Kembali lagi bersama saya di chapter 2 :)
Terima Kasih buat Masato Hiei, jiro yujikku, dan Evil Red Thorn serta para silence reader (kalau ada) yang telah membaca FF saya ini :3
Yosh! kita mulai saja..
Disclaimer : K milik GoRa x GoHands & Kuroshitsuji milik Yana Toboso
Warning: This story contains Shonen-ai. Remember, shonen-ai! if you don't like boyxboy relationship you should leave.
Rate : T, can change in future.
Pair: Fushimi x Yata, Sebastian x Ciel, Mikoto x Reisi
Previous : Fushimi yang kebosanan pergi ke kota untuk mencari sesuatu yang dapat menghilangkan kebosanannya. Ia melihat pertujukkan Yata dan merasa tertarik padanya sehingga ia ingin mencari tahu tentang identitas Yata. Ia pun masuk di Magic Academy karena ingin bertemu Yata.
Enjoy ~
Yata's POV
"Sialan! Bersih-bersih tanpa sihir sangat merepotkan! Ini semua karena anak baru itu! Bastard!" kataku kesal sambil menyapu ruang kelas. "Eh, tunggu dulu. Nama anak baru itu siapa, yah? Hm.. Etto..."
~Flashback~
"Ah, pemuda sialan ini! Siapa dia?! Dari mana dia tau nama depanku? Akan kuinterogasi si bastard ini!" pikirku. Sekilas aku meliriknya. Pemuda itu hanya menatapku. Aku merasa tidak enak juga diperhatikan seperti itu. Apalagi kalau kau diperhatikan mulai dari awal pelajaran hingga selesai!
»»»»»»»
"Akhirnya selesai juga hari ini!" kataku sambil meregangkan badan. Aku menatap murid baru disebelahku. "Oi, anak baru! Siapa namamu?" tanyaku sambil memasukkan buku kedalam tas.
"Fushimi Saruhiko. Camkan baik-baik dikepalamu, Mi~sa~ki~" jawabnya dengan nada yang menjengkelkan menurutku.
"Kuso! Darimana kau tahu nama depanku, hah, Saru?!"
"Bukan urusanmu." Ia langsung pergi pulang tanpa memberikan jawaban. Menjengkelkan, bukan?
~end of flashback~
"Oh iya, namanya Fushimi Saruhiko. Tch! Ternyata ujung-ujungnya monyet juga," kataku sambil berjalan keluar kelas. Aku capek mau pulang dulu. Lagipula ini masih jam 1 siang.
End of Yata's POV
Normal POV
Ciel Phantomhive dan Alois Trancy adalah anak yatim piatu. Mereka bertemu dan menjadi dekat karena mempunyai tujuan yang sama, yaitu masuk di Magic Academy. Dalam waktu dekat ini, Magic Academy akan menerima murid baru. Karena itu, Ciel dan Alois mulai mempelajari hal-hal mengenai Magical Kingdom. Ciel asyik membaca buku di meja belajarnya sedangkan Alois malah membaca di tempat tidurnya.
"Kasta-kasta dalam Magical Kingdom terdiri atas Hereditary Hexe*, Strega Hexe*, Ceremonial Hexe*, Gardenian Hexe*, dan Nicht*," baca Ciel dalam hati. "Tingkatan sihir di Magic Academy adalah Verde magie*, Azul magie*, Rough magie*, Svart magie*, dan Interzis magie*."
"Ci~el. Aku bosan belajar," keluh Alois.
"Lalu kau mau apa?" tanya Ciel tanpa melepaskan pandangannya dari buku.
"Hm.. Sebenarnya, aku ingin mengatakan sesuatu," ujar Alois sambil menunduk.
"Apa itu?" jawab Ciel. "Apa ini hal serius?"
"I-iya. Sebenarnya.." kata Alois menggantung percakapan.
"Woi, jangan lama!" gertak Ciel.
"Aku, hm, aku telah mengikat kontrak dengan orang dari kasta Ceremonial Hexe," aku Alois sambil menunduk.
"Hah! Kenapa bisa Alois?! Apa kau tidak tahu konsekuensinya?! Kita tidak seperti kaum Nicht lain yang tidak tahu tentang kontrak itu!" teriak Ciel dengan marahnya ke Alois.
"Aku bosan jadi Nicht. Aku juga sudah tahu konsekuensinya! Aku akan menjadi tumbal kapanpun yang dia inginkan!" teriak Alois tak kalah kerasnya. Ciel menatap tak percaya.
