Between Songsaengnim and Me (part 1)
Title: Between Songsaengnim and Me
Author: Chacha Heenim
Cast: Super Junior *para uke jadi yeoja*
Main Cast: YeWook couple
Disclaimer: Mereka selalu jadi milik SMEnt, Tuhan ama diri mereka sendiri
Kecuali yang satu ini, alur ama plotnya mutlak milik author. Kekekekeke
_^_Happy Read_^_
Wookie Pov
"Songsaengnim,, bangun Songsaengnim! Cepat mandi dan sarapan, semuanya sudah siap di meja makan!" ucapku membangunkan seorang namja yang masih sibuk di dunia mimpinya.
"emmm, 5 menit lagi chagi!" jawabnya
"ayolah, jangan seperti anak kecil yang susah dibangunkan!" aku tetap berusahan membangunkan namja yang suka seenaknya saja ini
"hmm," dengan cepat dia menarikku hingga aku jatuh ke pelukannya "morning kiss dulu" katanya manja
"kalau tidak mau bangun sekarang, akan ku pastikan Songsaengnim tidak akan dapat jatah dariku selama,,,"
"ani, ani! Aku bangun sekarang" katanya dan langsung melesat ke kamar mandi
"oh ya, harus berapa kali aku bilang jangan panggil aku Songsaengnim kalau kita hanya berdua seperti ini." Lanjutnnya sebelum benar-benar masuk kamar mandi
Hmm,, aku Kim Ryeowook dan namja tadi Kim Joong Woon. Dia itu suamiku, sebenarnya aku masih kelas 3 SMA tapi karena terjadi sesuatu aku harus menikah dengannya. Awalnya ku kira cintaku bertepuk sebelah tangan tapi ternyata dia juga mencintaiku.
Flashback 1 month ago
"Wookie,,," panggil umma dari luar kamarku. Ada apa ya? Tidak biasanya malam-malam begini umma ingin bicara denganku.
"Ne, umma! Masuk saja pintunya tidak di kunci umma" sahutku pada umma
"Wae umma?" tanyaku saat umma sudah ada di kamarku
"chagi, kau masih ingat kan bahwa umma dan appa sudah menjodohkanmu dengan putra sahabat appa?" aduh, kenapa ini lagi sih yang di bahas umma apa tidak hal lain yang bisa di bicarakan?
"Ne, umma" jawabku seadanya
"umma hanya ingin memberitahumu kalau pernikahanmu akan di lakukan 2 minggu lagi!"
"MWO? 2 minggu lagi umma? Aku saja belum tahu siapa namja itu, kok udah nikah sih umma?" aku sungguh tak percaya dengan perkataan ummaku tadi
"mian chagi, umma harap kau mengerti. Umma harus ke Jepang karena Appa dipindah tugaskan di Jepang selama 2 tahun. Umma ingin mengajakmu pindah ke sana tapi kau kan sudah kelas 3. Tidak mungkin kalau kau ikut umma dan umma juga tidak mungkin membiarkanmu hidup sendiri di sini. Jadi lebih baik kau tinggal dengan suamimu saja. Lagipula beberapa bulan lagi kau akan lulus chagi, jadi tidak masalah kalau kau menikah diam-diam." Umma menjelaskan panjang lebar padaku
"tapi tidak harus dengan cara seperti ini umma, aku bisa tinggal sendiri di sini" tolakku pada umma
"kau mungkin memang bisa tinggal sendiri di sini, tapi umma tidak tega harus membiarkamu sendiri di sini!" kata umma padaku
"tapi umma,,," belum sempat aku meneruskan kata-kataku umma memotong perkataanku.
"sudah malam, lebih baik kau tidur! Umma yakin kau tidak akan menyesal dengan perjodohan ini!" Aku hanya pasrah sambil menganggukan kepalaku meng'iya'kan ucapan umma.
"oh satu hal lagi, mungkin kau sudah mengenalnya! Dia satu sekolah denganmu.!" Lanjut umma kemudian pergi dari kamarku
Tunggu dulu umma bilang mungkin aku sudah mengenalnya dan dia satu sekolah denganku? Siapa ya? Ah, aku pusing memikirkan hal ini. Aku tau tidak ada gunanya aku menentang appa dan umma. Appa sudah berkali-kali memberitahuku bahwa aku sudah di jodohkan dengan putra sahabatnya dan aku sama sekali tidak bisa menolaknya.
2 weeks later
Bagaimana ini? Aku belum tau siapa calon suamiku tapi kenapa aku harus menikah dengannya? Aku sedikit menyesal tidak menemuinya terlebih aku nurut saja kata umma untuk bertemu dengannya dulu. Huaaaa,, aku ingin kabur saja dari pernikahan ini.
"Chagi,,," panggil appa membuyarkan semua yang aku pikirkan saat ini
"Ne, appa" jawabku sekenanya
"Ayo, semua sudah menunggumu" kata appa padaku. Aku langsung berdiri dan menggandeng tangan appa. Kami berjalan menuju altar.
Aku melihatnya, melihat seorang namja yang berdiri di depan altar. Huh, kenapa aku jadi gugup seperti ini sih? Tentu saja aku gugup, aku saja tidak tau siapa orang itu. Aku melihat sekelilingku, ehm tidak terlalu banyak yang datang. Tentu saja karena pernikahan ini di rahasiakan dari semua orang. Tunggu dulu, dari postur tubuhya sepertinya aku kenal deh.
Saat aku sudah berada di samping namja itu betapa kagetnya aku
"Songsaengnim?" teriakku tak percaya.
"Sttt,, jangan berteriak Wookie" ucapan Songsaengnim membuat mulutku bungkam seketika.
