Thanks buat Yuktry the Fantasy Girl (Gadis Tanpa Warna), Guest, atrashatella, Ranifk, Hunter uzumaki, febri22 (Fudan-San 22),Neo and Onodera-chan, Honey Sho, aries queenzha, VeroTherik, Tanigawa Rizumi no Sari-chan, Nanas RabbitFox,Fatimah Firdausi, ZDN, Ayya, Ahmad fadhil, David, , NaYu Namikaze Uzumaki, Alifah537, MiyuValinaRaggs, Vivi Ritsu, Dan Aikatsu Lover Atas reviewnya dan juga untuk kalian yang udah mem-fav dan mem-follow fic ini!
Buat yang udah nebak…
.
.
SELAMAT! Jawaban kalian benar! Mesin aneh di chap sebelumnya adalah… MESIN WAKTU DORAEMON! *tepuk tangan* (Re: lebay lu ah)
Yosh.. sebelum mulai, saya mo bales review dulu ya…
Guest: hehe… salam juga.
Fatimah Firdausi: eh? Bener? Makasih… lanjut kok…
Adriana larasaty: sebagai seorang fans Chinmi, saya seneng banget! Kamu juga tau! #ngusepairmata soal itu, masih dirahasiakan ya… Antimainsteam? Hihi, apa karena jarang banget ada fic X-over 4 fandom sekaligus ya? Dan salam kulit kerang ajaib juga ululululu~
ZDN: Duh… thanks berat udah muji sampe segitunya. jadi malu… *blushing* ini udah lanjut kok… moga kamu suka ya…
Ayya: Arigatou… ini udah lanjut…
Ahmad fadhil: Thanks… lanjut kok…
David: nih udah lanjut…
: iya iya next….
Aikatsu lover: Yosh, lanjut. Ganbatte! (nyemangatin diri sendiri)
.
Disc: Boboiboy © Animonsta
Doraemon © Fujiko F. Fujio
Naruto © Masashi Kishimoto
Tekken Chinmi © Takeshi Maekawa
Rated: T
Genre: Adventure, Friendship, Violence *mungkin* (di cerita ini artinya kekerasan), Hurt/Comfort, Humor (dikit), Action, Sci-fi nyempil, dll.
Warrning: lebih dari 2 fandom bercampur, percampuran fandom yang abal-abalan, Typo(s), OOC (mungkin), Gaje max, Super Power! Chinmi, kekerasan, judul gak nyambung sama cerita, dll.
.
"Apa dia…" bicara biasa
"Apa dia…" bicara dalam hati
"RASENGAN!" "MANTEL PENGIBAS!" neriakin nama jurus atau alat
DUAAK! Efek suara biar greget
#~Markas Kotak~# #~Boboiboy Gempa vs Sasori!~# Nama tempat atau setting cerita battle.
Thanks buat Honey Sho atas sarannya untuk membuat ini~
.
SELAMAT MEMBACA!
Cerita sebelumnya:
"BOBOIBOY! APA ITU?!" teriak Gopal yang memutus perkataan Chinmi sambil menunjuk langit.
Semuanya pun menengok ke langit. Langit tampak menggelap, lalu muncul sebuah lubang hitam. Dari lubang hitam itu, keluar sebuah mesin aneh yang mengeluarkan asap.
"A… apa itu?!" seru mereka kaget.
.
IT'S A SHOW TIME!
Chapter 2: Pertemuan (akhir)
Mesin itu dengan cepat meluncur dari lubang hitam tersebut. Samar-samar terdengar suara teriakan dari mesin itu. tampaknya itu suara dari penumpangnya.
"Jom kita tolong mereka!" komando Boboiboy.
"Serahkan saja padaku 'ttebayo!" seru Naruto tiba-tiba,
"TAJUU KAGEBUNSHIN NO JUTSU!"
BOF! BOF! BOF! Naruto kembali menggunakan jurus kagebunshinnya. Kembali muncul ratusan bunshinnya. Apa lagi rencananya kali ini?
WUUSH…. BLAAAR! Mesin itu dengan cepat meluncur dari langit lalu langsung mengahantam bunshin Naruto. Ratusan bunshinnya pun langsung buyar karena benturan tersebut. Rupanya Naruto menggunakan kagebunshinnya untuk meredam benturan mesin itu dengan tanah.
.
Mereka pun langsung pergi menghampiri mesin itu sehingga terlihat jelas seperti apa penumpangnya.
