Princess Kitsune
.
A Natuto Fanfiction by Mystical Gold
.
Inspirated by Korean Drama "My Girl Friend Is A Gumiho"
Pairing:
(Sasuke Uchiha & Sakura Haruno)
.
Genre: Romance/Fantasy/Comedy (insyaallah)
Disclaimer: Masashi Kishimoto
.
.
.
Let's To The Story!
.
Kitsune?
.
Chapter 2: Trouble
"Sasuke-kun, aku lapar! Ayo makan daging bakar!" Seru Kitsune konyol ini. Sasuke membelalakkan matanya tak percaya.
"Hey! Kau sudah membuatku bangkrut dalam hitungan detik! Astaga... padahal kita baru saja 15 menit yang lalu makan daging bakar! Perut kitsune memangnya terbuat dari apa?! Aku tidak mau meneraktirmu lagi!" Kata Sasuke menolak. Tentu saja menolak, baru saja 15 menit yang lalu mereka keluar dari restoran daging bakar, masa iya harus kembali lagi untuk makan? Dan jangan lupa berkurangnya komisi Sasuke!
"Benarkah begitu? Kau menolak?" Kitsune itu berbicara tepat didepan telinga Sasuke yang membuat Sasuke bergidig ngeri. "Sudah 500 tahun aku tidak makan! Kalau kau tidak mau meneraktir aku daging bakar sekarang, aku akan memakan hatimu!" Ancam Kitsune itu.
Sasuke masih terdiam ditempat. Batinnya takut juga saat Kitsune ini akan memakannya.
Sluuuuurrppp
Kitsune itu menjilat bibirnya dengan suara yang menakutkan. "I-iya! Yasudah, ayo kesana!" Akhirnya Sasuke menuruti kemauan mahkluk cantik ini. Merekapun masuk kembali kedalam restoran daging bakar tadi.
Setelah kedatangan Mahkluk mitologi ini, Sasuke malah kerepotan. Karena berhubung ini hari libur, Kitsune ini mengajak Sasuke atau lebih tepatnya memaksa Sasuke untuk jalan jalan. Dikurung selama 500 tahun tentu saja membuat Kitsune ini penasaran dengan dunia diluar sana.
"Eh? Bukankah ini nona dan tuan yang tadi? Kalian kembali? Apa belum puas makan daging bakar banyak tadi?" Tanya pelayan restoran yang mengingat wajah customernya tadi.
"Hahaha... iya! Aku sangat lapar! Bisakah kau membawakanku 4 tumpuk daging lagi?" Kata Kitsune blak blakan. Malu. Tentu saja Sasuke malu. Semoga saja kakeknya tidak melihatnya disini. Kalau sampai ketahuan kakeknya, ia mungkin dipecat dari keluarga Uchiha yang terhormat! Dan apa katanya tadi?! 4 tumpuk daging?! Oh... keuangan Sasuke sangat bangkrut bulan ini!
"1 tumpuk saja." Kata Sasuke. Kitsune ini memasang tatapan tak terima. "4 tumpuk! Aku mau 4 tumpuk daging!" Kata Kitsune itu tak mau kalah.
Sasuke memberi isyarat jika 'Aku tidak bawa uang lebih!' Tapi Kitsune itu tetap pada pendiriannya dengan tatapan 'Aku lapar! Aku mau 4 tumpuk daging!'
"Kalian memang pasangan yang serasi! Jadi... kalian ingin pesan berapa tumpuk?" Kata pelayan itu yang terkekeh geli dengan tingkah pelanggannya ini.
"4 tumpuk!"
"1 tumpuk!"
"4 tumpuk!"
"1 tumpuk!"
"4 tumpuk!"
"1 tumpuk saja."
"4 tumpuk!"
"1!"
"4!"
"1!"
"4 tumpuk! Atau hatimu yang menjadi korban!" Akhirnya Sasuke kalah. Sipelayan menafsirkan kalau arti kata 'hatimu yang menjadi korban' adalah si gadis ini akan memutuskan hubungan keduanya.
"Baiklah, untuk pasangan kekasih yang unik ini, aku akan segera kembali membawakan 4 tumpuk daging! Mohon menunggu!" Sipelayan segera melesat pergi. Kitsune ini tersenyum senang. Sedangkan Sasuke memasang tatapan 'Dasar siluman kelaparan!'
