Main Cast : KyuMin

Other Cast : temukan di dalamnya ^^

Disclaimer: Semua cast milik Tuhan, tapi cerita ini milik author mesum (Cupid'skyumin)...

.

.

Notes:

Kyuhyun : 23 YO

Sungmin : 19 YO

Chapter 2


Please Take Care Of My Boyfriend


.

.

.

Sesak...

Terlalu sesak ...hingga nyaris baginya tak mendapat kesempatan secelahpun untuk mengais nafas...apalah arti perlawannya kali ini. Semakin Ia berontak ingin lepas...semakin erat pula namja asing itu mendekap tubuhnya, bahkan bibir tebal yang kini memagut bibirnya makin bringas menjeratnya hingga tersedak saliva yang telah melebur satu sama lain itu.

"Uhmpfth! Unghh...MMMH!" Erang Sungmin tertahan sembari mencakar-cakar punggung sosok tinggi itu. tapi nihil...alih-alih melepaskannya, namja asing itu lebih memilih mencengkeram kedua tangannya ke atas hanya dengan sekali genggam. Dan makin menghimpit tubuhnya hingga tertindih di atas meja pantry yang keras dan dingin.

'Aku merindukanmu...terlalu merindukanmu Dear'

Sungmin makin membelalak lebih lebar,begitu sayup-sayup suara hati namja itu terdengar olehnya. Apa yang sebenarnya terjadi? Mungkinkah dirinya tengah menjadi pelampiasan rindu seseorang hingga menjebaknya tanpa sebab seperti ini?

Kepalanya kian berdenyut pening, menyadari pasokan udara dalam parunya kian menipis. Oh sial! Tidakkah ini seperti namja tak waras itu ingin membunuhnya dengan ciuman mautnya?

Tidak!

Yang benar saja Ia mati terbunuh dengan cara tak lazim seperti itu.

Sungmin memejamkan mata erat-erat, berusaha menulikan pendengaran dari bisikkan hati namja itu yang kian berdengung di kepalanya. Hingga tiba-tiba saja Sungmin reflek mengangkat sebelah lututnya dan..

BUAGGH..

Kyuhyun stagnan...dengan kedua mata nyaris melompat keluar, begitu sesuatu yang tumpul mendepak keras miliknya yang berharga di bawah sana. Sesaat Kyuhyun memegang kepala Sungmin dengan hati-hati demi menjauhinya, lalu meringkuk di lantai sembari menggenggam sesuatu di tengah selangkangannya untuk meraung sejadi-jadinya.

"Argghtttt~!"

Sungmin mengerjap polos melihatnya, sungguh! demi apapun itu...ia tak pernah menduga tindakannya akan menjadi sefatal ini. Apa yang dirasakan namja asing itu tentu sakit bukan main lagi.

Meski demikian, Sungmin tetap merangkak menjauh dan meringkuk di bawah kolong meja pantry seraya memeluk lututnya sendiri. Menghindari kemungkinan terburuk jika Ia lengah, bisa saja setelah pulih...namja itu tiba-tiba saja menyerangnya lagi seperti beberapa saat lalu.

"G-gwaenchana?" Lirih Sungmin takut-takut. Semakin panik saja kala namja itu tak pernah berhenti meringis dan mendekap erat sesuatu yang sepertinya tersiksa di tengah selangkangnya. "M-mianhae...k-kau pun juga mengejutkanku ta—

"Keluarlah..." sergah namja itu tba-tiba, membuat Sungmin makin menyudutkan dirinya di bawah kolong pantry.

"S-shirreo ..(Tidak mau)"

Kyuhyun memijit kening sembari memejamkan mata, berusaha meredam nyeri yang makin berdenyut panas di bawah sana.

"Keluar Dear" Titah Kyuhyun lagi. Tentu saja...Sungmin yang masih bersembunyi di kolong pantry itu kembali mengerjap tak mengerti mendengarnya. Baru kali ini Ia melihat namja tampan itu...tapi mengapa Dia memanggil dirinya dengan sebutan sayang seperti itu. oh sungguh! Sungmin benar-benar tak mengerti dengan apayang terjadi saat ini.

"S-siapa yang kau panggil 'Dear' itu?" Cicit Sungmin

Kyuhyun berdecak lidah mendengarnya, dan makin mendekati meja pantry lalu berjongkok di depannya berusaha menatap lekat namja mungil yang masih meringkuk bulat di dalamnya.

"Keluar..." Tegas Kyuhyun, membuat Sungmin makin memeluk erat-erat kedua lututnya.

'Oh ayolah Dear...apa harus seperti ini, kau memberiku kejutan untuk pertemuan kita?' Gumam Kyuhyun dalam hati

Sungmin kembali tersentak mendengar suara hati itu. "A-aku tak mengenalmu...ja-jangan memanggilku seperti itu?!" sungutnya

Kyuhyun sempat berjengit terkejut, merasa namja mungil itu baru saja membaca pikirannya. Tapi sesaat kemudian Ia menghela nafas...mungkin itu hanya kebetulan saja.

"Memanggil apa?" Tanya Kyuhyun setelahnya sembari memegang tepian meja pantry.

"D-dear! Kau memanggilku Dear! Apa itu?!" Racau Sungmin lebih berani.

Pemuda tampan itu terkekeh pelan, merasa ini memang bagian lelucon yang dibuat namja yang diyakininya sebagai Vincent-Nya itu. "Jangan bercanda lagi, keluarlah...aku benar-benar merindukanmu Dear"

"Berapa kali ku katakan! Aku tak mengenalmu...Jangan—akhh! YACKK!"

Sungmin memekik keras begitu tiba-tiba saja namja itu menangkap kaki kanannya dan menariknya keluar, mau tak mau tubuhnya yang lebih ringan turut terseret dan kembali terperangkap di bawah kungkungan pemuda asing itu.

"Tsk...kau tak mengenalku? Lucu sekali" Kyuhyun menatap lekat-lekat kedua mata indah di bawahnya...ya, sepasang manic milik Vincent yang selalu dirindukannya itu kini benar-benar berada di hadapannya. Bahkan Kyuhyun tak pernah menduga...keajaiban itu akan benar-benar menyambutnya seperti ini.

Sungmin makin menggigil ketakutan. "A-aku benar-benar tak mengenal Ughh—

GREB

Kyuhyun kembali memeluk erat namja mungilitu,tak peduli Sungmin makin menjerit dan meronta ketakutan dalam dekapannya. Apapun itu...hatinya benar-benar terasa penuh dengan aroma tubuh namja mungil itu.

"Oh ya...jadi bocah asing diam-diam menyusup ke dalam rumahku hn?" Canda Kyuhyun seraya menyatukan hidung keduanya, dan terkekeh pelan melihat wajah pasi di bawahnya. Apa ini? ah Vincent mungilnya memang selalu ulung dalam bersandiwara seperti ini.

"R-rumahmu?" Sungmin mulai tergagap. Sempat Ia menerka-nerka bahwa dirinya telah salah alamat. Bukankah Vincent sendiri yang menulis semua gurat alamat itu untuknya. mustahil Vincent menjebaknya hingga terkurung bersama pemuda tak waras ini!

"Geez...kau ini benar-benar"

Kyuhyun kembali terkekeh pelan mendengarnya, masih berkilah...namja mungil itu pasti sedang memberi kejutan dengan lelucon bodohnya. Sampai-sampai dirinya pun turut gemetar karna lelucon bocah itu. Oh ayolah Ia tak mungkin begitu saja melupakan wajah Vincent setelah 2 bulan berlalu, setiap pahatan di paras manis itu masihlah lekat dalam ingatannya! Namja kecil itu tetaplah Vincent miliknya.

"T-tunggu tapi aku—

"Tck! apa kau pikir dengan merubah warna rambut menjadi pirang seperti ini, dan kau bisa mengelabuiku begitu saja hm?"

Sungmin makin menggeleng frustasi. Harus dengan apa lagi Ia menjerit...untuk meyakinkan pria itu bahwa dirinya sedang tak main-main dengan ucapannya.

.

.

Sementara itu di tempat lain

"Apa yang sebenarnya ada dalam kepala kalian hah?!" Lagi, teriakan gusar itu kembali menggema. Bahkan terdengar semakin jengkel saja, kala dua sosok di belakang kemudinya itu hanya menundukkan kepala tanpa bercuap apapun.

"Jika seperti ini...bagaimana kalian akan mempertanggung jawabkan semuanya?! Bukan tidak mungkin Kyuhyun akan menggugat kalian secara hukum!" Dokter bernama Doonghae itu makin naik pitam, begitu menyadari kekasihnya terlibat dalam masalah pelik semacam ini. Lebih dari dua bulan ini Eunhyuk bergerak diam-diam di belakangnya bersama suster itu. dan baru kali Ini Eunhyuk mengakui semua rahasia bermuatan resiko besar itu padanya. Itupun karna paksaan ...sebab dirinya yang menaruh curiga akan gerak gerik keduanya.

Ah tapi sial! Bagiamana mungkin mereka melakukannya cukup apik...lebih-lebih dirinya. Kyuhyun dan keluarganya saja tak mengetahui semua perihal operasi rahasia itu.

"A-aku hanya memenuhi apa yang diinginkan Vincent, kau tau...anak itu sangat berharga untuk kami. Dan aku menyanyanginya" seorang suster yang sedari tadi menundukkan kepala itu, mulai angkat bicara.

"Sica benar, itu adalah hal terakhir yang diinginkan Vincent. kau pun harus tau...dua anak itu benar-benar mirip Hae. Mereka pasti kembar...dan aku yakin keluarga Vincent akan menerima semua ini. Ku mohon mengertilah Vincent benar-benar ingin mendonorkan kedua matanya pada anak itu" Imbuh Eunhyuk masih dengan kepala tertunduk.

