Sekuel MAGIC LOVE
Cast : Yesung , Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae
Disclamer : mereka milik Tuhan , orang tua dan saya *hahaha* #kicked
Pairing : Kyusung
Genre : Romance , Humor #gaje
Warning : Yaoi , alur kecepetan, EYD kacau balau
Mian update lama :( FF ini saya persembahkan untuk ulangtahun Yesung suami saya #haha
HAPPY BIRTHDAY YESUNG ! *tiup lilin* *potong kue*
Enjoy~
Chapter 2 (end)
Yesung POV
Aish, untuk apa Kyunnie kesini? Untuk membohongiku lagi? Untung saja aku sudah menyuruh appa untuk mengusirnya. Tapi, melihat smirk nya itu entah kenapa perasaanku jadi tidak enak. Ah, sudahlah lebih baik aku membuat pr matematika. Biasanya Kyunnie akan membantuku, dia kan jago matematika. Kim Yesung! Untuk apa aku mengingat-ngingat dia lagi? Dia sudah membohongimu! Tapi aku sangat mencintainya meski dia sudah membohongiku. Hikss..
Yesung POV end
Besoknya Yesung dan Shindong appa nya berangkat ke festival tahun baru. Cuaca hari ini sangat panas. Yesung mengenakan kaos v neck warna coklat dan jas warna putih sesiku. Mereka pun menaiki mobil dan menuju Namsan Tower, tempat perayaan tahun baru.
"Wah, ramai sekali appa. Aku senang sekali kita bisa kesini" Yesung tertawa bahagia dan memeluk lengan Shindong erat.
"Ne Sungie. Kajja kita kesana!" ajak Shindong ke stan memancing. "Eung!" Yesung mengangguk kan kepalanya semangat dan setengah berlari ke stan itu. Pemandangan appa dan anak yang membuat orang tersenyum bukan?
0
0
"Kyu, kita kesana yuk!" Sungmin menarik-narik tangan Kyuhyun ke arah stan penjual boneka kelinci. Kedua nya saat ini ada di perayaan tahun baru juga. Kyuhyun sebenarnya malas pergi. Dirinya ingin mengajak sang Sungie baby nya. Namun mengingat perlakuannya kemarin yang mengatai sirinya S-E-T-A-N, membuat nya harus –terpaksa- menerima ajakan –paksaan- Sungmin untuk menemaninya kesini.
"Jangan tarik-tarik Min" ujar Kyuhyun setengah kesal.
"Makanya cepat, aku ingin membeli boneka kelinci itu"
"Aish, arra arra"
0
0
"Aish, appa payah, kenapa tadi bisa kalah?" sungut Yesung dan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Mian Sungie. Appa tidak bisa memancing" sesal Shindong
"Tau begitu kenapa mengajak ku ke stan memancing?" kata Yesung masih kesal.
"Hehehe.." Shindong hanya bisa nyengir kuda (Siwon tersaingi #ditendang Siwon oppa)
"Huft. Appa aku ingin kesana" rengek Yesung dan menunjuk ke arah jet coster. Shindong yang takut ketinggian hanya menelan ludanya kecut. "A-apa tidak ada yang lain Sungie? Bagaimana kalau kita beli permen kapas saja?" tawar Shindong.
"Anni. Aku mau naik itu!"
"Ta-tapi.."
"Tidak ada tapi-tapi an! Ppali!" Yesung menarik tangan Shindong dan Shindong hanya bisa pasrah dan berdoa dalam hati, semoga seturunnya dia dari jet coster dia tidak jadi kurus..
0
0
"Hoekk..hoekk"
"Aigoo, appa kau sungguh memalukan!" Yesung mengurut tengkuk Shindong yang sedang muntah sehabis menaiki jet coster tadi. Beruntung berat badannya tidak turun. Seperti nya doa ajaran Siwon, teman kerjanya terkabulkan oleh Tuhan.
"Yah! Siapa yang memaksaku naik benda itu?!" marah Shindong yang sudah selesai dengan acara muntahnya itu. Diapun mendudukan dirinya di bangku panjang. Yesung mengikuti sang appa untuk duduk di sebelahnya.
"Appa, aku ingin naik bianglala~" rengek Yesung (lagi) ke sang appa. Tentu saja ditolak mentah-mentah oleh sang appa. Dirinya tidak mau mengalami trauma karena menaiki permainan yang membuat kepalanya pusing.
