Title : Our Love
Autho : In hyun/indah
Pairing : Krisbaek/hunbaek/hunhan/krishan
Genre : YAOI, Romance, school life, family and beberapa lagi yang mungkin nongol tiba-tiba.
Main Cast : Byun Baek Hyun aka choi Baek Hyun
Wu Yi fan aka Kris
Xi Lu Han aka Choi Lu Han (hyung Baek Hyun)
Oh Se Hun
Suport cast : Si Won aka father Baek Hyun and Lu Han
Choi Min Ho aka hyung Baek Hyun and Lu Han
Hee Chul aka Mother Kris
Han Kyung aka father kris
Kyung Soo
Kim jong in aka Kai
And other cast yang bakal muncul kapan aja sesuai kehendak author #plakk
Warning : boys X boys, typo bertebaran di penjuru dunia(?) OOC.
"adik kecil, siapa namamu? Aku Wu YI Fan. Tapi kau bisa memanggilku Kris"
"kenapa kau berhenti?"
"kau mau keruang kepala sekolah kan? Apa kau mau aku antar ke toilet. Dan satu lagi aku bukan anak kecil. Aku juga bukan adikmu"
"oh iya namaku Choi Baek Hyun, gommapta"
Siapa tadi namanya? Choi Baek Hyun! Apakah dia Baek Hyunnie? Cinta pertamaku?
Chapter 2
Baek Hyun POV
"akuu pulanggg!" teriakku ketika tiba di rumah. Aku yakin Lu Han hyung sudah tiba di rumah mengingat tadi dia kusuruh untuk pulang duluan saja, karena Se Hun yang akan mengantarku pulang, sekalian aku, Se Hun, Kai dan Kyung Soo pergi ke kafe langganan kami sebelum aku bertemu guru privatku itu. Errr mengingat bahwa aku harus les privat saja sudah membuatku muak. Apalagi harus les bahasa Inggris.
"ahh tuan muda, anda sudah pulang" ahjumma pengurus rumahku menghampiriku.
"ne ahjumma. Mana Lu Han hyung?"
"hyung anda ada di dalam, bersama appa anda"
"jeongmal?" tanyaku tidak percaya. Tidak biasanya appa pulang sore seperti ini.
"ne tuan muda"
Akupun melangkah masuk keruang tengah tempat biasanya aku berkumpul bersama appa dan hyung-hyungku.
"kenapa terdengar begitu banyak suara di dalam" gumamku pada diri sendiri.
Ahh sepertinya guru privatku sudah tiba? Tapi kenapa banyak suara yang tidak ku kenal, tidak mungkin kan appa menyewa guru privat begitu banyak. Aku tidak sebodoh itu sehingga harus diajari oleh beberapa orang.
"appa, hyung aku pulang" sapaku.
"oh Hyunnie kau sudah pulang. Ayo kemari" appa melambaikan tangannya mencoba memanggilku. Tiga orang yang duduk membelakangikupun ikut berbalik. Aku begitu tekejut melihat salah satu di antara tamu appa.
"kau! bule tiang listrik!" pekikku sambari menujuk si tiang listrik itu, ah maksudku Kris.
Author POV
"kau! bule tiang listrik!"
Baek Hyun begitu terkejut melihat Kris yang tiba-tiba ada di rumahnya.
"kalian sudah saling kenal?" Tanya Si Won.
"ne appa. Dia namja tiang listrik yang tidak berhenti mengoceh" Baek Hyun memasang ekspresi kesal.
"Hyunnie jaga sikapmu!" tegur Si Won.
"Mianhae" lirih Baek Hyun sambil menunduk tanda ia kini menyesal dengan ucapannya.
"hahah tidak apa-apa Si Won. Baek Hyun kenapa kau hanya diam di situ ayo duduk" seseorang angkat bicara, dia adalah Han Kyung appa Kris. Baek Hyun yang bingung itupun menurut kemudian duduk disamping Lu Han.
"Baek Hyun sekarang sudah tumbuh besar. Dia sangat mirip dengan Sung Min-ah" Hee Chul eomma Kris ikut bicara.