.
.
Princess Kitsune
.
.
"Yo! Sasuke-teme, kenapa hari ini kau lesu sekali? Apa karena kemarin? Oh iya, soal kemarin kami minta maaf sudah meninggalkanmu sendirian! Itu karena kami mendengar suara hantu!" Kata Naruto sembari merangkul Sasuke karena melihat sahabat karibnya ini lesu.
Lingkaran hitam tertera dibawah mata Sasuke. Pandangannya juga sendu seperti tak ada harapan. Terlihat menyedihkan!
"Sasu-chan, jangan marah begitu! Kami tidak bermaksud meninggalkanmu! Tapi disana benar benar ada suara hantu!" Timpal Ino menambahi.
"Hnnn..." Sasuke bergumam panjang. Kedua sahabatnya makin tak mengerti.
"Kau ada masalah, teme?" Tanya Naruto. Sasuke mengangguk lemas.
"Siluman," duo pirang itu makin tak mengerti. "Ya, siluman cantik itu membuatku gila. Uangku habis dan batinku tersiksa."
Ino menafsirkan kata kata ambigu Sasuke. "Aku mengerti! Kau baru saja menyatakan cinta pada seorang gadis dan dia menolaknya yang membuat batinmu tersiksa! Benarkan?" Dasar penggemar sinetron!
"Dia benar benar siluman." Kata Sasuke. "Oh, kau menyebutnya siluman karena ia jahat padamu bukan?" Kata Ino lagi
Sasuke menarik nafas pasrah. "Sudahlah. Otak kalian tidak akan mencerna apa yang aku bilang." Sasuke kembali kekelasnya. Sementara itu duo pirang yang masih terduduk dibangku kantin itu masih tak mengerti.
"Gadis memang membuatnya putus asa." Gumam Naruto dramatis. "Ya, demi masa depan Sasuke, bagaimana kalau kita mencarikannya kekasih?" Tanya Ino. "Setuju!" Teriak Naruto girang.
.
oOo
.
Ckreeeek...
Mata Sasuke membelalak, "APA INI?!" Teriak Sasuke ketika membuka pintu apartmennya, betapa terkejutnya ia saat melihat sofanya berlubang hitam dibagian tengahnya. Tak salah lagi, itu bekas dibakar!
Matanya beralih ke rak buku yang selama ini ia tata rapi. Bukunya telah berterbangan entah kemana.
TV LED miliknya jatuh pecah dan rusak.
Sasuke melangkahkan kakinya masuk kedalam apartmen hancurnya. Kakinya menginjak sebuah cairan merah lengket berair. Tak salah lagi, ini... ini noda tomat!
"KITSUNE!" Teriak Sasuke murka.
DEERRRRRRRRRTTT
"KYAAAA! SASUKE-KUN TOLONG!" Suara teriakan Kitsune menggema dari arah dapur. Sasuke berlari kedapur. Ya AMPUN!
Kondisi dapurnya lebih parah. Noda tomat yang sudah tak berbentuk berada dimana mana. Ternyata yang tadi diteriaki Kitsune itu adalah sebuah,
BLENDER
Ya, blender itu berputar dan menghasilkan suara yang bising. Kitsune itu berteriak karena takut dengan suara blender itu. Maklumi saja, 500 tahun yang lalu belum ada blender.
Tek.
Sasuke mematikan blendernya seraya menatap siluman cantik ini dengan tajam. Tatapan yang dapat diartikan 'Apa yang kau lakukan?!'
Kitsune itu tersenyum manis. Noda tomat yang menempel dipipi dan bajunya terlihat lucu. Sebentar-I-i-itu yang ia pakai adalah baju Sasuke! Dan parahnya itu adalah baju seragam basket Sasuke! Warnanya putih pula! Mana besok ada pelajarannya!
"Terimakasih, Sasuke-kun! Untung aku selamat! Alat alat dirumahmu memang menakutkan!" Kata Kitsune.
