Langit di musim semi begitu cerah namun tidak secerah hati yamanbagiri ,pasalnya dia di utus sang aruji untuk berekpedisi , walaupun dia memang sering di utus untuk melakukan ekpedisi namun kali ini berbeda , pasalnya yang di utus hanya Yamanbagiri dan laki – laki itu .

Yamanbagiri sempat menolak berpasangan dengan laki – laki bersurai hitam itu , namun saat arujinya berkata "Yamanbagiri kunihiro , perintahku adalah mutlak".

Yamanbagiri hanya mendengus pasrah , pasalnya ketika arujinya sudah berkata seperti itu tidak ada yang berani melawan.

"Maaf sudah membuatmu menunggu lama".

Yamanbagiri memutar kepalanya dengan cepat ketika mendengar suara itu , mata bak berlian hijau itu selalu menatap mata lawan bicaranya , namun degan Pria itu dia hanya sanggup bertahan tiga detik saja .

"u-um". Balas yamanbagiri sembari menutupi separuh wajahnya dengan tudung putihnya.

"apa kau tidak apa –apa ?". tanya mikazuki yang tepat di belakang yamanbagiri .

"Nandemo Nai". Jawabnya singkat .

Kenapa? , kenapa ia tidak bisa menatap Mikazuki munechika seperti dulu , apakah karena kejadian malam itu malam di saat Mikazuki menyerangnya ?. (baca iam not a duplicate yah biar tau :v)

.

.

.

.

.

.

Langit musim semi mulai menggelap ..

"Percuma saja kita tidak mendapatkan apapun". Keluh yamanbagiri.

"yah kau benar , apa kau lelah?". Tanya Mikazuki

"sedikit".

"Aku di beri Koban oleh Aruji , bagaimana kalau kita mengginap saja untuk malam ini?". Tawar

mikazuki.

Mendengar kata menginap dari mikazuki radar bahaya Yamanbagiri mulai menyala.

"Menginap yang benar saja, apa kau mau menyerangku lagi?". Perkataan itu langsung meluncur dari mulut mungil Yamanbagiri.

"Jangan berpikiran yang tidak – tidak, soal malam itu... Maafkan aku , aku tidak bermaksud".ucap mikazuki pelan seraya menutupi mulutnya dengan tanganya .

Yamanbagiri masih waspada , walaupun mikazuki meminta maaf dia masih mencurigainya, tapi menginap memang lebih baik pasalnya ini sudah larut malam dan jauh dari citadel .

"Ba – baiklaha , kita menginap tapi harus pisah kamar".tegas yamanbagiri .

Mikazuki hanya tersenyum puas .

Akhinya mereka berdua memutuskan menginap di sebuah penginapan sederhana dengan pemandian air panas .

Saat yamanbagiri menyusuri taman dia mendengar suara orang berlatih pedang , karena rasa penasaran dia memutuskan untuk mendatangi suara itu , dia tidak menyangka di penginapanini ada dojo.

Perlahan –lahan yamanbagiri membuka pintu dojo tersebut , mata hijaunya mengitip di celah pintu kayu yang sedikit terbuka , dia menangkap sesosok pria berkimono putih yang sebagian tubuhnya terbuka sembari berlatih pedang , dia juga dapat melihat lekukan – lekukan tubuh pria itu.

"Siapa disana!". Tegur mikazuki.

Yamanbagiri tersentak , dia tak menyangka bahwa sense mikazuki cukup tajam.

"ini aku". Balas yamanbagiri

"ah.. yamanbagiri ternyata , bikin kaget saja".

"Apa kau selalu melakukan ini?".

"ya begitulah".

"kenapa?"

"untuk melindungi mu".

Kata yang keluar dari mikazuki tadi membuat jantungnya berdegup kencang sekaligus tersipu malu.

"Ja - jangan bercanda, mikazuki". Sembari menutupi mukanya denga tudungnya.

"manis sekali". Gerutu mikazuki

"kau tadi bilang apa?".

"bukan apa –apa". Bantah mikazuki sembari tersenyum

"ka – karena kau tadi meminta maaf padaku soal kejadian malam itu... a – aku juga minta maaf karena berbuat kasar padamu". Suara yamanbagiri semakin mengecil karena malu.

Mikazuki hanya tersenyum .

Aneh senyuman mikazuki membuat hatinya berdebar – debar dan juga dia merasakan perasaan baru entahlha dia juga tak tahu perasaan apa ini ...

Apakah ini cinta atau hanya Suka?...


Thanks yang udah mau baca ini .. my be di chap ketiganya akan ada sedikit adegan menyenangkan ('w') #iykwim .. sekian dari author gaje kali ini kalau ada typo dan bahasa yg tak dimengerti harap maklum yah cuman newbi. ('3')/