Why Child ?
~KimJi17~
Cast : All member SEVENTEEN and ex SEVENTEEN
Main Pair : SoonHoon
WARNING! Fanfic YAOI, Don't like? Don't read!
Fanfic ini murni dari otak saya, jika ada kesamaan pasti hanyalah kebetulan. Tapi para karakter milik Tuhan dan orang tuanya masing-masing (Boo milik saya aja deh *digebukin)
'Jihoon membenci anak kecil, mereka itu merepotkan, gampang nangis, susah diatur, tak mau menurut dan hobi sekali membuat orang kesal, Jihoon benci itu. Tapi, gimana kalau ternyata orang yang disukainya punya banyak adik?'
.
.
.
'Dan berakhirlah dengan Soonyoung yang menunggunya sepulang sekolah, karena Jung saem menghukumnya dengan membersihkan toilet yang berada di dekat gudang kotor itu.'
.
.
.
HAPPY READING!
Jihoon terus menerus menepuk kepalanya pelan mengingat hal yang memalukan menurutnya, kenapa dia harus mendapat hukuman seberat itu sampai harus membuat orang yang di…ehm cintainya itu menunggunya dan membantunya? Itu sunggulah memalukan.
"Jihoon? Apa kau baik-baik saja?", seketika Jihoon tersadar dari lamunan memalukannya, dan menatap orang yang memanggilnya, sedang menatapnya dengan lekat.
BLUSH, tuh kan Jihoon jadi malu.
"A-aku tak apa, aku baik-baik saja. Y-ya aku baik, tentu", suara yang bergetar dan gugup seperti itu? Tak akan ada yang percaya kalau kau baik-ba…
"Oh syukurlah",…sepertinya hanya Kwon Soonyoung seorang.
Saat ini mereka berada di tempat parkir sekolah (Soonyoung bawa motor). Soonyoung mengeluarkan sebuah helm yang diyakinkan pasti muat untuk kepala mungil seorang Lee Jihoon.
"Nih pakai, utamakan dahulu keselamatan. Setidaknya agar kau aman ketika menaiki motorku", Soonyoung memberikan helm itu. Dan tentu saja Jihoon menerimanya dengan sangat senang hati, apalagi mendengar ucapan berupa kekawatiran dari someone untuknya membuat Jihoon melayang seketika.
'Tapi, kenapa dia punya helm tambahan?', pikir Jihoon dengan memandangi pelindung kepala itu.
"Apa kau memang selalu membawa helm tambahan?", seketika Jihoon merutuki kebodohanya karena bertanya sembarangan, salahkan kepada kuda bule yang sedang berulang tahun(?)
"Terkadang aku mengantarkan adik-adikku berpergian, jadi aku selalu membawa helm lebih", jawabnya dengan senyum yang meneduhkan.
Jihoon ingat kalau Soonyoung itu punya banyak adik, bahkan dia mengatakan 'adik-adikku' sudah dipastikan adiknya itu lebih dari satu orang. Hanya saja, meskipun Jihoon selalu penasaran dan mencari tahu soal Soonyoung, bukan berarti dia harus menyelediki(?) tentang adik-adiknya juga kan? Lagi pula Jihoon tak tertarik untuk mengetahui sekumpulan anak kecil yang mengerikan, Jihoon benci itu.
.
.
.
Jihoon sedang tersenyum bahagia, sangat bahagia. Kenapa? Bayangkan saja, jika kalian dibonceng seorang Kwon Soonyoung dan bisa memeluknya dari belakang, apa yang kalian rasakan? Bahagia kan? Itulah yang sedang Lee Jihoon rasakan saat ini.
"Jihoon? Lee Jihoon? Apa kau baik-baik saja?", suara itu menyadarkan Jihoon (lagi) dari lamunan membahagiakannya, sepertinya Soonyoung mendapatkan tugas tambahan selain mejaga adik-adiknya dia juga harus menyadarkan Jihoon setiap orang itu melamun.
Jihoon melihat orang yang memanggilnya itu dan dia baru ingat, saat ini dia sudah tak memeluk Soonyoung dari belakang. Dia dan Soonyoung saat ini sedang menunggu pesanan kue ikan milik salah satu adiknya Soonyoung, tuh kan Jihoon benar anak kecil itu cuman bisa bikin repot.
"Eh? A-aku baik-baik saja, yah aku baik, tidak ada apa-apa", jawab Jihoon dengan sangat gugupnya sampai-sampai membuat ucapannya berbelit-belit.
"Benarkah? Kalau begitu baguslah, aku kira kau mmm…mungkin sedikit kesal, yah begitulah karena harus menunggu pesanan adikku ini".