"Ya. Kau selamat! Tapi apartmenku hancur! Apa yang kau lakukan hah?! Ini blender! Untuk apa kau nyalakan?! Sofaku berlubang, rak bukuku hancur, TVku rusak, dan sekarang tomatku-... Tomatku masih ada bukan?" Sasuke segera memeriksa kulkasnya. Nihil. Tomat kesayangannya telah musnah!
"Kau..." Sasuke geram. "DIMANA TOMATKU!" Teriak Sasuke.
Kitsune itu terlihat berpikir. "Tomat itu... apa?"
Plak
Sasuke memukul jidatnya kesal. Dasar menyusahkan!
"Oh iya, Sasuke-kun, barang berbentuk kotak itu sangat menakutkan! Ia bisa menyala! Karena takut, aku menonjoknya hingga pecah! Dan apa kau tahu, aku baru tahu cara menyalakan korek api! Karena penasaran, aku mencoba membakar sofa itu! Ternyata apinya sangat besar! Lalu aku meniupnya dan buku buku itu beserta tempatnya malah roboh! Dan barang yang baru saja aku nyalakan ini tiba tiba mengeluarkan suara aneh! Dan buah yang berwarna merah ini aku makan. Rasanya aneh! Aku lebih suka daging! Oh iya, Barang barangmu sebaiknya buang saja! Itu membahayakan!" Jelas Kitsune itu panjang lebar dengan antusias dan semangat berapi api.
Sasuke mendengus lesu. "Yang berbentuk kotak itu namanya TV! Untuk menonton acara stasiun televisi! Dasar kau ini! Monster Kitsune yang tidak beretika!"
"Hihihi.." Kitsune itu tertawa girang, "Mulai sekarang, panggil aku 'Sakura'! Aku suka nama itu! Seperti bunga yang aku suka!" Kata Kitsune yang berubah nama menjadi Sakura itu. "Sakura! Sakura! Sakura!" Ulang Kitsune itu dengan gembira.
"Terserah! Sebaik apapun namamu, kau tetap saja monster!" Ejek Sasuke. "Ayo bereskan!" Perintah Sasuke.
Mereka berduapun mulai membereskan apartmen yang dihancurkan Sakura. Mulut Sasuke terbuka lebar saat melihat kuatnya Kitsune ini. Ia mampu membereskan dapur kapal pecah milik Sasuke hingga rapi kembali hanya dalam hitungan detik! Sekuat inikah kekuatan Kitsune?
Selesai membereskan apartmennya, Sasuke menyadari sesuatu. "Oh iya, Hey! Lepaskan bajuku! Besok aku harus memakainya!"
Sakura menggeleng. "Tidak mau! Aku suka baju ini!"
"Lepaskan baju itu!" Desis Sasuke tajam.
Sakura kembali menggeleng. "Tidak mau! Tidak mau!"
"Lepaskan!"
"Tidak mau!"
"Lepaskan. Sekarang. Juga!"
"Tidak mau!" Sasuke kesal dan membuka paksa baju yang dipakai Sakura. Tapi jangan lupa, Sakura adalah seorang kitsune! Kekuatannya mencapai ribuan kali tenaga kuda!
Bruk!
Sasuke terhempas ketembok dan kepalanya terbentur akibat pukulan dari Sakura. Ia meringis kesakitan. "Akh..." Sasuke mengusap keningnya. Tertera darah yang mengalir dari keningnya. Wajah Sakura berubah menjadi khawatir.
"Sasuke-kun! Sasuke-kun, kau tidak apa apa? Maafkan aku! Aku tidak bermaksud!" Ucap Sakura sembari menghampiri Sasuke yang kesakitan.
"Sssh.. sudahlah. Tolong ambilkan plester didalam laci." Kata Sasuke. Sakura menggeleng yang membuat Sasuke kesal. 'Apa maumu hah sebenarnya?!' Batin Sasuke.
Sakura mengusap kening Sasuke. Dan hebat! Luka dikening Sasuke langsung menghilang! Benar benar kekuatan yang fantastis!
"Kau... bagaimana bisa?" Sakura tertawa pelan. "Ah, sudahlah. Seharusnya aku tidak membuka baju yang kau pakai secara paksa. Aku malah seperti melecehkan seorang gadis."
"Umm.. Sasuke-kun, melecehkan itu apa?" Tanya Sakura polos. Sasuke menepuk dahinya kesal.