"Alois, kau bercanda, kan? Berikan aku bukti! Aku tau kau bercanda." Perasaan Ciel mulai campur aduk.
"Kau mau bukti? Ini dia." Alois menjulurkan lidahnya dan tampaklah lambang kontraknya. Faustian Contract lebih tepatnya. Ciel hanya diam mematung. Ia tak percaya kalau Alois akan menempuh jalan seperti ini untuk menjadi Hexe.
"Maafkan aku Ciel. Tapi sepertinya aku akan masuk ke Magic Academy tanpa mengikuti tes. Kau tahu sendiri Ciel, tes itu sangatlah sulit. Dan kemungkinan kaum Nicht seperti kita akan diterima itu sangat langka," kata Alois sambil keluar kamar dan meninggalkan Ciel yang masih sibuk dengan pikirannya.
»»»»»»»
"Hah? Tumben kau datang tanpa Ciel, Alois. Kemana Ciel?" tanya Yata yang telah selesai dengan pertunjukkannya.
"Hm.. Dia lagi sibuk belajar, kak. Tenang saja, lain kali dia akan datang," ujar Alois sambil meyakinkan Yata.
"Okelah kalau begitu aku mau pergi ke bar dulu. Bye, semua! Bye, Alois!" salam Yata sambil pergi melaju dengan skateboardnya.
Waktu sudah menunjukkan jam 7 malam. Yata sudah siap dengan baju pelayannya yang terdiri atas kemeja putih, celana hitam panjang, dasi kupu-kupu, dan papan nama.
"Yata-chan, kau sudah siap?" tanya Izumo, pemilik bar HOMRA yang terkenal di Magic Kingdom.
"Yup. Mari kita melayani!" jawab Yata bersemangat.
Cring... Cklek
Terdengar suara pintu terbuka. Dari sana muncul sosok lelaki berkacamata yang berjalan dengan sangat elegan.
"Selamat datang, tuan. Ada yang bisa saya bantu?" sapa Yata dengan sopan.
"Aku ingin pesan Bourbon," katanya sambil duduk dikursi paling pojok.
"Baiklah. Silahkan tunggu sebentar." jawab Yata sopan sambil pergi berlalu.
"Ah... Hoam!" Terdengar suara lelaki turun dari lantai 2 bar Homra. Ia melirik pada pelanggan pertama dihari itu.
"Paling pertama seperti biasa, huh, Munakata," sapa Suoh Mikoto.
"Tentu saja. Aku suka menjadi yang pertama," jawab Munakata Reisi. "Kau jarang sekali di istana. Ada apa, Suoh?"
"Aku hanya malas saja dengan kegiatan sebagai Jenderal Besar. Aku ingin istirahat sebentar," kata Mikoto sambil mengisi kursi disamping Munakata.
Setelah percakapan itu, Yata membawakan segelas Bourbon dan meletakkannya di meja tempat pangeran Munakata.
"Ah, Mikoto-nii. Kau baru bangun lagi jam segini?" tanya Yata dengan wajah polosnya.
"Hn," balas Mikoto singkat.
"Ngomong-ngomong kau mau makan apa ? Akan kuambilkan."
"Terserah saja," jawab Mikoto.
"Baiklah." Yata langsung pergi kedapur.
Disisi lain, hari ini Fushimi Saruhiko membuntuti Yata sampai di bar. Ini baru yang pertama kalinya dan Ia bisa melihat kalau Yata sangat senang pada Mikoto-nii nya itu.
"Tch! Orang menyebalkan!" gerutunya.
»»»»»»
"Fushimi-sama, selama seminggu ini anda terlihat bad mood. Adakah yang mengganggu anda?" tanya Sebastian pada Fushimi yang baru pulang sekolah.
"Tch! Aku malas membicarakannya," jawabnya sembari mengganti pakaiannya. "Aku mau istirahat dulu. Jangan ganggu!" perintahnya.
"Baik, tuan," ujar Sebastian sambil pergi dari kamar pangeran Fushimi.
Fushimi langsung duduk disofa sambil membaca buku mantra. Sebenarnya, ia tak sepenuhnya membaca buku itu. Ia terlalu jengkel karena selama seminggu ini ia melihat Yata selalu bersama dengan Mikoto-nii nya itu.
Fushimi membuka halaman buku tersebut sampai ia menemukan hal menarik.
~slave spell~
Saat itu juga, Fushimi dipanggil ke ruangan keluarga karena ada hal penting yang ingin dibicarakan. Jadi hari itu Fushimi tidak pergi membuntuti Yata. Tapi penemuannya tadi sukses memperbaiki mood nya.
