Cats : Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, Stella Kim, Go Ahra (kalau ada ahra dan yunho pasti bakal ada...) GS! For Heechul. Cast akan bertambah seiring berjalannya cerita.
Genre : Romance, Hurt
Warning : Don't Like BL Don't Read ! typo's, cerita pasaran, dll.
Backsound : Love In the Ice, Don't say goodbye - DBSK
Summary :
'Kau bilang, jika aku tersenyum maka semua akan baik-baik saja'
.
.
.
"Kau memanggilku Ahra-ah ?"
Ahra membalikkan badannya, mendapati Heechul tengah bersidekap dengan sebotol minuman soda di tangannya. Yeoja cantik berambut sepanjang bahu itu mengangkat sebelah alisnya. Sedangkan Ahra kini tengah memamerkan senyum penuh artinya. Ahra mendekati Heechul lalu membisikkan sesuatu, membuat teman-teman satu genknya yang lain penasaran.
"Bagaimana eonni ?" Ahra menunggu jawaban heechul dengan hati riang gembira. Heechul pasti akan mengiyakan idenya, mengingat Heechul yang hobby sekali membully murid-murid di sekolah. Apalagi jika sasarannya hanyalah seorang murid biasa dan miskin, jinja.. Ahra sangat alergi dengan kata itu.
"Ku sarankan jangan pernah menyentuhnya seujung kuku pun! Atau kau akan mendapat masalah besar Go Ahra" ucap Heechul dengan nada santai namun rahangnya sedikit mengeras. Sedangkan Ahra yang mendengar jawaban atau lebih tepatnya peringatan dari Heechul hanya bisa mengangakan mulutnya tak percaya, Heechul tak menyetujui idenya ?
"T-tapi kenapa eonni ? dia hanya murid biasa dan miskin, bukankah kita sering melakukan hal itu pada murid lain ?"
"Ku bilang jangan ya jangan! Apa kau sudah mulai tuli ha ?" Heechul sedikit menaikkan intonasi suaranya, sejujurnya ia jarang sekali berteriak. Sang Queenka harus selalu terlihat elegan namun juga di takuti.
"Baiklah.." pasrah Ahra pada akhirnya, namun ia semakin penasaran dengan apa yang akan terjadi jika dirinya mengerjai Kyuhyun. Ia akan membujuk Yoona, Hyuna dan Sooyoung untuk membantunya mengerjai Kyuhyun, tentu saja tanpa sepengetahuan Heechul. Senyum menyeramkan yeoja itu tercetak jelas, membuat ketiga temannya yang lain juga tersenyum penuh arti, kecuali Heechul.
'Persetan dengan Heechul'
.
13.00-
Kyuhyun memasukkan buku-bukunya ke dalam tas, bersiap untuk pulang. Sebenarnya bel sudah berbunyi sedari tadi, namun seperti biasa, ia mengerajakan tugas yang di berikan gurunya lebih dulu. Ya, Kyuhyun lebih suka mengerjakan PR di sekolah dari pada di rumah. Kyuhyun hanya ingin sampai di rumahnya nanti ia bisa puas beristirahat tanpa di pusingkan oleh tugas-tugas yang menumpuk. Setelah semuanya beres, Kyuhyun berjalan keluar kelas. Tak menyadari seseorang yang tengah menunggunya di depan kelas.
"Kyuhyun-ah" Suara seseorang menghentikan langkahnya, Kyuhyun sedikit kaget saat melihat Siwon yang sedang bersandar di samping pintu kelasnya.
"Ku antar pulang ne ?" tawar Siwon, dan tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Siwon menarik pergelangan tangan Kyuhyun, membawanya menuju tempat dimana mobilnya terparkir.
Sedangkan di tempat lain...
Yunho berlari sedikit tergesa menuju kelas Kyuhyun, nafasnya tersengal. Sampai di depan kelas Kyuhyun, ia mengedarkan mata musangnya. Tak ada siapapun, namun tatapannya tertumbuk pada dua orang yang sedang bergandengan tangan. Ah ralat, seseorang yang tengah menyeret seorang namja berkulit pucat. Smirk sang Kingka kini mengembang.
"Kali ini kau menang Siwon ah. Tapi aku tak akan membiarkannya jatuh cinta sekaligus patah hati karenamu"
Jika saja tadi Ahra tak mengganggunya bisa di pastikan ia yang akan lebih dulu mengajak Kyuhyun pulang bersama.
.
Sesampainya di tempat parkir, Siwon membukakan pintu untuk Kyuhyun. Rasanya sedikit ganjil karena baru pertama kalinya ia membukakan pintu untuk seorang pria, tapi mau bagaimana lagi ? ia harus semakin gencar mendekati namja berkulit pucat itu agar segera dapat mengetahui orientasi seksual Kyuhyun dan mendapatkan tiket gratis menuju Australia kemudian bertemu kekasih tercintanya.
"Gomawo.."
Lirih Kyuhyun dengan wajah memerah lalu memasuki mobil Siwon, jantungnya berdegup cukup kencang di perlakukan sedemikian rupa oleh Siwon. Siwon sendiri kini sudah duduk di belakang kemudinya, mata tajamnya sedikit melirik Kyuhyun, memperhatikan namja yang terlihat sedang salah tingkah itu. Bulu kuduknya meremang, apa Kyuhyun benar-benar seorang gay ?
Sesaat keduanya terdiam, Siwon sibuk memperhatikan jalan di depannya sedangkan Kyuhyun menyangga kepalanya dengan sebelah tangan dan menatap keluar jendela. Ia merasa ada sesuatu yang di lupakannya. Sesuatu yang sangat penting.
"Siwon-ah"
"Hum ?"
"B-bisakah kita mampir ke pemakaman di dekat rumahku ? aku janji hanya sebentar saja" pinta Kyuhyun dengan nada setengah berbisik. Siwon menatap Kyuhyun penasaran, namun tanpa ada niat untuk menjawab, namja tampan itu mengangguk kecil.
Beberapa menit kemudian keduanya sampai di pemakaman. Kini Siwon dan Kyuhyun tengah berdiri di samping sebuah makam yang terlihat sangat rapi. Kyuhyun berjongkok, mencabuti rumput-rumput liar yang baru tumbuh di sekitar makam itu.
Siwon masih berdiri sambil memandangi sebuah foto wanita paruh baya di bawah batu nisan itu. Ia berusaha menahan hasrat ingin bertanyanya pada Kyuhyun, takut-takut jika pertanyaannya nanti akan menyinggung perasaan Kyuhyun.
Kyuhyun membelai nisan di depannya, matanya terpejam dan mulutnya menggumamkan sesuatu. Detik berikutnya, ia menangupkan kedua tangannya di depan dada, mungkin sedang berdoa.
Dan setelah beberapa menit terdiam dalam keadaan yang sama, Kyuhyun membuka matanya kemudian mengecup nisan di hadapan namja manis itu.
"Ini makan ummaku. Beliau meninggal saat aku berumur 7 tahun. Saat itu penyakit yang ia miliki sudah mencapai pada puncaknya, dan meninggalkan aku serta Hyungku" jelas Kyuhyun saat menyadari tatapan penasaran dari Siwon.
Setelahnya namja manis itu berjalan menuju sebuah makam di samping makam ummanya di ikuti oleh Siwon. Entah makam siapa itu namun Siwon sedikit membulatkan matanya kaget. Foto yang berada di bawah makam itu amat sangat mirip denganya, hanya saja tak ada lesung yang menghiasi pipi pria dalam foto itu.
Lagi, Kyuhyun berjongkok di sebelah makam itu. Dan kini Siwon ikut menjongkokkan dirinya di sebelah Kyuhyun. Namja berkulit pucat itu mengelus batu nisan di depannya kemudian menangkupkan tangannya di depan dada. Siwon dapat melihat betapa tulusnya Kyuhyun saat berdoa, dan mata tajamnya mendapati setetes air mata jatuh membasahi pipi chubby namja di sebelahnya.
Entah dorongan dari mana, Siwon mengangkat tangannya, mengelus puncak kepala Kyuhyun berusaha menenangkan namja yang kini masih berdoa sambil terisak lirih.
Kyuhyun membuka matanya, dengan gerakan cepat ia menghapus air mata yang masih tersisa di kedua pipinya lalu tersenyum lembut.
"Dia pernah mengatakan jika aku tersenyum semua akan baik-baik saja. Aku ingin semua baik-baik saja" gumam Kyuhyun dan dapat di dengar oleh Siwon.
"Apa dia begitu berarti untukmu ?" tanya Siwon saat tak dapat lagi menahan hasrat ingin bertanyanya. Kyuhyun mengangguk pelan.
"Sangat"
Dan setelah itu tak ada lagi suara yang keluar dari keduanya. Siwon pun tak berniat untuk kembali bertanya. Jawaban Kyuhyun sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan semuanya, pria di foto itu adalah kekasih Kyuhyun, tatapan Kyuhyun yang sarat akan kesedihan saat menatap foto itu membuat Siwon berani menyimpulkan hal itu.
Namun ada sesuatu yang aneh, ia tak jijik mengetahui fakta bahwa Kyuhyun memang benar gay. Bahkan ada sesuatu yang mendesak dalam hatinya saat melihat tatapan sedih Kyuhyun. Hei, bagaimana jika hal itu terjadi padanya ? kehilangan kekasih yang sangat ia cintai. Bagaimana jika ia kehilangan Stella ? pasti hatinya akan sangat sakit dan hancur.
"Jja- kita pulang Siwon-ah. Hyung pasti sudah menungguku di rumah" ajak Kyuhyun kemudian bangkit dari tempatnya. Siwon mengangguk lalu keduanya kembali menuju dimana mobil Siwon terparkir.
-wonkyu-
"Dari mana saja kau Kyu ? pulang sesore ini ? pasti bermain game di game centre lagi eoh ?" omel sesosok namja cantik dengan membawa spatulla di tangan dan apron bunga-bunga di tubuhnya. Kyuhyun hanya mendesah bosan mendengar omelan hyungnya.
"Aku dari pemakaman. Ini hari dimana ia pergi, apa kau lupa hyung ?"
Tanya Kyuhyun sembari membuka sepatunya. Siwon yang menyempatkan diri untuk mampir hanya terdiam di samping Kyuhyun, tak percaya jika ternyata Kyuhyun mempunyai seorang hyung dan sama manisnya dengan Kyuhyun. Eoh ? manis ? Siwon segera merutuki pikiran bodohnya.
Kyuhyun menepuk keningnya, ia melupakan sesuatu. "Hyung, kenalkan ini Choi Siwon. ia satu sekolah denganku. Dan Siwon-ah, ini Kim Jaejoong hyungku"
"Kim ?"
"Aaa.. kami saudara tiri"
Siwon menggaruk tengkuknya menyadari pertanyaannya yang sedikit sensitif. Ia mengulurkan tangannya, namun bukannya di sambut oleh Jaejoong, ia malah mendapatkan tatapan menyelidik dari namja cantik itu.
"Teman ? bukan namjachingu-mu huh ?" tanya Jaejoong sinis dengan tangan bersidekap. Siwon menurunkan uluran tangannya, menyadari Jaejoong yang tak balik membalas. Jadi, hyungnya sendiripun sudah tahu tentang orientasi seksual Kyuhyun ?
"Hyung~!" rengek Kyuhyun dengan sedikit mempoutkan bibirnya sebal. Ia sungguh malu pada Siwon karena sikap hyungnya yang kekanakan. Padahal sebenarnya ia sendiri juga kekanakan.
Ajaib sekali kakak beradik ini, bagaimana mereka menjalani hari-hari dengan ke'childish'an mereka ? pikir Siwon sedikit frustasi.
"Ya sudah kalau begitu, masuklah"
"Siwon-ah, kau duduk dulu ne ? aku akan ganti baju dulu. Anggap saja ini rumahmu sendiri"
Siwon hanya mengangguk kecil, Kyuhyun pun menghilang dari pandangannya.
"Kau mau minum apa Siwon-ssi ?" tanya Jaejoong yang sedari tadi menatap interaksi keduanya di sudut ruangan.
"Tak perlu repot-repot Jaejoong-ssi. Air putih saja" jawab Siwon kemudian mendudukkan dirinya di atas sofa. Namun bukannya beranjak mengambilkan minum untuk Siwon, namja cantik itu malah menatap Siwon dengan tatapan sinis. Membuat Siwon bingung setengah mati karena tak tahu apa kesalahannya pada Jaejoong hingga si cantik itu seperti tak suka pada dirinya.
"Benarkah kau bukan namjachingu Kyunnie, Siwon-ssi ?"
"Aku hanya teman sekolahnya, Jaejoong-ssi" ucap Siwon penuh penekanan.
Siwon melihat Jaejoong bernafas lega. "Aku hanya merasa aneh saja, ia jarang sekali bahkan tak pernah membawa teman sekolahnya bermain ke rumah"
Ada nada kesedihan yang Siwon dapat ketika Jaejoong berbicara.
"Aku hanya berharap kau menjadi teman yang baik untuknya Siwon-ssi. Jika tidak, aku akan memutilasimu dan menggorengmu lalu akan ku buang kau ke laut untuk makanan ikan piranha" ucap Jaejoong sadis kemudian meninggalkan Siwon, membuat namja tampan itu begidik ngeri. Sungguh, ia semakin tak menyangka Kyuhyun mempunyai hyung seorang saddistme.
Sesaat setelah Jaejoong berlalu, Kyuhyun keluar dari kamarnya. Namja manis itu terlihat begitu santai dengan kaus V-neck dan celana training panjangnya. Siwon dapat melihat dengan jelas leher jenjang Kyuhyun hingga dada putih bersih namja manis itu. Sepertinya benar kata Zhoumi, Kyuhyun melakukan perawatan rutin pada kulitnya.
"Apa kau menunggu lama Siwon-ah ? hyungku juga tak bertanya hal-hal aneh kan ?" tanya Kyuhyun lalu menghempaskan dirinya di samping Siwon.
Namja tampan itu tersenyum getir. "Tidak apa-apa. Jaejoong-ssi juga tidak bertanya macam-macam"- ia hanya mengancamku dengan ancaman sadisnya- lanjut Siwon dalam hati. Kyuhyun tersenyum lega, ia sudah berfikir macam-macam tentang pertanyaan-pertanyaan aneh yang Jaejoong berikan pada Siwon saat dirinya ganti baju tadi.
"Kyu, apa kau ada waktu ? besok keponakanku berulang tahun, bisakah kau menemaniku mencari hadiah ulang tahun untuknya ?" tanya Siwon ragu-ragu. Ia memang berniat mencari hadiah untuk keponakannya yang akan berulang tahun, namun mengajak Kyuhyun sepertinya bukan ide buruk.
"Kalau Jaejoong hyung mengizinkan, kita bisa mencarinya setelah ini"
Sungguh panjang umur, orang yang sedang di bicarakan datang membawa segelas air mineral. Jaejoong menaruh gelas itu di hadapan Siwon kemudian duduk di sofa seberang Siwon dan Kyuhyun.
"Hyung, aku akan menemani Siwon mencari hadiah untuk keponakannya yang berulang tahun besok. Dan jangan melarangku"
Jaejoong mendecih kesal. "Kalau begitu tak ada gunanya kau meminta izin padaku Cho Kyuhyun! Ingat, jangan pulang lebih dari jam 10. Arraseo ?" peringat Jaejoong dengan mimik wajah yang ia buat sedemikian rupa agar terkesan seram, namun malah membuatnya terlihat lucu.
"Ne Jae-cerewet-hyung" ejek Kyuhyun lalu segera berlari menuju kamarnya sebelum Jaejoong melempar nampan di tangannya.
Setengah jam kemudian Siwon dan Kyuhyun bersiap untuk keluar. Setelah mengucapkan terimakasih, Siwon berjalan mendekati mobilnya. Kembali membukakan pintu untuk Kyuhyun.
Jaejoong memandang Kyuhyun yang sedang tersipu dengan pandangan khawatir. Ia takut sesuatu terjadi pada adik satu-satunya, walaupun Kyuhyun hanya adik tiri, tapi tetap saja mereka pernah berada di dalam satu kandungan. Ya, umma Jaejoong menikah lagi setelah kematian appanya. Namun kelahiran Kyuhyun tidak membuat Jaejoong membenci adik tirinya itu, ia bahkan sangat menyayangi Kyuhyun.
Setelah menutup pintu, Jaejoong berjalan menuju kamarnya. Langkahnya terhenti ketika lonceng mungil di depan rumahnya berbunyi. Semakin lama lonceng yang di jadikan bel rumahnya itu berbunyi semakin intens, membuat Jaejoong kesal setengah mati. Ia membuka pintu rumahnya kasar.
"Aish! Tidak bisakah kau berhenti membunyikan lonceng hah ?" bukannya menyapa tamunya dengan baik, Jaejoong malah membentak tamu yang tidak di kenalnya itu.
"Aku hanya tak pernah melihat bel seperti ini. Lucu sekali" jawab orang di depannya santai, namun tangannya masih terus memainkan lonceng kecil itu sambil memandangnya dengan tatapan datar.
"Kau siapa ?!"
"Aku Jung Yunho, apa Kyuhyun ada ?" tanya namja bermata musang itu to the point. Jaejoong menautkan alisnya. Sungguh tidak bisa di percaya, tadi Kyuhyun membawa temannya dan sekarang seseorang mencari adik manisnya.
"Tadi membawa kuda, sekarang datang beruang. Ya tuhan, ada apa dengan teman-teman Kyunnie ?" tanya Jaejoong dengan ekspresi frustasi yang di buat-buat.
"Kau mengataiku beruang nonna hello kitty ?" tanya Yunho mengambil kesimpulan bahwa namja di depannya menyukai hello kitty, karena jepit rambut dan kaus Jaejoong yang bergambar tokoh kucing lucu itu.
"Nonna ? aku namja beruang pabbo!"
Entah mengapa kedua namja itu malah bertengkar, dan membuat Yunho melupakan niat awalnya mencari Kyuhyun.
TBC...
