Angin bercampur harumnya sakura menerpa wajah kedua orang yang saling berpandangan itu. Ichigo membuka matanya, dilihatnya sesosok cewek cantik bermata violet yang memandanganya.

"Cantik banget…" pikirnya.

Sedangkan Rukia menatap Ichigo bukan karena terpaku, melainkan karena berfikir "kenapa orang aneh ini tidak segera menurunka aku???"

Dan disaat yang berbahagia sebelah pihak itulah dating sang anak babon, dialah ABARAI RENJI.

"BLETAK!" dia memukul kepala Ichigo.

"AHHHK!!! SAKIIT!" Ichigo menengok ke belakang. "Apa-apaan lo!!?" Tanyanya marah. "Sakit begooo!!" Katanya yang melihat Renji tersenyum.

"Apa yang kau bawa itu?" tanyta Renji.

"Ini…" Ichigo hendak menengok. Tapi belon sempat nengok sudah ada tangan yang menghantam Ichigo.

"ADUH!" Sekali kagi Ichigo berteriak.

"Pasti sakit tuh.." Renji berkomentar.

"Turunkan aku!!" Rukia ketus.

"Kau ini kasar sekali!! Padahal sudah kutolong juga.." Ichigo mengusap pipinya. "Eh rambut orange, denger ya. Aku tidak butuh pertolonganmu. Lagi pula kau kan yang mengagetkan aku. Jadi dari awal kau yang salah." Rukia mengemukakan pendapatnya. "Siapa suruh kau kaget?! Aku kan Cuma Tanya sedang apa kau di sana? Habis mana ada gadis dari SMU Karakura yang naik pohon!!" Ichigo balas mengejek.

"Memang apa urusanmu? Terserah aku mau manjat gunung kek, mau manjat pohon kek! Memang kau ini siapa? Jangan sok mengaturku!!" Rukia memelototi Ichigo.

"APAAA!!! Kau ga kenal siapa gue??!" Tanya Ichigo ga percaya.

"Ya gue kenal siapa loe!! Loe itu cowok berambut orange yang ga tau diri yang suka mengatur kehidupan orang laen, di tambah lagi ga mau ngakuin kesalahan sendiri." Kta Rukia.

"Kau ini memeng tidak kenal Kurosaki Ichigo???" Tanya Ichigo.

Rukia diam, akhirnya dia sadar juga siapa aku. Piker Ichigo.

"Hmpfff…kurosaki strawberry? Bwahahahaha!!!" Rukia tertawa.

" Kau salah baca namaku bodohh!!" Ichigo ga terima.

" Hei kalian sudahlan inikan di tempat umum. Jangan buat malu." Kata Renji yang tidak tahan dengan suasana yang sedang terjadi di hadapanya.

"DIAM KAU RAMBUT MERAH!!"kata mereka bersamaan.

Setelah mendengar perkataan kedua tokoh, muncullah tanda kerut di dahi Renji. "APA YANG KALIAN KATAKAN TENTANG RAMBUT KERENKU INI HAH???"

Dan akhirnya ketiga orang itupun ikut bertengkar ala anak kecil.