Bartender itu terlihat mengepalkan tangan mendengar ucapan Lucas yang seolah merendahkan dirinya. Lantas ia mengambil satu botol lagi seperti perintah Lucas lalu meletakkan botol itu dengan kasar ke atas meja.

.

.

.

【Summary : Haechan tidak habis pikir bagaimana bisa dia memiliki seorang bos otoriter yang sangat datar dan dingin, terlebih lagi bos nya itu sangat mesum.】

A MarkHyuck Fanfiction

by

BaeKiyudh26

Warning!

[Boy x Boy /Boys Love Area. Yaoi.]

[Tolong tinggalkan cerita ini apabila Anda tidak berkenan!]

.

.

.

Lucas menyeringai penuh kemenangan ketika si bartender sok pahlawan tadi akhirnya memberikan beberapa botol lagi untuk Haechan. Lucas menuangkan itu ke dalam gelas milik Haechan dan memaksa bocah itu untuk kembali menegak alkohol.

Beberapa kali Haechan terlihat batuk karena tersedak, tetapi Lucas tetap berulang-ulang menuangkan kembali minuman beralkohol tersebut dan memaksa Haechan untuk meminumnya.

Jelas, Haechan sudah sangan kewalahan, dia peminum yang buruk. Alhasil, dia benar-benar mabuk berat sekarang. Wajah hingga telinga nya sudah memerah, mata berair dan sayu khas orang mabuk.

"Hei hei sayang, tatap mata ku." Lucas mengatakan itu sambil mengangkat dagu Haechan, sedangkan tangan kiri nya ia guanakan untuk menahan tubuh Haechan agar tetap tegak. , "Mau mencoba untuk beristirahat? Kau terlihat sangat mabuk." Kali ini pria itu bahkan berani mengusap pipi gembil milik Haechan.

Yah...namanya orang mabuk, 50% sadar, 50% tidak sadar. Pasti hanya 'iya-iya' saja, tidak mampu untuk berpikir apakah tawaran itu berbahaya atau tidak.

"Kemari." Lucas mengatakan perintah itu dengan merentangkan kedua tangan nya seolah menyambut Haechan.

Dengan kontrol alkohol, Haechan langsung menerjang tubuh Lucas, memeluk tubuh tinggi gagah itu dengan manja, sedikit meracau dan semakin mengeratkan pelukan nya.

Cup.

Cup.

Cup.

Beberapa kali Lucas melayangkan kecupan-kecupan basah pada pipi,hidung dan kening Haechan. Tangan nya mulai aktif meremasi sekitar area pantat montok Haechan.

Haechan itu terlalu polos, sangat. Dia tidak mengerti tentang sex dan segala hal yang menyangkut aktivitas sexual.

Tujuan Lucas sedari awal adalah ini, ia ingin meniduri karyawan baru di pelukannya ini. Bagaimana tidak, ketika bocah berisi ini memasuki ruangan nya untuk meminta sebuah tanda tangan, tubuh nya seolah mengundang Lucas untuk segera melakukan tindakan pelecehan.

Haechan sendiri sempat bertanya 'mana ketua seksi lain dan karyawan?, apa mereka batal ikut?' di awal ketika Haechan dan Lucas menginjakkan kaki pada suatu bar berkelas yang berada di kota Seoul ini. Lucas hanya menanggapi itu dengan mengatakan bahwa mereka pasti telat datang. Itu semua hanya alibi, tidak ada karyawan lain atau ketua seksi lain yang ikut minum, Lucas berbohong, itu hanya sebuah trik untuk membujuk Haechan agar bocah itu bisa mabuk dan segera bisa dinikmati tubuh nya.

"A-Ah...Ah..." Haechan mendesah lirih yang terdengar sangat imut, tangan nya meremas jas milik Lucas. Mata nya terpejam rapat menikmati kecupan-kecupan basah pada area wajah nya dan remasan kasar di sekitar pinggang kebawah.

"Kau sangat manis sayang." Pria itu melanjutkan aksi nya, kini tangan nya mulai menggerayangi area dada milik Haechan dan sesekali menjilat telinga bocah itu. "Berdirilah." Tidak perlu menunggu lama, Lucas membawa Haechan untuk beranjak dari kursi nya, pria itu memeluk Haechan erat dan langsung mendaratkan ciuman kasar, melumat bibir atas dan bawah Haechan bergantian, sesekali menggigit sensual bilah bibir berisi itu.