"nah sekarang kau sudah kenal dengan Kris bukan Hyunnie? Berarti kau juga sudah tau bahwa Kris yang akan membantumu untuk belajar pelajaran yang paling kau benci itu" tutur Si Won, Baek Hyun yang ada di sampingnya hanya acuh.
Kris sedari tadi memperhatikan Baek Hyun, entah apa yang ada dibenak namja tampan itu.
"kenapa kalian bertiga tidak ke taman belakang saja. Supaya kalian bisa lebih akrab lagi seperti dulu"
Si Won mencoba memberi usul. Melihat mereka bertiga terlalu kaku. Satu hal yang tidak diketahui Si Won, mungkin inilah awal takdir mereka bertiga di mulai. Takdir yang akan mengikat mereka Baek Hyun, Kris, Lu Han dan Se Hun.
"baiklah, kalau begitu aku ke kamarku dulu untuk mengganti seragamku" Baek Hyun berdiri terlebih dahulu kemudian berlalu di hadapan mereka.
Kris dan Lu Han sudah berada di taman belakang kediaman keluarga Choi.
"mmm.. kris!" panggil Lu Han mencoba memecah kecanggungan diantara mereka.
"ne, ada apa Lu Han-ssi eh maksudku Lu Hannie" kris merasa kikuk. Tidak tahu harus melakukan apa. Yang sekarang kris harapkan sosok Baek Hyun segera Nampak di hadapannya.
"heheh tidak usah secanggung itu kris. Aku senang kita bisa bertemu lagi dan bisa satu sekolah. Walaupun kita tidak sekelas" walaupun kris dan Lu Han seangkatan tapi Lu Han merasa kecewa karena mereka berbeda kelas. Kris berada di kelas 3A dan Lu Han 3C. salahkan otak kris yang sangat cerdas itu.
"aku juga senang bisa kembali ke Korea lagi dan bertemu denganmu dan Baek Hyun" tutur kris, dia begitu bahagia saat menyebut nama Baek Hyun.
"ehem apa aku menganggu?" Baek Hyun mencoba mengintrupsi perbincangan yang tadi sempat canggung antara kris dan Lu Han.
"ah Baek Hyunnie, palli kemari!" ajak Lu Han kepada Baek Hyun yang kini berdiri dibelakang kris. Baek Hyun lalu berjalan dan duduk disamping Lu Han.
"hyung aku sebaiknya kerumah Se Hun saja ne" pinta Baek Hyun memelas kearah hyungnya. Ia sudah berdiri.
"Se Hun? Apakah dia namjachingu Baek Hyun?" lirih kris membatin. Sekarang ia merasa harapannya sudah pupus.
"kau tidak boleh pergi Baek Hyunnie, appa akan marah jika ia tahu"
Sebenarnya Lu Han sangat senang mendengar permintaan Baek Hyun karena dengan begitu Lu Han akan lebih leluasa mengobrol dengan kris berdua, namun mengingat perkataan appanya bahwa ia harus mencegah jika Baek Hyun ingin pergi membuatnya harus menahan Baek Hyun agar tidak meninggalkan rumah.
"hmm. Baiklah hyung" dan dengan malasnya Baek Hyun akhirnya kembali duduk disamping sang hyung.
"hmm, kalau aku boleh tahu. Siapa itu Se Hun?" kris yang tadi sempat penasaran akan Se Hun, mencoba mencari tahu.
"Se Hun itu sahabat baik Baek Hyun. Bisa dibilang sahabat karib" balas Lu Han, karena melihat sang adik sangat acuh terhadap kris. Sementaradi lain pihak kris merasa lega karena ternyata dugaan yang sempat ada dipikirannya adalah salah. Tapi tidak bisa dipungkiri, ia masih belum seratus persen lega. Mendengar bahwa Se Hun itu adalah sahabat Baek Hyun, di tambah lagi karib. Bisa saja dengan mudah cinta itu tumbuh. Aigoo kris benar-benar akan frustasi jika memikirkan ini.
"oh iya kris bagaimana sekolahmu di Canada? Pasti sangat menyenangkan ya?" Luhan bertanya sangat antusias, Baek Hyun yang melihat sang kakak. Hanya mendengus sebal karena tidak bias ke rumah Se Hun.