"Melecehkan itu seperti membuat sesuatu yang tidak disenangi orang lain." Sakura nampak berpikir. "Ah, sudahlah, dijelaskanpun kau tidak akan mengerti! Ngomong ngomong... sejak kau tinggal di Apartmenku, kau belum pernah kubelikan baju, bukan? Kemarin kau memakai kimonomu terus. Dan saat makan daging bakar kau memakai bajuku. Dan sepertinya... kita harus berbelanja!'
"Um... tapi, Sasuke-kun, berbelanja itu apa?" Tanya Sakura kelewat polos. Sasuke mengacak acak rambutnya frustasi. Dasar Kitsune kolot! Batin Sasuke.
"Berbelanja itu artinya membeli sesuatu yang kita inginkan." Kata Sasuke. "Wah.. kalau begitu aku mau berbelanja daging bakar!" Sasuke mendelik tajam.
"Tidak! Meneraktirmu sudah membuatku bangkrut! Sudah, ayo belanja!" Ajak Sasuke.
.
.
Princess Kitsune
.
.
"WAAAH! DINGIN! DISINI HEBAT, SASUKE-KUN! AKU SUKA!" Teriak Sakura girang saat sampai dibutik ternama disebuah mall. Malu. Sangat sangat malu. Begitulah Sasuke saat ini.
"Kampungan sekali gadis itu!"
"Lihatlah baju yang ia pakai! Lusuh begitu!"
"Memang gadis yang aneh. Apa dia atlit basket kesasar?"
Sasuke mulai risih dengan omongan orang orang disekitarnya yang mengatai Sakura aneh. Memang aneh. Sakura berloncatan kesana kemari dengan girang dan senang ruangan itu dingin. Karena ada AC tentunya!
"Sstt... Sakura! Kemari!" Bisik Sasuke. Sakura menghentikan aksi loncat meloncatnya dan mendatangi Sasuke. "Ada apa?" Balas Sakura yang ikut berbisik.
"Diamlah! Jangan udik!" Bisik Sasuke. "Udik itu apa?" Tanya Sakura dengan berbisik tentunya. "Sudahlah, lihatlah gadis cantik yang ada disana!" Sasuke menunjuk seorang gadis berhelaian indigo panjang lengkap dengan mata berwarna soft purple. Sakura menengok kearah gadis itu dan mengangguk.
"Namanya Hyūga Hinata! Aku akan menemuinya dengan dalil ingin mencarikanmu baju! Dia itu kakak kelasku! Aku menyukainya!" Ucap Sasuke. Entah mengapa tersirat rasa tidak terima dihati Sakura tapi Sakura hanya mengangguk saja.
Sasuke dan Sakura datang menghampiri gadis cantik bernama Hyūga Hinata itu. "Hay, Hinata-senpai." Panggil Sasuke kalem.
Hinata menengok. "Eh? Kau... Uchiha? Um.. ada perlu apa? Dan... gadis ini?" Hinata melirik Sakura dengan tatapan tak suka. Sakura melambai lambaikan tangannya.
"Hihihi! Aku Sakura!" Ucap Sakura sambil berogiji 130 derajat. Hinata sigadis fashionable menatap Sakura jijik. 'Kampungan sekali dia! Bajunya sangat tidak elit!' Batin Hinata. Oh... martabat Sasuke hancur setelah ini karena telah membawa gadis dari antah berantah!
Hinata tersenyum pada Sasuke. "Jadi, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Hinata. "Aku mau berbelanja! Berbelanja!" Teriak Sakura girang. Menahan malu. Tentu saja itu yang dilakukan Sasuke.
"Hn... sekiranya tolong pilihkan beberapa baju untuknya. Nanti kalau sudah selesai akan kubayar." Kata Sasuke. "Kalau boleh aku tahu, dia ini siapamu, Uchiha-san?" Tanya Hinata.
Deg
Sasuke bingung harus menjawab apa. "Dia... tidak lebih dari temanku! Aaa-begitulah!" Ucap Sasuke asal. Hinata mengangguk mengerti. "Teman yang menyedihkan. Tapi tak apa. Aku akan buat ia tidak udik macam ini." Kata Hinata.