Yang pertama, seorang anak laki-laki memakai kacamata bulat, baju kaos kuning, serta celana pendek warna biru tua. Kedua, seorang perempuan berkuncir dua, baju lengan pendek putih, serta rok pendek merah. Ketiga, anak laki-laki gemuk bongsor yang memakai baju kaos orange dengan garis kuning di tengahnya, serta celana panjang biru tua. Keempat, anak laki-laki yang bermulut seperti bebek (sumpah aku ngasal), memakai kaos hijau dan celana pendek bewarna orange tua.
Yang terakhir, entah makhluk apa. Tubuhnya bewarna biru-putih pendek, memiliki kumis kucing dan kalung seperti kucing, dan sebuah kantong di perutnya.
Mereka yang berada di atas mesin itu pun pelan-pelan sadar, "Aduh… sakitnya…"
"Hhh... betul-betul dunia yang aneh. Pertama-tama harimau jadi-jadian, lalu berbagai orang dengan pakaian aneh. Sekarang empat anak kecil dan seekor rakun biru. Rasanya seperti dunia berubah menjadi—" belum sempat Chinmi menyelesaikan kata-katanya,
"AKU INI ROBOT BERBENTUK KUCING, BUKAN RAKUN TAHUUUUUU!" teriak makhluk yang mengaku 'robot-berbentuk-kucing' tersebut tak terima.
"Eh…?! Kalau begitu, maaf…" kata Chinmi sweatdropped.
Tiba-tiba anak berkacamata bertanya pada si 'robot-berbentuk-kucing', "Doraemon, kita berada di mana?"
Si robot yang bernama Doraemon menjawab, "Hmm… sepertinya guncangan tadi telah merusak mesin waktu sehingga kita terlempar kemari…"
"HAAH?! Mesin waktunya ruuusaaak?!" teriak anak bermulut bebek panik.
"Hei, hei… sebentar. Siapa sebenarnya kalian?" tanya Ochobot.
.
Akhirnya pelan-pelan mereka mulai mengenalkan diri.
"A… aku Doraemon. Robot kucing dari abad ke-22." kata Doraemon.
"Aku Nobita. Senang bisa bertemu dengan kalian." Kata si anak berkacamata yang bernama Nobita.
"Aku, Shizuka…" kata si gadis berkuncir dua yang bernama Shizuka.
"Namaku Takeshi! Tapi kalian bisa memanggilku Giant!" kata si anak gendut bongsor yang bernama Giant.
"Kalau aku… Suneo… " kata si anak bermulut bebek takut-takut.
"Kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya Yaya.
"Eh… awalnya kami hanya ingin pergi ke zaman dinosaurus menggunakan mesin waktu lalu entah kenapa—"
"Aik? Mesin waktu?" tanya Ying heran yng memutus perkataan Doraemon.
"Jadi… mesin yang kalian naiki itu sebenarnya kendaraan untuk melintasi waktu?! Sugoi…!" seru Naruto kagum.
"Terbaiklah! Seperti di film-film!" seru Boboiboy kagum.
"Tapi… sepertinya rusak ya?" kata Gopal sambil mengamati mesin itu. Udah jelas rusak kok masih nanya?
"Kalu mesinnya rusak, bagaimana kita bisa pulang Doraemon?" tanya Giant, "Memperbaikinya pasti perlu waktu lama…"
"Kenapa tidak gunakan kain waktu saja?" usul Shizuka.
"OH IYA!" seru Doremon. Ia pun merogoh kantong di perutnya lalu mengeluarkan sebuah kain dengan simbol-simbol jam, "KAIN WAKTU!"
Doraemon pun menyelimuti mesin waktu tersebut dengan kain itu. Begitu diangkat, mesin itu pun utuh kembali seperti semula.
"Hebat… kain itu mampu mengubah keadaan suatu benda menjadi kondisi sebelumnya? Aku belum pernah lihat yang seperti ini…"gumam Ochobot kagum.
Doraemon lalu menaiki mesin waktunya lalu menekan beberapa tombol. Tapi mendadak muncul tanda seru dan suara, "Lorong waktu saat ini tak bisa dilewati dikarenakan mengalami gangguan antar dimensi. Harap menunggu hingga kondisi membaik. Terima kasih."
"Doraemon, kenapa dengan mesin waktunya?" tanya Nobita.
"Tampaknya guncangan tadi telah menggangu lorong waktu sehingga tak bisa dilewati. Jadi mungkin selama beberapa saat kita akan tetap disini…" kata Doraemon sedih.
"Sudahlah Doraemon. Tak usah sedih… kalian lebih baik istirahat dulu sambil dipikirkan pelan-pelan." Kata Tok Aba menenangkan.
