"aigoo~ ternyata Sungmin aslinya seperti itu ya" ucapnya.
DOENG~
Namja yang dipanggil Sungmin itu membeku seketika bahkan gorengan yang dia pegang jatuh ketanah, dengan gerakan slowmotion Sungmin memutar kepalanya mata foxy itu terbelalak ketika tahu siapa yang menegurnya.
"Kyu-Kyuhyun" dengan susah payah dia menelan sisa gorengan yang masih ada didalam mulutnya dan wajah yang seputih kapas itu mendadak berubah ungu.
"aku lihat loh" goda namja yang bernama Kyuhyun itu sambil menyunggingkan senyuman yang membuat Sungmin bergidik ngeri melihatnya.
Never Ending Story
Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, And another cast
Genre : Romance / Comedy(?) / Friendship / Drama.
Disclimer :Saya Cuma minjem nama-nama pemerannya ajah :D
Warning : BL, MalexMale, Yaoi, OOC, AU, Typo(s), Bahasa tidak baku, dll.
Happy Reading \ ^o^/
~^-^~) NEVER ENDING STORY (~^-^~
Chapter 2
-Author pov-
Namja berbadan jangkung itu terus menatap intens kepada namja yang di depannya sambil menyunggingkan senyum evil-nya. Sedangkan namja yang agak sedikit pendek darinya hanya menundukkan kepalanya sesekali dia melirik namja jangkung itu dari sela poni rambutnya.
"jadi ini sifat aslimu, eoh?" kata namja jangkung a.k.a Kyuhyun membuka(?) suara setelah sekian lama mereka diam diri.
"ah.. t-tidak kok" ucap Sungmin merutuki dirinya sendiri kenapa disaat genting ini dia mesti gugup, dan langsung menegakkan kepalanya mata foxy itu menatap lurus ke arah mata hazel Kyuhyun.
"tapi aku melihat semuanya" Kata Kyuhyun.
"bu-bukan gitu.." sekali lagi Sungmin menundukkan kepalanya, mungkin baginya melihat sepatu mereka berdua lebih baik ketimbang melihat wajah namja ini.
"KYAAA~ Sungmin"
"Sungmin liat kesini"
ucapan Sungmin terputus ketika mendengar jeritan beberapa yeoja yang lewat ke arah mereka mau tidak mau Sungmin pun melihat ke arah kumpulan yeoja sambil tersenyum.
"huwaa~ manisnya~" kata salah satu yeoja sambil memegang kedua pipinya.
"iya.. Kyaaa~ Sungmin~" seru yeoja itu tak hentinya mereka meneriaki Sungmin dan bertingkah aegyo, tapi yang diteriaki hanya senyum simpul.
Dan ketika Sungmin melanjutkan perkataannya dia mendengus sebal sekaligus lega saat Kyuhyun berlari menjauhinya. Tapi tidak berapa lama tiba-tiba Kyuhyun berhenti dan menoleh ke belakang, ke arah Sungmin.
"Booo-doh" ucapnya seperti mengeja sambil menunjuk ke arah Sungmin.
Bibir plum Sungmin langsung gemertak melihat Kyuhyun yang tersenyum mengejek dan langsung meninggalkan Sungmin yang masih mengumpat dalam hati.
"sial" umpatnya di pasangkan kembali earphone-nya dan di langkahkan kakinya memasuki kelasnya.
.
.
.
.
-Sungmin pov-
"ah Sungmin.."
"hari ini juga manis.."
"huwaa cute banget~.."
"kyaaa~ senyumnya itu loh manis banget~"
Begitulah komentar mereka ketika melihatku, dan seperti biasa aku hanya tersenyum sebagai balasan komentar mereka.
Aku Lee Sungmin, kelas XI-B. Aku sangat populer di semua kalangan baik itu yeoja maupun namja, dari yang balita sampai yang sudah berumur(?). Terutama di sekolahku, aku populer di karenakan aku mempunyai wajah yang 'cute' atau 'manis' dan murah senyum.
