Easy Fortune Happy Life
Rated: T (mungkin akan naik nntinya)
Genre: Romance
Pairing: Kyuhyun x Sungmin dan akan bnyk tambahan pairing sesuai jalan
Warning: Yaoi (booysXboys), OOC, Typo(s), etc
Don't Like, Don't Read!
And please Don't be Silent Reader!
Newbie
/np:
Lee Sungmin : 27 Thn
Cho Kyuhyun : 25 Thn
Lee Henry : 19 Thn
Cho Donghae : 24 Thn
Lee Hyukjae : 24 Thn
Zhoumi : 24 Thn
Cho Kangin – Cho Leeteuk : 63-62
Cho Heechul-Cho Hanggeng-Cho Siwon-Cho Kibum : 43-45-45-42
.
.
Kyuhyun pov
"Cho Kangin?"dia sedikit bergumam nama haraboji. Sepertinya dongsaengnya penasaran karena gumaman hyungnya.
"Cho Kangin..ah iya tahu dia..tapi dia ingin menemuiku?"dia bertanya,aku juga sama sekali tidak tau alas an haraboji ingin menemuinya.
"Saya juga tidak tau.."jawabku seperti sedang memikirkan sesuatu lagi. Aku memang lelah karena aktifitasku semalam,sepertinya dia juga masih lama untuk menimbang-nimbang untuk bertemu haraboji.
"Anda bisa menimbanginya lagi ingin datang atau tidak Sungmin-shi..Saya permisi dulu"aku menaruh kartu namaku dimejanya dan meminta izin untuk pulang.
"Ne saya akan pikirkan.."
.
.
.
Sesampainya dirumah aku langsung mencari haraboji."Dimana haraboji?"aku bertanya kepada pelayan yang baru membungkukan badan lalu menjawab "Sajangmin ada diruang kerjanya tuan muda"setelah tau dimana haraboji aku menyuruh pelayan itu pergi. Dan aku sendiri pergi keruang kerja haraboji.
TOK..TOK..TOK..
Setelah mendapat jawaban dari dalam aku masuk kedalam ruang kerja sedikit membungkukan badan sebelum bicara dengan haraboji.
"Ada apa?"tanya haraboji.
"Aku sudah bertemu apa yang haraboji cari"aku melihat haraboji kaget karena ucapanku."aku sudah mememukannya haraboji jadi apa perusahaan ini sudah jadi milikku"
Haraboji tertawa sinis "Hahaha..Kau pikir akan segampang itu mendapatkan salah satu perusahaanku Cho Kyuhyun"
Aku sangat tahu sifat haraboji ku ini dia sangat keras kepala "Apa lagi yang haraboji inginkan"tanyaku dengan wajah kesal.
"Kau ingin perusahaan ku Cho Kyuhyun..Itu sangat gampang kau tinggal menikahinya dan minta persetujuannya untuk mendapat satu perusahaanku"
Aku bertambah kesal karena ucapannya,aku berjalan kepintu tanpa permisi,belum sempat aku memegang kenop pintu haraboji bicara "Kalau kau memang tidak ingin menikahinya terserahmu..tapi kau harus memberi alamat rumahnya agar aku bisa menjemputnya sendiri"
Aku tersenyum sinis kearah haraboji "Aku tidak punya alamatnya" langsung aku membuka pintu,tapi lagi-lagi sebelum aku menutup pintu haraboji bicara lagi dan itu membuat darahku tambah mendidih "Kau pikir kau bisa membohongiku Cho Kyuhyun"
Aku sudah sangat kesal donghae yang menyapakupun tidak aku tanggapi,aku langsung memasuki kamar untuk melepas penat dipikiranku
"Apa maunya kakek tua itu"aku berteriak sekencang-kencangnya,untungnya kamarku ini kedap suara jadi eommaku yang bawel itu tidak mendengar.
Aku sudah lelah karena urusan ini,aku berbaring diatas kasur "Namja itu imut juga apa aku nikahi saja dia" karena kelelahan aku tertidur.
Kyuhyun pov end
Sungmin pov
Setelah namja namja itu datang dan memberi tahu kalau aku dicari oleh Kangin haraboji,aku jadi teringat eomma dan appa.
Eomma dan appa dulu pernah membicarakan Kangin haraboji.