"Ngomong-ngomong… bisa beri penjelasan mengenai tempat ini?" tanya Doraemon, "Mungkin penjelasan kalian bisa membantu…"
Setelah penjelasan panjang lebar dikali tinggi bagi dua(?) tentang Pulau Rintis dan bagaimana munculnya Naruto, Sakura, dan Chinmi…
"Oh… jadi ternyata jadi ternyata kalian bertiga juga bukan berasal dari sini dan juga berasal dari dimensi lain seperti kami ya?" tanya Shizuka.
"Hmm…. Kak Naruto dan Kak Sakura terlempar ke sini karena ulah kelompok kriminal, Kak Chinmi sama sekali tak tahu kenapa bisa disini, dan kita terlempar ke sini karena masalah di lorong waktu… " gumam Giant, "Argh…. Membingungkan sekali!" katanya frustasi.
"Hmm… Rasanya aneh sekali bukan jika ketiga kejadian ini hanya kebetulan? Pasti ada hubungannya!" kata Fang menyimpulkan.
"Hmm… betul juga!" kata Doraemon.
Ia pun langsung merogoh kantongnya lalu mengeluarkan sebuah buku,
"ENSIKLOPEDIA ALAM SEMESTA! Mungkin dari sini kita bisa mendapatkan penjelasan!"
"Sugoi… Doraemon ternyata memiliki berbagai peralatan aneh ya?" tanya Sakura kagum.
"Tentu saja! Doraemon kan robot kucing dari abad ke-22. Alat-alatnya selalu bisa diandalkan kok!" kata Nobita.
Doraemon pun membuka buku itu seperti membuka laptop lalu mulai menekan berbagai tombol. Beberapa saat kemudian keluar secarik kertas dan ia pun membacanya, setelah membacanya ia pun mengangguk-angguk paham, "Jadi begitu rupanya!"
"Eh?" orang-orang di kedai menatapnya bingung.
"Jadi penyebab kita semua terdampar di sini adalah ulah Akatsuki!" kata Doraemon menyimpulkan.
"Memangnya apa hubungannya Akatsuki dengan masalah ini 'ttebayo?" tanya Naruto.
"Sebenarnya saat Akatsuki melempar kalian berdua kemari, secara tak sengaja menggangu keseimbangan antar dimensi dan waktu sehingga kami terlempar kemari. Hal itu juga yang membuat lorong waktu tak bisa dilewati…" jelasnya.
"Sedangkan Kak Chinmi, sebenarnya belum pasti sih… tapi penyebabnya adalah mungkin guncangan antar dimensi ruang dan waktu menyebabkan ketidakseimbangan waktu sehingga menyeret Kak Chinmi yang berasal dari masa lalu ke masa ini… " lanjutnya panjang lebar.
"EHH?! Jadi ternyata aku sedang berada di masa depan?!" seru Chinmi kaget, "pantas saja banyak hal-hal aneh di tempat ini!"
"Hehe,sudah kuduga." kata Fang dengan nada menyindir. Ia sudah menduga kalau Chinmi berasal dari masa lalu sejak ia memberi tahu Ia berasal dari Kuil Dairin serta reaksinya melihat tempat ini -Dan kalau tidak ia akan menganggapnya orang yang ketinggalan zaman-, "Pasti akan repot memberitahumu mengenai berbagai barang di masa ini, dasar 'manusia kuno'"ejeknya.
"…" Chinmi hanya diam menanggapinya.
"Ish, Ish… Fang, tidak baik bicara seperti itu!" tegur Yaya.
"Haiya Fang, jangan bicara seperti itu!" sahut Ying, "Walau dia berasal dari masa lalu dan cuma manusia biasa, dia kan sudah menolongku!"
"Heh, pasti kau masih kesal karena Harimau bayangmu—"
"Cih, diamlah!" kata Fang memutus kata-kata Boboiboy yang menurutnya terdengar 'menyindir', "Doraemon, lanjutkan saja penjelasanmu."
"Tunggu, kalau begitu, bagaimana caranya agar kalian bisa pulang?" tanya Ochobot ke Doraemon.
"Mungkin… karena Akatsuki penyebab terganggunya dimensi, maka caranya adalah membuat Akatsuki kembali ke dimensi asalnya agar keseimbangan dimensi kembali seperti semula. Setelah itu, otomatis kita semua pun akan bisa kembali ke tempat masing-masing…" jelas Doraemon.
"Hmm… aku tak begitu paham. Tapi intinya agar kalian bisa pulang adalah mengalahkan kelompok yang Kak Sakura sebut tadi ya?" kata Yaya mengambil kesimpulan.
"Kalau mengalahkan berarti bisa membuat mereka kembali, bisa saja." Kata Doraemon mengangguk.
"OOH! Jadi itu maksud dari kata-kata Doraemon ya?!" seru Naruto tiba-tiba.
