Naruto © Masashi Kishimoto

17 Agustus-an di Konoha © Kaka-Kiri-Nya

Genre : Humor/Comedy


.

Author's note:

Haloooo, minna~~~ Ada yang kangen saya nggak? Saya kangen kalian lho! :3
Setelah lama hiatus karena sibuk dengan ini-itu, akhirnya saya publish juga chapter ini (emang ada yang nungguin?).

Oya, terima kasih pada para reviewer: Nagisa Minakata, merychan, siqis, ielel yuki kawaii, didi, mayra gaara, anida.

Special thanks to: The Portal Transmission-19, Amutia Putri, Ichironami, sun setsuna, Arisa-Yuki-Kyutsa, Shuffle M.

Saya sangat berterima kasih atas komentar-komentarnya. Komentar kalian adalah semangat buat saya *nangis terharu*. Ide lomba dari kalian masih saya tampung dulu. Nanti kalau sudah tiba saatnya, akan saya pilih untuk dilombakan buat si Akatsuki. Mohon sabar ya~

Mohon maaf, chapter kali ini pendek sekali. *bow*

Ehm, mungkin gaya penceritaan saya juga sedikit berubah, mohon dimaklumi. *bow again*

I hope you enjoy it!

.


.

Previous Story:

"Kok jadi pada aneh begini?" Shikamaru menggaruk-garuk kepalanya yang sudah 8 bulan ga dikeramasi. Kurang satu bulan lagi pasti melahirkan.

"Sudah, kita ganti lomba lainnya saja." Nejipun akhirnya angkat tangan (dan kaki).

.


17 Agustus-an di Konoha

Chapter 2


Panitia kartar bersiap membacakan lomba berikutnya.

Lomba kedua: Ajang pertunjukkan bakat. Petunjuk: Peserta diberi waktu lima menit untuk menunjukkan bakatnya di depan panitia. Pemenang ditentukan berdasarkan banyaknya panitia yang bertepuk tangan.

(Note: Entah sejak kapan ada lomba beginian untuk memeringati 17 Agustus-an.)

Peserta pertama adalah Itachi. Itachi maju ke depan. Ia (lagi-lagi) berjalan santai. Para panitia penasaran dengan apa yang akan dilakukannya.

Tiba-tiba ada angin bertiup kencang. Rambut panjang Itachi tergerai indah. Panitia cewek, terutama Ino dan Sakura, memandang dengan seksama. Angin berhenti. Mulut Itachi mulai terbuka, sepertinya ia akan mengatakan sesuatu.

"Tenang saja, ini cuma pake shampoo kok." Lalu ia menata kembali rambutnya dan berbalik.

PLOK! PLOK! PLOK!

Entah apa yang membuat panitia-panitia itu bertepuk tangan. Yang pasti suara tepuk tangan itu sangat meriah. Pertunjukkan dari Itachi selesai. Jumlah orang yang bertepuk tangan: 4 orang.

Mulut Shikamaru terbuka lebar. Ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Pertunjukkan macam apa itu?! Jadi, bakat dari Itachi adalah: rambutnya pake shampoo?

.

.

Peserta kedua adalah Sasori. Semua anggota panitia bergidik ngeri melihat sosok Sasori yang seperti itu. Tubuhnya besar, tertutup oleh jubah hitam bergambar awan merah. Mereka bahkan tak yakin sosok itu adalah manusia.

Sasori diam di tempat. Ia tak melakukan apapun pada menit pertama. Shikamaru sampai menguap untuk kesekian kalinya karena bosan. Pada menit selanjutnya, Sasori mulai membuka jubahnya. Panitia cewek menutup mata dengan telapak tangan, tidak siap melihat tubuh yang tak biasa itu.

Tiba-tiba saja sosok pemuda tampan berkulit putih muncul. Sungguh, sangat tampan. Panitia cewek (termasuk author) teriak-teriak histeris dan jatuh pingsan. Alhasil, tak ada suara tepuk tangan yang terdengar. Para panitia cowok enggan bertepuk tangan karena merasa kalah ganteng. Sebenarnya tadi Lee hampir saja bertepuk tangan. Tapi ia urungkan niatnya begitu menyadari bahwa kini hatinya hanya untuk Sakura. (ga nyambung.)

Lagi-lagi Shikamaru mengomel dalam hati. Dari mananya yang bisa disebut BAKAT, HAH?!

Pertunjukan dari Sasori selesai. Sayangnya tak ada seorang pun dari panitia yang bertepuk tangan. Yah apa mau dikata, terpaksa tak ada nilai bagi dirinya.