"Hyung Cho Kangin itu siapa sih?"dongsaeng kesayanganku ini memang tidak tahu soal Kangin Haraboji.
"Kangin haraboji itu teman appa dan eomma henry-ah"aku melihat henry,sepertinya dia masih bingung tentang Kangin haraboji.
"Terus kenapa dia meminta hyung untuk menemuinya?"
"Molla Henry-ah"aku lalu berjalan kearah meja melihat dongsaengku itu sepertinya masih memikirkan soal Kangin Haraboji "Sudahlah Henry kau tidak usah memikirkan itu,kau cepat makan"perintahku pada henry.
Setelah Henry sampai di meja makan dia masih saja membahas Kangin membelai kepala dongsaengku ini "Sudahlah Henry kalau memang ada masalah akan hyung yang bereskan"ujarku.
.
.
.
Kebesokan paginya setelah mengantar Henry aku berniat memdatangi kediaman Cho,setelah aku sampai didepan rumahnya aku jadi teringat rumahku yang dulu.
Satpam penjaga rumah itu mendatangiku "Anda mencari seseorang?"tanya satpam itu,aku mengangguk dan bertanya "Apa ini kediaman Cho?"
"Ne ini kediaman Cho,anda mencari siapa?"tanya satpam itu lagi.
"Aku mencari ha..Ah maksudku saya mencari Cho Kangin"satpam itu mengerutkan dahinya lalu menatapku dari atas sampai bawa. Memang pakaian yang ku pakai tidak bisa dibilang pantas dipakai untuk menemui orang sepenting Kangin Haraboji."Bilang saja aku Lee Sungmin"lanjutku,satpam itu menyuruhku menunggu sebentar.
Setalah satpam itu memberitahu orang yang ada didalam,aku diizinkan masuk.
Sesampainya dipintu utama rumah Kangin haraboji,ternyata haraboji sudah menunggu didepan pintu dengan namja atau yeoja yang sangat cantik.
Aku membungkukan badan dan menatap haraboji . haraboji menyuruhku masuk,aku benar-benar merasa seperti dirumahku yang dulu. Haraboji meyuruhku duduk di sofa yang tersedia diruang tamu ini.
Muka haraboji nampak sedih "Mianhae aku baru tahu kalau yesung dan ryeowook meninggal"ujar haraboji.
Aku mengangguk "Gwenchana haraboji..kejadian itu juga sudah lama tidak usah dibahas lagi"aku melihat namja yang kemarin keapartemenku turun dari juga menatapku tapi tatapannya bukan seperti kemarin.
"Aku teman appamu,dia sudah membantu banyak agar aku bisa jadi begini"aku mengangguk mendengar ucapan haraboji.
"Appa dan eomma sudah pernah menceritakan haraboji"aku merasa ada yang menatapku,aku sudah tidak nyaman dirumah ini,aku akhirnya to the point menanyai apa yang diinginkan haraboji "Haraboji ingin bertemu denganku sebenarnya ada apa?"
Aku melihat senyum haraboji yang begitu lembut "Aku ingin kau dan dongsaengmu tinggal dirumah ini"
Aku sudah tidak kaget lagi mendengar permintaan haraboji. Dulu appa dan eomma sebelum meninggal sudah bilang kalau aku kesusahan aku bisa mencari haraboji. Tapi sepertinya keras kepala appa menurun kepadaku,aku sama sekali tidak mencari haraboji walau aku sedang sangat kesusahan,tapi sekarang haraboji memintaku untuk tinggal disini.
"Mianhae haraboji aku tidak bisa"sifat keras kepalaku sepertinya keluar lagi.
Aku melihat haraboji tampak sedih karena aku menolak ajakannya. "Wae?rumah ini juga rumahmu minnie"aku menggeleng,aku tidak kuat melihat haraboji yang memohon padaku seperti ini.
"Mian haraboji aku benar-benar tidak bisa"aku melihat haraboji tambah sedih.
"Aku hanya mau membalas budi appa dan eommamu dulu"aku benar-benar tidak kuat kalau ada yang memohon kepadaku seperti ini.
"Akan aku bicarakan ini dulu ke henry"haraboji tampak senang dengan jawabanku. Aku meminta izin untuk pulang,tadinya haraboji ingin mengantarku tapi aku menolaknya dengan halus.