Jadi orang yang akan menjadi suamiku itu adalah Yesung~Songsaengnim? Guru yang selalu popular di kalangan para Yeoja? Dan guru ini pula yang telah membuatku jatuh cinta padanya sejak pertama kali aku masuk SMA. Aku terus saja memandanginya sampai ucapan pastur mengalihkan perhatianku darinya
"Apakah anda Kim Joong Woon bersedia menerima Kim Ryeowook sebagai istrimu dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan kalian?" ucap pastur itu
"Ya, saya bersedia!" jawabnya tanpa keraguan sedikitpun
"dan apakah anda Kim Ryeowook bersedia menerima Kim Joong Woon sebagai suamimu dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan kalian?" ucap pastur itu
"Y, Ya, saya bersedia!" jawabku
"dengan ini kalian resmi menjadi suami istri! Mempelai pria di persilahkan mencium mempelai wanita." kata pastur itu. Setelah itu Yesung~songsaengnim memasangkan cincin pernikahan di jari manisku begitupun denganku, aku juga memasangkan cincin itu di jarinya kemudian dia menciumku.
End off flashback
Normal Pov (At school)
"Wah,, benar-benar keren sekali Yesung~Songsaengnim itu. Iya kan Wookie?" Tanya seorang yeoja manis kepada Wookie
"I, iya Minnie" gugup Wookie saat menjawab pertanyaan sahabatnya itu
"agak dingin dan sepertinya susah di dekati, tapi justru itulah yang menantang. Benarkan?" lanjut Minnie
"kelihatannya tidak tertarik sama yeoja ya? Mungkinkah dia sudah punya pacar? Seperti apa cara bercinta Yesung~songsaengnim ya?" Lee Hyukjae atau yang biasa di panggil Hyukkie ikut nimbrung dalam acara menggosip tentang gurunya itu. Dan hal itu jelas semakin membuat Wookie gugup
"wah, aku tidak bisa membayangkannya. Jangan-jangan suka cosplay baju putih lagi?" sahut Hyukkie lagi
"COSPLAY BAJU PUTIH?" teriak Wookie kaget saat mendengar Hyukkie mengatakaan pendapatnya kepada yang lain
"Ryeowook~sshi! Sedang ngobrol apa kamu? Kalau nggak mau belajar sebaiknya kamu keluar daripada mengganggu yang lain" marah Yesung saat mendengar Wookie berteriak
"mi, mianhae songsaengnim" kata Wookie pada Yesung
'kenapa dia selalu marah-marah sih kalau di sekolah?' kesal Wookie dalam hati
"sudahlah Wookie, jangan di ambil hati. Yesung~songsaengnim kan memang seperti itu" nasihat Minnie pada Wookie
"Ne," jawab Wookie 'huh, kalian tidak tau saja seperti apa dia kalau di rumah!' kata Wookie dalam hati.
"baiklah pelajaran hari ini cukup sampai di sini. Kalian boleh pulang sekarang, siapkan semuanya sebelum kita berangkat Study Tour besok. Jangan sampai ada yang terlambat datang arra?" kata Yesung membubarkan kelasnya
"Ne,, arraseo Songsaengnim" jawab semua anak yang ada di kelas. Mereka semua langsung bubar dan pergi dari kelas
"besok Study Tour ya!" kata Wookie memecahkan kesunyian di kamarnya
"wah, jadi gak sabar pengen jalan-jalan bersama Songsaengnim." Lanjut Wookie yang sekarang telah berada dalam pelukan Yesung.
"tapi mungkin aku bisa mati kalau tidak menyentuhmu selama 4 hari Wookie,,," melas Yesung pada sang istri
"jangan berlebihan, kita kan masih tetap sama-sama selama Study Tour!" malu Wookie
"aku tidak berlebihan." Kata Yesung agak emosi. Jelas saja Yesung tidak terima dengan perkataan Wookie. Ya benar mungkin mereka tetap bersama-sama saat study tour tapi untuk berduaan saja. Bisakah mereka melakukan itu?
"huh, aku mau tidur! Soalnya harus bangun pagi besok!" Ucap Wookie dan berbalik memunggungi Yesung.
"Pokoknya jatah selama 4 hari harus di habiskan malam ini!" kesal Yesung
"tidak mau!" kekeuh Wookie
"Wookie,,," panggil Yesung
"Huaaaaaaa" teriak Wookie
*Skiiipppp,,,, bayangin aja yang mereka lakuin, author masih belom sanggup menceritakan apa yang mereka lakukan*
Esoknya
"Pagi, Wookie! Eh? Waeyo? Kelihatannya kau kecapekan?" Tanya Minnie pada sahabatnya itu
"Y, Ya sedikit" jawab Wookie
"Ryeowook~sshi, jangan lambat begitu. Kau mau di tinggal hah?" marah sang guru a.k.a Yesung melihat Wookie tidak bersemangat.
"I, iya!" balas Wookie
'huh, padahal ini semua salahnya. Tapi kenapa dia masih sehat begitu ya?' kata Wookie dalam Hati
'seenaknya saja dia marah-marah padaku. Dasar guru pervert, Lihat saja apa yang akan ku lakukan selama Study Tour. Kau akan menyesal telah memarahiku, songsaengnim! Hehehe' tawa Wookie dalam hati
_^_TBC_^_
Gimana? Terlalu cepatkah alurnya atau kurang panjang ceritanya?
Mian kalau banyak typo, buat yang udah review di prolognya Jeongmal gomawoyo. Mian gak bisa bales review kalian.
Satu kata terakhir RnR pleaseā¦..
