Tsuzuru : minna~ Gomen gomen gomen nasaaaaaai~, lagi-lagi telat ngapdet fic. QoQ

Hanataro : kebiasaanmu...

Tsuzuru : sori, kemaren-kemaren miskin inspirasi, un... ~.~

Hanataro : sudah berbulan-bulan baru diapdet. Dasar...

Tsuzuru : iya, sori banget buat yang udah lama nunggu.

Hanataro : Ee? Memangnya ada yang nunggu yah? *tampang polos*

Tsuzuru : Entahlah... Q.Q *masukin Hanataro ke lobang kubur*

Hanataro : *memberontak*

Tsuzuru : oiya, buat yang belum tau apa itu acara The Promotor yang di TransTV, jadi gini nih, di acara tersebut, ntar bakal didatangkan satu atau lebih artis terkenal. Nah, ntar ada 3 promotor (kalau di fic ini sih 4), tiap promotor bakal ngebawa 1 orang yang dianggap rada mirip dengan si artis (disebut sebagai Jagoan). Nah... Ntar para jagoan tersebut dinilai, siapa yang tampang dan talentanya mirip sama si artis. Jagoan yang paling jago niruin si artis lah yang menang. Begitu deh. Tapi ngga tau juga, sekarang di TransTV masih ada acara ini atau ngga. :D

Hanataro : *masih berontak*

Tsuzuru : *getok Hanataro* yep, tanpa basa-basi lagi, langsung aja ya. Enjoy this fic, and don't forget with R&R~ ^_^v

Disclaimer : Bleach itu punya saya. Jangan percaya sama Tite Kubo yang ngaku-ngaku punya *plakkkk*. Oke, oke, Bleach punyanya Tite Kubo, kalau acara The Promotor punyanya TransTV. Kalau penpik yang ini? Ya punya saya lah...

~o~

O~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~O

Pairing : kayaknya ngga ada

Warning : OOC, AU

R&R please~. Don't like don't read

O~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~O

~o~

"Teng tererereng~ Ini dia, bang Shiba Kaien. Mirip banget kan sama Nii-sama?" Rukia memperkenalkan Kaien sambil kegirangan. Kaien tersenyum manis.

"Uuuh... so sweeeeeeet~" lagi-lagi Isane menjepret dari bangku penonton.

"Nah, Byakuya-san, bagaimana pendapatmu tentang Kaien-san?" tanya Rangiku.

"Ehm... Jadi begini, menurut sepengetahuanku, Kaien itu orangnya memang baik hati dan tidak sombong, rajin menabung, dan pandai bergaul," jawab Byakuya dengan gaya yang meyakinkan.

"Bukan itu maksudku..." Rangiku sweatdrop. "Maksudku, apakah menurutmu Kaien-san cukup mirip denganmu?" tanyanya lagi.

"Oh iya, tentu. Dia memang mirip sekali denganku. Kami memang sama-sama baik hati dan tidak sombong, rajin menabung, dan pandai bergaul," jawab Byakuya lagi. Rangiku langsung menjedot-jedotkan kepalanya ke sofa.

"Baiklah, kita langsung saja ke peserta yang kedua. Ichigo, bagaimana dengan jagoanmu?" tanya Rangiku pada ichigo.

"Hm... Bagaimana yah? Jagoanku ini bisa dibilang benar-benar hasil copycat dari Byakuya. 100% mirip, coy!" jawab Ichigo dengan gaya yang sangat meyakinkan.

"Oh, ya? Semirip apa dia dengan Byakuya?" tanya Rangiku penasaran.

"OK, kita panggil aja yah. Aaroniero-san~, yuhuu~" panggil Ichigo.

Masuklah seorang yang... sangat mirip dengan Byakuya! Hanya saja Aaroniero menggunakan jaket putih yang aneh dengan kerah yang... bisa dibilang terlalu panjang dari ukuran normal sebuah kerah jaket.

"Gilaaa! Ajib, mirip banget coy!" teriak Orihime takjub.

"Omegad, persis benerrr!" jerit Yumichika.

"Nii-sama punya sodara kembar?" Rukia takjub keheranan.

"Suer! Asli mirip mampus!" komentar Rangiku takjub.

"Hmm..." Byakuya hanya menggumam.

"Ehehehehe..." Ichigo ketawa nyengir penuh kemenangan.

Sementara itu, di bangku penonton...

"Kyaaaaa! Yang ini persis banget sama Byakuya-san. Ya kan, Nemu-san?" kata Isane sambil menjepret-jepret Aaroniero dari bangku penonton.

"Iya," jawab Nemu singkat sambil makan martabak.

"Ken-chan, Byakkushi jadi dua, tuh," seru Yachiru.

"Bodo amat ah. Emang gue pikirin," jawab Kenpachi malas karena bosan.

Kembali ke err... arena

"Nah, Byakuya-san, bagaimana pendapatmu tentang Aaroniero-san ini? Dia sangat mirip sekali denganmu, kan?" tanya Rangiku lagi.

"Hm... entahlah, aku belum kenal dia sebelumnya, jadi aku tidak tahu," jawab Byakuya santai.

"Lho? Maksudnya?" tanya Rangiku keheranan.

"Iya, karena aku belum kenal baik dia sebelumnya, jadi aku tidak tahu, apakah dia juga baik hati dan tidak sombong, rajin menabung, dan pandai bergaul," jawab Byakuya. Kali ini Rangiku menjedot-jedotkan kepalanya ke tembok. Para fanboy Rangiku yang menonton langsung histeris, bahkan ada 16 orang fanboy Rangiku yang pingsan saking histerisnya (rasanya kok lebay yah?).