Donghae berdecak keras. "Apa kalian tak sadar?! Tindakan ini illegal! Kalian seharusnya tak bergerak di belakangku seperti ini!"

"..."

Keduanya diam, sama sekali tak berkelit dari tuduhan Donghae...ya mungkin benar, tindakan ini memang tak bisa sepenuhnya dibenarkan. Tapi mau apa lagi...jika nurani dan hati kecil keduanya sudah memihak Vincent, dan menjadikan keinginan bocah kecil itu lebih utama dari apapun.

"Kau tak pernah tau perasaan anak itu" Suara lembut Jessica kembali mengalun, membuat Dokter yang masih mengemudikan mobil menuju kediaman Kyuhyun itu mendadak bungkam. Berusaha menahan diri.

"Aku tau...Vincent memang tak pernah menunjukkan kelemahannya pada kita. Dan akupun sama menyayanginya seperti kalian. Tapi bukan berarti kalian bisa megambil tindakan seceroboh ini...setidaknya denganku—

"Kau tak akan mengizinkannya! Aku tau dirimu Hae!" Sergah Eunhyuk, begitu mencum niat kekasihnya ingin membahas tarik ulur perizinan itu.

"Tentu saja! Karna aku tak cukup bodoh membiarkanmu terlibat tindakan fatal yang akan merugikanmu seperti ini!"

"Aku tak pernah merasa dirugikan! Meski polisi menyeretku sekalipun aku tak akan peduli!" Sahut Eunhyuk santai.

Donghae makin mengeras mendengarnya. "YACK! Apa kau sadar dengan ucapanmu itu?! terlepas dari semua ini, apa kau memikirkan apa yang akan terjadi pada— ah! Siapa namanya?"

"Sungmin.." Sahut Jessica cepat.

"Ah Ya! Sungmin!...Apa kau memikirkan apa akibat yang akan diterima Sungmin? Anak itu sudah pasti tak tau apapun bukan?! " Seru Donghae penuh emosi.

"Parahnya, kalian membiarkannya mendatangi rumah Kyuhyun seorang diri. Dan jika memang Sungmin memiliki wajah yang sama dengan Vincent, apa kalian tak berpikir apa yang akan dilakukan Kyuhyun pada bocah itu?!" Lanjut Donghae lagi

Jessica mendadak menutup bibir dengan sebelah tangannya, demi apapun itu...Ia tak pernah berpikir hingga sejauh itu. Benar! Sungmin sangat mirip dengan Vincent...tentu bukan tidak mungkin Kyuhyun akan mengiranya sebagai kekasih kecilnya.

"P-ppali!..Ppali!" Tiba-tiba saja Jessica berjengit dari joknya dan menepuk-nepuk bahu Donghae dengan panik, meminta Dokter tampan itu lebih mempercepat laju mobilnya.

"M-Mwoorragoo?!" Seru Donghae tak terima.

"Sungmin dalam masalah sekarang! Bagaimana jika anak itu ketakutan di sana? AH! Eottohhkkae?! Ppalii Lee Uissangnim"Pekik Yeojja itu sembari mengacak rambut frustasi.

"Oh Ya?! Jadi isi kepalamu mulai berfungsi setelah seseorang meracau hingga mulut berbusa seperti ini?!" Gertak Donghae jengkel.

"S-salahku! Ini memang salahku! Tapi ini... sekarang ti-dak penting! AH! Ya Tuhan! Sungmin benar-benar membutuhkan kita di sana!" Racau Jessica kacau. Takut kalau-kalau Kyuhyun melakukan sesuatu yang buruk pada Sungmin.

Donghae kembali berdecak keras mendengarnya, merasa jengkel sekaligus cemas dalam waktu bersamaan. Sementara itu...Eunhyuk di belakangnya hanya memilih diam dengan mata terpejam,tak ingin ambil pusing dengan racauan yang terdengar semakin berisik dan kacau itu.

"Sungmin~ah! Maafkan Nunna! Aisshh bagaimana bisa aku sebodoh ini?!"

.

.

.

.

.

Cho's House

"A-ANDWAEE! AHH!"

Jeritan tenor itu kian melengking begitu sosok tampan yang menyeretnya kini beralih memanggulnya hanya dalam sekali angkat. Berulang kali Sungmin berontak bahkan hingga memukul-mukul punggung namja tinggi itu, tapi semuanya tetaplah berbuah percuma, sekeras apapun Ia mengamuk...posisinya tetaplah tersangkut di pundak namja itu layaknya karung beras.

.

.

.

"YACK! TURUNKAN AKU!"

Kyuhyun hanya tertawa pelan mendengarnya dan tetap melangkah mantab menapaki satu persatu anak tangga menuju kamar pribadinya.

"Hn? Kau sudah lelah bercanda denganku?" Kekeh Kyuhyun sembari menepuk-nepuk butt Sungmin, membuat namja mungil itu mengacak surai pirangnya frustasi.

Sungmin makin menjerit dan kembali memukul punggung Kyuhyun bertubi-tubi. "S-SIAPA YANG BERCANDA?! AKU BENAR-BENAR TAK MENGENALMU! AKU KEMARI MENCARI VINCENT! INI RUMAH VINCENT BUKAN?! SIAPA KAU?!"

"Nayo? (Aku?)...Tentu saja kekasihmu yang tampan" Kekeh Kyuhyun, tak peduli namja mungil yang masih meronta di lengannya itu makin menggila dengan tekanan batinnya.

"T-tuan...Apa sesuatu membentur kepalamu?! KAU SAKIT! BENAR-BENAR SAKIT! AKU BUKAN KEKASIH—

"Aku tak mendengarmu..." Canda Kyuhyun santai.

"S-sungmin! Lee Sung—min...i-itu namaku. Aku benar-benar tak mengenalmu...sungguh! aku bersumpah" Lirih Sungmin penuh hati-hati. Berharap pria itu luruh dan tak membawa tubuhnya dengan posisi memalukan seperti ini.

"Lee Sung-min?" Eja Kyuhyun sembari mengernyitkan dahi, dan di balik punggung lebar itu Sungmin mengangguk antusias mendengarnya. Yakin...namja itu mempercayai ucapannya kali ini.

"Nama yang indah untuk sandiwaramu...Dear" Lanjut Kyuhyun setelahnya sambil melanjutkan langkahnya santai.

"AHHHTT! SANDIWARA PANTATMU!" Jerit Sungmin histeris karna jengkel.

Kyuhyun berhenti sejenak dan menepuk butt Sungmin dengan pelan. "Yya! itu tak sopan...aku tak pernah mengajarimu bicara demikian Dear"

"J-jebal...jangan seperti ini, aku benar- benar takut...di mana Vin—

CKLEK

Sungmin mendadak bungkam, begitu mendengar suara seperti pintu yang dibuka. Berulang kali Sungmin berusaha menoleh ke belakang ingin mencari tau, tapi gagal! Ia tak kan bisa berkutik dengan posisi perut tersangkut dan kepala di bawah seperti ini.

"Di mana Vincent?! apa kau menculiknya?! Aku benar bukan?...Kau menculik Vincent seperti yang kau lakukan padaku saat ini?!"

Kyuhyun mengernyit heran, sejak kapan kekasih mungillnya itu berubah menjadi sevokal dan serusuh ini. Sesaat Ia menghela nafas pelan sebelum akhirnya menurunkan Sungmin dan menatap lekat bocah yang masih meracau tidak jelas itu.

'Berhentilah bercanda...itu sama sekali tak lucu Dear' Gumam Kyuhyun dalam hati. Masih dengan menatap lekat-lekat kedua manic foxy itu.

" AKU BUKAN KEKASIHMU! DAN AKU TAK SEDANG BERCANDA TUAAAN!" Sungmin kembali berteriak sembari menarik surai pirangnya frustasi.

Tak ayal, Kyuhyun kembali terperangah terkejut mendengar namja mungil itu seolah mencerca suara batinnya.

"VINCENT!" Panggil Sungmin keras seraya berjalan gusar ingin keluar dari kamar tersebut, namun dengan cepat Kyuhyun menggenggam tangannya dan memegang kedua bahunya agar menatap padanya.

"Ada apa denganmu?!" Bentak Kyuhyun sembari mengguncang bahu kecil Sungmin.

Sungmin sedikit gemetar melihatnya. Oh sungguh...Ia bisa melihat amarah dari kedua mata tajam itu."M-mencari Vincent...ku mohon—

"Kau Vincent! Dan kau kekasihku! Apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu sebenarnya?!" Sergah Kyuhyun telak. Tak ingin mendengar namja mungil itu kembali meneruskan lelucon bodohnya. Demi apapun itu...Ia benar-benar tak menyukai cara bercanda Vincent kali ini.

Sungmin terperangah hebat,lebih dari sekedar rasa terkejut...Sungmin benar-benar shock mendengar namja itu kembali menganggapnya kekasihnya dan kini Dia pun menyebut dirinya Vincent.

'Entahlah, aku merasa kita memiliki ikatan yang kuat Sungmin~ah...bahkan wajah kitapun benar-benar mirip'

Kedua manic foxy itu seketika membulat lebar, begitu suara hati Vincent kembali terngiang dalam benaknya. Ya...Ia ingat benar...Vincent berulang kali mengatakannya. Tapi benarkah semua itu?

Mustahil!

Selama ini...Sungmin selalu beranggapan bahwa Vincent hanya bercanda dengannya. Selalu mengatakan 'wajah keduanya yang mirip' di setiap saat mereka bertemu. Tapi Sungmin yakin itu hanyalah lelucon yang Vincent buat untuk menghibur dirinya yang buta.