GUBRAK! All minus Naruto langsung jatuh dengan tidak elitnya.
"Aduh… jadi ternyata, dari tadi Kak Naruto sama sekali tak paham dengan penjelasan Doraemon ya?" gumam Suneo sambil berusaha bangun.
"Jalan pikiran Naruto memang sederhana sekali sih… jadi maklum saja…" kata Sakura menjelaskan sekaligus menyindir dilanjut oleh suara protes Naruto.
Tapi tiba-tiba…
KRUYUUUUUKKKK….! Terdengar suara gemuruh dari beberapa perut.
"Eh, ngomong-ngomong kalian merasa lapar tidak?" tanya Giant yang tiba-tiba membuka topik baru.
"Eh, iya juga. Pantas saja rasanya dari tadi perutku terasa aneh." Kata Sakura sambil memegang perutnya.
"Oh… rupanya kalian semua lapar ya? Makan saja biskuit buatanku!" kata Yaya sambil menyodorkan sebungkus biskuit buatannya.
"Hmm… Tampaknya enak. Aku coba satu ya!" kata Sakura semangat sambil mengambil sekeping biskuit mendahului yang lainnya.
"Kak… kak Sakura! Jangan makan biskuit itu wo!" kata Ying.
"Hm? Memangnya kenapa dengan biskuit cantik ini?" tanya Sakura sambil memperhatikan biskuit yang ada di tangannya.
"Aiyoyo… Kak Sakura, biskuit itu cuma luarnya saja yang cantik! Dalamnya— Hmph!" mulut Gopal langsung dibekap Fang karena saat ini Yaya sedang menatap bingung mereka.
Sakura yang mulanya bingung, akhirnya memutuskan mengabaikannya lalu langsung memasukkan biskuit itu ke mulutnya, "Itadakimassu!"
Persis saat biskuit itu masuk ke mulutnya, wajahnya langsung berubah menjadi hijau dan memucat, lalu Ia langsung berteriak histeris, "KYAAAAAAAAAAAAA!"
Ia pun langsung lari ke semak-semak terdekat lalu memuntahkan biskuit itu dari mulutnya, "HUEK! HUEK! Biskuit macam apa ini HAH?! Ini biskuit paling mengerikan yang pernah kumakan! Rasanya jauh lebih buruk dari kotoran TAHU!" serunya.
Boboiboy, Ying, Gopal, dan Fang langsung sweatdroop di tempat. Padahal bilang 'tidak enak' saja sudah tabu. Apalagi kalau dibilang sampai seperti itu… apa reaksi Yaya?
Wajah Yaya yang awalnya ramahnya berubah menjad garang. Wajahnya langsung merah padam, muncul perempatan di dahi, tangannya mengepal berusaha keras menahan amarah, "APA?! Kau bilang… biskuitku… KOTORAN?!"
Dengan kekuatan supernya tubuh Yaya langsung melayang lalu dengan cepat menerjang ke arah Sakura dengan pukulan dahsyat di tangannya, "TUMBUKAN PADU!"
Tapi Sakura dengan cepat mengambil kuda-kuda lalu mengarahkan tinjunya ke Yaya, "SHANNAAROOOOOOO!"
DUAK!
Sedetik kemudian tinju mereka pun saling beradu.
BLAAAAAAAARRRRRRR!
Tanah di sekeliling mereka sampai retak saking kuatnya pukulan yang mereka lepaskan.
"Awas ya! Kau takkan kumaafkan!" seru Yaya berapi-api.
"Kau harus tahu seperti apa rasa biskuitmu, shannaro!" seru Sakura tak mau kalah.
.
Sementara itu orang-orang di kedai yang menyaksikan pertarungan itu hanya bisa memasang muka pucat plus ketakutan. Rasanya sulit dipercaya kalau dua wanita yang tadinya baik dan ramah berubah menjadi mengerikan seperti itu.
"A… apa biskuit itu… sebegitu mengerikan… sampai mampu membuat orang mengamuk?" gumam Suneo ketakutan, "U… untung kau tidak memakannya Giant…"
"I… ini jauh lebih mengerikan dari pukulan Giant…" gumam Nobita ketakutan karena ia sudah merasakan seperti apa pukulan Giant.
"Ja… jadi begitu reaksi Yaya kalau ada yang hina biskuitnya? Hiiii… seramnya…" gumam Gopal ketakutan.
"Se… sepertinya Sakura-chan… telah menemukan rival baru 'ttebayo…" kata Naruto dengan wajah pucat pasi.