"walau menyenangkan tapi tidak semenyenangkan di Korea. Karena bagiku di sinilah tempatku untuk pulang, bukan di tempat yang lain. And I love in here " Kris melirik Baek Hyun sekilas. Karenamu Baek Hyun adalah rumahku untuk kembali.
Dia sok bule lagi, piker Baek Hyun.
"hahah, kau benar sekali kris, tidak ada yang sehebat tempat kelahiran sendiri" Lu Han tersenyum manis kearah Kris. Baek Hyun seakan tidak ada diantara mereka, bukannya Baek Hyun tidak mau ikut andil dalam percakapan yang menurutnya tidak bermutu itu. Melainkan dia tidak tahu harus berkata apa. Dia juga tidak suka Kris, atau belum?
Ditengah-tengah percakapan antara kris dan Lu han, tiba-tiba ponsel Luhan berbunyi. Yang ternyata itu adalah panggilan dari sang namjachingu. Luhan bisa dibilang sangat mudah dalam menggait namja yang ia sukai. Bagaiamana tidak, pesona luhan seakan menghipnotis mereka yang melihat langsung Luhan.
"mian, aku harus pergi sebentar. Teman sekelasku menelpon" jelas sekali Luhan berbohong, dan tentu saja Baek Hyun tahu itu. Baek Hyun hanya menggeleng prihatin. Kasian sekali Minho Hyung yang dianggap sebagai teman. Luhan tidak mau jika kris, sang pangeran incarannya tahu jika ia sudah punya namjachingu. Mungkin besok Luhan akan memiliki status baru, yaitu single.
"Baek Hyun-ah!" kris mencoba memecah keheningan yang seakan ingin mencekiknya.
"hmm" inilah Baek Hyun, hanya akan menjawab seadanya. Dia tetap dalam aktifitas sebelumnya, berkirim pesan dengan Se Hun tanpa memedulikan Kris yang sekarang yang tengah bersamanya.
"Bagaimana sekolahmu?" tanay Kris mencoba mengalihkan perhatiannya Baek Hyun.
"Baik" hanya satu kata, Baik. Kris berharap bibir tipi situ mengucapkan kalimata yang lain. Seperti bagaiamana denganmu Hyung?. Namun sepertinya Kris hanya akan berharap saja.
"kau hidup dengan baik selama ini"-Kris
"tentu"- Baek Hyun
"kau masih suka buah stroberry?" -Kris
"masih" Baek Hyun
"masih suka bermain game di malam hari?" –Kris
"iya" Baek Hyun
"masih sering menangis jika tidak diberi ice cream stroberry?" –Kris
"mash.. yakkk kenapa kau bias tahu?" berhasil, perhatian Baek Hyun dari ponselnya kini teralihkan.
"apa aku tidak ada dalam kenanganmu" Kris mulai mendekat kearah Baek Hyun.
"apakah sosokku benar-benar sudah kau lupakan?" jarak mereka kini hanya sepersekian centi.
"naneun Kris Wu, benar-benar tidak kau ingat?" wajah Kris kini berada tepat dihadapan Baek Hyun. Bahkan napas kris kini menyapu wajah Baek Hyun, saking dekatnya. Sementara Baek Hyun masih terpaku.
"jika kau benar-benar melupakanku, biarkan aku mengisinya. Bahkan tak akan aku biarkan memory tentangku akan hilang dari ingatanmu lagi. Dan memori pertamaku akan aku lakukan dengan ini" Baek Hyun membeku, bibir itu menempel dengang megahnya dibibir tipis Baek Hyun. Seperti orang bodoh, Baek Hyun bahkan tidak tahu harus melakukan apa. Marah atau menikmati ciuman itu. Ciuman pertamanya dicuri oleh orang yang bahkan tidak ia kenali, atau lebih tepatnya orang yang ia lupa.
"annyeong nae Sarang"
Benarkah ini cinta, apakah cinta hanya membawa kebahagiaan. Atau malah membawa petaka bersama kebahagiaan itu ?
##TBC##
Udah ahhh aku Cuma mau bilang reviewww pleaseeee. Thanks juga yang udah review..dan juga para siders. Aku harap kalian mau meninggalkan jejak abis membaca ff abalku.