"Mmhhh... Nghk..." Haechan mendesah tertatahan ketika kini ciuman itu sudah berada pada tahap saling melilit lidah. Ia tidak tau apa yang harus dilakukan ketika lidah milik Lucas menyeruak masuk ke dalam mulut nya dan melilit lidah milik nya, jadi Haechan hanya pasrah menerima semua tindakan pria yang memeluknya ini.

"Ngh..." Kini Haechan mulai memukul-mukul dada bidang pria itu pertanda jika ia mulai kehabisan nafas, tetapi Lucas menghiraukannya, Lucas justru makin mempererat pelukannya dan semakin kasar melumat bibir Haechan hingga-

BUGH

Hingga sebuah tinjuan kuat menghantam diri nya.

Haechan langsung ambruk ke belakang dan jatuh dalam pelukan hangat milik pria lain yang menyelamatkannya, ketika Lucas berdiri -hendak membalas tinjuan orang itu, mata nya membelalak kaget melihat siapa orang yang ada di depan dirinya.

"B-bos..."

"JAUHKAN TANGAN MU DARI MILIKKU, BAJINGAN!"

Itu adalah bos nya, pimpinan kantor nya. Mark Lee.

.

.

.

Keesokan harinya, hal pertama yang Haechan lihat ketika membuka mata adalahlangit-langit kamar dengan desain awan lengkap dengan gambar sosok cupid. Ketara sekali kamar ini sangat mewah, ketika ia mengedarkan pandang, interior di sekitar nya benar-benar seperti berada dalam drama Korea.

Butuh beberapa menit untuk sadar jika ini bukanlah kamar nya. Haechan meraba selimut yang membungkus diri nya dengan hangat, beludru warna merah dengan corak garis warna emas.

Haechan berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi semalam, Proposal, tanda tangan ketua seksi, Lucas, Bar-

"Aku memberi mu ijin untuk tidak masuk kerja hari ini."

"HUWAAAAAAAAA" Haechan terlonjak kaget, melihat Mark sialan Lee -Bos di kantor nya. Dirinya meraba-raba bagian tubuh nya sambil memasang wajah panik menebak perkiraan jika Mark pasti telah melecehkan nya.

"APA YANG TELAH KAU LAKUKAN KEPADA KU?!" Haechan menyalak keras sekali. Mata nya berusaha terlihat mendelik dengan wajah garang.

"Jangan berpikiran aneh, aku hanya sekedar membawa mu pergi dari bar alih-alih agar kau tidak merusak nama kantor ku. Aku juga bukan seorang gay menjijikkan, selain itu, bocah ingusan, tepos seperti mu sama sekali tidak menggairahkan di mata ku." Mark mengatakan itu dengan ekspresi datar, nada datar, argh! pokoknya benar-benar seperti manusia tanpa selera humor.

"Apa? Aku juga bukan gay! Memang aku ini tepos bodoh!, jelas karena aku laki-laki!. Dengar ya, sebenarnya aku sama sekali tidak ada niatan bekerja menjadi seorang karyawan kantor terlebih lagi di kantor mu! Kau itu adalah bos tanpa sosialisasi baik yang hanya bisa menyuruh ini-itu! Aku sangat membencimu! Benci-Benci-Benci setengah mati! Pecat saja aku! Pecat aku!" Haechan berteriak frustasi dengan tangan yang berkali-kali menunjuk wajah Mark sesekali melempar bantal ke arah Mark. "AKU MAU PULANG!" Diakhiri dengan teriakan menggelegar Haechan yang meminta untuk segera pulang.

"Kau harus beristirahat-

"APA PEDULIMU?! BIAR SAJA, BIAR AKU MATI SEKALIAN SUPAYA AKU BISA BEBAS DARI KANTORMU!"

"OKE.OKE. Aku akan mengantarmu pulang."

Jika urusan adu argumen, pasti Haechan pemenangnya. Dengan hati dongkol, Mark dengan terpaksa mengantar Haechan pulang ke rumah. Pria itu membantu Haechan berdiri dari ranjang meski Haechan menolak dengan cara menampik tangan nya berkali-kali.