"Kau Vincent-Ku"

"..."

"Vincent...Dear"

Tapi mengapa, namja asing itu masih saja memanggilnya Vincent? benarkah Ia memiliki wajah yang sama dengan Vincent. hingga pria ini menganggapnya Vincent?

Tidak! Ini semua tidak benar!

"VINCENT!" Panggil Sungmin keras, tak peduli pria tinggi di depannya kembali menatap terkejut. Apapun itu...Ia harus secepatnya bertemu dengan Vincent dan menuntut penjelasan darinya. Ya Tuhan! Ia benar-benar tak mengerti dengan rencana namja yang dirindukannya itu, hingga membuatnya terjebak bersama pria asing di hadapannya ini!

"VINCEEEENTTTT!"

GREB

Kyuhyun menangkap cepat tubuh mungil itu, sebelum berlari keluar dari kamarnya. Kedua obsidiannya kian berkilat geram...merasa omong kosong ini sudah terlalu jauh menyulut emosinya.

"Hentikan!"

"A-Aku Sungmin...Tuan, ku mohon percayalah. Aku bukan Vincent"

Kyuhyun beralih kembali meremas kedua bahu Sungmin dan memaksanya melihat kesekitarnya.

"Apa kau melupakan kamar ini?"

Namja mungil itu meneguk ludah payah. Dan Ia benar-benar semakin takut sekarang. "T-tuan...aku—

"Semua yang pernah kita lakukan di kamar ini...Apa kau melupakannya?!" Sentak Kyuhyun penuh emosi. Membuat Sungmin makin menciut takut...bahkan bulir beningpun perlahan merembas dari sudut mata rubahnya.

"..."

Kyuhyun makin meradang melihat sikap diam itu. dengan sekali gerakan Ia menarik tubuh mungil Sungmin hingga terhempas di ranjang King size nya.

BRUGH

"Akhh!"

"Kau juga melupakan ranjang ini?!" Bentak Kyuhyun lagi, tak peduli namja di bawah kungkungannya itu makin menggigil ketakutan. Rindu yang hebat itu sedikit banyak telah mengacaukan perasaannya, hingga membuatnya gelap mata dan tak mampu berpikir jernih seperti ini.

Masih dengan tubuh gemetar, Sungmin beralih meraih sesuatu dalam sakunya dan berusaha menunjukkan secarik kertas itu pada Kyuhyun.

"A-aku...benar-benar men-carinya. Vin-vincent ...memberi ini padaku untuk—

"Geurrae! Aku yang akan membuatmu menghentikan semua omong kosong ini!"

SREEKK

"A—AAHH!" Sungmin menjerit panik begitu tiba-tiba saja kemejanya di robek paksa, hingga sebagian kancingnya terpental entah kemana. Berulang kali...Ia mencoba berontak dan menjejak perut namja asing itu untuk membebaskan diri. Tapi percuma, begitu namja itu mencengkeram erat kedua tangannya dengan sekali genggam, bahkan hingga menghisap brutal perpotongan lehernya.

"AHNN! Sa—kith!"

"Katakan kau hanya bercanda denganku!" Gertak Kyuhyun geram. Tapi namja mungil itu masih menggeleng membuatnya makin gelap mata menggigit dan menghisap kasar dada kembang kempis itu, menyisakan spot merah matang di kulit putihnya.

"Aku bu-khan Vin~ Ahmmphft!" Sungmin kembali tersedak nafasnya sendiri, begitu namja itu membungkam bibirnya dengan ciuman basah itu. Meski berulang kali menghentak perlawanan, tapi apalah daya tubuh kecilnya. Tenaganya tak cukup mampu menghalau cumbuan namja asing itu.

"Jangan menyiksaku! Katakan kau Vincent! Kau memang Vincent yang kembali untukkku!" Tekan Kyuhyun begitu melepas pagutannya, segalanya semakin mengeruhkan pikirannya. Kala namja mungil di bawahnya hanya menangis dan memandangnya dengan sorot ketakutan. Membuatnya lepas kendali dan kembali mencium paksa bibir mungil yang telah membengkak itu. Tak peduli jerit ketakutan namja mungil itu semakin memenuhi kepalanya, apapun itu...Ia tak kan berhenti sebelum 'Vincent' mengakhiri sandiwara bodoh ini.

"Uhmph! Vinh—Centhmmph! Mmhhah!...To—longhhmpfth!" Sungmin membusungkan dada dan memalingkan wajahnya, berusaha melepas ciuman itu, namun semakin Ia memaksa semakin kasar namja itu memagut bibirnya. Di mana Vincent? mengapa Dia tak datang dan menolongnya? Sungguh ...tak pernah dalam hidupnya Ia merasa setakut ini. Dipaksa mengelak jati dirinya bahkan hingga dicumbu sebringas ini oleh kekasih orang lain. Ya Tuhan! Meskipun jika benar Ia memiliki wajah yang sama dengan Vincent, tapi bukan berarti Ia harus berakhir semiris ini.

'Aku takut! Hentikan Dear...jangan bertingkah seperti orang lain' Gumam Kyuhyun dalam hati.

Sungmin membelalak lebar mendengarnya, kedua tangannyapun terlihat menarik-narik kemeja Kyuhyun. Berusaha meyakinkan namja itu,bahwa dirinya memang orang lain! Bukan kekasihnya bukan pula Vincent.

"MMH! MMHMPH!"

Kyuhyun beralih melepas pagutan itu dan menatap lekat-lekat kedua manic foxy di bawahnya, ya...sepasang mata, yang hanya dimiliki Vincent-nya seorang.

senyumnya terkembang begitu saja kala melihat namja yang diyakininya sebagai Vincent itu tampak terengah-engah payah.

Dengan lembut Ia menyingkirkan helaian pirang di wajah pias itu, lalu mencium keningnya lama. "Apa kau takut?"Bisik Kyuhyun masih dengan mencium kening Sungmin dengan mata terpejam.

"..." Sungmin hanya diam, tak mampu berucap apapun selain menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

"Kau pun melakukan hal yang sama terhadapku, membuatku ketakutan dengan sikap asingmu. Itu benar-benar mengerikan Dear...kau—

"To—long...le-lepaskan aku"

DEG

Kyuhyun terbelalak lebar, dan beralih mengangkat wajah demi menatap namja di bawahnya.

"S-Sungmin...aku Sung—min" Gagap Sungmin gemetar,

Namun apa yang diucapkannya kembali membuat Kyuhyun meradang, masih saja namja mungil itu mempermainkan perasaanya dengan lelucon murahan itu, siapa Sungmin?! Darimana Vincent mendapatkan nama itu?! pikir Kyuhyun

Cukup...

Ia benar-benar geram menyadari Vincent benar-benar bukan seperti dirinya lagi.

Dengan penuh emosi, Kyuhyun melepas paksa celana Sungmin, biar saja namja mungil itu makin menjerit histeris. Amarah, takut dan rasa tak rela itu telah menguasai dirinya, hingga tak sadar...apa yang dilakukannya kali ini benar-benar terlalu jauh dan tak terkendali.

"AKU BUKAN VIN-CENT! ..A-ANDWAAEEYO!...A—AHHH! "

BRRAAKKK

"Hentikan Kyu! Anak itu bukan Vincent!"

Seorang pria brunette tiba-tiba saja mendobrak pintu kamar , membuat Kyuhyun mengumpat keras dan menatap tak suka dengan kedatangan tak pantas itu. meski demikian, kedua tangannya masih mencengkeram kuat pinggul Sungmin yang nyaris naked total di bawahnya.

"Astaga Sungminnie!" pekik Jessica begitu tiba di ambang pintu kamar, Yeojja itu mendadak terisak . Ia benar-benar tak pernah menduga semua akan berakibat sefatal ini. melihat Sungmin menangis bahkan hingga menggigil ketakutan seperti itu.

'Sungmin yang malang' dan semua karna kecerobohannya.

"Percayalah! Anak itu bukan Vincent"

Kali ini Donghae berucap lebih pelan, berusaha meyakinkan pria yang kini terlihat menatap nanar ke depan bahkan kedua tangannya pun tampak gemetar. Ia tau Kyuhyun lengah, dan tak manyiakan kesempatan untuk menarik namja mungil yang masih menggigil ketakutan dalam rengkuhan Kyuhyun hingga dipastikan tenang di tangan Eunhyuk.

Donghae kembali beralih mendekati Kyuhyun dan menepuk bahunya pelan."Dia Sungmin...sadarlah Kyu, Vincent telah tiada. Kaupun menghadiri pemakaman di sore itu" Ucapnya hati-hati, mengantisipasi Sungmin benar-benar tak mendengarnya.

DEG

Namja tampan itu bangkit duduk dan meremas surai coklatnya kasar. Apapun itu, segalanya benar-benar terasa goyah detik ini. sekelebat krumunan payung hitam dan isakan berbaur dengan gerimis kembali terngiang dalam ingatannya. Semua begitu berdengung di senja itu...Ya, masih lekat dalam ingatannya bagaimana remuk dirinya... kala berdiri di ambang pemakaman Vincent, meletakkan sekuntum bunga mawar putih dan membisikkan kata cinta terakhir kalinya untuk sosok mungil itu. Kyuhyun ingat benar dengan semua itu.

Terlalu sakit...untuk dikenang.

Bahakan terlalu perih untuk sekedar di sematkan dalam batinnya. Hingga tanpa tersadar rembasan bening lolos cepat dari mata tegas itu.