"Hn. Terimakasih, senpai!" Ucap Sasuke.
.
.
.
.
"Sakura-san, kau boleh memilih baju apa yang kau inginkan." Kata Hinata. Sasuke melirik Sakura dengan panik.
'Gawat! Pasti Hinata-senpai ingin mengetahui selera berpakaian Kitsune bodoh ini! Semoga tuhan melindungiku dan tidak membunuhku karena jatuhnya harga diriku!' Kata Sasuke dalam hati kecilnya sambil terus memanjatkan doa.
"Sepertinya yang ini bagus!" Sakura menunjuk sebuah dress selutut yang mengembang dibagian bawahnya dengan warna merah marun dan bermotif bunga. Kita sudah tahu bukan kenapa Sakura memilihnya?
"Lihat Sasuke-kun! Ada motif bunga Sakura! Aku suka!" Kata Kitsune itu riang. Sasuke memukul dahinya sendiri karena bodohnya Kitsune ini.
"Aku tahu kau suka bunga, tapi ini bunga Mawar! Bukan Sakura!" Kata Sasuke. "Kau memiliki teman yang memalukan, Uchiha-san. Tapi minimal pilihan bajunya lumayan baik." Sasuke sangat sangat bersyukur Sakura masih bisa memilih baju yang baik. "Kau boleh mencoba baju itu diruang ganti, Sakura-san. Sambil menunggu kau berganti baju, aku akan memilihkan baju lain untukmu." Ucap Hinata.
Sakura secepat kilat masuk keruang ganti yang ditunjukan Hinata dengan riang.
.
.
.
.
"Sasuke-kun, lihat! Aku seperti daging bakar! Sugoi! Sugoi! Sugoi!" Kata Sakura yang baru keluar dari ruang ganti sembari berputar putar dengan dress bagian bawahnya yang mengembang indah.
Sasuke terkekeh geli dengan tingkah polos Kitsune ini. "Dasar!" Ucap Sasuke pelan. "Untunglah kau tidak terlihat seperti monster!"
"Grrrr...Haaaa!" Sakura menggeram lucu pada Sasuke. "Hey, kalau seperti itu kau malah terlihat seperti kucing garong!" Kata Sasuke.
"Yang penting aku cantik, kan? Cantik! Cantik! Cantik!" Ucap Sakura dengan senyuman manisnya. "Tetap saja kau ini monster!" Ejek Sasuke.
Hinata datang membawa 5 tas berisi baju belanjaan untuk Sakura. "Ini, Uchiha-san. Kau bisa bayar dikasir" Hinata memberikan kertas bertuliskan total harga yang harus dibayar. Mata Sasuke membelalak seketika.
'Astaga! 5000 dollar?! Ohh, kakek, maafkan aku! Pasti kakek akan marah besar padaku! Bagaimana ini?!' Pekik Sasuke dalam hati.
Sasuke berjalan kekasir. "Ini." Sasuke dengan tidak rela memberikan kartu ATM nya pada pegawai kasir tersebut. Terjadilah acara tarik menarik kartu ATM.
"Tuan, bisa kau lepaskan tanganmu dari kartu ini?" Tegur pegawai kasir itu. Akhirnya Sasuke mengalah. Isi Kartu ATM tercintanya telah lenyap dalam jumlah banyak. 'Uangku... oh tidak! Jangan gesek kartu berhargaku!' Teriak Sasuke dalam hati.
"Hinata-senpai, terimakasih ya, sudah mau memilihkan baju terbaik dibutikmu ini." Kata Sasuke sambil berojigi. Karena melihat Sakura disebelahnya diam saja, Sasuke menendang kaki Sakura.
"Hey! Apa yang kau lakukan, Sasuke-kun?!" Sahut Sakura. Sasuke mengisyaratkan pada Sakura 'Ucapkan terimakasih padanya!'
Brukk
Sakura mendorong Sasuke hingga jatuh. "Rasakan itu!" Kata Sakura. Hinata yang melihat Sasuke terjatuh langsung menolongnya untuk bangun.
Gggrrttt~
Kulit Sasuke dan Hinata bersentuhan. Chakra Kitsune yang tertanam dihati Sasuke telah dialirkan pada Hinata lewat tangan mereka yang bersentuhan.
