Kemaren ada yg review katanya pernah baca FF ini ya? Yap ini ff remake-an gw yg sebelumnya gw post di blogspot dengan cast Hunhan taun 2012 yang lalu :") gw author ff dari jaman suju suju makanya gw mau remake semua FF gw dari yg udah beres sampe yg masih gantung kek yg 1 ini J makasih juga buat udah Review dan semangatnyaaa mmuah 3

.

.

Cast : Mingyu x Wonwoo (Meanie) and other cast

Genre : Yaoi/Sad

Rating : M

.

.

.

18.00 PM KST

"Mingyu ya" Wonwoo mengetuk pintu kamar adiknya.

"…." Tidak ada jawaban dari dalam kamarnya.

"Aku masuk ya.." sahutnya sambil membuka pintu kamar mingyu

"Mingyu?" orang yang dicari tidak ada disana. Hanya ada baju seragam dan tas mingyu yang tersimpan rapih di tempat tidurnya. Mingyu memang anak yang rapih. Tidak pernah sekalipun kamarnya berantakan. Wonwoo berjalan menuju kasur mingyu..

"Ah!" wonwoo terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang, memeluk pinggang kecil dan teramat ramping nya tersebut. Punggungnya menempel erat pada dada belakang yang memeluknya. Dan ia bisa merasakan sesuatu yang menggumpal yang menyentuh bagian pantatnya.

"Ada apa hm?" serunya pelan dan mengecup lembut leher wonwoo.

"Jangan mengagetkanku seperti itu, Kim Mingyu!" ya.. orang itu Mingyu. Wonwoo mencium aroma wangi dari tubuh mingyu yang ternyata baru selesai mandi dan hanya berbalut handuk dipinggangnya.

"Kenapa? Takut 'Pacar'mu tau kalau ternyata kau bermesraan dengan adikmu sendiri?" balasnya dengan nada seperti 'Sindiran' ditelinga wonwoo.

"Dan aku suka wangimu yang seperti ini.. tidak seperti tadi" lanjutnya.

Wonwoo tak membalas ucapannya. Dia melepas tangan mingyu yang melingkar dipinggang nya erat. Wonwoo berbalik dan menghadap kearah sang adik.

Ia menangkupkan kedua tangannya di pipi mingyu.

"Berhentilah bicara seperti itu.. ucapanmu yang seperti itu selalu membuat hatiku sakit" kedua mata sipitnya menatap memohon kepada mingyu.

"Ucapanmu lebih menyakitkan daripada gigi taringmu yang tajam saat menggigit kulitku" lanjutnya seraya mengelus lembut kedua pipi mingyu.

Mingyu terdiam. Tangan kanannya bergerak, ibu jarinya menempel dibibir wonwoo. Dielus nya lembut bibir itu.

"Rasa sakitmu tidak seberapa dengan rasa sakit yang kurasakan hyung…" ucapnya lirih.

"Emmh" Ibu jarinya yang tadi mengusap bibir wonwoo kini bersarang didalam mulutnya. Mingyu mengeluar masukkan ibu jarinya tersebut didalam mulut kakaknya. Wonwoo tak menolak. Ia menerima perlakuan apapun dari adiknya. Apapun! Terkecuali 'Seks'

Kedua tangan kurus wonwoo mengalung di leher mingyu.

"Hmmpm.. akhh.." matanya tertutup. Menikmati jari tersebut. Mulutnya mengulum yang terkadang menganga saat ibu jari mingyu berganti dengan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya yang masuk kedalam mulut hangat wonwoo. Salivanya keluar dari sudut kanan dan kiri bibir wonwoo.

Wonwoo menikmatinya. Mengulum menjilat dan menghisap jari adiknya tersebut.

Dan kini kepalanya pun ikut bergerak maju mundur berlawanan arah dengan keluar masuknya jari mingyu.