Eunhyuk mulai membuka suara, ia paham benar...Kyuhyun tengah tertekan dan mungkin terlalu kacau saat ini. Tapi tentu, Ia tak bisa membiarkannya berlarut-larut dalam tatapan nanar itu. Pastilah...hatinya tengah bertanya-tanya saat ini, hanya saja...batinnya yang tertekan membuat Namja tinggi itu diam seribu bahasa.

"A-aku tau perasaanmu, dan kau mungkin sangat marah. Tapi percayalah kami tak bermaksud menyembunyikan semua ini darimu. I-ini..." Eunhyuk menghentikan kalimatnya begitu melangkah mendekati video player di sebrangnya.

"Ku rasa ini waktunya kau melihatnya" Namja blonde itu sedikit merunduk, dan terlihat menyisipkan sesuatu ke dalam pemutar video tersebut

"Sebelum malam itu...Vincent datang dan menyerahkan rekaman ini padaku. Aku yang sibuk saat itu...hanya tersenyum dan menerimanya begitu saja. Ku pikir anak itu hanya bercanda dan meminjamiku video nakal seperti yang biasa kami lihat saat waktu senggang" Ia mengulum senyum pahit, ketika mendengar dengung putaran cakram video yang terpasang.

"Tapi aku salah..." Lirih Eunhyuk sembari memalingkan wajah, detik itu pula...senyum ceria seorang namja mungil muncul dari dalam layar.

"Hyukkie Hyung..." Sosok mungil itu mulai melambaikan kedua tangannya ke arah layar, dan sesekali menguap kecil. "Ku harap kau bersama Sica Nunna saat melihat ini" Lanjutnyalagi sambil tersenyum cerah.

"K-Kyuhyun..." Sejenak Vincent terlihat menggigiti ujung ibu jarinya.

"Beritahu Kyuhyun di waktu yang tepat saja. Arrasseo?!" Tekan Vincent, tapi sesaat kemudian Ia kembali tertawa lepas.

Semakin menyita perhatian Kyuhyun, Ia benar-benar tak mengerti...bagaimana mungkin namja mungilnya hingga membuat rekaman seperti ini. bahkan lebih mempercayakannya pada Eunhyuk dan Jessica, meski benar dua sosok itu memang yang selalu menemani Vincent dan bermain bersamanya di rumah sakit ini, tapi Ia kekasihnya...bukankah semestinya Vincent lebih percaya padanya, di bandingkan dengan Dokter spesialis dan suster penjaga itu?

"Jangan bertanya untuk apa rekaman ini, karna aku memang tak tau"Celetuk Vincent sembari menggeleng cepat, sesaat kemudian Ia beralih merekam dirinya yang berjalan mengendap-endap memasuki sebuah kamar. Dan Kyuhyun memang tau itu apartemen Vincent.

Sementara Sungmin yang masih meringkuk dalam rengkuhan Jessica itu hanya mengerjap shock, kala menatap layar. Oh sungguh! Ia benar-benar seperti melihat dirinya yang lain berbicara dalam video tersebut. "N-Nunna...Dia—

"Ne...Dia Vincent, Sungmin~ah" Bisik Jessica lirih. Sampai detik ini pun Ia tak sanggup menatap mata Sungmin, karna memang...namja mungil itu belum mengetahui perihal mengenai Vincent sebenarnya.

Sungmin kembali terperangah tak percaya, untuk pertama kalinya ia melihat Vincent. Dan wajah mereka benar-benar sama. Ah! Pantas saja Pria mengerikan itu menganggapnya Vincent. Lalu di mana Vincent? untuk apa Dia memberinya alamat itu? Jika saja dirinya tau ini rumah kekasih Vincent...tentu Ia tak kan datang kemari dan menjadi mangsa seperti itu.

"Aku tak menggodanya! Kekasihmu yang menyerangku" rutuk Sungmin dalam hati.

Kedua manic foxynya pun seketika membulat lebih lebar, begitu Vincent merangkak ke atas ranjang dan mendekati sosok berambut pirang namun berawajah persis dengannya.

Hey! Itu dirinya yang masih tertidur.

"Kalian lihat...Dia benar-benar sama sepertiku bukan?" Ucap Vincent sembari melambai-lambaikan tangannya di atas wajah Sungmin. Memaksa siapapun yang melihat video tersebut menatap lekat-lekat paras namja yang masih tertidur itu.

"Jangan bertanya bagaimana bisa aku bertemu dengannya. Karna aku juga tak tau...cukup perhatikan aku bicara saja. Arrasseo? " Monolog Vincent, masih dalam aksen bercanda miliknya.

"Dia Sungmin...Lee Sungmin. Kalian tau?aku selalu mencuri waktu untuk bertemu dan bermain dengannya di tempat ini. Tidak! Aku tidak menyembunyikannya...aku hanya ingin melindunginya dari kalian. Karna aku tau kalian mengerikan!"

Kyuhyun tertegun, merasa... selama ini dirinya tak becus menjaga atau bahkan mencurahkan perhatiannya untuk Vincent. hingga namja mungilnya yang mencuri waktu bahkan menyembunyikan rahasia seperti ini pun Ia tak tau.

Kata demi kata masih mengalun dari bibir pouty itu bahkan lebih dari setengah jam lamanya Vincent berceloteh dalam video rekamannya. Dan Kyuhyun sama sekali tak menghiraukan apa yang sebenarnya di katakan Vincent tentang namja bernama Sungmin itu. Seluruh perhatiannya hanya tersita pada paras dan kikikkan namja mungilnya. Melihat dan mendengar Vincent berceloteh seceria itu lebih dari cukup untuknya. Persetan semua hal mengenai sosok Sungmin, Ia sama sekali tak akan peduli.

lama Kyuhyun memandang namja mungil dalam rekaman itu mendiskripsikan apapun yang diinginkannya. Hingga...

"Kyunnie..."

Vincent tiba-tiba saja menyebut namanya, membuatnya terkesiap sadar dan menatap penuh seksama layar kaca , seolah-olah...kekasih mungilnya itu benar-benar sedang memanggilnya.

"Aku di sini Dear" Bisik Kyuhyun tercekat.

"Aku yakin pada akhirnya kau akan melihatku di sini..." Raut ceria itu berangsur-angsur meredup sayu dan bulir beningpun perlahan mengalir dari sepasang manic foxy itu.

"Ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu. Kau tentu tau apa yang pertama kali ingin ku katakan bukan?" Vincent sedikit mengerjap, membuat air mata itu lolos cepat dari pelupuknya. "N-nde...Saranghae". Lanjutnya kemudian.

"Ah..ingatkah kau jika aku selalu bertanya seperti ini? 'Kyu...bisakah kau mencintai seseorang selain diriku?' dan kaupun akan selalu menjawab 'Tidak bagiku itu harus dirimu'."

Vincent terdiam sesaat untuk menunduk. Lalu setelahnya mengangkat wajah dengan mengulas senyum manis, meski nyatanya itu terlihat begitu sesak.

"Bahkan jika aku bertanya seribu kali, jawabanmu hanyalah diriku." Vincent kembali terkekeh getir. "Gomawo.." Ucapnya lagi.

"Berapa banyak lagi kau harus tersakiti, berapa lama lagi kau harus menungguku sembuh? Berhentilah...jangan memaksakan terlalu jauh. Aku tak akan mungkin bertahan...kaupun tau itu bukan?" Vincent mulai tergugu dalam isakannya.

"Bahkan jika itu terdengar menjengkelkan bagimu. Kumohon berhentilah... meski semua jarum dan pisau menembus tubuhku, aku tak kan bertahan. Kaupun harus belajar mencari hidupmu sendiri. Jangan seperti pria bodoh...kau terlalu tampan untuk menjadi Ahjjushi bodoh!" Canda Vincent di tengah isakannya.

Kyuhyun bangkit berdiri, Ia benar-benar tak sanggup mendengarnya lebih lama lagi. semua kata yang terucap dari Vincent benar-benar menyakitkan untuknya. namun langkahnya tersendat begitu saja, kala suara Vincent kembali menyapa benaknya.

"Dan jika waktu itu benar-benar tiba. Aku tak akan pergi dengan hanya omelanku saja. Dia..." Vincent menghentikan ucapannya begitu membelai kepala Sungmin yang masih terlelap di hadapannya.

"Dia adalah namja yang harus kau kenal. Aku dan Sungmin memang terlihat sama dalam berbagai hal, hanya saja Sungmin tak bisa memandang selayaknya diriku"

Kyuhyun mengernyit mendengarnya. Jadi Bocah bernama Sungmin itu buta?

"Sungmin~ah..."

"Saat kau melihatku di sini, itu berarti kau telah memiliki kedua mataku"

DEG

"APA MAKSUD SEMUA INI HAH?!" Kyuhyun tiba-tiba saja meradang, dan menatap ketiga sosok di belakangnya dengan geram. Bahkan Dokter muda itu benar-benar ingin menghempas Led TV nya, jika saja Donghae tak menahannya detik itu.

"M-mata?" Sementara Sungmin hanya mematung dengan tubuh gemetar. apa yang baru saja di dengarnya dari Vincent?

"Aku selalu mengharapkan kebahagiaanmu...dan aku tak akan pernah menyesal jika saat itu tiba"

Masih saja...Vincent bergumam tak jelas di sana. Ia datang kerumah ini hanya untuk mencarinya, bukan untuk mendengar semua lelucon bodoh itu. Ya! Vincent tentu saja masih di sini...hanya saja Dia masih bersembunyi darinya. Karna ingin memberinya kejutan...tentu saja seperti itu. Yakin Sungmin dalam hati.

"Jangan mencariku, jika kau sudah melihatku di sini. Karna saat itu...bagian dari diriku telah menjadi milikmu. Ku harap kau bisa menjaganya dan satu hal lagi..."