"A… apa mereka selalu… seperti itu ya?" kata Chinmi merinding, "Aku tak pernah menemukan orang dengan pukulan sedahsyat itu di tempatku…"
"Hei, kalian harus hentikan Yaya dan Sakura!"kata Tok Aba yang menyadarkan mereka dari syok, "Kalau tidak, mereka bisa-bisa menghancurkan seisi kota!"
"Ha ha ha… gomen minna…"
"M… maaf… karena sudah memukul kalian semua…"
Akhirnya setelah setengah taman hancur (wow!) serta memar dan benjol dimana-dimana, akhirnya pertarungan antara Yaya dan Sakura berhasil dihentikan. Bagian taman yang hancur dikembalikan seperti semula dengan 'senter pengembali bentuk' milik Doraemon. Walau sepertinya… Yaya dan Sakura belum bisa berbaikan. Namun mereka tetap saja merasa bersalah sehingga meminta maaf dengan mengobati luka-luka mereka.
"Uh… Yaya…" kata Shizuka ke Yaya yang sedang mengobati Gopal, "Mungkin… kau harus minta maaf pada Kak Sakura…"
"Tidak mau!" kata Yaya ketus, "Dia kan yang hina biskuitku, harusnya dia yang minta maaf!"
"Haiya, Yaya. Bukannya saat 5 panglima scammer datang, kau sendiri yang bilang kalau yang minta maaf bukan dari siapa yang salah?" kata Ying mengingatkan.
"Betul apa kata Ying." Kata Fang mendukung, "Apa kau ingin menjilat ludahmu sendi—"
Kata-kata Fang berhenti saat ia melihat tatapan Yaya yang sangat tajam seolah menyuruhnya 'diam', Fang lebih memilih diam daripada hidupnya berakhir hari ini.
Diam-diam Gopal membisikkan sesuatu ke Doraemon dan Nobita, "Dari dulu biskuit Yaya memang seperti itu. Tapi tak ada yang berani bilang 'tidak enak' sampai hari ini. Jadi wajar saja dia jadi marah begi—"
"APA KAU BILANG GOPAL?!" seru Yaya yang rupanya mendengar perkatan Gopal.
"Eh… A-aku cuma bi-bilang ke mereka… ka-kalau special hot chocolate Tok Aba itu e-enak sekali…" kata Gopal bohong sambil merinding ketakutan.
Sementara Sakura…
"Ehm… Sakura…" kata Chinmi mencoba bicara, "mungkin aku memang tak terlalu mengenalmu, tapi kurasa tak ada salahnya kau minta maaf pada Yaya…"
"Tidak mau!" seru Sakura kesal, "Dia sendiri harus mengakui seperti apa rasa biskuitnya agar bisa berubah menjadi lebih baik, shannaro!"
"Lalu bagaimana dengan pil prajurit buatanmu Sakura-chan?" tanya Naruto yang duduk di samping Chinmi.
BRAK! Sakura langsung memukul meja kedai –tentunya tanpa kekuatannya- saking kesalnya karena Naruto mengungkit hal itu, "Rasanya memang tak sebanding dengan nutrisinya! Tapi setidaknya aku mengakui kalau rasanya memang kurang enak, tidak seperti dia! Apalagi biskuitnya juga belum tentu bernutrisi!" sanggah Sakura.
"APA?! GRR… kenapa kau hina biskuitku HAH?! Sudah baik aku tawarkan karena kau lapar. Tapi bukannya berterima kasih, malah marah!?" seru Yaya marah yang rupanya mendengar perkataan Sakura.
"Memangnya kenapa?! Toh aku ini memang bicara yang benar! Sudah memang tidak enak, tidak mau mengaku lagi! Mestinya kau harusnya berterima kasih karena akulah yang sudah membuka matamu mengenai rasa biskuitmu!" seru Sakura tak mau kalah.
Boboiboy yang melihat itu berusaha turun tangan, "Sa… sabar Yaya! Sabar-sabar!"
"Jangan ikut campur!" seru Yaya garang dengan tatapan membunuh sampai membuat Boboiboy merinding ketakutan.
Naruto sendiri juga berusaha menenangkan Sakura, "Sa… Sakura-chan… mungkin… kata-katamu itu terlalu berlebihan—"
"URUSSAI! Naruto baka!" seru Sakura dengan tatapan membunuh sehingga Naruto -bahkan Chinmi- merinding ketakutan.
Yaya dan Sakura saling bertatap tajam sampai seakan-akan seperti ada aliran listrik(?) memancar dari mata mereka lalu bertabrakan di udara. Tampaknya siap untuk meletuskan perang dunia ketiga, tapi…
"Hei, kalian berdua." Kata Giant tiba-tiba sambil berdiri diantara mereka berdua, "Kita semua kan baru saja bertemu, jangan langsung bertengkar dong… nah, sebagai ajang agar kita semua bisa cepat akrab, akan kunyanyikan lagu-laguku!"