Perjalanan mereka selama berada di dalam mobil pun hening, benar-benar hening. Haechan yang memalingkan wajah dan Mark yang fokus pada jalanan. Tidak ada yang membuka obrolan atau sekedar basa-basi.

Beberapa menit kemudian, setelah sampai di depan pagar rumah Haechan, ia baru sadar jika selama berada di perjalanan, dirinya tidak menyebutkan alamat rumah. Tapi bagaimana bisa bos nya mengetahui alamat rumah nya? Masa bodoh. Haechan segera melepas sabuk pengaman dan membuka pintu mobil, sebelum ia benar-benar membuka pagar, tidak disangka, bos menjengkelkan nya itu menahan pergelangan tangan kanan nya seraya berkata, "Beristirahatlah lagi, kondisi mu belum sepenuhnya fit."

.

.

.

Haechan berguling-guling di tempat tidurnya, sungguh debaran jantungnya belum juga normal karena kalimat terakhir yang diucapkan Mark tadi. "ARGH! DASAR GAY SIALAN!" Haechan menendang-nendangkan kaki nya di udara.

Ting.

Handphone nya berbunyi lebih tepat nya notifikasi line nya. Saat ia hendak membalas pesan itu, pipinya memanas melihat siapa pengirim pesan itu.

MarkLee_

Bagaimana keadaanmu?

08.30

Haechan jadi malas sendiri rasanya, ia membiarkan pesan itu.

MarkLee_

Hei, jangan hanya di baca, tolong balas pesan ku. Aku tidak mau kau sampai sakit dan tidak bisa mengikuti meeting beberapa hari lagi.

08.33

Huh, selalu saja karena urusan pekerjaan. Memang benar-benar bajingan si Mark itu.

Haechan tetap tidak membalas pesan dari Mark, justru sekarang ia mengirim pesan kepada wanita yang sedang dekat dengannya.

MarkLee_

(flip table)

09.00

Haechan melongo kaget ketika melihat Mark mengirim emoji line 'flip table' . Setahunya, selama ini bos gilanya itu sama sekali tidak pernah menggunakan emoji ketika mengirim pesan. Ingin membalas pesan, juga gengsi. Tidak dibalas, juga penasaran. Haechan di buat bingung rasanya. Opsi terakhir yang Haechan lakukan adalah meletakkan handphone nya dan beranjak dari ranjang lalu dalam beberapa menit kedua tangannya sudah menggenggam stick ps . Tidak mempedulikan notifikasi line nya yang sedari tadi terus berbunyi.

.

.

.

TBC

Cicicuitan :

Woooh astaga... ini story pertama aku di fanfiction. Dan memang aku lagi gila sama MarkHyuck LuWoo.

Gimana gimana menurut kalian? :(

Apakah aku harus melanjutkan ff ini?

Zeroo082 : Kamu tau, aku senang sekali waktu baca komentar kamu :") itu adalah komentar pertama yang aku lihat pada cerita pertama aku di fanfiction. Terimakasih sudah mampir ke cerita aku, enggak, di sini Lucas sama Mark nggak bakal kerjasama, mereka justru bakal jadi 'musuh' :D

Rusa Aneh : WAHAHAHAHAHA aku sendiri juga membayangkan karakter Haechan yang asli kalau jadi karyawan kantoran pasti 'ugal' dan 'jail' jadi aku pikir adegan pas dia nendang tong sampah itu cocok. Ah iya sorry ya buat Lucas di sini aku jadiin antagonis :""" biar terasa gitu sama-sama 'non-Korea' ntar kalau tengkar pakai bahasa nya masing-masing :v

Dindch22 : Ah iyaaa, Enchan nya emang sengaja di cekokin minuman, Makasihhh ya buat semangat nya Aku suka lho kamu ngasih komentar gini aja udah bahagia :v

Btw, aku kepingiiiin banget bikin ff tentang werewolf, tapi aku binguuung cast nya siapa, antara Lucas Jungwoo atau Jeno Jaemin.

Oke udah cukup sekian cicicuit dari aku :"v

»»»»»»»»»»