"Uh, ya sudah aku naik sendiri saja!" Yesung pun berjalan sambil menghentak-hentak kan kakinya kesal. Shindong tidak memedulikan Yesung dan malah membeli 2 hamburger dan 2 hotdog -_-
0
0
Kyuhyun POV
Aku harus mencari cara agar lepas dari Sungmin. Entah kenapa dia membuat ku tidak nyaman. Padahal dulu aku dan dia sangat akrab dan nyaman satu sama lain. Tapi sekarang dia terlalu manja padaku dan aku risih dibegitukan. Aku melihat-lihat sekitar dan Hei! Itu sungie baby kan? Dia sendirian begitu? Aku harus menemaninya!
"Err, min, aku ke toilet sebentar ya. Kau tunggu disini" Aku mencoba untuk pergi dari Sungmin dan berhasil! Dia mengijinkanku dan aku pun langsung berlari menemui Sungie baby.
Aku pun menarik tangan nya dan dia langsung berbalik. Astaga, satu hari tidak bertemu dengannya sudah membuatku sangat rindu padanya. Aku pun memeluk tubuhnya erat.
"Kyu? Kau kesini?" suara lembut itu sangat aku rindukan. Aku pun melepas pelukanku dan memandang matanya lembut.
"Ne, baby. Aku sangat merindukanmu. Kenapa kau mengataiku setan kemarin, heum?" Aku menyeringai melihat wajah ketakutannya.
"Eung, itu.. itu karena Kyunnie selingkuh!" bentaknya. Aku melotot heran, tidak kupedulikan pandangan orang-orang yang melihat kami dengan heran.
"Selingkuh? Aku tidak selingkuh baby" kataku jujur.
"Bohong! Aku melihatnya sendiri di bola krystal kemarin! Katamu kau mencari peralatan seni lukis! Tapi kau malah ke mall dengan Sungmin-ssi!" Aku terhenyak mendengar penuturannya. Lagi-lagi bola krystal dan ramalan-ramalannya itu!
"Tidak bisakah kau percaya padaku? Apa kau lebih percaya pada ramalan-ramalan bodohmu itu daripada aku ha?"
"Jangan mengatai ramalan ku bodoh Cho Kyuhyun!"
"Bahkan kau sekarang sudah membentak ku! Baik, kalau begitu urusi saja ramalanmu itu! Jangan menemui aku lagi" Aku melangkahkan kaki ku pergi dari sana. Tidak kupedulikan Yesung yang mulai menangis. Aku melihat Sungmin sedang berjalan ke arahku. Aku menarik tangannya kasar.
"Ayo pulang!" Aku benar-benar emosi kali ini. Lebih baik aku segera pulang dan menjernihkan pikiranku.
Kyuhyun POV end
"Hiks, Kyunnie, kenapa kau hiks membentakku , hiks" Yesung menangis sesegukan dan berjalan menghampiri sang appa.
"His, a-appa" Yesung memanggil Shindong dan Shindong yang sedang makan hotdog buru-buru menelan makanannya dan meraih bahu Yesung. Wajahnya menyiratkan kecemasan dan khawatir melihat anaknya yang menangis.
"Kau kenapa Sungie? Kenapa menangis?"
"Hiks, anneyo appa. Aku mau pulang saja, hikss" Yesung mengusap air matanya kasar. Matanya memerah karena terlalu banyak menangis.
"Ne, ne kita pulang sekarang" Shindong menyerah tidak mau menanyai lebih lanjut. Yang penting mereka pulang dulu.
0
0
Sesampainya di rumah, Yesung langsung masuk ke kamarnya, tidak mendengarkan teriakan appanya. Direbahkannnya tubuhnya ke kasur dan menyembunyikan wajahnya di bantal. Dia pun menangis keras, menangisi Kyuhyun yang membentaknya dan kekasihnya yang ternyata pergi bersama Sungmin. Ternyata perkataan Eunhyuk benar, Sungmin merebut Kyuhyun darinya. Harusnya dia melabrak Sungmin bukan diam saja seperti ini. Tak lama kemmudian dia pun tertidur karena lelah terus menangis.
Sementara itu Kyuhyun yang sudah sampai di rumah, dia langsung membuka kulkasnya dan meneguk 1botol air putih sampai habis. Dengan nafas yang masih terengah-engah karena emosi dia mendudukkan dirinya ke kursi di meja makan dan mengacak rambutnya kasar.