Semakin kacau, dan Ia benar-benar tak ingin meyakini pemikirannya saat ini. semua itu telalu mustahil...bahkan masih lekat dalam ingatanya tentang semua janji itu. bahwa keduanya akan bertemu...tapi, mengapa semua seperti ini. Sungmin berontak dari dekapan Jessica, bahkan hingga selimut yang melilit tubuhnya kini merosot turun, bagaimanapun Ia harus mencari Vincent di sini . Namja mungil itu masih meyakini Vincent masih hidup dan tengah memberinya kejutan saat ini.

"Lepaskan aku! Aku ingin mencari Vin—

"Ku mohon...Jaga kekasihku...jaga manusia bodoh yang selalu kita bicarakan itu"

Sungmin kembali stagnan, dan memandang layar dengan gemetar

"Karena dengan begitu...aku akan tenang. Saat bagian ini benar-benar berhenti berdetak" Lanjut Vincent lagi sembari menepuk-nepuk dada kirinya.

BRUGH

Sungmin tiba-tiba saja jatuh terduduk, lebih dari rasa terkejut dan takut itu...Ia benar-benar pening melihat kenyataan yang semakin terlihat jelas untuknya. Ya...perlahan Ia mulai tau, apa maksud Vincent memberinya alamat, pendonor mata rahasia itu dan namja asing yang tiba-tiba saja menyerangnya. Ia mulai memahami...setiap rangkaian rencana yang dibuat Vincent.

"Keluar.."

Sayup-sayup,Kyuhyun mulai berbisik lirih.

Donghae menatap miris. "Kyu...aku tau perasaanmu,tapi semua ini tak terjadi begitu saja. Vincent—

"Keluar! Dan bawa anak itu pergi dari sini!" Sentak Kyuhyun geram, membuat ketiga sosok dewasa itu terkesiap dalam hening.
Memang...mereka tak memiliki kuasa apapun untuk mengendalikan situasi. Dan lebih dari itu...Kyuhyun menjadi pihak yang tersakiti dalam hal ini.

"M-maafkan aku...t-tapi ku mohon ja-jangan membenci anak ini. sebelum malam itu...Vincent benar-benar berpesan padaku. Untuk me-memberikan kedua matanya pada Sungmin, ji-jika Dia tak bisa melalui operasi itu. " Jessica meracau panik sembari mendekap Sungmin, takut jika Kyuhyun nantinya menumpukan semua kesalahan pada namja mungil itu.

"KELUAR!" Geram Kyuhyun sembari menghempas Led Tv di sisinya hingga remuk total.

Membuat Jessica yang masih mendekap namja mungil itu terlonjak gemetar. Tapi Iapun tak bisa berenti meracau untuk tetap berdiri memihak Sungmin"B-Baik...a-aku akan membawa Sungmin bersamaku! Aku akan merawatnya seorang diri! Aku—

"Sungmin tetap di sini"

Tiba-tiba saja seorang pria melangkah memasuki ruangan tersebut, dan diikuti seorang Yeojja yang berlari cepat merengkuh lengan Putra tunggalnya.

"D-direktur Cho" Donghae tampak tergagap, tapi setelahnya membungkuk penuh hormat pada sosok pimpinan rumah sakit dirinya bekerja itu. ah sungguh sejak kapan Hangeng tiba di sini.

"Aku telah mendengar semuanya..." Ujar Hangeng sembari berjalan mendekati Sungmin, dan tersenyum tipis melihat namja mungil itu hanya menatap kosong ke depan dengan air mata yang tak pernah berhenti mengalir dari pelupuknya. Ia tau benar...Sungmin tentu terlalu terkejut dan mungkin terpukul dengan semua keadaan ini. anak itu tak tau apapun...

"Operasi itu tak akan mungkin berjalan tanpa perizinan dariku. Vincent telah mengatakan semuanya padaku...dan aku yang meminta mereka merahasiakannya darimu. Dan juga anak ini" Lanjut Hangeng lagi sambil menutup kedua mata Sungmin dengan telapak tangan besarnya, membiarkan namja manis itu menangis dalam diam.

Donghae menggaruk belakang kepalanya, tak pernah menduga... Hangeng rupanya turut berperan dibalik semua rencana ini. Ah pantas saja operasi itu berjalan tanpa tercium oleh siapapun, bahkan Kyuhyun sekalipun.

"Sungmin akan tetap tinggal di sini..." Imbuhnya lagi. Sembari menatap putra tunggalnya.

"Tapi anak itu orang asing Yeoboo" Rengek Heechul keberatan , sembari menatap Sungmin dan Kyuhyun bergantian. Ah sungguh! sebagai ibu ia benar-benar tak rela...anak asing itu tinggal dan menikmati segalanya di rumah Putranya dengan cuma-cuma. Anak itu bukan Vincent! Dan Ia tak mengenalnya.

"Itu yang diinginkan Vincent"

"Tapi Dia—

"itu juga keputusanku! Lee Sungmin tetap tinggal di rumah ini...apapun yang terjadi" Tegas Hangeng tanpa bisa ditelak,

Kyuhyun mengeras dengan tangan terkepal kuat. Sial! Apa yang sebenarnya terjadi pada semua orang dewasa itu...
perasaannya bukan untuk dipermainkan seperti ini! Ia tak mungkin menerimanya dengan tangan terbuka begitu saja. dan lagi...hingga ujung rambutnya memutih sekalipun, tak akan ada yang bisa mengganti Vincent dalam hatinya. Tidak untuk namja berparas sama dengan kekasihnya itu!

Ia beralih menatap Sungmin tajam, lalu setelahnya melepas genggaman tangan Ibunya dan berjalan keluar dari kamar itu tanpa menyisakan sepatah katapun selain pintu yang dibanting keras.

BRAAKK

"Uhnn.." Sungmin terlonjak terkejut mendengarnya, dan detik itu pula...Hangeng mendekapnya sedikit lebih erat.

"Aishh...lihat apa yang kau lakukan pada putra kita?! Bagaimana bisa kau membela anak yang tak berlatar belakang seperti Dia?! " Racau Heechul kesal sembari menunjuk Sungmin.

"..."

Tapi Hangeng tak memberi jawaban apapun, selain menutup kedua telinga Sungmin dengan telapak tangannya.

"Ah Sesanghae..." Heechul mengusap kasar tengkuknya seraya menatap langit-langit kamar Kyuhyun, tak percaya...suaminya akan bersikap seperti ini. "Geurrae! Lakukan apapun yang kau inginkan. Tapi untuk anak itu...aku tak akan terima begitu saja Dia tinggal di rumah ini!" Serunya lagi, sebelum akhirnya berjalan menghentak keluar dari kamar tersebut, demi mengejar Kyuhyun.

"Gwaenchana..." Bisik Hangeng lirih, berusaha menenangkan namja mungil yang terlihat semakin goyah dalam rengkuhannya. Ia tak tau apapun...dan mendapat penolakan bahkan gertakan seperti itu tentu...sangat mengguncang batinnya

"D-direktur...N-nyonya Cho—

"Biarkan saja" Sergah Hangeng menyela ucapan Donghae. Ia beralih membimbing Sungmin untuk berdiri, dan merapikan letak selimut yang membungkus tubuh mungil itu.

"Anak itu tak akan selamanya bersembunyi di dalam rumah ini" Ucap Hangeng seraya memandang potret besar Kyuhyun di dinding kamar itu. Ya...Hangeng tau benar, semenjak kepergian Vincent. Putranya berubah menjadi pribadi yang tertutup. Tak pernah berbaur di luar lebih-lebih pergi ke rumah sakit untuk bekerja. Perlahan...Kyuhyun mulai melupakan jati dirinya sebagai Dokter. Tentu seorang Ayah sepertinya tak akan membiarkan Putranya berlama-lama terpuruk seperti itu.

"Kehadiran Sungmin di rumah ini, akan membawa perubahan untuk anak itu. Kau yang akan membuka kedua matanya" Lanjutnya lagi sembari menatap lekat namja mungil yang masih menundukkan wajah itu. ya...Hangeng sepenuhnya meyakini, Sungmin akan menyadarkan Putranya untuk tak selalu terpaut pada bayang-bayang Vincent, meski nyatanya memangt terlihat dalam sosok yang sama.

.

.

.


Skip Time

"Minnie...jangan paksakan dirimu, kau bisa tinggal di rumah Nunna jika kau takut di sini" Bisik Jessica hati-hati sembari melirik was-was Hangeng yang masih terlihat sibuk dengan ponsel di tangannya..Ia benar-benar merasa tak nyaman dan sungkan jika Tuan besar itu berada di sini. Terlebih Donghae dan Eunhyuk pun lebih dari 2 jam lamanya pergi dari kediaman Cho ini. Ah...Ia hanya seorang suster, tentu tak memiliki bahan untuk dibicarakan dengan atasannya itu.

Sungmin tampak mengerjap cepat mendengarnya, dan beralih memandang keluar jendela besar di hadapannya. Hari telah berangsur petang namun pemilik rumah sekaligus kekasih Vincent itu belum juga terlihat akan kembali.

Benar...Ia memang takut,bahkan terlalu takut untuk sekedar menatap kedua obsidian namja itu. tapi...

"Ku mohon...Jaga kekasihku...jaga manusia bodoh yang selalu kita bicarakan itu"

"Karena dengan begitu...aku akan tenang. Saat bagian ini benar-benar berhenti berdetak"

Pesan Vincent selalu menyentaknya, bahkan semakin memenuhi kepalanya setiap kali Ia berusaha mengukuhkan kaki untuk melangkah keluar dari rumah itu.

