di temuk kan Sungmin. Membuat Kyuhyun khawatir.
" Apa dia sudah pulang? Tapi tidak mungkin, dia kan tidak tahu jalan pulang." Kyuhyun mulai beranjak dari tempatnya berdiri dan ingin melangkah kan kakinnya memasuki ke sekolah itu lagi.
Drtt drtt
Ponsel Kyuhyun bergetar menandak kan ada seseorang yang menghubungi nya. Kyuhyun mengentikan langkahnnya dan mengambil ponsel di saku celannya.
" Eomma?" gumam Kyuhyun.
" yeoboseo. Ada apa Eomma?" tanya Kyuhyun.
" Kyu~ Sungminn." Suara Heechul terdenagr panik. Pasti ada yang tidak beres.
" Ada apa dengan Sungmin Eomma?"
" Sebaiknya kau cepat pulang."
" Baik lah eomma."
Plip
Kyuhyun langsung mematikan ponselnya dan memasukkan nya kembali kedalam saku celannya nya. Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan cepat. Pikirannya sangat kalut. Dia takut terjadi apa-apa pada kelinci imutnya itu.
.
.
.
" uugghhhh sakit Ahjumma." Erang Sungmin seraya memegang kuat perutnya. Heechul berusaha menenangkan Sungmin dengan mengelus rambut Sungmin.
" ssttt tenang ne. "
" uughh sakiittt..." Sungmin makin meringis sakit saat perutnya kembali berdenyut-denyut.
Brakkk
Pintu kamar di buka keras oleh sosok namja tinggi. Kyuhyun berjalan cepat dan duduk di sisi ranjang Sungmin.
" Dia kenapa Eomma." Tanya Kyuhyun. Sangat kentara kalau dia sedang sangat khawatir sekaligus panik.
" Dia terlalu banyak makan ice cream. Jadinya dia sakit perut." Jelas Heechul.
" Apakah eomma sudah menghubungi dokter?"
" Ne. Eooma sudah menghubungi dokter Jung. Sungmin tidak apa-apa dia sudah minum obat pereda sakit perut." Kyuhyun menghela nafas lega. Heechul bangkit dari ranjang Sungmin.
" kau jaga Sungmin. Eomma harus keluar sebentar. Ada bubur di bawah nanti kau beriakan kepada Minnie ne."
" Nee eomma." Heechul mencium pipi Sungmin.
" Ahjumma pergi dulu ne chagiie. Cepat sembuh." Sungmin mengangguk lucu. Setelah pintu di tutup pelan Heechul. Sekarang Kyuhyun beralih menatap Sungmin tajam. Membuat Sungmin ciut seketika.
" Kyunnie~ sakittt.." rengek Sungmin. Kyuhyun tidak menghiraukan rengekkan Sungmin. Dia masih tetap menatap tajam Sungmin.
" Hiks... Kyunnie jangan marah. Maafkan Minnie. Karena tidak menurut apa kata Kyunnie. Hiks..ugghhh.." Sungmin terisak pelan dan sesekali meringis sakit di bagian perutnnya.
" Sekarang baru tahu kan rasannya?" tanya Kyuhyun datar. Namun tidak di pungkiri ada rasa sakit saat melihat seseorang yang di sayangi mengeluarkan air matanya.
" Ne minnie minta maaf Kyunnie uugghh,,,,?" Sungmin meraih tubuh Kyuhyun dan terisak di sana.
" mianhae..hiks.. mianhae..mianhae..mianhae Kyunnie..hissskk"
" ssttt sudah ne, Kyunnie sudah memaafkan Minnie. Sekarang Kyunnie tanya di mana sakitnya." Sungmin melepaskan pelukkannya dan menunjukan perutnya. Kyuhyun meraih balsem yang berada di dalam laci dekat tempat tidurnya mencoleknya sedikit dan mengolesnya di bagia perut Sungmin. Memijatnya dengan lembut membuat rasa sakit di bagin perut Sungmin perlahan-lahan mereda.
" Bagaimana? Apakah sudah lebih baik.?" Tanya Kyuhyun. Sungmin menganggukkan kepannya seraya matannya terpejam.
" apakah kau mengantuk sayang?" Sungmin menganggukan kepalnnya lagi. " Mau Kyunnie menyanyikan lagu untuk Minnie.?" Sungmin membuka matannya seraya tersenyum.
" Ne.. nyanyikan sebuah lagu dan peluk Minnie. Minnie bisa tidur apabila di peluk Kyunnie." Kyuhyun meng iyakan permintaan Sungmin. Dia beralih kesisi sebelah kanan Sungmin. Tangan kokohnya memeluk tubuh berisi Sungmin dengan posesif. Sungmin mengeratkan pelukkannya dan menenggelamkan kepalannya di dada bidang Kyuhyun.