"Sial, kenapa begini! Aku sudah membuatnya menangis, kau bodoh CHO KYUHYUN! ARRGGGHHH!" Kyuhyun berteriak frustrasi. Dia menenggelamkan kepalanya di kedua tangannya yang ditekuk di atas meja. 'Mianhae, sungie baby'
0
0
Sinar matahari menembus ke dalam kamar seorang namja manis, membuat si penghuni menggeliat pelan. Dengan perlahan dia bangun dari tidurnya dan mengucek matanya imut. Matanya sembab karena terlalu banyak menangis semalam. Dia pun melirik jam beker di atas meja nakas nya. 'Jam 06.00' pikirnya. Kakinya bergerak turun dari tempat tidur dan berjalan perlahan menuju kamar mandi untuk bersiap ke sekolah. Dibasuhnya tubuh dan rambutnya yang lengket. Setelah merasa segar, dia mengenakan seragamnya dan menyisir rambutnya rapi. Diletakkannya sisir itu di meja riasnya. Tak sengaja dia melihat kalender di dindingnya. Tanggal 24 Agustus. "Happy birthday Kim Yesung" gumamnya lirih. Tangannya menggapai ponsel di kasurnya dan mengecek pesan atau telepon dari kekasihnya itu. Namun tidak ada satu pun. 'Apa kau benar-benar marah padaku Kyunnie?' Dimasukkannya ponsel hitam itu ke dalam saku celananya. Dia pun membawa tas sekolahnya dan turun ke bawah.
'Appa pergi lagi. Bahkan di hari ulang tahunku' Yesung tersenyum pahit dan membuat sandwich sendiri. Air matanya kembali mengalir, namun cepat-cepat dihapusnya kasar. Dia segera meminum susu coklatnya dan langsung berangkat sekolah setelah mengunci rumahnya. Yesung menghela nafasnya dan berjalan ke halte bis.
0
0
"Saengil chukae hamnida Yesungie!" sambut Eunhyuk saat Yesung masuk ke dalam kelasnya. Yesung hanya tersenyum lemah dan melewati Eunhyuk seraya menggumamkan kata terima kasih.
"Hei, kau kenapa? Tidak biasanya kau lesu seperti ini. Ada masalah?" tanya Eunhyuk heran. Dia pun duduk di depan Yesung. Saat ini kelas masih sepi.
"Aku dan Kyunnie bertengkar hyukkie, hiks. A-ku.." Yesung tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Mengingat kejadian kemarin membuat air matanya kembali mengalir.
"Ssstt, sudahlah. Uljimma Sungie. Aku tidak memaksamu untuk cerita kalau kau belum siap" Eunhyuk berdiri dan memeluk Yesung seraya mengelus punggung sahabatnya untuk menenangkannya.
"Hikss.."
0
0
"Kyu, ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Donghae menepuk bahu Kyuhyun pelan. Kyuhyun yang sedang bermain psp mempause gamenya itu dan mendongak melihat siapa yang mengganggunya itu.
"Oh, hae hyung. Ada apa?"
"Kita bicara diluar. Ini penting" Donghae berjalan keluar kelas diikuti Kyuhyun meski dirinya masih bertanya-tanya hal penting apa yang ingin dibucarakan Donghae dengannya.
Mereka pun sampai di taman belakang sekolah. Taman itu sepi karena banyak siswa yang sudah masuk ke dalam kelas. Donghae pun membalikkan badannya dan menatap tajam Kyuhyun.
"Apa benar kau bertengkar dengan Yesung hyung?" tanya Donghae to the point.
"..."
"Jawab aku Cho Kyuhyun!" bentak Donghae (sabar bang)
"Ne hyung" jawab Kyuhyun pelan dan menundukkan kepalanya.
"Hahh, kalian itu pasangan yang akur-akur saja sebelumnya. Lalu kenapa sekarang bertengkar?"
"Dia lebih mempercayai ramalannya itu daripada aku hyung!"
"Dia percaya padamu Kyu. Yesung hyung hanya memastikan kalau kau baik-baik saja. Kau juga, katanya mau beli peralatan lukis, malah pergi bersama Sungmin-ssi"
"Sungmin temanku hyung. Aku tidak mau membuat dia sedih kalau aku menolak menemaninya ke mall"
"Tapi Yesung hyung jauh lebih sedih daripada dia. Kau tidak tahu kalau Sungmin itu mencintaimu? Yesung hyung tahu itu"
"A-apa? Minnie mencintaiku?"
"Ne, semua orang tahu itu dasar pabbo!"
"Hyung, lalu apa yang harus aku lakukan?" Kyuhyun terduduk lesu
"Kau masih mencintai Yesung hyung kan?"
"Tentu saja hyung! Aku sangat mencintai Sungie baby"
"Kalau begitu pergilah, temui dia dan minta maaf. Aku tahu dia juga masih mencintaimu Kyu" Donghae menepuk bahu Kyu memberi semangat dan kembali ke kelasnya.