"Sungmin~ah...sudah hampir larut. Cha..kau ikut—

"Nunna...aku akan mencoba bertahan di sini"

"M-mwoo? Tapi..K-kyu—

"Aku tak memiliki pilihan lain" Lirih Sungmin sambil meremas kedua tangannya.

"Hanya dengan ini aku bisa menebus rasa terima kasihku untuknya. aku berhutang apapun pada Vincent" Lanjut Sungmin lagi, kali ini dengan melilitkan syal hangat di leher Jessica. Membuat Yeojja itu terenyuh dan menundukkan kepala sembari menyeka rembasan bening dipelupuknya.

Jessica beralih mengusap pipi Sungmin. "Maafkan Nunna...Min~ah" Ucapnya serak, jessica tau benar semua ini terlalu berat untuk anak seusia Sungmin. Tak hanya sikap acuh Kyuhyun, bahkan Nyonya Cho pun tak bisa menerimanya. Dan satu hal yang mnejadi ketakutannya,bagaimana jika Sungmin menjadi yang dipersalahkan untuk semua ini. Ya Tuhan...anak manis itu tak tau apapun.

"Gwaenchana...pulanglah Nunna, sebelum semakin larut, udara malam tak baik untukmu"

Hangeng tampak tersenyum tipis mendengar percakapan kecil itu, lalu beralih mendekati keduanya.

"Pulanglah...Sopir pribadiku akan mengantarmu"Ujar Hangeng seraya menepuk pelan bahu Jessica.

Yeojja itu mengangguk dan membungkkukkan tubuh sungkan. "Ah Y-ye...Kamshahamnida Seonsaengim" .

Jessica mengusap pelan kepala Sungmin, sebelum akhirnya melangkah keluar dari kediaman mewah itu.

.

.

.

.

"T-terima kasih Tuan" Tiba-tiba saja Sungmin membungkukkan tubuh 90 drajad di hadapan Hangeng, membuat pria berkharisma itu terkekeh pelan melihatnya.

"Untuk apa hm?" Hangeng beralih menyilangkan kedua lengan di dada dan memandang namja mungil itu dengan senyum terkulum.

"K-karena anda sangat baik padaku. Terima kasih Tuan" Ucap Sungmin lagi, masih dengan membungkukkan tubuh.

"Hmm" Gumam Hangeng. Membuat Sungmin mengernyit, dan mulai menerka-nerka mungkin jawabannya kurang memuaskan hati pria itu.

"A-aku akan melakukan yang terbaik. Aku akan bangun pagi-pagi...memasak sarapan, makan siang juga makan malam, lalu membersihkan rumah ini hingga kau bisa menjamin tak ada debu yang tercecer di mana-

"Nak...aku tak memintamu menjadi pembantu di rumah ini" Kekeh Hangeng sembari menepuk-nepuk kepala Sungmin. Sontak namja mungil itu menegakkan tubuh dan memandang Hangeng dengan mata mengerjap.

"Cukup hidup sehat di sini. Dan seperti pesan dari Vincent ...jaga putraku dengan baik" Ujarnya masih dengan menepuk kepala Sungmin bahkan kini mengacak surai pirang itu. Ah...benar-benar. Namja mungil di hadapannya itu, benar-benar persis dengan mendiang calon menantunya. Bahkan benar-benar tanpa sela. Mungkin saja benar Sungmin dan Vincent itu memang saudara kembar.

Sungmin hanya diam, dan merenungkan pesan itu. yang benar saja...menjaga Kyuhyun. Pria sehat setinggi itu bukan bayi besar bukan?

Hangeng kembali terkekeh. "Kelak kau akan melihat kebiasaan buruknya di setiap harinya. Terlalu buruk untuk seorang Dokter...jadi kau tau apa tugasmu bukan?" Tukas Hangeng, lebih sekedar untuk bercanda. Tapi melihat raut itu sepertinya Sungmin menganggapnya sebagai sesuatu yang serius. Benar-benar namja kecil yang polos.

DRRTT...DRRTT

"Yeobbsseyoo...?" Sahut Hangeng, begitu mengangkat panggilan dalam ponselnya. Ia sedikit mengambil jarak dengan namja mungil di sisinya. Dan raut hangat itu berangsur-angsur berubah lebih serius.

Sungmin hanya memandangnya dalam diam, meski sesekali Ia mencoba mencuri dengar dengan percakapan line telfon tersebut. sepertinya mereka benar-benar membicarakan hal yang genting'. Pikir Sungmin.

Namun tak berselang lama...ia kembali menegakkan tubuh begitu pria itu, mengambil langkah mendekatinya.

"Aku akan pergi, kau bisa menjaga dirimu sendiri bukan?"

"N-ne?" Gumam Sungmin seolah tak terima sosok hangat itu pergi meninggalkannya seorang diri di rumah sebesar dan segelap ini.

"Pasien menungguku di rumah sakit. Gwaenchana...tak lama lagi Kyuhyun akan kembali"

Sungmin mengangguk pelan, tak tau harus menjawab seperti apa. Karna memang...jika itu tentang Kyuhyun. Sejujurnya nyalinya terlalu ciut.

"Anggap rumah ini seperti rumah sendiri. Jangan pedulikan apapun...meski anak itu mengancammu. Percayalah...tak akan ada satupun yang akan menyakitimu"

"N-nde" Lirih Sungmin sembari menunduk gugup.

"Baiklah..aku pergi"

Kedua foxy itu meredup sayu, saat memandang punggung lebar itu perlahan menghilang dari balik mobil mewahnya. Sungmin beralih menutup pintu lalu berjalan pelan menapaki rumah besar itu...sesekali Ia berjengit bahkan bergidik takut, begitu melihat ruangan yang benar-benar gelap total itu.

Ah sungguh! apa yang sebenarnya dilakukan sang Tuan rumah selama ini. Bahkan terlihat jelas jaring laba-laba menggantung di setiap sisi ruangan rumah itu.

"Benarkah Dia seorang Dokter?" Gerutu Sungmin sembari merambati dinding berusaha mencari saklar lampu.

Cklak

"Geezzzz..." desisnya seraya mengusap wajahnya, begitu lampu menyala dan melihat ruangan di hadapannya benar-benar seperti bekas tawuran masal.

Bekas minuman Kaleng bersoda berserakan, dan ber cup-cup mie ramen bertumpuk di setiap sudut ruangan belum lagi dengan snack yang berbaur dengan debu tercecer di mana-mana. Bisakah ini di namakan ruang tamu?

"Rumah Dokter atau kebun binatang huh?!" sungutnya sembari menyambar sapu di sudut ruangan. Dengan gusar namja mungil itu mengibas apapun yang berdebu di hadapannya, dan menyisir segala kotoran yang menempel di carpet dengan alat seadanya. Jika rumah dalam kondisi seperti ini, bagaimana mungkin Pria bernama Kyuhyun itu bisa hidup sehat.

KRIEEETT

Sungmin stagnan dengan mata membulat lebar, begitu mendengar suara asing dari arah dapur.

KRIEEEEEEETTT

Lagi suara aneh itu kembali berdecit, dan kali ini lebih panjang dari sebelumnya. Ah sial! Lampu yang menyala hanya ruang tamu dan kamar Kyuhyun.. Meski demikian Ia tetap memberanikan diri menoleh ke arah dapur, tubuhnyapun seketika meremang begitu melihat jendela dapur terbuka dan bergoyang tanpa sebab.

Sungmin meremas sapunya. Demi apapun itu Ia akan benar-benar mati mendadak jika sesuatu benar-benar muncul dengan tiba-tiba dari ruang dapur itu.

'SRAAKK' ...'SRAAK'

Kakinya makin melunglai lemas, melihat sesuatu seperti bergerak merangkak-rangkak dalam kegelapan. Tidak! Ia tak mungkin benar-benar mati di sini!

'RRRRRR'

"AAAAAAAAHHHHHH!"

Habis sudah

Jeritannya pecah begitu saja, ketika mendengar suara geraman itu . Sungmin berlari kacau ke atas, tak peduli berulang kali Ia jatuh tersungkur saat menapaki satu per satu anak tangga. Dan berakhir dengan melompat ke atas ranjang Kyuhyun dan bersembunyi di dalam selimutnya dengan tubuh menggigil ketakutan.

.

.


.

Seorang pria terlihat melirik arloji di tangannya, dan menghela nafas berat begitu menyadari ini benar-benar terlalu larut. Tapi biarlah...barang kali semua pengusik itu telah pergi dari rumahnya. Dengan gontai namja tinggi itu membuka pintu utamanya, dan melangkah malas ke dalam.

Namun tiba-tiba saja langkahnya tersendat begitu saja, kala merasakan semilir angin dingin dari arah kanannya. Dan berdecak keras saat menoleh ke dapur dan melihat jendela ruangan itu di biarkan terbuka begitu saja.

Siapa pula yang membukanya? Jika seperti ini, bukan tak mungkin pencuri akan menyusup dengan leluasa bukan?

Ia berjalan gusar hendak menutup jendela itu. Tapi geramannya kembali menggema begitu melihat dua ekor kucing saling berebut makanan dalam paper bag miliknya.

'MIAUUUUWW!' BUAAAGGH'

Tanpa pertimbangan apapun lagi, Kyuhyun mencekik dua ekor kucing itu lalu melemparnya asal ke luar. Dan menutup jendela serapat mungkin. Tanpa tau...dua binatang itu baru saja membuat seorang namja mungil menjerit ketakutan di dalam rumahnya.

.

.

.

DRRRRTT...DRRTTT

Kyuhyun berdecak lidah, kala ponselnya kembali berdering. Bahkan terhitung lebih dari 20 kali semenjak Ia masih memacu mobilnya di jalanan, dan penelfon rusuh itu...Ibunya sendiri.