"EHH?! Kau akan bernyanyi Giant?!" seru Doraemon dan Nobita kaget. Bisa-bisanya Giant mau bernyanyi saat kedua wanita dengan kekuatan bogem yang menakutkan sedang naik darah!
"Memangnya kenapa kalau dia bernyanyi?" tanya Ochobot.
"Ka… karena—" belum sempat Suneo menjelaskan, Giant sudah menarik napas panjang dan…
"AKUUUUU~~AAADALAAAAH~~~SAAAAANG~BINTAAAAAANG~~~~ YANG~TERRRRRRR~HEBAAAAAAAAT~DARIIIIIIII~~~SEMUANNYAAAAAAAA~~~~"
"AAA! TELINGAKU!"
"Berhenti! Berhenti!"
"Aduh… hentikan!"
All minus Giant langsung menutup telinga masing-masing sambil berteriak histeris. Mungkin hal ini akan berlangsung terus-menerus selama si pemilik suara masih bernyanyi. Tapi…
"BERHENTI!"
"HENTIKAN SUARA LUAR 'BINASA'MU!"
DUAAK!
Yaya dan Sakura serempak memukul Giant sehingga Giant langsung berhenti bernyanyi dengan muka bonyok.
""Eh… cukup! Berhenti!" kata Nobita dan Doraemon sambil melindungi Giant, "Sebenarny niat Giant baik kok… cuma mau menghibur kita saja!" walau mereka tak menyukai suara Giant, dia tetap temannya!
Setelah adu mulut kecil, akhirnya mereka mau meminta maaf maaf pada Giant walau dengan muka masam, "Mestinya dia juga menyadari betapa jeleknya suaranya yang lebih buruk dari suara traktor…" gumamnya.
"HEI! Enak saja bilang suaraku jelek!" seru Giant tak terima. Di tak mau harga dirinya direndahkan oleh dua orang gadis!
"MAU PROTES?!" seru mereka bersamaan yang membuat nyali Giant langsung ciut.
"Hei, sudah sudah…" lerai Doraemon.
"Kenapa sih kalian tidak saling bermaafan saja?" tanya Nobita, "Padahal, menurutku kalian sebenarnya bisa kompak lho… buktinya kalian tadi memukul Giant bersamaan bukan?"
"Eeeeeh?! Kami? Bisa kompak?" seru mereka heran sambil bertatap muka bingung.
Namun, "Hmph!" mereka langsung memalingkan muka sambil mendengus, "Siapa juga yang mau kompak dengan orang seperti dia…"
Sementara itu Fang, Boboiboy, dan Naruto lebih memilih duduk di kedai dan menonton mereka dari kejauhan untuk menghindari pertengkaran tambahan.
"Haduh… terbalik sangat…" gumaam Boboiboy, "Belum sehari kita bertemu, sudah terjadi pertengkaran…"
"Hahaha! Kau tak usah khawatir Boboiboy. Sakura-chan memang sering begitu. Nanti dia juga tenang sendiri." Kata Naruto menenangkan.
"Ngomong-ngomong soal bertengkar, saat aku melihat kalian bertengkar tadi, rasanya mengingatkanku pada diriku dan 'dia'." Lanjutnya, "Dan kau Fang, kau sangat mirip dengan'nya'"
"Eh? Siapa orang yang kakak maksud?" kata Fang terkejut.
"Temanku, Sasuke. Tatapan kalian sama-sama dingin dan terkesan sombong sekaligus menyebalkan." Kata Naruto bercerita, "Dulu saat aku masih kecil, kami selalu bertengkar dan berkelahi untuk mengetahui siapa yang lebih hebat. Dia sangat menyebalkan, tapi saat aku bersamanya sangat menyenangkan. Selain karena aku menganggapnya sebagai sahabat sekaligus rivalku, dia… orang yang mengakui keberadaanku lebih dari siapapun…"
Boboiboy terdiam sejenak sejenak lalu tersenyum, "Dari ceritamu, pasti Kak Sasuke sangat mirip dengan Fang. Dia memang menyebalkan…"
Fang sempat mendengus kesal mendengar perkataan Boboiboy.
"… Tapi memang sangat menyenangkan saat bersama Fang. Karena aku juga menganggapnya sebagai sahabat sekaligus rivalku!" lanjutnya sambil menepuk bahu Fang, membuatnya diliputi perasaan hangat di dadanya (ini bukan fic sho-ai sodara-sodara).