"T-tentu saja tidak, aku baik-baik saja sungguh, itu tak masalah. Lagi pula aku tau seperti apa anak kecil itu, karena aku punya seorang adik", Jihoon tersenyum manis.
'Tentu saja aku tau seperti apa anak kecil itu, mereka itu merepotkan, gampang nangis, susah diatur, tak mau menurut dan hobi sekali membuat orang kesal. Aku sangat tau tentang hal itu, itulah mengapa aku sedikit lebih tepatnya sangat kesal sekarang', pikir Jihoon dibalik senyuman manisnya itu. Seharusnya kau sadar Jihoon, readers(?) bilang kau juga satu spesies(?) dan sejenis(?) dengan hal yang kau benci itu.
.
.
.
Dengan menaiki motor Soonyoung itu, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang lumayan besar namun sederhana 'Seventeen Sweet Home' (ga ada ide buat namanya). Dan jangan lupakan akan sambutan yang sangat meriah dari empat orang anak kecil yang sedang bermain bola di halaman depannya itu.
"Soonyoung hyung pulang!", teriak mereka berempat bersamaan dan berlari mendekati Soonyoung.
Soonyoung yang mendapatkan sambutan meriah itu hanya tersenyum, berbeda dengan orang yang berdiri dibelakangnya. Jihoon sedang bergumam mengucapkan mantra-mantra -yang entah dia dapat dan tahu dari mana- agar dia terlindungi dari godaan untuk marah-marah pada anak-anak kecil yang sangat berisik itu.
Jihoon p.o.v
Arrgh, ya Tuhan tolong sabarkanlah hambamu ini agar tak meledakan emosi pada empat orang anak kecil yang sangat berisik ini, mereka adalah adik-adiknya Soonyoung, dan itu akan menjadi masalah. Dan juga aku benar-benar tak percaya bagaimana bisa Soonyoung tahan dengan hal yang seperti itu. Oh lihatlah, dia hanya tersenyum dengan sesekali mengacak rambut anak-anak kecil itu, aku sungguh tak mengerti. Apa yang dia lakukan sam…
"Kenalkan, ini teman sekelas hyung. Namanya Lee Jihoon", tiba-tiba Soonyoung menarikku dan membuatku berhadapan dengan mereka.
"Annyeong Jihoon hyung! Namaku Seungkwan dan aku adalah yang paling tua diantara mereka bertiga, lalu ini Hansol, yang ini namanya Dongjin dan yang paling kecil ini Samuel dia yang termuda".
Aku hanya mengangguk malas ketika anak itu memperkenalkan satu-satu adik Soonyoung. Sungguh, aku sangatlah tak berniat untuk mengenal atau tahu ataupun dekat dan akrab dengan mereka. Tapi, bagaimana jika suatu saat nanti aku menikah dengan Soon…uhuk sepertinya hayalanku terlalu terbang kemana-mana. Buanglah hayalan yang terlalu tinggi dan amat sangat tinggi padahal tak sesuai dengan tinggimu itu Lee Jihoon, kau terlalu pendek(?).
.
.
.
Setelah berlama-lama bergelut dengan pikirannya, Jihoon sekarang berada diruang tamu, ditinggalkan sendirian oleh sang pujaan hatinya(?), mmm…sebenarnya dia tak sendirian sih, tapi dia ditinggalkan bersama empat orang anak kecil yang dari tadi sangatlah berisik, menayakan hal-hal yang tidak begitu penting bagi Jihoon.
"Siapa kau sebenarnya?", tanya yang katanya paling tua itu, Seungkwan.
"Aku hanya teman sekelasnya Soonyoung, bukankah aku sudah mengatakannya. Dan tadi Soonyoung juga mengatakan kalau aku kesini untuk mengerjakan tugas kelompok bersamanya", jawab Jihoon seadanya, karena jujur saja saat ini dia sedang merasa sangat risih akan tatapan-tatapan tajam milik anak-anak kecil itu, yang seolah-olah menelanjanginya.
"Kau tak berniat untuk mencuri Soonyoung hyung dari kami kan?", tanya Seungkwan lagi.
'Ck, kenapa dia memanggilku tanpa embel-embel 'hyung' dan apa-apaan pertanyaan itu? Kenapa seolah-olah Soonyoung hanyalah milik mereka seorang?', pikir Jihoon dengan wajah kesalnya, apa ceritanya mereka sedang rebutan seorang Kwon Soonyoung sekarang?
"Tentu saja tidak, aku tak akan mencuri karena aku bukanlah seorang percuri", sepertinya tak ada pencuri yang mengatakan bahwa dirinya seorang pencuri, Jihoon.