»»»»»»»»
Pagi hari di Magic Academy...
"Ya, Selamat pagi semua. Hari ini ada pengumuman special buat kalian," sapa master Angela di kelas Rough Magie. "Pengumuman kali ini adalah kalian akan mengikuti lomba double Hexe yang akan diselenggarakan lusa ini."
Seketika kelas menjadi gaduh. Sebenarnya para murid sudah mengetahuinya tapi tetap saja mereka merasa senang. Lomba double Hexe adalah lomba yang paling dinanti-nanti. Karena para hexe boleh memilih sendiri pasangannya dan tinggal bersama selama perlombaan dilaksanakan. Perlombaan ini diadakan selama sebulan karena adanya penerimaan murid baru.
"Ya, anak-anak. Hadiah tahun ini adalah satu permintaan dari Hexe yang menang akan dikabulkan. Jadi sekarang, cari pasangan kalian dan segera mendaftarkan diri di ruangan Master Ash. Terima Kasih. Oh iya, hari ini kalian dibebaskan dari pembelajaran," kata Angela sambil pergi keluar ruangan.
"Yata-san, kau sudah dapat pasangan?" tanya Kamamoto.
"Belum. Bagaimana kalau kita berpasangan?" ajak Yata.
"Maaf, Yata-san. Aku sudah berpasangan dengan cewek dari kelas Verde Magie," jawab Kamamoto.
"Kuso! Lalu, aku sama siapa?!" keluh Yata. Saat itu, ia melirik Fushimi yang sedang sibuk membaca sebuah buku. Dan muncul ide dikepalanya untuk mengajak Fushimi.
"Saruhiko! Kau sudah punya pasangan untuk double hexe?" tanya Yata dengan wajah yang polos.
"Tch, belum. Aku juga tidak tertarik dengan hal seperti itu. Sangat merepotkan," jawab Fushimi singkat, padat, dan jelas.
"Bagaimana kalau kau jadi pasanganku saja? Kebetulan aku masih belum dapat pasangan juga," ajak Yata.
"... Baiklah," Fushimi menutup bukunya.
"Yosh! Akhirnya, dapat pasangan juga. Berarti kita akan tinggal bersama selama satu bulan di kota Empat Musim."
~still continue~
Akhirnya, chap. 2 selesai juga. Maaf, telat update soalnya lagi kekurangan ide.
Review please~
A/N:
Kasta-kasta di Magical Kingdom:
1. Hereditary Hexe : Tingkatan tertinggi dan merupakan keluarga kerajaan. Hexe pada tingkat ini semua adalah keturunan oleh sebab itu mereka biasanya sudah bisa menguasai sihir.
2. Ceremonial Hexe : Tingkatan kedua dan bukan manusia. Hexe ini hanya fokus pada upacara/ritual tertentu.
3. Strega Hexe : Tingkatan ketiga dan merupakan warriors. Hexe ini mempunyai 2 kelompok yaitu kelompok api dan es.
4. Gardenian Hexe : Tingkatan keempat dan merupakan penduduk yang bekerja sebagai petani, pedagang, atau peternak.
5. Nicht : Tingkatan kelima / buangan. Mereka tidak bisa menggunakan sihir dan biasa jadi pembantu para Gardenian Hexe.
Ini adalah tingkatan sihir di Magic Academy:
1. Sihir Hijau (Verde Magie) : sihir khusus penyembuhan dan obat-obatan. Menggunakan medium tumbuhan. Memiliki 3 tingkatan : dasar, menengah, ahli. Seorang Hexe diwajibkan untuk mengetahui dasar dari sihir ini.
2. Sihir Biru (Azul magie) : sihir ini dapat memanipulasi elemen alam seperti air, angin, dan tanah. Sihir ini hanya khusus untuk pertahanan dan menyerang. Tetapi tidak menimbulkan kematian.
3. Sihir Merah (Rouge Magie) : sihir khusus berperang. Biasanya menggunakan medium api. Sihir ini sangat sulit dikendalikan. Sihir ini mempunyai variasi yaitu dengan menggunakan medium es tetapi sangat langka.
4. Sihir Hitam (Svart Magie) : Salah satu sihir Khusus. Sihir ini adalah sihir yang menyangkut tentang jiwa-jiwa dan kematian. Sihir ini dapat membangkitkan dan mengendalikan orang mati.
5. Sihir Terlarang (Interzis Magie) : sihir ini termasuk sihir khusus dan hanya orang tertentu dari kalangan Svart Hexe yang bisa menggunakannya. Sihir ini menyangkut mind controlling, switch spell, dll.