"Hehehe… pasti Kak Sasuke sangat baik dan tampan sepertiku…" kata Fang menanggapi. (dengan sedikit memuji diri sendiri)
Naruto tertawa kecil menanggapi perkataan Fang. Tapi mendadak senyum menghilang dari wajahnya, "Tapi… dia telah berubah. Kini, dia begitu tenggelam dalam kegelapan karena tekad untuk membalaskan dendam klannya. Karena itu, dia pergi meninggalkan desa. Melupakanku, Sakura-chan, dan teman-temannya…"
"… Karena itulah, aku bertekad akan membawanya kembali ke desa! Karena ia telah tenggelam begitu dalam di kegelapan, maka aku akan menjadi cahaya untuknya. Membimbingnya keembali keluar dari kegelapan itu!" lanjutnya mantap.
Boboiboy tersenyum cerah mendengarnya, "Hehehe… terbaiklah Kaka Naruto!" katanya sambil mengacungkan jempolnya sesuai ciri khasnya.
Sedangkan Fang terlihat tertegun mendengar cerita Naruto. Dia jadi teringat saat ia pertama kali datang ke Pulau Rintis. Waktu itu, dia sama sekali tak memiliki teman (tapi fansnya banyak sekali). Tapi sejak ia bertemu Boboiboy, lewat beberapa persaingan untuk membuktikan siapa yang terhebat, entah mengapa ia merasa tak hanya menganggap Boboiboy sebagai rival yang menyebalkan, tapi juga sebagai… sahabat. Tak hanya itu, karenanya, dia kini juga bisa bersahabat dengan Yaya, Ying, Gopal, dan yang lainnya.
"Orang yang mengakui keberadaanku… lebih dari siapapun?"kata-kata itu terus terngiang-ngiang di kepala Fang, "menjadi cahaya… membimbing keluar dari kegelapan? Apa mungkin—"
Lamunan Fang terputus saat tiba-tiba, "Hei, Kak Naruto! Boboiboy! Fang!" Nobita memanggil mereka, "Kalian mau makan tidak? Doraemon sudah menggunakan 'Taplak Hidangan Serba Ada' agar kita semua bisa makan! Kalian lapar bukan?"
"Hehehe… memang pertengkaran tadi membuatku lapar sekali." Kata Boboiboy.
"Yosh, mari kita makan 'ttebayo!" kata Naruto semangat.
.
Mereka pun berjalan bersama mengikuti Nobita ke meja yang dimaksud. Namun saat Naruto berjalan, tiba-tiba…
"SIAPA DISANA?!" seru Naruto tiba-tiba sambil melempar shuriken ke salah satu semak-emak yang terletak agak jauh dari mereka.
"Kenapa Kak Naruto?!" tanya Boboiboy kaget.
"Tadi aku merasa melihat sekelebat sosok bewarna ungu di semak-semak itu!" jawab Naruto sambil menunjuk semak-semak yang barusan ia lempar shuriken.
"Ah, Kak Naruto jangan terlalu tegang dong… pasti gara-gara Yaya dan Kak Sakura bertengkar tadi Kak Naruto tak bisa tenang…" kata Nobita menenangkan.
Naruto terdiam sejenak, lalu berkata, "Huff… mungkin kau benar. Sepertinya tadi hanya perasaanku saja 'ttebayo…"
Mereka kembali berjalan ke meja yang dimaksud lalu mengambil makanan sesuai selera masing-masing. (seperti apa makanannya silahkan imajinasikan sendiri)
"Wah… hebatnye alat-alatnya Doraemon! Kalau aku punya taplak seperti ini, aku bisa makan enak tiap hari!" kata Gopal kagum.
"Hei, kau kan sudah punya kuasa molekul, kenapa kau masih ingin taplak milik Doraemon?" tanya Ying heran yang hanya ditanggapi oleh senyum malu Gopal.
.
"Haah… apa tak apa-apa kalian melakukan ini?" tanya Tok Aba ke Doraemon cemas sambil melihat makanan yang disediakannya dengan alat ajaibnya.
"Tak apa-apa kok Tok Aba. Kami senang kalau kita bisa tambah akrab kalau kita makan bersama. Toh akan sulit kalau menyiapkan makanan untuk kita semua jika tanpa bantuanku bukan?" jawab Doraemon enteng yang ditanggapi oleh senyum tulus oleh Tok Aba.
"Lagipula…" Doremon tiba-tiba mengecilkan suaranya sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Tok Aba seperti akan membisikkan sesuatu.