Kalau murah senyumnya sih okelah aku terima, tapi.. cute-nya ini loh -,-"
Ingin rasanya kulempar sepatu tiap kali ada yang memanggilku dengan sebutan yang aku tanda kutip tadi, tapi gak jadi selain sayang karena sepatu merek terkenal nan mahal dilempar asal entar kalo lecet bijimane? Tapi aku harus jaga image ku yang… you know what is that.
Tapi cobalah panggil aku tampan ta-a-ta..em..pa-a-pa..en TAMPAN. Akan kuberi seribu untuknya bila dai manggil aku dengan sebutan itu. Makanya setiap kali ada yang menegurku dengan ucapan yang aku tanda kutip tadi aku hanya senyum sebagai jawabanku. Dan hari ini pun aku memesona mereka dengan..ke-cute-an ku, aish ..."
Aku berasal dari keluarga yang mapan Appa pemilik Sendbil yang sangat terkenal memiliki cabang di mana-mana bahkan ada di luar negri, dan Eomma bekerja sebagai sekretarisnya membantu keperluan appa kalau dia ada meeting di luar negridan bersedia menemaninya pergi keluar kota atau keluar negri dimana dan kapanpun eomma selalu berada di samping appa. Dan mereka mempunyai seorang putra sekaligus anak mereka satu-satunya yakni AKU, Lee Sungmin.
Dan aku mempunyai satu rahasia atau bisa di bilang kebiasaan aneh yang menurut orang tidak 'elit' sama sekali, yang tidak cocok dengan latar belakangku. Dari SMP Aku penggemar berat H.O.T Boyband legendaris yang sangat terkenal pada tahun 90-an itu tapi sudah bubar T-T. Mungkin sekarang Boyband ini sudahlah di anggap jaman dahulu a.k.a jadul, walaupun begitu aku tetap suka mereka terutama salah satu personil H.O.T yang bernama Kangta itu aiish tampannya dia :D dan aku suka lagu mereka terutama yang berjudul 'CANDY'. Dan aku pecinta makanan gorengan terutama(lagi) tempe goreng, apalagi buatan mbok eunkyo top markotop dah. Dan satu lagi Aku sangat suka tempat yang sepi kalau sudah begitu naluriku untuk menyetel lagu candy sambil ngemil tempe goreng, karena lagu dan cemilan tersebut WAJIB dan sudah tertera di daftar utama seorang Lee Sungmin.
Kalian pasti heran kenapa aku merahasiakan kebiasaan anehku ini, karena jika aku membocorkannya bisa di tebak imageku sebagai namja populer se-seantro sekolah musnah sudah. Dan jadi bahan ejekan karena mempunyai selera yang sangat amat gak elit sama sekali.
Tapi itu rahasia yang kupendam sejak lama itu terbongkar sudah, karena namja tengik yang seenaknya mengintip kegiatan ritualku, tamatlah riwayatku kalau saja dia membocorkannya ke seluruh siswa. Mau dimana mukaku nanti? Bagaimana ini? Ah, aku harus menemuinya jam istirahat nanti.
Cukup lama aku senyam-senyum ke arah fans-ku hingga tidak terasa sampai ke kelasku Yang berada di lantai dua, Langsung saja ku langkahkan kakiku ke sudut dekat jendela tempat dimana bangku-ku berada.
"kau sudah sampai rupanya" ucap seorang namja. Kulirik ke samping tempat dudukku.
"iya" kataku malas begitu tahu siapa namja yang menegurku tadi.
"wae?" katanya sambil berpindah di hadapanku.
"apa karena mereka?" sambungnya.
"ne, sudahlah aku malas kalau pembicraan ini mengarah tentang wajahku, Hyuki" kataku sambil melihat kearah luar jendela, memandangi mobil dan motor para murid yang tengah memasuki sekolah.