Bruk!
Sakura lunglai jatuh kelantai sambil memegangi dada kirinya. Nafasnya terlihat sesak. "Akhh... ch-chakraku!"
"Kau kenapa?!" Sasuke segera menghampiri Sakura. Orang orang juga mulai mengerubungi mereka termasuk Hinata. "Sakiiiit... akh! B-bawa aku! K-ke tempat y-yang s-sepi!" Rintih Sakura.
Sasuke tanpa memikirkan apapun lagi segera menggendong Sakura ala brydal style pergi dari butik Hinata. Tempat yang sepi?! Dimana?! Batin Sasuke panik.
"C-cepat! Sa-shuk-ke-kun..." rintihan Sakura makin pilu. Dengan tergesa gesa, Sasuke akhirnya memutuskan untuk masuk kegudang mall itu. Untunglah! Dugaannya benar! Gudang itu kosong!
"Sekarang apa?!" Tanya Sasuke setelah membaringkan Sakura dilantai.
Syuuuuuuuut~
Mata Sasuke membulat saat ini. 9 ekor putih keemasan muncul dari belakang Sakura.
"E-ekormu?! Kenapa?!" Tanya Sasuke panik. "Cium aku!" Pinta Kitsune itu.
Sasuke segera menuruti kata kata Sakura dan mencium bibirnya dengan cepat. Nafas Sakura mulai teratur dan tenang.
"Kau ini bagaimana?! Bukankah aku sudah pernah bilang bahwa kau tidak boleh bersentuhan dengan gadis lain?! Chakraku jadi berkurang dalam jumlah banyak! Rasanya sangat sesak apa kau tahu?! Hosh.. chakraku hanya tertinggal 30 persen! Aku menyuruhmu untuk membawaku ketempat sepi karena takut orang orang tahu siapa aku yang sebenarnya karena ekorku ini!" Omel Sakura panjang lebar.
"Maafkan aku! Aku lupa dengan itu! Tapi.. apa tidak ada cara lain untuk memulihkan chakramu?" Tanya Sasuke merasa bersalah.
Sakura menyeringai tajam. "Makan daging bakar!" Seru Sakura.
"APA?! TIDAK!" Teriak Sasuke kalut.
.
.
Princess Kitsune
.
.
"Hmm! Sasuke-kun! Daging bakar disini memang yang terbaik! Chakraku jadi terisi kembali!" Kata Sakura sembari memasukkan sepotong daging bakar kedalam mulutnya dan mengunyahnya penuh selera.
Wajah Sasuke terlihat murung karena nasib ATMnya berada diujung tanduk. "Chakramu memang terisi, tapi uangku habis! Dasar! Kalau kakekku tahu, habislah aku!"
"Yang penting kekuatanku kembali!" Kata Sakura. "Cih! Monster egois!" Gerutu Sasuke.
Sementara itu, seorang pria berpakaian jas lengkap dengan kacamata hitamnya bicara kepada orang ditelponnya. "Ayah, ternyata Sasuke sedang dekat dengan seorang gadis!"
'Apa?! Apakah gadis itu yang menghabiskan isi ATM cucuku?!' Tanya orang disebrang telpon.
"Hn. Sepertinya begitu. Karena Sasuke memegang 5 buah tas belanjaan berlogo Hyuuga's Fashion! Tidak salah lagi jika itu brand untuk wanita! Tapi kita tidak boleh asal tuduh dulu, ayah! Bisa saja itu tas bekas!"
'Dasar anak bodoh! Mana mungkin Sasuke mengumpulkan tas bekas! Obito, aku tidak mau tahu, aku akan menghubunginya sekarang juga!' Omel suara pria ditelpon itu yang dipanggil 'ayah' oleh orang yang menelpon.
"Tapi ayah-"
PIP
"Huhh dasar ayah!" Gerutu pria bernama Uchiha Obito itu. "Sasuke, tolong maafkan paman mu ini karena sudah mengusik kehidupan pribadimu.. semoga saja kakek tua itu masih menganggapmu sebagai cucunya.." gumam Obito takut takut plus khawatir.