"… Aku sebenarnya selain agar kita semua bisa makan, juga agar Kak Sakura dan Yaya berhenti bertengkar atau setidaknya tidak bertarung sampai menghancurkan taman lagi. Kata Suneo, perempuan memang selalu mudah marah dan nyebelin kalo lagi lap—"
"Aku dengar itu!" seru Sakura dan Yaya mendadak yang membuat Doraemon langsung sweatdropped.
Walau Yaya dan Sakura sudah berhenti saling bertarung, tampaknya perkengkaran mereka sudah berubah menjadi 'perang dingin'. Sesudah mengambil makanan, mereka lalu duduk saling berjauhan dan saling memalingkan muka sambil mendengus kesal tiap kali bertatap muka.
.
Chinmi yang menyantap makanannya hanya bisa termangu sambil memandang gerombolan (yang menurutnya) 'aneh bin ajaib' yang telah bersamanya hari ini. 'Yah walau begitu, mereka tetap teman baruku…' gumamnya dalam hati. Tiba-tiba…
"Hmh?!" ia tersentak lalu langsung menengok ke pohon yang berada di belakangnya.
"Eh? Kenapa Kak Chinmi?" tanya Suneo yang kebetulan ada di sampingnya.
"Ti… tidak apa-apa…" jawabnya pendek namun tetp menatap tajam pohon tersebut.
"Entah kenapa, barusan aku mersakan 'hawa musuh' yang sangat kuat dari pohon itu. apa tadi ada yang memata-matai kita?" gumam Chinmi dalam hati.
Setelah agak lama Chinmi pun mengalihkan pandangannya dan kembali menyantap makanannya.
.
Tak ada seorangpun yang menyadari kalau semak-semak yang diserang Nruto tadi tampak bergerak lalu terlihat sekelebat sosok beawarna ungu bergerak cepat meninggalkan tempat itu.
Lalu agak jauh dri situ, kira-kira bagian paling ujung taman, terlihat sesuatu yang mirip dengan tanaman venus versi raksasa mencuat dari dalam tanah.
Di dalam mulut venus tersebut, terdapat seorang pria berkulit pucat dan berambut kehijauan. Tapi anehnya wajahnya seperti dibagi atas 2 warna, bagian kanannya bewarna putih sedang kan bagian kirinya bewarna hitam.
"Hebat juga pemuda tadi dapat menyadari keberadaan kita di pohon barusan. Bahkan shinobi tipe sensor terhebat sekalipun takkan mampu menyadarinya. Sepertinya dia tetap harus diwaspadai walau tampaknya lemah." Gumamnya.
"Abaikan saja pemuda itu. dia sama sekali tak memiliki chakra. Yang penting kita sudah tahu kalau kini Kyuubi sekarang telah bersama seorang bocah bertopi dinosaurus yang memiliki kekukatan elemen alam tanpa chakra dan seekor rakun biru yang memliki berbagai peralatan aneh." Lanjutnya. Tampaknya seperti bermonolog dengan dirinya sendiri.
"Sebaiknya kita segera melaporkan hal ini kepada ketua…"
"Dan juga, Ejo jo…"
Lalu tudung venus itu perlahan tampak tenggelam ke dalam tanah, lalu menghilang. Seolah tak pernah ada.
TBC
A/N: maunya sih update sebelum masuk sekolah atau malah sebelum lebaran. Tapi mau gimana lagi, saya diserang penyakit yang namanya malas… #plakk
Oke, balik ke cerita
saya mau kasih peringatan sekali lagi, INI BUKAN FIC SHO-AI!
Serius, Aku cuma bikin Fang dan Boboiboy dengerin kisah Naruto tentang Sasuke di cerita ini biar ada unsur persahabatan antara Boboiboy dan Fang tapi benar-benar 'cuma' Persahabatan (kayak Naruto dan Sasuke di canon) dan gak ada unsur sho-ai! Tapi kok sepertinya sulit sekali ya?
Memangnya nanti Sasuke bakalan muncul? Hmm… ada kemungkinan 45% muncul, tapi kita lihat saja nanti…
Awalnya chapter 1 dan 2 maunya digabung aja tapi nantinya kepanjangan… jadi dipecah menjadi 2, awal dan akhir. Tapi tidak menutup kemungkinan akan ada chapter super panjang yang malah akan melewati 5k words. Tapi mungkin bakal ada chapter yang bakal dipotong!
Maaf jika chapter ini dipenuhi oleh humor gagal dan penjelasan mengenai hubungan antar dimensi yang dikatakan Doraemon aneh daan gak masuk akal. Itu murni khayalan Author saja… chapter depan tokoh Antagonis mulai terlihat!
Thanks sudah meluangkan waktu membaca fic ini dan maaf atas segala kesalahannya and the last…
REVIEW! REVIEW! REVIEW!