Sungmin pov end
Kyuhyun pov
Aku turun dari kamar,aku melihat namja itu sudah datang menemui haraboji.'kenapa dia bisa seimut itu'aku menggelengkan kepalaku "sepertinya aku sudah gila"gumamku.
Aku berjalan keruang makan,tidak ada siapa-siapa di sana,samar-samar aku mendengar suara haraboji dan namja kelas kenapa haraboji bisa memohon-mohon dengan namja itu tidak biasa-biasanya haraboji memohon kepada orang.
Haraboji berjalan kemeja makan,sepertinya dia sedang mendiskusikan sesuatu dengan halmoni "Bagaimana kita membujuknya teuki-ah,aku bingung dia sangat keras kepala seperti appanya"keluh haraboji ke halmoni.
Halmoni mengelus pundak haraboji dengan lembut "Kita pasti bisa membuatnya tinggal disini Kangin-ah sabarlah"
Halmoni meliriku,perasaanku sudah tidak enak dengan lirikan halmoni,aku mengalihkan pandanganku."Kyu.." halmoni menggilku,terpaksa aku harus menatap halmoni.
"Temuilah Sungmin dan bujuk dia untuk tinggal disini"benar firasatku,ini perkerjaan yang sangat menyusahkan.
Aku ingin menolak perintah halmoni,tapi kalau aku menolak bisa jadi aku akan miskin mendadak,dan aku mengangguk menjawab perintah halmoni.
Halmoni nampak gembira dengan keputusanku "Lihatlah Kangin-ah,Kyuhyun mau membantu pasti tidak akan menunggu waktu lama"ucap halmoni ke haraboji.
Haraboji menatapku lalu menatap halmoni lagi "Aku harap anak ini tidak berbuat yang macam-macam"sindir haraboji. Setelah bicara haraboji dan halmoni meninggalkan ruang makan. Aku benar-benar kesal dengan sifat mendengus kesal karena ucapan haraboji.
Kyuhyun pov end
.
.
.
Halmoni pov
Sebenarnya aku kesal dengan sifat Kangin,dia terlalu keras terhadap anak dan dikamar aku langsung menegur Kangin.
"Yeobo apa kau tidak terlalu keras dengan Kyuhyun,seharusnya kau berterimakasih karena dia sudah ingin membantu"Kangin hanya diam saja mendengar ucapanku.
"Aku sangat tahu sifat anak-anak itu Teuki-ah,dia semua sama sekali tidak ada yang menuruni sifatmu,mungkin hanya Donghae saja yang menuruni sifatmu dan aku sangat tahu bagaimana mengatur anak-anak yang memiliki sifat sepertiku"aku menghela nafas mendengar jawaban Kangin.
Halmoni pov end
Kyuhyun pov
Aku keluar dari rumah menuruti perintah yang halmoni suruh tadi,aku pergi kerumah namja benar-benar bingung apa yang harus aku lakukan kalau aku berhasil membawanya kerumah aku harus menikahinya,kalau aku tidak membawanya aku tidak akan mendapat perusahaan itu.
Aku sampai diapartemen Lee menaiki tangga menuju pintu apartemennya.
TOK..TOK..TOK..
Sudah ada jawaban dari dalam,menyuruhku untuk menunggu.
CLECK
Pintu apartemen terbuka menampakan,namja imut dia masih memakai itu menambah keimutannya.
"Ada apa kesini?"tanyanya.
Aku masuk tanpa permisi melewatinya,dia terlihat kesal karena ulahku ini "Aku disuruh kesini oleh halmoni untuk membujukmu"jawabku sambil duduk disofa terdekat.
"Aku sudah bilang bukan,aku akan memikirkannya dulu dan mendiskusikannya dengan adikku"dia berbicara sinis,sepertinya dia tidak suka aku disini."Sebaiknya kau pulang dan bilang dengan haraboji aku akan menghubunginya langsung member jawaban"
"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum mendapat jawaban"ucapku sambil menatapnya.
"Aku sudah menjawabnya bukan"dia menatapku dengan kesal."Ahh..Aku tahu,kau menginginkan jawaban 'ya' dariku?"aku menaikan bahuku dengan santai.
Dia sepertinya sudah sangat kesal karena sifatku ini "Terserahmulah,tapi kau tetap tidak akan mendapat jawaban itu hari ini" dia berjalan menuju belakang sepertinya ingin meneruskan masaknya lagi.