"iya-iya, eumm.. Sungmin" kata namja yang bernama Eunhyuk sekaligus sahabatnya dari kecil itu.
"hmm" kataku masih tidak menatapnya.
"apa tugas dari sudah kau buat?" katanya sambil menggaruk tengkuk lehernya.
"jangan bilang kalau kau belum mengerjakannya" langsung saja aku men-deathglear Eunhyuk yang sedang nyengir gak jelas.
"iya, aku belum mengerjakannya. Ayolah Minnie~ … bantu aku~ " katanya sambil menggengam tanganku sebelah kiri karena tangan yang satunya kupakai untuk menompang dagu.
"yah! Sudah berapa kali kubilang Jangan pernah manggil aku dengan nama menjijikan seperti itu" ku naikan nada bicaraku ketika mendengar nama yang paling aku benci.
"oups, mian aku lupa, soalnya sudah terbiasa sih aku memanggilmu Min-" katanya terhenti ketika melihat siku-siku di jidatku mulai muncul.
"hehehe.. sekali lagi mian" nyengirnya.
kutarik paksa tanganku yang di genggamnya dan langsung mengubek-ubek tasku.
"ini, sudah pergi sana kau membuat mood-ku tambah jelek" kataku menyerahkan buku tugasku sambil mengibas-ngibas tanganku hendak menyuruhnya pergi.
"aish jangan begitu, entar cepet tua loh" godanya.
"yah!" erangku.
"hehe, gomapta- Minnie" katanya langsung kabur ketika aku siap melemparkan ipod milikku.
"ah, sayang" kataku sambil mengelus ipod yang berwarna pink itu.
.
.
.
.
-Kyuhyun pov-
Ah hari yang unik. Bagaimana tidak, aku bertemu dengan namja yang sangat populer d sekolah ini yang ternyata mempunyai kebiasaan yang seratus delapan puluh derajat berbeda dengan sosok aslinya. Dan entah kenapa itu membuat aku semakin penasaran akan kehidupannya yang asli.
Perkenalkan aku Cho Kyuhyun, kelas XI-A. Aku di karuniai wajah yang sangat-sangat tampan yang setiap orang melihatnya akan kelepek-kelepek akan ketampanan-ku. Bukannya aku narsis atau apa, tapi ini nyata. Aku memiliki otak yang sangat encer karena itu aku sering mewakili sekolah ini utuk mengikuti perlombaan cerdas cermat antar sekolah dan aku selalu menang, maka dari itu aku menjadi terkenal akan kecerdasanku dan juga, ketampananku. Selain itu aku juga mengikuti ekskul di sekolah, aku masuk dalam tim bola basket dan kami sering juga tanding persahabatan antar sekolah.
"Kyuhyun!" aku tersentak begitu mendengar suara yang sangat familiar di telingaku.
"hei, kau kenapa? Dari tadi aku perhatikan kau senyum-senyum sendiri begitu. Padahal tidak ada orang yang sedang kau ajak bicara" sambungnya sambil menyeruput jus orange.
"gak ada apa-apa, oh iya kau sudah siap PR bahasa mandarin belum?" kataku mengalihkan pembicaraan.
"belum, kau kan tahu sendiri kalau aku jarang bahkan tidak pernah mengerjakan tugas dari itu. Emangnya kenapa?" kata Donghae sambil memasukkan roti ke mulutnya.
"nih" kataku sambil menyerahkan buku tugasku.
"Kyu" kata Donghae
"ne" ucapku sambil tersenyum manis ke arahnya, tampak Donghae kaget dan langsung menelan roti itu bulat-bulat yang membuat dia tersedak di pukul sedikit dadanya.
Aku yang melihat itu langsung beranjak dari tempat dudukku bermaksud membantu Donghae memukul pelan punggungnya dan langsung ku sodorkan jus yang dia minum tadi.