Dan kekhawatiran pria yang terlihat seperti bodyguard tadi benar, kini nada dering 'See You Again' dari handphone nya berbunyi dan tertera ID calling bertuliskan 'Kakek tua yang merepotkan'. Sasuke jadi takut untuk mengangkat panggilan dari kakek tercintanya itu. 'Ada apa kakek menelpon?' Batinnya jadi khawatir. Firasatnya buruk kali ini.
"Itu yang berbunyi apa, Sasuke-kun?" Tanya Sakura yang masih memakan daging bakarnya. Sasuke memaksakan senyumannya. "Ini namanya handphone. Untuk komunikasi. Um, aku angkat telpon dulu." Sasuke segera menjauh dari Sakura.
Dengan ragu, ia mengangkat telpon dari sang kakek. "H-halo, kakek. A-apa k-kabar?"
'Hn? Tumben sekali kau bertanya kabarku?'
Dug Dag Dug
Jantung Sasuke berpacu kencang dan keringat mulai muncul dipelipisnya, "Ah, kakek, aku sayang kakek, apakah kakek baik baik saja? Ya karena aku... baik baik saja disini! Hahaha! Begitulah!" Sasuke terdengar seperti orang bodoh dipercakapan telpon ini. Rasanya karakter dinginnya sudah menghilang.
'Kakekmu disini baik baik saja. Syukurlah cucuku baik disana. Aku merindukanmu. Maka dari itu, minggu depan, datanglah kerumahku untuk makan malam. Ajak juga gadis yang sedang bersamamu itu.'
Deg
Kalimat terakhir kakeknya terasa membuat dirinya kiamat detik itu juga. Cara bicara kakeknya juga berbeda. Terdengar dibuat buat dan menyeramkan. Membawa monster ini?! Sejak kapan kakeknya tahu ia sedang bersama seorang gadis? Apa kakeknya menyewa mata mata? Kalau Kitsune ini ia bawa, pasti sesuatu yang memalukan akan terjadi. Maka dari itu, Sasuke mengalihkan topik.
"Ah iya kakek. Tentu saja aku akan datang. Saat ini aku sedang bersama Hyūga Hinata. Pasti minggu depan aku akan mengajaknya kerumah kakek." Good Job Sasuke! Dengan begini pasti aku akan lebih mudah mendekati Hinata-senpai batin Sasuke bersenandung ria.
'Cucuku, jagalah martabat keluarga Uchiha dengan kejujuran. Kau tidak pandai berbohong, cucuku. Sejak kapan keturunan Hyūga berambut merah muda?' Shit! Pasti ada mata mata disekitar sini! Sasuke yakin! Kenapa kakeknya bisa tahu warna rambut gadis yang tengah bersamanya?! Gagal sudah rencana untuk mendekati Hinata!
"Maafkan aku kakek! Tapi aku..." Sasuke mencari alasan yang tepat. "Uhuk.. Uhuk... aku sedang... sedang batuk, kek! Maaf, tidak bisa!" Yes! That's Right! Inner Sasuke beryeriak girang.
'Aku menyuruhmu kemari minggu depan! Bukan sekarang! Aku tidak mau tahu, jangan lupa minggu depan, dengan gadis berambut merah muda itu! Tidak ada alasan! Atau kartu ATM mu kublokir!'
"Tapi-"
PIP
"Ah, baka! Bagaimana ini?! Masalah besar!" Gumam Sasuke sambil berjalan kembali ke mejanya.
"Sasuke-kun, aku juga mau handphone sepertimu!" Kata Sakura. Mata Sasuke melotot tak percaya. "Hey, apa kau kira harga ponsel seperti harga sayur dipasar?! Kau sudah menghabiskan 5000 dollar untuk bajumu! Dasar! Penyedot ATM!" Gerutu Sasuke.
"Hum? Kau tidak mau memberikan handphone padaku?" Tanya Kitsune itu dengan delikan tajam. "Ya sudah, PELAYAN AKU PESAN 5 TUMPUK-"
"Hey! Hentikan! Ya! Iya! Aku akan belikan ponsel untukmu! Tapi jangan pesan daging bakar lagi! Monster jahat!" Sakura tersenyum riang.