Aku menatap kesekeliling ruangan itu,bangunan itu nampak tua,tapi menyandarkan bahuku di sofa.
Aku hanya bisa menghela nafas memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk membujuknya.
Aku mendatanginya duduk dibangku dekat apa yang sedang dia kerjakan "Kau bekerja di bar?"tanyaku tiba-tiba. Dia menatapku lalu meneruskan kegiatannya lagi.
"Ya aku bekerja di bar"jawabnya.
"Kenapa kau bekerja disana?"tanyaku lagi.
Dia menatapku lama,lalu menghela nafas "Kau pikir memang aku harus bekerja dimana?"tanyanya balik.
"Kau bisa bekerja diperusahaan-perusahaan besar,aku yakin kau lulusa dari tempat terkenal,tapi meskipun kau bukan dari lulusan tempat yang terkenal dengan namamu saja aku yakin kau akan diterima dengan mudah.."
Dia mendengus dengan sinis "Maksudmu dengan nama Lee?"aku mengangguk "Sepertinya prinsip kita berbeda Cho Kyuhyun"
"Apa salahnya memakai nama Lee untuk mendapat keuntungan?"
Aku lihat dia sudah sangat kesal dengan ucapanku "Berapa umurmu sampai berani kau menasehatiku begitu?"
"Aku rasa aku lebih tua darimu,aku pastas menasehatimu"
Dia tertawa meremehkan,dia menunjuk-nunjukku dengan sodet yang dipegangnya "sayangnya kau salah,aku lebih tua darimu Cho Kyuhyun,jadi kau tidak perlu menasehatiku,dengan prinsipmu itu"
"Mana mungkin kau lebih tua dariku lihatlah mukamu yang kekanak-kanakan itu"
"Umurku sudah 27,dan kau baru 25 bukan?"aku mengangguk dan kaget karena iya lebih tua dariku."dan prinsipku dan prinsipmu sangat berbeda,aku tidak akan memakai margaku selagi aku mampu kau mengerti Cho Kyuhyu-shi,lebih baik anda keluar dari apartemen ini karena saya sedang tidak ingin berdebat"
Aku kesal karena dia mengusirku seperti itu,aku keluar dari apartemen itu dengan kesal.
Kyuhyun pov end
Sungmin pov
Aku sudah mengetahui semua tentang keluar Cho karena memang semua keterangan tentang keluarga Cho sudah menyebar di media,tidak perlu susah-susah mencari tahu tentang keluarga itu.
CLECK
Aku mendengar pintu terbuka,aku yakin itu Henry yang baru pulang dan Henry adalah 8 tahun cukup jauh,appa dan eomma meninggalkannya sejak umurnya 9 tahun. Setelah appa dan eomma meninggal aku membesarkan Henry seorang diri,aku hanya bisa menempuh sampai sekolah menengah atas,sebenarnya aku masih bisa meneruskan sampai perguruan tinggi tapi bagaimana dengan Henry.
Ternyata aku melamun memikirkan semuanya,aku sadar setelah Henry mengguncang bahuku.
"Hyung gwenchana?"tanyanya dengan wajah panic.
"Gwenchana Henry-ah"henry lalu duduk disebelahku dan menyalakan TV.'Apa aku harus membicarakan ini semua ke Henry'aku bingung harus bagaimana.
"Henry-ah" menengok tidak bersuara,meneruskan ucapanku.
"Waeyo hyung?ada yang kau pikirkan?"aku mengangguk."Ada apa ceritalah"Henry mengelus menatapnya sebenta lalu menarik nafas.
"Hyung tadi sudah kerumah Cho Kangin"Henry masih sabar menungguku bercerita."Dia meminta kita untuk tinggal disana"aku melihat Henry sepertinya kaget karena ucapanku itu.
"Bagaimana menurutmu?"aku benar-benar butuh pendapat dari Henry aku tidak mau membuat Henry sedih karena keputusaku.
.
.
.
Tbc
.
.
.
Maaf kalau masih jelek bnyk typo dan aneh
Gomawo atas saran-saran yang kemarin sudah kasih tau ^^
Aku mohon bantuannya lagi ya author-author..m(_._)m
Review please..