"Ne Eomma.."

"Apa kau sudah sampai di rumah?"

"Hn.." Gumam Kyuhyun sembari mematikan lampu ruang tamu.

"Baguslah...cepat tidur. Eomma tau kau sangat lelah chaggiya...jangan memikirkan apapun. Ayahmu hanya bercanda dengan anak tak tau diri itu"

"Hn.." Sahut Kyuhyun lagi kali ini dengan melangkah menuju kamarnya.

"Aku sudah mengecam Appamu. Dan Eommma pastikan...anak itu telah pergi dari rumahmu"

"Arrasseo.."

Heechul terkekeh pelan mendengarnya. "Jal Jayo ...nae adeul (Putraku)" Ucapnya sebelum akhirnya menutup line telfon tersebut.

Kyuhyun mengangguk malas mendengarnya, sedikit bernafas lega...kala mendapati rumahnya begitu sepi. Sepertinya memang Ayah dan semua tamu tak diundang itu benar-benar enyah dari rumahnya. Bahkan mungkin namja kecil yang memaksa menyerupai Vincent juga tak ada di sini. Pikir Kyuhyun.

Namun begitu membuka pintu kamarnya, tatapannya seketia menyipit tajam...saat melihat gundukkan yang gemetar di dalam selimutnya.

"Apa itu?" Gumam Kyuhyun was-was sembari berjalan mendekat,

Semakin Ia mendekat...semakin jelas gundukan itu bergetar. Bahkan terdegar suara seperti gemretak gigi darinya. Kyuhyun memang tak takut...hanya saja, ia benar-benar risih melihat sesuatu yang tak lazim seperti itu menempati ranjangnya.

Kyuhyun berallih mencengkeram ujung selimut itu, lalu menariknya kuat hanya dengan sekali gerakan... Namun detik itu pula Ia berjengit saat tau gundukkan itu rupanya seorang manusia.

"K-kau—

GREBB

"A-AAHHH ...TUAN K-KAU DATANG! RU-RUMAH INI ...BERHANTU! DI BAWAH HANTU! HANTU DI SANA!" Racau Sungmin kacau.

Kyuhyun makin shock bukan main, begitu namja mungil itu melompat ke arahnya dan memeluk pinggangnya terlalu erat. Bahkan hingga menjerit-jerit sekacau itu.

Tapi Kyuhyun hanya diam, tak mengucapkan kata apapun...atau bahkan menepuk-nepuk punggung namja mungil itu untuk menenangkannya. Ia hanya menatap dingin ke depan dengan aksen stoicnya, dan sesekali menguap malas.

Sungguh Ia benar-benar ingin menyentak Sungmin karna sikap yang mungkin lancang itu, tapi semua hanya menjadi niat terbesit saja. Ia tak bisa melakukannya...karna itu sama saja seperti dirinya tengah membentak Vincent. Tidak! Selama hidupnya tak pernah sekalipun dia menyentak marah pada namja mungil tercintanya itu.

Lama Dokter muda itu bertahan denan posisi demikian, membiarkan bocah itu memeluknya kuat layaknya memeluk sebuah batang pohon. Hingga akhirnya Sungmin tersadar dan melepas rangkulan itu dengan takut-takut.

"M-mianhae.." Lirih Sungmin seraya menundukkan kepala.

Sesaat Kyuhyun melirik namja mungil itu, dan sesuatu kembali berdesir sesak kala melihat parasnya. Membuatnya memalingkan wajah, masih tak mampu jika harus mengenang Vincent. Ah sungguh...mengapa bocah itu memiliki wajah yang sama dengan kekasihnya.

"..."

Tanpa suara Kyuhyun beralih melenggang ke meja nakas, dan melepas arlojinya di sana. Membuat Sungmin meremas-remas tangan kikuk melihat sikap dingin itu. Jika seperti ini...bukankah Kyuhyun tak menghiraukan kehadirannya. Bahkan namja tampan itupun kini beralih melepas satu persatu kancing kemejanya...dan masih dalam sikap dinginnya.

Sungmin makin gugup...begitu menyadari kemeja itu benar-benar nyaris tertanggal dari tubuh tingginya. Ya Tuhan! apa pria itu benar-benar ingin bertelanjang sementara dirinya masih berada di kamar ini.

"T-tuan—

PLUK

Sungmin terdiam, begitu kemeja itu dilempar...melayang melewati wajahnya dan berakhir di sudut kamar. Sungmin yang melihatnya hanya mengerjap berulang-ulang. Tapi sedetik kemudian Ia kembali berjengit melihat namja tampan itu kini beralih melepas pengait celananya.

"H-AAHH!" Jerit Sungmin sembari menutup wajah dengan kesepuluh jemarinya.

Kyuhyun yang mendengarnya,hanya melengos malas. 'Terlalu berisik' pikirnya. Dan tak menaruh hirau, tetap membuka pengait celana panjangnya.

"J-jangan! Jangan membuka—

"Kau masih di sini"

Sungmin mengerjap mendengar nada ketus itu, dan beralih membuka kedua tangannya untuk menatap Kyuhyun. meski nyatanya wajahnya merona hebat melihat dada bidang namja itu.

"Keluarlah jika tak ingin melihatnya"

Sungmin membulatkan mata lebar lalu menggeleng kasar, di luar pintu kamar ini pasti banyak hantu gentayangan. Hanya ruangan ini dan bersama Kyuhyun Ia merasa aman. Pikir namja mungil itu

"Aku ingin tidur" Ucap Kyuhyun lagi, kali ini benar-benar dengan membuka celananya dan hanya menyisakan under wear saja. Lalu beringsut masuk kedalam selimutnya.

Sontak Sungmin terkejut bukan kepalang, dan merangkak kelabakan menuruni ranjang itu.

BRUGHH

Hingga tersungkur dengan posisi terbalik. Tapi Sungmin beranjak cepat untuk bangkit dan menyudutkan diri di sudut kamar. Meski sesekali Ia meringis nyeri di jidatnya.

Kyuhyun hanya mengerjap heran melihat sikap luar biasa ceroboh dan kacau itu. mungkin wajahnya memang sama...tap tidak untuk perilakunya. Mereka benar-benar berbeda.

"Keluarlah" Ujar Kyuhyun masih dengan tatapan dinginnya. Ia lelah...dan benar-benar ingin tidur sekarang. Tapi sosok mungil yang tak pernah berhenti menatapnya di sudut kamar itu benar-benar mengganggu.

Sungmin mengeratkan pelukannya di lutut dan menggeleng kasar. Membuat Kyuhyun sedikit mengeras sial! Ia benar-benar ingin mengusir namja kecil itu. Tapi tak bisa! Anak itu benar-benar seperti Vincent.

"Kau bisa menggunakan kamar yang lain dari rumah ini"

"T-tidak mau" Elak Sungmin lagi, bagaimanapun Ia benar-benar takut jika harus dipaksa keluar dari kamar itu.

"Terserah.." Ketus Kyuhyun dan lebih memilih memejamkan kedua matanya

Sementara Sungmin hanya menggigiti kukunya ragu, sesekali Ia terlihat mendongak memastikan Kyuhyun . tapi sepertinya namja itu benar-benar telah tidur. Sungmin makin mengeratkan dekapannya ditubuhnya, bahkan terkadang mengusap-usap lengannya sendiri...demi apapun itu Ac di ruangan ini benar-benar dingin. Dan Ia sama sekali tak berselimut apapun.

"Di—ngin" Bisik Sungmin lirih,lebih untuk dirinya sendiri. Tapi sesaat kemudian Ia menyandarkan kepala di lipatan tangannya, berusaha menepis rasa dingin itu dengan mata terpejam.

Diam-diam Kyuhyun membuka matanya, perasaan sesak itupun kembali berdenyut melihat Sungmin tidur dengan posisi meringkuk seperti itu. Ia tau...Namja mungil itu menggigil kedinginan. Ah...benar-benar seperti Vincent yang meringkuk kedinginan. Tapi entahlah...Ia benar-benar enggan untuk mendekat dan merengkuhnya, meskipun ingin.

"Kau bukan Vincent" Gumamnya, sebelum akhirnya benar-benar terlelap. Membiarkan namja mungil itu tidur menggigil di sudut ruangannya.

.

.

.


Esoknya

"Mmh..." Kyuhyun sedikit mengernyit sembari merentangkan kedua tangannya, dan membuka mata cepat begitu sadar pagi memang telah menjelang. Ia beralih mendudukkan diri, namun seketika itu pula Ia mengerjap heran kala tak melihat Sungmin di manapun. Bukankah semalam anak itu tidur di sudut kamarnya?

Hingga tiba-tiba saja kyuhyun berdecak, kala melihat sisi kanannya. Dan menyadari...Rupanya Sungmin masih terlelap di kolong meja nakasnya. Sejak kapan anak itu berguling hingga ke tempat seperti itu.

Kyuhyun beralih menuruni ranjang, untuk mendekati namja mungil itu. Senyumya pun terkembang begitu saja, saat memandang paras Sungmin.

Ini benar-benar seperti...dirinya melihat wajah Vincent di pagi ini. begitu menakjubkan...begitu mempesona, hingga tanpa tersadar Kyuhyun merunduk mendekati bibir pouty itu.

Chupp

Bagai terlena...Kyuhyun benar-benar mengecup lembut lapisan ranum itu, aroma yang sama...bahkan kelembutannya pun sama. Ia benar-benar merasakannya dengan nyata...Ya! Dirinya memang tengah mencium bibir Vincent mungilnya.