"Baiklah, kita lanjut saja ke yang berikutnya yah. Nah, Orihime, bagaimana dengan jagoanmu?" Rangiku melanjutkan acara dalam keadaan sehat wal afiat tanpa luka maupun benjol sedikit pun. Lho, kok bisa? Ooh... ternyata itu karena sebelum menjedot-jedotkan kepalanya di tembok, dia memakai helm SNI terlebih dahulu.

"Ooh... jagoanku ini sangat mirip dengan Byakuya-san. Dia baik hati dan tidak sombong, rajin menabung, dan pandai bergaul," jawab Orihime.

'Gue suka gaya lo,' batin Byakuya.

'Sudah yang keberapa kalinya aku mendengar kata-kata itu,' batin Rangiku.

"Baiklah. Jadi, Orihime, mana jagoanmu?" tanya Rangiku sambil membuka helm-nya.

"Anou... bentar. Aizen-sama~" panggil Orihime.

Musik sakral pun bergema. Genderang bertabuh. Biola berdenyit. Terompet bertiup. Angin berhembus, petir menyambar, bumi gonjang-ganjing, histeria massal, orang-orang kejepit dan menjerit (ngga nyambung!).

Masuklah seorang laki-laki rupawan nan cool (kata si Orihime sih). Dan dia pun berkata, "Ehem... bisa tolong matikan musiknya?" pinta Aizen.

"Oh, iya bang. Sorry," para pemain musik pun menghentikan permainan musik mereka.

"Nah... ini dia Aizen-sama. Mirip kan sama Byakuya-san?" kata Orihime.

"Baiklah, nama saya Aizen Sousuke. Saya baik hati dan tidak sombong, rajin menabung, dan pandai bergaul, lho~" kata Aizen.

'Bosen gw dengerin kata-kata itu lagi,' batin Rangiku.

"Hmm... Kayaknya lumayan juga nih orang," Byakuya mengamati.

"Pokoknya, Aizen-sama T.O.P banget deh! Kyaaaa~!" Orihime jejeritan ala fangirl akut. Sementara yang lainnya hanya sweatdrop melihat tingkah Orihime.

"Okelah kalau begitu, sekarang tinggal Yumichika saja. Nah, Yumichika, jadi dimana jagoanmu?" Rangiku masih setia bertanya dengan ceria.

"Mm... Jagoanku adalah..." jawab Yumichika membuat penasaran.

"Siapa?"

"Adalah..."

"Dimana?"

"Adalah..."

"Siapa, coba?" Rangiku mulai illfeel.

"Orangnya sangat cool, persis Byakuya," jawab Yumichika.

"Terus?" tanya Rangiku lagi.

"Kayaknya, dia juga baik hati dan tidak sombong, rajin menabung, dan pandai bergaul," jawab Yumichika sambil memain-mainkan bulu matanya.

"Well... dia cool, baik hati dan bla bla bla. Jadi, siapa dan dimana dia sekarang?" tanya Rangiku yang mulai bosan.

"Ngga ada," jawab Yumichika sok polos.

"What the..." Rangiku sweatdrop.

"Mana sempat aku nyari orang yang jadi jagoanku. Wong tadi aja aku dipanggilnya buru-buru, kan?" kilah Yumichika.

"KALAU GITU KENAPA TADI PAKE ACARA BERTELE-TELE SEGALA?" Rangiku yang kesal langsung melemparkan sofa ke arah Yumichika yang sukses membuatnya babak belur terkulai tak berdaya.

"Pemirsa, kita kembali setelah pesan-pesan berikut. Jangan kemana-mana, tetap di 'The Promotors, Mirip atau Enggak?'" Rangiku mempersilahkan iklan komersil untuk lewat dengan wajah polos seolah tidak ada kejadian apa-apa yang terjadi.

~o~

Selama iklan...

Tim paramedis mengangkut Yumichika yang tepar gara-gara terkena lemparan sofa dari Rangiku.

"Yumichika, tidak akan ku biarkan kau mati sia-sia," kata Ichigo ala pejuang.

"Apakah kita harus melakukan upacara pemakaman?" tanya Orihime polos.

"Kalian berdua, dia belum mati, tau..." Rukia sweatdrop mendengar kata-kata Ichigo dan Orihime.

"Semoga dia bisa tenang di alam sana. Amin..." kata Byakuya.

"Kenapa nii-sama juga..." Rukia semakin sweatdrop

"Yak, walaupun salah satu teman kita tertimpa musibah, mari kita tetap lanjutkan acara ini dengan semangat. Yahuu~" seru Rangiku memberi semangat.

'Memangnya kejadian yang tadi itu gara-gara siapa, ha?' batin Rukia dan yang lainnya sambil melirik ke arah Rangiku.

"Hm? Ada yang salah yah?" Rangiku bergaya polos sambil menjulurkan lidah nan genit.

~o~

***-To Be Continued-***

~o~

Tsuzuru : minnaaaaa, arigatou buat para readers n ripiuannya sekalian buat fic saya ini. Juga buat semua kritik dan sarannya. xD

Hanataro : walaupun ini cuma fic gaje...

Tsuzuru : *bekep Hanataro* nah... berikutnya, saya minta sedikit bantuan dari reader sekalian. xPP

Hanataro : bantuan apaan yah?

Tsuzuru : jadi, silakan voting, kira-kira jagoan yang mana yang bakal menang. Gampang kan? 8D

Hanataro : pasti gara-gara kau kebingungan nentuinnya sendiri, kan?

Tsuzuru : ehehe... 8P *gaya inosen*. Oiya, seperti biasa, saya ngga nerima lowongan flamer, saya cuma nerima lowongan review, kritik, dan saran. ^_^

Tsuzuru, Hanataro : mata aimashou, minna~ ^_^v