"Terimakasih, Sasuke-kun!" Sakura memeluk erat Sasuke. Tanpa ia sadari pelukannya terlalu kencang hingga Sasuke sulit bernafas.
"H-hey! Uhuk! K-kau! L-lep-has! Aku t-tidak bisa bernafas!" Ucap Sasuke. "Ah, maaf Sasuke-kun! Ini pasti karena chakraku sudah kembali penuh-"
"LEPASKAN DULU PELUKANMU!" Potong Sasuke.
Sakura segera melepas pelukannya pada Sasuke.
.
.
.
.
Dan hari berikutnya, pandangan Sasuke masih lesu saat disekolah. Pasti kalian tahu kenapa kan? Ya, uangnya habis untuk membiayai segala kebutuhan Kitsune itu.
"Aku bersumpah untuk tidak meneraktirnya daging bakar lagi!" Gumam Sasuke.
Kini langkah Sasuke terhenti saat melihat sesuatu didepannya. Antrian panjang terlihat kira kira 500 meter dari tempatnya berdiri saat ini. Pandangannya teralih pada sumber antrian itu.
"Dobe dan Ino-Pig? Apa yang mereka lakukan disana?" Gumam Sasuke saat melihat sumber antrian itu dari kedua sahabatnya. Naruto dan Ino tengah duduk disebuah kursi sementara para gadis mengantri didepan mereka. Hey! Tunggu dulu! Jika dilihat lihat... kenapa semua yang antri disini adalah perempuan? Pasti ada yang tidak beres batin Sasuke.
"Dobe! Pig!" Panggil Sasuke.
Semua mata langsung tertuju padanya termasuk para gadis yang mengantri.
"Aa, itu dia pangeran kita! Uchiha Sasuke!" Teriak Naruto dan Ino bersamaan.
Alis Sasuke mengernyit tak mengerti. Hey! Sebenarnya ada apa?!
"KYAAAA! UCHIHA SASUKE! KAU TAMPAN SEKALI!"
"AISHITERU SASUKE-KUN! KYAAA!"
"SASUKE-KUN! AKU MENYUKAIMU!"
"KYAAAAAAAA!"
Mulut Sasuke menganga tak mengerti. Ada apa sih? Tapi firasatnya buruk kali ini!
"Sasuke-chan! Lari!" Teriak Ino.
Dengan secepat kilat Sasuke berlari dan benar saja, antrian gadis gadis tadi sudah berubah menjadi segerombolan gadis yang mengejar Sasuke. Tuhan tolong aku teriak Sasuke dalam hatinya. Astaga! Apa yang sebenarnya terjadi?!
"SASUKE-KUN!" Teriak segerombolan gadis yang siap menerkam itu.
Bruk!
Sasuke terjatuh dihalaman sekolah. Kini nyawanya ada diujung tanduk. Ia tidak siap untuk menjadi santapan para gadis liar ini!
'Tuhan, aku belum siap mati sekarang!' Ucap Sasuke dalam hati.
.
.
To Be Continue
.
.
Kata Author:
Astagaaa... fic ini updatenya lama banget! Uh.. sangat banyak yang harus aku lakukan selain menulis fict aneh ini! Maaf kalo gaterlalu mirip My Girl Friend is a Gumiho ya.. dan sifat Sasuke gaterlalu dingin karena aku juga mencampurnya dengan sifat sifat konyolnya DaeWoong..! Gimana? Apa memuaskan? Kakek Madara memang keras kepala ya!
Terimakasih untuk yang sudah Review! Aku senanggg... sekali! THANKS SUDAH REVIEW! TSR! Inilah Balasan Review dari author yang amatiran ini:
echaNM: Iya! Aku juga sukaaa sekali drakor itu! Apalagi happy ending pula! Makasih udah nunggu fict ini! TSR!
ruru kazeharu: Tidaaak aku bukan fujoshiiiii... TSR!
f3: Sudah lanjut! TSR!
KhofitaRenaZalfran: Makasih bilang fict ini keren! Semangat darimu membangkitkanku untuk melanjutkan fict ini! Aku juga ketawa tawa lihat tingkah lucu nan romantisnya MiHo-DaeWoong! *HoyHoycouplelovers* TSR!
-Salam Hoy Hoy, Mystical Gold