Kyuhyun mulai menyannyikan sebuah lagu seraya tangannya masih mengusap lembut perut Sungmin.
Aninde naneun aninde juhngmal iguhn mari andweneunde
Pabeul muhguhdo jami deul ddaedo michyuhnneunji geudaeman boyuhyo
Uhnjena nareul jongil namaneul motsalgehae miwuhnneunde
Uhttuhke naega uhttuhke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo
Kyuhyun memulai menyanyi. Pertamannya Sungmin masih belum memejamkan mataya. Dia masih betah menatap wajah tampan Kyuhyun. Rasa sakit di perutnya pun tidak di rasakannya lagi.
Nae maeumeun geudaereul deudjyo muhribootuh balkkeutkkaji
Chingoodeul nareul nollyuhdo nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo
Perlahan-lahan mata Sungmin mulai memberat
Hanadoolset geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo
Geudae misoreul damasuh maeil sarangiran yorihajyo yuhngwuhnhi
I love you Love you Love you
Love you Love you Love you yeahh
Kyuhyun selsai menyanyi kan lullaby nya untuk Sungmin. Kyuhyun menundukan kepalannya. Di lihatnya Sngmin sudah tertidur pulas.
" Aishh dalam keadaan tidur saja dia tampak kelihatan cantik." Kyuhyun memencet hidung mancung Sungmin membuat Sungmin menggeliat tak nyaman.
" ssttttt..." Kyuhyun menggosok kan tangnnya ke punggung Sungmin agar dia lebih tenang. " Kau seperti bayi saja Min. Itu yang membuat aku tidak pernah bosan mencintai mu." Kyuhyun mendekatkan wajahnya.
Chu~
Kyuhyun menciumi seluruh wajah Sungmin. Mulai dari dahi, Kedua kelopak mata, pipi Sungmin yang Chubby, hidung, dan terakhir bibir semerah cherry itu.
Chu~
Chu~
Chu~
Kyuhyun berkali-kali mengecup bibir Sungmin. Menurutnya bibir Sungmin bagaikan permen kapas— manis. Di lihatnya Sungmin tidak terganggu, dia mulai menunjukkan seringaian iblisnya. ' Mumpung sang kelinci tertidur pulas. Saatnya sang serigala beraksi'. Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya kembali. Target utamanya bibir Sungmin.
Semakin dekat,,, semakin dekat,,,, dan akhirnnya...
Chu~
Awalnya hanya menempel. Namun Kyuhyun belum puas dia mencoba melumat bibir shape M itu, memasukkan lidah nya ke dalam gua hangat nya Sungmin.
" Eunghh~" lenguhan halus keluar dari mulut Sungmin. Kyuhyun tidak mendengar kan lenguhan Sungmin. dia sibuk dengan pekerjaannya. Tapi anehnya Sungmin tidak terbangun, malah dia membalas apa yang Kyuhyun lakukkan. Mungkin di kira Sungmin dia sedang memakan permen gulali. Kecipak saliva mereka membuat suasana yang tadi nya hening menjadi berisik.
" Omonaaaa...!" teriak seseorang. Kyuhyun menghentikan aktivitas nya sejenak dan menolehkan wajahnnya. Mata Kyuhyun membulat terkejut melihat seseorang itu.
.
.
.
.
TBC or End
Akhirnya chapter ke dua udah selesai. Maaf ne yang udah nunggu-nunggu ff ni *plakk emangnya ada yang mau nunggu. Cerita nya makin membosan kan ne? Apakah alurnya masih kecepetan?
Akhir-akhir ini aku udah kehilangan mood untuk ngelanjutin ceritanya. Di tambah para sider yang makin banyak aja. Apa ga bisa di hilangin yah tu penyakit sider. Aku juga dulu sider, tapi sekarang aku nyadar kalau membuat sebuah fanfiction tu ga mudah. Jadi tolong hargaiin sedikit dong karya orang lain.
Untuk para Reader ku tercinta gomawo udah nyempatin untuk review. Mianhae ga bisa balas satu2 review.a, ohya untuk konflik nya mungkin belum di chapter ini. Mungkin chapter depan atau chapter berikutnya.
Big thanks :
deviyanti137, sitapumpkinelf, lenyclouds, chikakyumin, ChoLee, Lilin Sarang Kyumin, BoPeepBoPeep137, minoru, winecouple, Guest, Guest, Cho Kyuri Mappanyukki, lee minji elf, chu, keykyu, Guest, pumpkinsparkyumin, kimteechul.
Saranghae reader ku :* # cipok satu2 ^^
Mind to Review
