Title: My Love in Winter
DC: Io Sakisaka and Akiko Abe
Pair: KouFutaba
Warning: Typo every where, EYD kurang bagus dan alur yang tidak sesuai
-Cewek aneh-
DLDR
(revisi)
Di Universitas
Cuaca di luar sungguh dingin karena musim hujan dan musim salju, sehingga membuat suasana ruangan menjadi dingin sudah itu makul yang sangat membosankan. Dikarenakan suhunya terlalu dingin maka anak-anak kuliah pada tiduran di kelas mereka menunggu dosen yang berdiri di depan papan tulis secepatnya mengakhiri mata kuliah.
"Hari ini cukup melelahkan, Dosen menyuruh semua Mahasiswa buat tugas kelompok." Kata teman-teman yang pada bergosip.
"Hei, ada apa teman-teman?. Apakah ada tugas yang mengerikan... " Kataku yang ikut bergosip di ruang kelas, aku baru tau ternyata mata kuliah sastra jepang dosen barunya menyeramkan, persis yang di katakan teman-temanku. Mereka berpapasan dengan dosen baru saat meminta tanda tangan mengadakan lomba paduan suara.
"Diam... !. Anak-anak...!." Sensei pun berteriak seakan menandakan bahkan ada tugas tambahan. Suasana yang begitu membuat Mahasiswa terlelappun tiba-tiba berubah sunyi dikarenakan Dosen begitu sadis dan mengerikan. Sensei memberikan tugas kuliah, dan mata kuliah yang membosankan juga berakhir.
"Eh... futaba!, kamu tau tidak cewek rambut aneh itu?." Kata teman-teman menanyakan gadis polos dengan rambut berombak. Gadis yang duduk di bangku tengah yang sedang membuka kotak bekal.
"Aku... tidak tau?!." Kataku, sambil membaca buku. Aku antara heran dan tidak tau mau menjawab pertanyaan dari teman-temanku. Sedangkan temanku yang satunya sedang asik meminum susu kotak
"Uiii kawai nee... ano nee dareka ... "
Seluruh siswa memandang seorang gadis yang polos... gadis itu polos dan manis. Dia sedang memakan bekalnya sendirian, gadis polos itu mengingatkan aku pada waktu jaman SMA. Aku yang polos selalu memakai parfume berbau buah aroma buah yang begitu harum membuat ku imut dan aroma shampo yang baunya sama persis dengan parfume juga begitu segar.
"Itu mengingatkan ku pada diriku yang lama." Kata Yoshioka.
Futaba tersenyum sendiri. Sedangkan teman-temannya sedang asyik membahas cowok-cowok yang merayu gadis lugu yang memkan bekal sekolahnya. Seperti hari kemarin awan begitu gelap menandakan hari mau hujan.
"Oii, Futaba... maaf aku memanggil mu dengan nama itu. " Kou memanggilku dari arah jauh. Aku sedang asyik memakan roti isi yang ku beli dari kampus dan meminum sirup yang ku bawa.
"Aku ga apa apa kok, baiklah ayo kita makan siang bersama-sama." Jawabku dengan sopan, tapi bagaimana Kou tau namaku sedangkan kita bertemu hanya sebentar dan kemarin berpapasan ketika aku terburu-buru membawa makalah dari dosen. Kou juga memanggilku dengan sebutan Futaba, itukan nama depanku.
"Ehem-ehem... cie Futaba sudah punya kekasih."
Teman –teman geng ku sudah mulai bergosip bahkan mereka ga percaya kalau aku pacaran sama kou mabuchi yah nama sebenarnya tanaka kou.
Oh iya Futaba, maaf aku boleh bertanya tidak?." Kata Kou yang memberikan tiket ke disney land. Dia merogoh sakunya dan menyodorkan tiket ke Disney Land. Aku bingung, tapi ketika aku berpikir boleh juga sekalian berkenalan sekalian jalan-jalan dengan teman lama satu sekolah.