"Apa Jihoon hyung tidak sedang berbohong?", sekarang yang bertanya bukanlah Seungkwan, melainkan orang yang berdiri disamping kanannya (yang paling kecil) dengan wajah penasaranya, Samuel.
"Aku tak akan berbohong karena aku bukanlah juga seorang pembohong", dan sepertinya tak ada juga pembohong yang mengatakan bahwa dirinya seorang pembohong, kau seharusnya tahu itu Jihoon.
"Apa kau yakin tak berniat untuk mencuri hyung tertampan kami?", tanya Seungkwan (lagi), jujur Jihoon mulai kesal dengan anak satu itu, cerewetnya keterlaluan.
"Tidak", jawab Jihoon seadanya, oh ayolah Jihoon berbohong tak baik untuk pertumbuhan tinggimu kan(?).
"Apa kau tak menyukai Soonyoung hyung? Apa kau tak terpikat oleh kharismanya? Apa kau tak terkagum-kagum akan bakatnya? Apa kau tak tertarik pada keseksiannya? Apa kau ta...…", Seungkwan segera berhenti bertanya kemudian bersembunyi dibelakang Hansol dan Dongjin. Kenapa? Alasanya, dia melihat tangan kanan milik Jihoon terangkat, takut-takut dirinya akan dipukul mungkin?
'Stop Jihoon! Dia adiknya Soonyoung, kau akan mendapatkan masalah yang sangat besar jika kau memukulnya ataupun memarahinya. Kau harus tenang Jihoon! Harus tenang! Dan kau bisa melampiaskannya pada adikmu nanti', pikir Jihoon, sungguh pemikiran yang sangat jahat.
"Berhentilah bertanya yang aneh-aneh padaku, aku tak akan mencuri Soonyoung hyung kalian oke. Dan satu lagi Seungkwanie, tolong panggil aku 'hyung'", ucap Jihoon pada akhirnya, membuat keempat anak kecil itu terdiam.
Keempat anak kecil itu menjauh dari Jihoon dengan segera, berharap tak mendapatkan masalah. Dan tanpa Jihoon ketahui, anak yang katanya paling tua dan pastinya paling berisik itu menyeringai dan tertawa dalam hatinya.
'Hwaiting Jihoon hyung! Aku mendukungmu! Meskipun kau bukanlah seorang pembohong yang handal'
.
.
.
Beberapa lama kemudian Soonyoung datang dengan pakaian casual, Jihoon tentunya terpesona olehnya. Dan jangan lupakan dia membawa sebuah toples kecil ditangan kanannya dan sebuah kue ditangan kirinya.
"Maaf membuatmu menunggu lama, tadi itu Bibi Kim memintaku membawakan ini untukmu. Mungkin kau lapar, atau mmm… semacam itu?", ucap Soonyoung, menyadarkan Jihoon dari lamunannya -tentang betapa tampan dan kerenya seorang Kwon Soonyoung ketika mengenakan pakaian santai diluar sekolah-, tuh kan Soonyoung lagi yang bikin Jihoon sadar (mungkin nanti Soonyoung juga yang akan membuatnya sadar bahwa dia juga seorang anak kecil).
"Eh? Oh? Ah…tak apa. Lagi pula adik-adikmu tadi menemaniku sebentar", jawab Jihoon tiba-tiba yang sangat tanpa sadar, jujur saja Jihoon tak berniat sama sekali membahas ataupun memuji anak-anak berisik itu.
"Benarkah? Apa kau senang bermain dengan mereka?", tanya Soonyoung dengan semangatnya membuat Jihoon mau tak mau harus berbohong lagi, karena dia tak ingin orang dihadapannya itu kecewa pada dirinya pastinya.
"T-tentu saja aku s-senang, aku s-sa-sangat menyukai a-anak ke-kecil, mereka sangatlah l-lu-lucu, menggem-em-maskan, m-me-menyenangk-kan dan…yah pokoknya aku menyu-kai mereka", oh lihatlah betapa merahnya wajah Jihoon karena kebohongan yang diucapkannya itu, bahkan mengucapkan kata-kata berupa pujian pada hal yang sangat dibencinya itu pun begitu sulit, Jihoon ingin segera mencuci mulutnya yang hampir berbusa itu karena mengatakan hal yang sangat buruk (menurut Jihoon).
"Benarkah? Kalau begitu baguslah. Kau tahu, terkadang aku merasa aneh dengan orang-orang yang membeci anak-anak kecil..."
GLEK, bersiap-siaplah Lee Jihoon.