.

.

Peserta ketiga adalah Pein. Sosok yang satu ini terkesan mirip yakuza yang baru saja kabur dari penjara. Pierching-pierching menjalari seluruh wajahnya.

Pein maju ke depan. Ditatapnya satu per satu panitia di sekitarnya.

Lee langsung pingsan. Nggak tahu kenapa.

Naruto malah balik natap terus mendadak menelan ludah karena merasa mata Pein mirip salah satu bahan yang ada di mie ramen.

Neji merengut lalu dia menoleh ke arah Hinata (yang entah kapan datangnya). "Hinata, aku sama dia gantengan mana?" Hinata yang kaget terdiam sejenak. Lalu dengan amat sangat terpaksa dia menjawab, "Tentu saja Neji-kun." (padahal sebenernya dia mau bilang: Naruto-kun)

Shikamaru malah asyik ngobrol sama Temari di atas pohon. (Author: Woi, malah asyik pacaran! Pamali!)

Ino bertepuk tangan. "Keren! Bahkan antingnya lebih banyak dari punya gue! Ntar gue mau add facebooknya ah."

Sakura yang awalnya hendak bertepuk tangan langsung mengurungkan niat karena si Sasuke nelpon ponselnya. Katanya dia pesen tahu campur nggak pake cabe.

Kiba lagi asyik menggonggong bareng Akamaru. Katanya mau ikutan kontes Pet & I di acara TV desa Konoha.

Pertunjukkan dari Pein selesai. Jadi inti dari pertunjukan Pein adalah: memandang.

Jumlah orang yang bertepuk tangan: 1 orang.

.

.

Peserta keempat adalah Deidara. Ia maju ke depan lalu memamerkan telapak tangannya ke arah panitia. Sakura bergidik ngeri melihat lidah yang menjulur dari tangan Deidara. Deidara tersenyum. Dari tangannya ia keluarkan tanah liat dan dibentuknya beberapa bunga mawar. Ia bagikan pada para panitia.

Sakura segera membuangnya karena merasa hatinya sudah diculik oleh Sasuke (dan Sasuke meminta tebusan wig berbentuk ayam warna pelangi). Ino juga membuangnya karena hatinya saat ini sedang dipinjam oleh Sai (nanti dikembaliin lagi beserta bunganya).

Shikamaru nggak bisa nerima bunganya karena masih asyik di atas pohon bareng Temari. Adem katanya.

Dalam hati sebenarnya Naruto senang bukan main karena akhirnya ada juga yang memberinya bunga. Tapi dia nggak mau tepuk tangan lantaran takut dikira homo. Terpaksa diam-diam ia simpan bunga itu di saku belakang celananya.

Sedangkan panitia cowok yang lain hanya diam tak bersuara.

DUAR! Tiba-tiba bunga-bunga itu meledak.

PLOK! PLOK! PLOK!

Panitia cewek langsung bertepuk tangan meriah. "Hanabii! Hanabiiiiiii!"

Celana Naruto spontan bolong dan wajah Hinata pun bersemu merah karena malu (tapi mau).

Deidara tersenyum seraya berkata, "(Air) Seni adalah ledakan."

Pertunjukkannya pun selesai. Jumlah orang yang bertepuk tangan: 3 orang (termasuk Hinata yang senang bukan main melihat "fanservice" dari Naruto)

.

.

Kini giliran Kisame sebagai peserta terakhir yang maju.

Kisame dengan semangat '45 segera melompat tinggi. Setinggi elang yang terbang di udara! Lalu dia mengeluarkan bambu runcing. "Merdeka atau mati!" teriaknya.

Lee dan Kiba langsung menangis terharu. Jadi ingat dengan perjuangan rakyat Indonesia tempo dulu. Neji masih sok cool dengan wajah datarnya. Padahal sebenernya di dalam hati dia nangis nggak kalah banter.

Sakura dan Ino saling menangis berpelukan. Akamaru jadi cemburu (?).

Pada awalnya Naruto diam membisu karena ia merasa melihat ikan lagi megang bambu. Tapi karena pantatnya dicubit sama Sakura, dia jadi ikutan nangis juga.

Shikamaru geleng-geleng kepala. Sebenernya dia mau nangis juga tapi nggak jadi soalnya lagi ada Temari. (Jaim dong! Harga diri pria!)

Pertunjukkan dari Kisame selesai. Jumlah orang yang bertepuk tangan: 0

.

.

Neji berdeham, "Jadi yang menang Itachi?"

Yang lain tidak menjawab karena masih sibuk nangis.

.

.

~To be Continued~