0
0
KRINGGG
"Yesungie, kajja ke kantin!"ajak Eunhyuk ke Yesung.
"Anni hyuk. Aku tidak lapar. Kau kesana dengan Donghae saja" lirih Yesung
"Benar tidak mau?"
"Ne. Pergilah" Yesung tersenyum lemah.
"Baiklah. Kau istirahat saja"
"Hmm" Eunhyuk pun pergi keluar dan tinggalah Yesung sendirian di dalam kelas. Yesung memandang sayu jendela di sampingnya. Biasanya jam segini dia dan Kyuhyun akan ke ruang musik untuk bernyanyi bersama. Namun jangankan bernyanyi bersama, bertemu pun tidak.
"Sungie"
DEG
"Ky-kyunnie?" Yesung menatap tidak percaya Kyuhyun yang ada di depannya sekarang.
"Ne baby. Ini aku" Yesung pun langsung memeluk Kyuhyun erat dan menangis.
"Hiks, maafkan aku Kyunnie"
"Anni baby. Aku yang salah. Mianhae, seharusnya aku mempercayaimu. Aku tidak akan marah lagi padamu dan ramalanmu itu. Mian kemarin aku membentakmu" Kyuhyun mengusap air mata yang mengalir di pipi chubby Yesung.
"Ne, kyunnie. Aku sangat merindukanmu"
"Nado baby, nado" Kyuhyun mencium bibir Yesung lembut. Menyalurkan rasa cintanya.
Kyuhyun pun melepas ciumannya setelah ingat sesuatu. "O ya Sungie, Saengil chukae hamnida!" Kyuhyun meletakkan akuarium mini di meja Yesung. "Apa ini Kyunnie?"
"Ini kura-kura chagi. Hadiah ulang tahunmu. Mian aku bukan orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untukmu"
"Gwaenchana Kyu. Gomawo. Dia manis sekali" Yesung tersenyum sangat manis
"Tapi tidak semanis dirimu baby~" goda Kyuhyun
BLUSH
Pipi Yesung merona mendengar gombalan kekasihnya itu. Kyuhyun dengan cepat mencium pipi Yesung dan menambah kadar meronaan (?) di pipinya.
"O ya kita namakan anak kita siapa Kyu?"
"Ha? Anak?"
"Ne, kura-kura ini. Bagaimana kalau ddangkoma? Artinya ubi manis" Yesung mengeluarkan ddangkoma dari akuarium dan mengelusnya.
"Itu nama yang bagus baby. Tapi lebih bagus lagi kalau kita yang membuat sendiri" kata Kyuhyun menyeringai mesum.
"Mwo? ANDWAE!"
"Ayolah chagi, sekali saja" Kyuhyun memeluk Yesung dan mengrepe-grepenya.
"Anni, ahh~ Kyu"
Baik kita tinggalkan pasangan kita yang sudah bahagia dan mesum ini. Di luar kelas Sungmin yang sedang sibuk mencari Kyuhyun tak sengaja menabrak seorang siswa.
"Ah, mianhae. Gwaenchaneyo?" kata Sungmin bersalah.
"Ne, gwaenchaneyo sunbaenim" Sungmin terpaku di tempatnya. Matanya tidak berkedip melihat sosok di depannya itu. Bola mata caramel, wajah yang imut, hidung mungil, dan tak lupa bibir yang sedang menarik senyuman itu. 'Dia seperti malaikat' pikirnya
"Astaga sunbaenim! Kau mimisan!" sang namja 'malaikat' itu buru-buru memberikan sapu tangannya ke Sungmin.
"Hehe" Sungmin cengengesan tidak jelas dan mengusap hidungnya yang berdarah itu dengan sapu tangan sang namja tadi.
"Mianhae sunbaenim, aku harus segera masuk ke kelas. Permisi" sang namja itu membungkukkan badannya sekilas dan berlari dari sana meninggalkan Sungmin yang masih terpaku. "Ah, sial! Kenapa aku tidak menanyakan namanya!" runtuk Sungmin. "Eh, sapu tangan ini ada namanya ternyata. Kim Ryeowook. Hmm Kim Ryeowook, I got you!" Sungmin menyeringai licik dan memasukkan sapu tangan itu ke dalam saku celananya.
END ^^
Mian ancur ya? Garing, konfliknya jelek, gak ada humornya -_-
O ya, ff saya yang murder in your heart kenapa yg review sedikit sekali ya? Apa jelek ff nya?
Jeongmal gomawo yang udah review ^^
Review lagi ne :)