"…mereka selalu mengatkan kalau anak kecil merepotkan…"
DEG
"…gampang nangis…"
DEG DEG
"…susah diatur…"
DEG DEG DEG
"…tak mau menurut dan hobi sekali membuat orang kesal…"
DUARRR, wahai Kwon Soonyoung kau telah membuat seorang pemuda manis bernama Lee Jihoon mati dengan perkataan yang sangat menusuk darimu (walau kau tak tahu), meskipun sebenarnya dia tak benar-benar mati, hanya saja…yah jiwanya hilang mungkin?
"…mereka hanya tak tahu dan kenal dengan anak kecil saja, benarkan? Aku senang kau bukan termasuk orang-orang itu", ucap Soonyoung pada akhirnya dengan tersenyum sangat tampan tentunya, namun tanpa dia ketahui Jihoon menangis menjerit-jerit dalam hatinya yang tercabik-cabik itu.
"Y-yah t-te-tentu", Jihoon membalasnya dengan tersenyum lemah, dia merasa tertohok(?) sepertinya.
Waktu pun berlalu dan mereka sibuk pada tugasnya, meskipun sesekali Jihoon salah fokus karena dia malah sibuk memperhatikan pesona Soonyoung ketika menunjukan wajah yang sedang serius itu, Soonyoungnya(?) sangatlah tampan.
Tiba-tiba ditengah kesibukan mereka, datanglah sekelompok orang yang dengan sangat ributnya membawa banyak kantung belanjaan di tangan mereka masing-masing.
"YAK KIM MINGGYU! BISAKAH KAU BERHENTI MENDORONGKU!"
"SEOKMIN-AH, KAU JUGA HARUSNYA BERHENTI BERTERIAK DIDEKAT TELINGAKU!"
"AKU MEMBAWA BANYAK BARANG, DAN INI SANGAT BERAT! JADI CEPATLAH KALIAN BERJALAN!".
"Issh, oh ayolah, kenapa kalian begitu berisik? Bisakah kalian di…eh? Soonyoung hyung? Kenapa kau ada di ruang tamu…dan siapa orang itu?", mendengar pertanyaan dari seseorang yang berada di paling depan membuat ketiga lainnya menengok kepintu ruang tamu itu.
'Aku benar-benar tak percaya bagaimana bisa Soonyoung tak merasa kesal ataupun risih pada teriakan-teriakan yang membuat telingaku sakit seperti barusan itu?', pikir Jihoon dengan melihat keempat orang yang melongok didepan pintu itu, dan hanya kepalanya saja yang terlihat, horror tentu saja itu menakutkan.
TBC
Ji akhirnya apdet, bertepatan sama ultah DK&Vernon (Ji juga loh#apaini?). Sekarang Ji udah punya nama MANSAE! Yo Say The Name CARAT imnida. Ji seneng banget soalnya yang terpilih, pilihan Ji juga,haha. Maaf buat ocehan tak jelas ini...
Balasan Review...
yayaerma1 : Ini dah dilanjut, Jihoon harus dibikin cepet sadar tuh#dilempargitarjuga.
Kang Chaerin : Yap disini yang paling tuanya Soonyoung sama Jihoon. Yah mungkin aja kesan pertama buat Uji emang kaya gitu #ditendang.
Bbangssang : Pengennya juga gitu, semoga aja, mari kita berdoa.
Lalily591 : Mungkin emang udah waktunya(?). Ini dah dilanjut.
bbihunminkook : Mungkin karena anak kecil itu saingannya jadi deh begitu(?). Soonyoung emang oppa idaman semua adik.
firdazzy : Cieee kita samaan, seventeen emang bikin gila kayaknya.
mongyu0604 : Ji juga ga tau kenapa adeknya banyak (siapa yang bikin ini?). Mungkin TBC pengen cepet-cepet terlihat.
Calum'sNoona : Sayangnya adeknya ga bisa dibagi karena satu=seribu(?), entar kan kalo dibagi-bagi Soonyoungnya ga punya adek lagi dong.
BSion : Yah mau gimana lagi, uji kan ceritanya sirik, gara-gara ada yang ngalahin kekecilannya(?)
gg0098 : udah dilanjut.
CallMeDream : Maafkan Ji udah bikin kamu kesal karena kependekan, huaaaaa. Tapi chapter ini lumayan kan? Iyakan? Iya aja deh *maksa. Semoga aja kamu ga kecewa lagi yah.
Uhee : tuh tuh, Baby Boo dah tampil di layar lebar(?) dia riweuh ga? Soalnya kalo ga riweuh berarti bukan Baby Boo kita(?), haha.
Thanks buat yang udah Review juga Favorite/Follow dan semua orang yang udah baca ff ini, terimakasih banyak *bow.
#SEVENTEENCARAT
#HappyDKDay
#HappyVernonDay
#HappySeokSolDay
#HappyJiDay *ngarep