"Oh amasume park, aku tidak sibuk kok." Kata Futaba. Wajahku sangat merah antara kegirangan dan senang. Kenapa dia tiba-tiba mengajakku ke taman bermain yang mahal, bahkan ini bukan hari spesial atau hari libur.
- pagi hari di asume park disney land-
Pagi itu aku dan kou berjalan di amasume hatiku berdegub kencang, aku bertanya pada diriku kenapa bisa dia baik sekali kemarin dia sempat malu sih tapi langsung pergi begitu saja setelah mendapatkan nama dan nomer hape ku.
"Uahhhh kita jam 10 ya, kita datang begitu awal." Kataku dengan senang hati, bahkan aku sampai tidak tau Kou tersenyum dan menyuruhku makan di cafe Disney Land taman bermain.
"Kita makan dulu, wajahmu menandakan kalau kamu lapar." Kata Kou dengan memegang pipiku yang merah merona.
Kou Pun memegang tangan Futaba dengan romantis menuju restoran
"Kou... boleh aku tanya kenapa kamu bisa tau aku biasa berteduh di kuil atau taman?."
"Dulu waktu kecil aku tinggal di dekat, kuil. Aku meliht gadis cantik dan manis." Kata Kou sambil tersenyum manis. Dia pasti melihatku berteduh dan sengaja menenamiku di halte atau taman dan kuil jarak, jarak rumah koupun dekat sekali waktu kami pulang bersama-sama ketika hujan tinggal naik bus atau ke taman langsung sampai bahkan di depan rumah Kou sebrang jalannya ada kuil.
"waduh, Kou mengetahuiku kalau aku biasa suka berteduh di taman, halte dan kuil. Pantas saja dia sering mampir dan tidak pulang duluan." Kataku bergumam dengan diriku sendiri.
"Kenapa Futaba, kok ekspresimu begitu?." Tanya Kou dengan heran melihat wajahku yang merah merona berseri-seri dan sedikit malu.
"Tidak apa-apa, jangan dipikirkan. Hihi...hihi..." Jawabku dengan kaku dan penuh senyum malu-malu kucing.
"Huhuhu... huhuhu..." Aku menyanyi lagu yang dinyanyikan oleh ibuku waktu kecil.
"Kamu nyanyi lagu apa." Tanya Kou yang sedang mendengarkanku bernyanyi.
"Putri Padi, lagu yang dinyanyikan ibuku." Aku menjawab dengan suara yang serak basak dan mata penuh berkaca.
"Itu ketika ibuku masih sehat dan sering bermain bersama ku." Aku mulai meneteskan air mata karena sekarang aku yang mengurus ibuku, dan semenjak ayahku meninggal aku kesepian.
"Sini... peluk aku." Kou membuka lebar lengannya, ia melihat wajahku yang penuh air mata.
"Eh... aku malu ." Aku menyadari ternyata Kou masih sama baiknya semenjak ortunya bercerai.
"Menangislah dipundakku." Kou menyuruhku menangis sekencang-kencangnya, ia mungkin mulai menyukaiku semenjak kami SMA dan sering bertemu di halte, kuil dan taman bermain.
"Hiks... hiks... sekarang aku hidup sendirian ayahku sudah meninggal... ibuku sakit... sakitan..." Aku menangis tidak henti-hentinya, karena merasa bersalah terhadap kedua orangtuaku, aku nilainya pas-pasan dan sekarang aku belum bisa membuat ibuku bahagia. Oh tidak, kenapa aku senyaman ini di pundak Kou.
"Sudah cukup nangisnya, aku tidak bisa liatmu nangis Futaba." Kata Kou menghapus air mataku, dia menggandeng tanganku begitu hangat.
"Ah... Maaf... kamu nanyakan itu aku jadi ingat masa laluku."
Aku menghapus air mataku dengan tisu dan meminum air putih.
TBC