"Aahh~" ia membuka matanya. Mingyu melepas jarinya dari mulut wonwoo. Tangannya berpindah memegang tengkuk wonwoo. Mendekatkan bibirnya ditelinga kiri wonwoo.

"Aku membencimu.. wonu hyung" bisiknya. Wonwoo memejamkan kembali matanya dan mengalihkan kedua tangannya dari tengkuk mingyu ke pinggang mingyu. Memeluknya erat.

"Aku menyayangimu.. adikku… sangat.. aku sangat mencintaimu" ujar wonwoo dengan mengeratkan pelukannya.

"Aku sangat membencimu" balasnya seraya mengecup rambut coklat wonwoo.

Sudah ratusan kali mulut mingyu mengucapakan kata Benci pada kakaknya semenjak wonwoo berubah bersama pria – pria yang terus ia bawa kerumahnya. Dan ratusan bahkan ribuan kali wonwoo membalasnya dengan ucapan Sayang dan Cinta bahkan dari saat mingyu lahir kedunia.

Wonwoo melepaskan pelukannya. Selangkah mundur dari mingyu.

"Makananmu sudah siap, makanlah yang banyak habis itu belajar lalu tidur. 3 minggu lagi ujian kan"

Wonwoo tersenyum dan mengacak pelan rambut mingyu yang masih sedikit basah lalu meninggalkan mingyu yang masih berdiri terdiam. Ia menggumpalkan kedua tangannya. Menahan rasa sakit hatinya.

"Akulah disini yang sangat mencintaimu wonu.. aku sangat mencintaimu.. sampai rasanya aku ingin mati"

.

.

.

- Ting Tong –

.

.

"Yaa sebentar" sahut wonwoo saat mendengar bel pintu rumahnya berbunyi. Wonwoo berlari kecil kearah pintu.

"Hallo selamat malam wonwoo sshi" sapa tamu yang datang dengan senyuman manis diwajahnya. Seorang gadis. Dia tau gadis itu.

"Oh yaa hallo" sapanya balik. Dan balas senyuman yang tak kalah manis diwajahnya.

"Apa mingyu ada dirumah?"

"Ada, dia sedang makan.. silahkan masuk"

"Terimakasih~" gadis tersebut pun masuk dengan senyuman sumringah.

Tanpa disuruh dan menunggu si pemilik rumah, gadis itu langsung berjalan kearah dapur dimana seseorang yang ia tuju ada disana.

"Mingyu ya~~"

"Oh? Yeoreum nuna?" mingyu melihat siapa yang datang, ia menghentikan aktivitas makannya dan berdiri.

Yeoreum. Gadis tersebut langsung melingkarkan tangannya ke lengan berotot mingyu.

"Aku akan terus datang kesini untuk membantumu belajar"

"Ah.. terimakasih nuna, tanpa harus bayarkan?" balasnya dengan candaan.

"Hmmm… Cukup traktir aku makan dan ajak aku jalan jalan saja" mingyu hanya tertawa mendengar jawaban yeoreum. Keduanya tertawa.

Tidak jauh dari tempat makan, wonwoo melihat mereka berdua. Dilihatnya mingyu ditarik oleh yeoreum. Mereka berjalan kearah wonwoo.

"Wonwoo sshi, aku izin belajar bersama dikamar mingyu" ucap yeoreum yang masih memegang lengan mingyu.

"Ah.. iya silahkan" jawabnya dengan senyum tipis.

"Mingyu, nanti aku bawakan cemila-"

"Tidak usah" mingyu memotong ucapan wonwoo.

"Kau pasti capek. Istirahat saja" lanjutnya sembari berjalan menuju kamarnya dan diikuti oleh yeoreum.

Mata wonwoo mengikuti punggung mereka yang berjalan menuju kamar sampai mereka masuk dan menutup pintu kamar tersebut.

"Tidak bisakah aku mendapatkan Mingyu-ku yang dulu…"

.

.

.

T B C ^^/