Gasp

Kyuhyun tiba-tiba terlonjak, dan menjauhkan dirinya dari sosok yang masih terlelap itu. Sial! Hal terkutuk macam apa yang baru saja dilakukannya. Anak itu bukan Vincent! Meski terlihat sama...tapi Dia bukan kekasihnya...tak seharusnya Ia melakukan hal sebodoh ini.

Kyuhyun mengusap wajahnya gusar, lalu setelahnya beranjak...lebih memilih membersihkan tubuhnnya. Kepalanya benar-benar kacau saat ini...dan Ia butuh air dingin untuk meleburkannya.

.

.

.

Beberapa Jam kemudian

Sesekali Kyuhyun melirik ke bawah dan berdecak melihat namja mungil itu masih meringkuk bulat di sana, tapi ia mencoba acuh...dan lebih memilih melihat tayangan dalam layar tv Led yang baru saja di gantinya itu.

Dan tak lama berselang, mulai terdengar dengungan halus namja mungil itu. namun tiba-tiba..

'JDUAGGH'

"Ahh!"

Sungmin terantuk tepian nakas, begitu ia bangkit terduduk dengan tiba-tiba...membuatnya kembali terkapar di bawah kolong meja itu.

Kyuhyun turut terlonjak mendengar suara benturan dan pekikkan keras itu, dan nyaris terkekeh melihat Sungmin mengusap kasar jidatnya yang memerah, tentu saja itu sangat sakit.

Tapi setelahnya senyum itu berangsur pudar, begitu Sungmin benar-benar beringsut bangkit...dan mengerjap polos padanya.

"M-mianhae...aku bangun terlalu siang" Sesal Sungmin sembari mengais surai pirangnya yang berantakan.

Kyuhyun hanya meliriknya sesaat, dan kembali melihat Tv...bangun terlalu siang ataupun tidak, itu juga bukan urusannya.

'Mengapa kau memintaku tinggal bersama namja sepertinya...Dear' Batin Kyuhyun dalam hati.

Membuat Sungmin semakin menunduk bersalah mendengarnya, ah sungguh...sepertinya Ia benar-benar yang terburuk.

Sungmin beralih bangkit berdiri dan tersenyum manis, mencoba membuat sekat lebih dekat dengan Dokter muda itu.

"A-anda tidak bekerja hari ini?" Tanya Sungmin antusias.

Sesaat Kyuhyun tampak menghela nafas. "Tidak.." singkatnya.

"A-ah...Ge-geuro guna (J-jadi begitu)" Sungmin hanya mengangguk, lalu bergerak kikuk tak tau harus bersikap seperti apa.

Hingga tiba-tiba saja, kedua matanya mengerjap begitu melihat sepasang mug di meja nakas. Itu terlalu indah dan berbeda, membuat Sungmin mengambil salah satu dari benda keramik itu dan memekik takjub.

"Whooa...indah sekali? Ini—

"Letakkan! Jangan menyentuh apapun milik Vincent!" Gertak Kyuhyun

Sungmin terlonjak terkejut...Dan..

PRANKK

Mug itu tanpa sengaja terjatuh dan pecah berhamburan di bawah keduanya...membuat Sungmin menatap nanar dengan kedua tangan gemetar.

"What the fuck!"

.

.

.

.

.

T.B.C.

.


Next Chapter (Chapter Berikutnya)

.

"Kau..." Kyuhyun beralih menangkup pipi namja yang masih kepayahan memapahnya itu, lalu tertawa keras. "Nghh~ Kau pikir kau siapa hmm!" Racau Kyuhyun lagi seraya memainkan pipi Sungmin, hingga menggembung dan mengempis.

"Kau bukan Vincent! jangan kau pikir kau bisa bertingkah seperti dirinya! Brengsek!"

Sungmin menunduk, merasa tersudut sekaligus tertikam mendengar namja itu mengumpatnya demikian, meskipun Ia tau...Kyuhyun memamg di bawah pengaruh alkohol.

"Yyya~ Lee Sung-miin, bagaimana mungkin kau memiliki wajah Vincent-ku Hnnn?!"

"T-tubuhmu berat" Lirih Sungmin, masih berusaha mengukuhkan langkahnya.

"This is unbelievable...it's just horrible!" Teriak Kyuhyun sambil tertawa lepas.

"Apa tubuhmu juga sama? Lihat...biar aku melihat-nyaaa"

"A-anda mabuk" Elak Sungmin, berusaha melepaskan tangan Kyuhyun yang perlahan meraba-raba tubuhnya.

"Mabuk?..Tidak! aku tidak mabuuk...Biar aku melihatnya maniss...Buka bajumu CEPAT!" Kyuhyun mendadak bringas, menghempasnya di lantai lalu menduduki pahanya bahkan hingga memaksa membuka kemeja Sungmin dengan kasar.

"L-Lepaskan aku!" Sungmin mulai meronta ketakutan, bahkan kedua mata rubah itu terlihat retak karna air mata di pelupuknya.

"You're still cry baby, just like before" Kekeh Kyuhyun, sembari menyesap air mata Sungmin.

"Uhnn~" Sentak Sungmin tertahan, sembari memalingkan wajahnya.

"Bukankah kau selalu mengatakan ini? 'Kiss and embrace me'"Bisik Kyuhyun sembari menjilat leher Sungmin. " And then tell me you love me...Vincent"

"T-tidak! Anda mabuk Tuan! AH...A-Andwae! AHHHT!"

.

.

CUTT


Annyeooong Please Take Care Of My Boyfreind Hadiiiiiir

Jangan terpengaruh...kabar yang kembali mengambang-ambang di sana.

Tetap utuh! Tetap Joyer! Kita saling mendukung! Saling menyayangi!

O ya di sini ada yang ingat A winter story chapter 6?

At Gwanghwamun 137, tempat Sungmin di sekap Top di chapter ff itu.

Ada yang ingat? Cuma mengingatkan saja.

* Chap depan latar blakang Vincent Sungmin

Dan Untuk:

Cho Na Na , kimteechul, Za Kyumin, chokyumin137 , Dhea Joy, Cupid , shineeetha , Minyee-chan , filtereditor22, Ria, Ri Unnshiichi-kyu, Sanshaini Hikari , wulandari apple, Alexia Kim, Dio'kyumin , sha nakanishi, KyuMin ELF, shinjaekyo92 , Fanya nalla, Baekhyunniee, KYUMINTS, park ji sook , yura, minmin , KobayashiAde , kyuPuchan15, Siska Febriana KyuMinELF , rheeming , shippo chan 7 , Ekaa , errory, AnnisaJYR , myst-girl, ChuteKyuMin , pumpkinsparkyumin , eongdongi kheopeul 137, G-KyuminShipper, rustini958 , BabyRiihyun , TiffyTiffanyLee , akika akika 96 , Yura , ShinJiWoo920202 , Tsubakiming , nafilanasuha, anita ariestamaru, ovallea, Harusuki Ginichi - 137411 , ChoLee, Bunbunchan , kyuminmi , Yuuhee , ryesungminkyu18 , chu , Gyumina , sanduckbaby, cho hyo woon , maria8, LiveLoveKyumin , Kang Dong Jae , deviyanti137 , Kyuminsimple0713, Chominhyun, 5351, Zen Liu , HyaKyuMin, kyuminers , melsparkyu , Bunnyming1186 , lienda chara , Sparkyuminmin, sandrimayy88 , novitawahyuu , chaporch , grace grace 9026, pumpkin , farla 23 , zagiya joyjins, min , reiasia95 , younchanzai dvjewelselfsuju , cungie , ilyeseun, metacho137 , fitriKyuMin , chaerashin, reaRelf , cloudsKMS, Reva KyuMinElf II, snow drop 1272 , Harukahzy , Kim Yong Neul , sitara1083 , 010132joy , Adekyumin joyer , BabyBuby, GyuMin Cho , djung , kyumin pu, PRISNA, Ncie gyuminglove , evil vs bunny, kiran theacyankEsa , cho kyuminiie , Phia89 , Love Kyumin 137 , rinatya12JOYerYJS , may moon 581, SMyLee, DKM, secret , MinHyo137, Minhyunni1318 , WineShipper, Akishi Aki , Yen , Chella-KMS , dJOYers, Minminkyu, SB, syofanisri , minguest, ceicoung, SMLming, diahmiftachulningtyas, rlin137 , Kim RyeoSung342409, Cha cha, asdfghjkyu , nova137 , Cho Adah Joyers , wullancholee, anak kyumin, Louise , Jiji Maerwaen , farahauliaputri21 lee min jung , Shywona489, Rth joyers , ayyu annisa 1 , miniecho, sjkms137 , rennykyueunhae , kyumin copel, elfsissy701, kimmyonginara , kim minli 5 , KYUkyut137 , abilhikmah, Cywelf, Lee'90 AR'Kim , endah a larasati 3, kyukyu , KyuMinDaughter137, kimyuni, dirakyu, lee sunri hyun, thiafumings, Echa Myeong, hieju, hyejeong137 , yunckh, LeeAegyeo, kyulove , fitri , Eong137 , cecu valia 9, imKM1004 , aismamangkona , wulanjoyer, Cho Rena , heeliez elfpetalz, anakyumin , evilkyu, evilkyu, gyumin4ever, KyuMin ELF , Finda Elf 137, kyuminfrvr, Bluepink, hyukie , yeres , Purpleming, kyukyumingie, kyuminloid, Rinda Cho Joyer , Lilin Sarang Kyumin , CloudYesungie, Okalee , elfishy1510 , rizkyamel63 , fariny, Kl , Nina , miira, ayu min 52, nggarr137 , anieJOYer, lia, dan para Guest.

Gomawooo sudah mereview di chapter 1 kemarin

Please review lagi. G review g update

Kamshaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

Saranghaeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee