Wonwoo sudah pernah jatuh cinta, kok.

Sama Ji Chang Wook, INFINITE Hoya, Lee Jong Suk, dan oppa-oppa yang lain.

Salah besar kalau teman-temannya bilang dia baru mulai suka-sukaan sama lawan jenis.

Dan salah besar kalau teman-temannya bilang dia baper.

My Senior and I

Chapter 1 : Baper

Meanie / School life AU / GS for uke

Don't like, don't read. Maaf kalo banyak typo.

"Ji, Jeonghan-eonnie, ayo balik ke kelas." Ajak Wonwoo sedikit memaksa kedua temannya.

"Apa sih, Won? Masih ngantri, tau!" jawab Jeonghan kesal.

"Ya sudah, aku balik duluan!" ucap Wonwoo dan berlalu meninggalkan kedua temannya. Wonwoo juga tidak tahu dia kenapa. Dia hanya merasa perlu menyembunyikan wajahnya.


"Sekarang jelaskan kenapa kau bertingkah seperti tadi." Ucap Jihoon, meminta penjelasan pada Wonwoo yang sedang menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangan. Bahkan susu coklat yang sudah dia bayangkan sejak masih di kelas diabaikan olehnya.

"Kantinnya ramai. Aku kan tidak suka keramaian." Jawab Wonwoo.

"Jangan bohong, Princess Jeon." Ujar Jeonghan kemudian, yang dibalas dengan tatapan 'kau-mau-mati' oleh Wonwoo yang barusan dipanggil Princess.

"Huh. Susah sekali mengelabui kalian."

"Tadi aku nggak sengaja megang tangan orang." Ucapnya kemudian.

"Gitu aja? Terus kau merasa pengen menghilang dari dunia ini?" Tanya Jihoon, hiperbola.

"Aku tahu, pasti cowok. Makanya dia bertingkah seperti ini." Jawab Jeonghan yang sibuk memperhatikan wajah Wonwoo. "Wajahmu memerah, Won." Lanjutnya.

"Umm... Begitulah." Jawab Wonwoo lagi yang membuatnya otomatis menyembunyikan wajahnya untuk kedua kali.

"Astaga Jeon Wonwoo... Aku tahu kau gak laku tapi gak perlu modus pegang tangan cowok segala, kan? Apa jangan-jangan itu Jisoo sunbae?" Tanya Jihoon lagi.

"Enak saja! Aku takut susu coklatnya habis, dan orang itu lama sekali. Jadi aku mau cepat-cepat ambil dan... terjadi begitu saja." Terang Wonwoo. "Bukan Jisoo sunbae, aku tidak kenal dia." Tambahnya.

"Apa dia tampan?" Tanya Jeonghan yang membuat Wonwoo sekali lagi menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.

"Sudah, sudah. Pergi kalian! Pergi!"

"Wonwoo baper, guys! Jeon Wonwoo yang galak lagi baper!" teriak Jihoon kepada seluruh kelas. Memang kelas sedang tidak rame, sih. Soalnya masih jam istirahat. Namun penghuni kelas yang tersisa langsung meng cie-cie-in Wonwoo.

"LEE JIHOON MATI KAU!"


"Jihoon, Wonwoo, sini deh." panggil Nayoung saat dua orang itu sedang mengumpulkan kertas angket untuk ekstrakurikuler. Jihoon kebingungan, soalnya Nayoung itu berada dalam jajaran anak-anak berprestasi yang sudah ikut lomba sejak kelas 1.

"Kenapa, Young?" Tanya mereka bersamaan.

"Kalian ikut ekstra apa?" gadis itu bertanya balik.

"Kami berdua ikut ekstra biologi. Katanya ada belah-belah katak, pasti seru." Jawab Wonwoo.

"Ambil kembali kertas kalian, lalu ganti ekstra Kimia. Cepat." Perintah Nayoung. Jihoon dan Wonwoo mengerti, tapi mereka terkejut sekali. "Besok langsung mulai, ya. Disuruh Jung ssaem"

"Ji, aku bermipi?" Tanya Wonwoo pada Jihoon.

"Tidak Won, aku yang bermimpi, kan?" Tanya Jihoon balik.

"KYAAAA!" teriak mereka bersamaan dan tertawa setelahnya.

Jung ssaem, guru Kimia, sudah pernah meminta ijin kedua orang tua mereka untuk ikut lomba kimia. Hanya saja, Wonwoo dan Jihoon tidak tahu apakah mereka jadi dipilih untuk hal itu. Ternyata, mereka jadi dipilih, hari ini. Mereka berdua senang sekali, impian mereka terkabulkan setelah mati-matian menjaga nilai Kimia mereka di atas angka sembilan puluh kelas satu kemarin. Meskipun tidak jadi ikut ekstra bio, tidak apa lah.


"Gyu, ikut ekstra apa?" Tanya Seokmin saat kertas angket dibagikan. Seokmin kebingungan. Banyak sekali ekstrakurikuler yang menarik baginya namun setiap murid maksimal memilih dua ekstrakurikuler.

"Sama dengan Minghao. Biar pulangnya bareng." Jawab Mingyu.

"Astaga, kalian ini. Serius deh, kalian diam-diam pacaran di belakangku, kan?" Tanya Seokmin sambil mengerutkan dahinya.

"Tidak Seokmin sayang. Dia itu udah kayak adik aku, mama nya dia juga udah nitipin dia ke aku, buat jagain anaknya yang suka error tiba-tiba." Jawab Mingyu dengan menjijikan.

"Jangan panggil sayang, dong, sial. Kalau aku homo juga ngga mau sama kau." Ucap Seokmin yang langsung membenturkan kepalanya di dinding setelah mendengar jawaban Mingyu.

"Memang Minghao ikut ekstra apa?" Tanya Seokmin lagi setelah dia mulai tenang.

"Kimia."


Mingyu bergegas mendekati jendela di samping pintu kelas saat bel masuk kelas berbunyi. Ia tidak sempat beristirahat karena lupa mengerjakan tugas Sejarah, padahal Seokmin sudah menunggunya untuk bermain basket di lapangan. Dia melihat ke luar kelas agar siap siaga untuk sembunyi kalau-kalau Seokmin sudah mendekati kelas.

Tiba-tiba matanya menangkap sebuah objek yang sangat menyejukkan hatinya. Mingyu merasa ada ribuan kupu-kupu yang terbang dari perutnya. Rasanya seperti melayang, menyenangkan.

Di sana, arah jam sepuluh Mingyu, pujaan hatinya sedang berjalan di tengah-tengah kedua temannya. Mungkin dia baru saja dari kantin. Mereka tidak tahu sedang membicarakan apa, namun bidadarinya itu tersenyum dan kemudian tertawa.

Astaga. Mingyu bisa mimisan.

Pujaan hatinya manis sekali. Meskipun wajahnya cuek dan terkesan sombong saat bertemu di kantin beberapa waktu lalu, namun sekarang yang Mingyu lihat benar-benar berbeda.

Kalau ada kata yang artinya lebih dari cantik, tolong beritahu Mingyu. Mingyu mulai membayangkan kalau gadis itu tertawa karena Mingyu atau mungkin hanya untuk Mingyu seorang.

Mata milik lelaki pemilik tubuh tinggi ini mulai mengekori arah jalan si gadis idaman. Dan kedua bola matanya langsung membelalak saat sang bidadari memasuki kelas 2 A-1.

2 A-1.

Tepat di sebelah kelas 1 A-1 yang merupakan kelas Mingyu. Mingyu tersenyum semakin lebar membayangkan kalau mereka bisa berpapasan kalau istirahat, sebelum dia menyadari satu hal.

Pujaan hatinya

Lebih tua darinya!

Mingyu beberapa tahun lalu pernah bilang kalau dia nggak masalah berpacaran dengan yang lebih tua atau lebih muda, namun ia lebih mengharapkan berpacaran dengan seseorang yang lebih tua, yang bisa mengurusnya.

Pikiran Mingyu semakin liar lagi. Ia membayangkan kalau sunbae-nim manis di kelas sebelah itu menjadi pacarnya. Pasti Mingyu bisa mati muda, terkena diabetes. Soalnya makan gula tiap hari.

"Lihat apa, sih, Nak?" Tanya seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba saja sudah berdiri di sebelah Mingyu.

Han seonsaengnim, Guru sejarah.


Hari ini adalah hari pertama bulan Agustus, hari dimana semua ekstrakurikuler mulai berjalan sesuai dengan jadwalnya masing-masing. Kebetulan hari ini adalah hari Kamis. Ekstrakurikuler hari ini adalah English Club, Physics Club, Biology Club, Tari Tradisional, dan Chemistry Club. Wonwoo, Jihoon, Nayoung, Sohye, Yoojung dan Doyeon beserta para sunbae kelas 3 sudah masuk ke laboratorium duluan, karena mereka sudah senior dan merupakan tim lomba kimia dari Pledis Senior High School. Mereka sedang menunggu Jung ssaem yang seharusnya datang 5 menit yang lalu.

Jung ssaem kemudian masuk ke dalam laboratorium dan semua murid yang tadinya di luar lab juga masuk ke dalam mengekori sang guru. Mereka mulai memilih tempat duduk sesuai keinginan mereka. Mingyu dan Minghao duduk di barisan ketiga paling kanan sementara Wonwoo dan kawan-kawannya duduk sejajar dengan Mingyu, melingkari meja Jung ssaem.

(agak susah ya, jelasinnya. Huhuhu maaf. Intinya Mingyu sama Wonwoo itu duduknya sejajar jadi Mingyu nggak notice kalo Wonwoo ikut klub kimia juga)

"Baik, selamat siang semuanya. Selamat datang di Chemistry Club. Klub ini paling banyak dipilih oleh murid, namun, biasanya satu per satu akan menghilang dan terus menghilang sampai yang tersisa hanya sedikit. Tahun lalu, ada Sembilan puluh murid yang mendaftar, namun saat akhir semester yang tersisa tinggal dua puluh murid. Saya harap tahun ini tidak seperti itu, ya?" terang Jung ssaem.

"Iya, Ssaem." Jawab para murid kompak.

"Bagus. Jadi sekarang saya akan menjelaskan apa saja kegiatan yang ada di klub kimia ini. Di kelas sendiri kalian belum punya jadwal praktikum kimia, kan? Jadi kalian bisa belajar fungsi dari alat-alat yang ada di lab ini lebih dulu dari teman-teman kalian di kelas. Selanjutnya kita akan melakukan percobaan singkat mengenai proses pengolahan air, dan blablablabla..."

Penjelasan Jung ssaem terus berlanjut dan murid-murid yang ada di sana menghadap lurus ke arah Jung ssaem, padahal mereka tidak mengerti apa yang gurunya katakan. Contohnya, Pasangan 2Ming yang sudah sibuk bergosip.

"Gyu, gyu. Itu ganteng yah, yang rambut item itu. Kayaknya kakak kelas kita, deh." Ucap Minghao pelan.

"Biasa aja, gantengan aku." Jawab Mingyu narsis.

"Ish. I hate you."

"I love you too..." jawab Mingyu yang kemudian ditanggapi Minghao dengan gesture pura-pura mau muntah.

"Baiklah, saya rasa pertemuan hari ini hanya saling perkenalan saja. Saya masih harus menjemput anak saya jam 4 sore. Mamanya sedang tidak di rumah. Nggak ada yang nanya, sih, tapi saya kasih tahu saja biar nggak kepo nanti." Kata Jung ssaem kemudian yang langsung ditertawakan oleh murid-murid di dalam lab.

"Garing, yah? Tapi kasian, udah usaha." Bisik Mingyu pelan pada Minghao.

"Hush. Nanti kedengaran."

"Okay kita akan memulai perkenalan dari... Ah, Junhui! Dari Junhui, lalu dilanjutkan ke orang di sebelahnya, lanjut terus sampai ke anak kelas saya si ganteng, okey?" terang Jung ssaem untuk sesi perkenalan. "Berdiri, ya. Lalu sebutkan nama dan kelas."

"Halo semua, saya Wen Junhui, dari kelas 2 A-2." Ucap seorang murid yang tadi dipanggil Jung ssaem. Sekaligus, cowok ganteng yang menarik perhatian Minghao.

"Ooohh... Nama nya Junhui. Benar kan, dia lebih tua dari kita!" kata Minghao excited kepada Mingyu yang hanya dibalas sebuah deheman.

Perkenalan terus berlanjut sampai kepada Jihoon.

"Hai semuanya, saya Lee Jihoon kelas 2 A-1." Kata Jihoon memperkenalkan diri ke seluruh siswa yang ada di lab sambil tersenyum manis. Beberapa orang mulai berteriak pelan karena Jihoon terlihat imut sekali dengan badan mungilnya.

"Nah, Kak Jihoon ini satu di antara sepuluh orang yang akan mewakilkan sekolah kita di lomba kimia dua minggu lagi. Mohon doanya, ya, semoga dapat meraih juara." Ujar Jung ssaem saat Jihoon selesai memperkenalkan diri. "Selanjutnya, Won."

Wonwoo berdiri dari duduknya. Mingyu yang melihat Wonwoo pun hampir saja meloncat dari duduknya. Astaga, sunbae nya yang manis ini ternyata mengikuti ekstra yang sama denganya. Mingyu bersyukur sekali mengikuti kata hatinya untuk mengikuti Minghao.

"Jeon Wonwoo, 2 A-1." Ujar Wonwoo singkat disertai dengan senyum tipis.

Namanya Jeon Wonwoo? Tolong jangan biarkan aku pingsan aku tidak tahan. Teriak Mingyu dalam hati.

"Wonwoo juga akan mewakili sekolah kita untuk lomba bersama dengan Jihoon. Mohon dukungannya, ya, teman-teman semua."

Cukup tiga kata, tapi Mingyu bisa mendengar betapa halus dan merdunya suara sunbae idamannya. Siapa tadi namanya? Jeon Wonwoo? Mingyu terus merapalkan nama itu agar pulang nanti ia bisa mengukir nama itu di hatinya.

Minghao menyikut pelan perut Mingyu saat sang sahabat tidak kunjung berdiri dan memperkenalkan diri saat gilirannya sudah datang. Mingyu berdehem sebentar dan meminta maaf setelahnya.

"Umm.. Annyeonghaseyo, Kim Mingyu dari 1 A-1."

Ohh... Jadi namanya Kim Mingyu.


"Baiklah, sampai di sini pertemuan hari ini. Minggu depan saya khususkan untuk membimbing anak-anak yang akan berlomba, jadi minggu depan tidak ada pertemuan di Chemistry Club." Terang Jung ssaem saat semua murid sudah berkemas untuk pulang.

"Jangan cemberut begitu, Gyu. Saya tahu kamu senang tidak ada pertemuan. Kan bisa pacaran sama Minghao." Goda Jung ssaem pada Mingyu yang membuat Minghao protes kepada gurunya yang hobi sekali mengganggu muridnya.

Dia sudah punya pacar?

(tidak tahu suara hati siapa, hihihi)

Mingyu benar-benar sedih, sebenarnya. Soalnya dia tidak bisa bertemu dengan Wonwoo sunbae yang manis itu minggu depan.

"Ayo pulang, Hao-er." Ajak Mingyu pada temannya saat Jung ssaem sudah pergi duluan meninggalkan lab.

Oh, mereka bahkan pulang bersama. Ujar Wonwoo dalam hati, melempar jauh-jauh rasa kecewanya.

"Wonwoo-ya, ayo pulang." Ajak Jihoon. "Kok cemberut?"

"Hum? Aku kan memang begini. Ayo pulang."


Haiii...

Terima kasih atas review nya kemarin, aku seneng banget sampe hari ini langsung update chapter 1. Maaf ya aku belum sempet ngebalas review nya satu-satu, tapi terima kasih juga masukannya dan aku memutuskan ff ini tetep di GS.

Chapter ini masih agak pendek, ya. Aku akan usahain chapter selanjutnya bakal lebih panjang dan moment meanie nya makin banyak.

Oh iya, jangan lupa beri review, yaa...

Sampai ketemu di chapter selanjutnya.

With love,

Emile