"makan tuh dikunyah sebanyak delapan belas kali, kalo uda lembut baru di telan. Ini roti masih bulat ja langsung kau telan, Jangan kau samakan dengan ikan mas koi yang makan peler gak dikunyahnya melainkan di telan bulat-bulat" ucapku begitu melihat Donghae mengelus dadanya dengan muka yang semerah tomat dan ada sedikit cairan bening di pelupuk matanya, sambil berusaha menahan tawaku tidak pecah.
"ah.. berisik! Lagi pula setan apa yang ngerasuki kau pagi ini, Tumben kau memberikan contekanmu secara Cuma-Cuma ke aku, biasanya kalau ada tugas sekolah aku harus menyogokmu dengan kaset game yang kau inginkan, kalau tidak sampai mati pun kau takkan memberikannya" kata Donghae sambil menyeka sisa jus di sudut bibirnya dan membersihkan remahan roti yang ada di mejanya.
"kalau kau tidak mau ya sudah, Tidak usah mengintrogasiku segala. Huh, Masih untung aku beri" ku ambil kembali bukuku hendak memasukkannya kembali ke tas.
Donghae memicingkan matanya melihatku intens
"ya..ya.. gitu aja ngambek, apa kata seluruh murid kalau seorang Cho Kyuhyun ngambek hanya karena buku tugasnya ditolak mentah-mentah oleh sahabatnya sendiri" godanya
"yah!" ucapku sedikit meninggi.
"sudahlah, mana bukunya. Gak mungkinkan selamanya aku dipandang buruk sama itu karena aku tidak pernah mengerjakan tugasnya" kata Donghae lembut.
"makanya kalo aku lagi baik berikan kau contekan, jangan di tolak. Bersyukurlah kau punya sobat yang otaknya super jenius ini" kataku sambil menunjuk-nunjuk sudut keningku,
Donghae hanya memutar kedua bola matanya, maklum dengan sifat narsisnya yang terlampau over.
.
.
.
.
-Author pov-
Bunyi bel pertanda jam istirahat sudah berdendang(?) tampak seorang namja yang tengah memandang gelisah kearah pintu yang di hadapannya kini. Seperti ada yang ditungguinya.
"ah, itu dia" desisku begitu melihat sosok yang ia tunggu sedari tadi.
"apa aku menemuinya, ah dia melihatku!" katanya saat mata foxy-nya berpapasan dengan mata hazel milik namja yang ditunggunya itu.
Seketika Sungmin, namja yang sedari tadi berdiri di depan kelas orang itu membalikkan badannya membelakangi namja yang ditunggunya itu.
"kapan-kapan aja deh nemui dia" ucapnya entah kenapa nyali Sungmin menciut beguti saja ketika orang yang ditunggunya mau menghampirinya
Ketika Sungmin hendak beranjak dari situ, Sungmin merasakan ada yang menyentuh bahunya.
"kau menungguku, eoh?" ucap namja itu.
DEG!
.
.
Tbc-
.
.
.
.
Annyeong~
Akhirnya chap kedua sudah siap
Hanya ingin memberi tahu, ff ini sebenarnya terinspirasi dari komik japan yang berjudul 'Miss Erika The No. 1!' yang menceritakan tentang seorang gadis cantik yang selalu perfect pada semua orang, tetapi dia mempunyai kebiasaan yang aneh.
Maka dari itu di Never Ending Story ini Sungmin aku jadikan namja yang selalu ingin perfect dimata orang banyak, tetapi yah.. begitulah dia memiliki kebiasaan yang aneh, tapi dia tidak ingin orang lain tau karna takut imagenya akan runtuh.
Cuman sedikit yang aku ambil cerita dari komik tersebut, selebihnya murni dari hasil pemikiranku sendiri. Sumpah!
Untuk kanginbrother gomawo udah memperbaiki kesilapan aku waktu itu :) *hug*
Gomawo for all yang sudah me-riview.
Jangan bosan ya singgah ke gubuk(?)ku ini
*bow*
.
.
Riview please~
