sebelumnya maaf jika dichap ini terdapat typo atau kata-kata yang sering hilang, karena saya belum mengedit ulang ff ini...

jadi mohon maaf yah dan tolong dimaklumin seperti chap sebelumnya^^

dan

SELAMAT MENIKMATI^^


~ Not Over You ~

Chapter 02

….

…..

"Ada apa dengannya?"

"Entahlah, sejak tiba disini dia sudah seperti itu."

"Ck, aku yakin moodnya sekarang sedang tidak baik lagi. Sudahlah biarkan saja dia seperti itu!"

Kai dan Chanyeol bersamaan mengangkat bahunya tak perduli akan keadaan sahabat mereka disana. Sosok Sehun yang tengah duduk disebuah sofa coklat, dengan penampilan berantakannya. Bahkan namja pucat itu sudah tak lagi memakai seragam sekolahnya, yang ada Sehun hanya memakai celana seragam biru gelapnya itu saja tanpa atasan alias bertelanjang dada. Membiarkan tubuh tegak ber-abs yang sedikit terbentuk disana terlihat begitu saja. Yang mengundang tatapan lapar dari beberapa wanita jalang yang berlalu-lalang melihatnya diBar terkenal itu.

Ia sendiri telah setengah mabuk karena sudah meminum Beberapa gelas vodka dan kini terlihat begitu kacau, dengan kepala ia sandarkan disandaran sofa sedikit terdongak, sepasang mata tajamnya terpejam sambil tangannya masih sibuk memegang gelas vodkanya, lalu ia membiarkan minuman itu kembali membasahi tenggorokannya. Sangat kacau bagi kedua sahabatnya itu dan mereka tau jika sudah seperti itu, namja pucat tersebut pasti dalam keadaan tak baik perasaannya.

Hanya dengan seperti itulah sahabat mereka melampiaskan semuanya. Merasa telah menghabiskan minumannya Sehun membuka matanya sambil meletakkan kembali gelas kosong ditangannya itu. Menurunkan kedua kakinya yang tadi ia naikkan diatas meja kecil didepannya. Beranjak bangun dan melangkah sempoyongan kearah kerumbunan orang-orang didepan sana. Orang-orang yang tengah meliuk-liukkan tubuhnya tak jelas. Sampainya ia ikut pula mulai menggerakkan tubuhnya sembarangan hingga menyita perhatian hampir semua orang yang ada disana. Sampai beberapa wanita yang melihatnya mulai mendekat, menari tepat menggelilingi tubuh Sehun yang terlihat sangat menggoda itu. Dan disanalah mereka bersenang-senang tanpa memikirkan apa pun.

Sehun sendiri masa bodoh saja membiarkan bahkan menikmati sedikit sentuhan sensual dari para wanita disekelilingnya, dengan tanpa malu menyentuh bagian-bagian ditubuh half jarang ia akan menarik salah satu wanita itu untuk ia cumbu mesra secara bergantian. Oh, ia sangatlah kacau hari ini dan salahkan segala pikiran tak menentunya sejak kabar yang ia terima beberapa menit yang lalu. Kabar yang membuatnya kembali merasa kalut.

"Hey, tampan setelah ini maukah kau bermain denganku?" Bisik salah satu wanita genit disana yang sambil menempeli terus tubuhnya pada tubuh Sehun.

Sehun beralih pada wanita tersebut. Menyeringai lebar dan langsung saja menyentak satu tangan wanita itu, menariknya kasar hingga tubuh wanita tersebut menubruk tubuhnya. Ia pun memeluk tubuh wanita itu erat seakan ingin menghancurkannya. Sang wanita tersenyum kesenangan dengan satu tangannya ia bawa bermain didada bidang Sehun yang terbuka didepannya.

"Sekarang saja, kita bermain heum?!"

"Ouh, dengan senang hati tampan."

Detik berikutnya terjadilah cumbuan begitu panas diantara mereka, tanpa memperdulikan siapa pun yang melihat mereka yang malah hanya acuh pula dengan permainan keduanya.

.

.

.

~ Not Over You ~

.

.

.

Kedua tangannya ia bawa menyentuh bola orange didepannya ini. Menatap diam sesekali ia menarik bibirnya keatas untuk sebuah senyuman tipis. Usai jam kerjanya ia sempatkan untuk singgah dilapangan basket terbuka yang ada ditaman kota. Meletakkan tas ranselnya dipinggiran lapangan dan sekarang ia berdiri ditengah lapangan tersebut.

Ia beralih membawa tatapan berserinya kearah sebuah ring didepan sana. Kembali tersenyum kecil sebelum ia melangkah maju beberapa kali, lalu menyentakkan kedua tangannya keatas melempar bola ke ring tersebut.

DUG

Meleset bolanya tak masuk kedalam dan justru terhempas kelantai lapangan. Ia mendesah pelan.

"Hahh...aku memang payah bermain basket. Oh, kau lupa Lu kau hanya bisa bermain sepak bola" tersenyum lagi karena kebodohannya sendiri.

Ia pun membawa tubuhnya kelantai lapangan itu, merebahkannya tanpa perduli itu akan membuat pakaiannya kotor. Ia hanya diam sambil menatap indahnya langit malam hari ini yang dipenuhi oleh bintang-bintang diatas sana.

"Malam yang indah..." Serunya seorang diri dengan satu tangannya ia angkat hendak menggapai langit diatas. Senyumannya menjadi karena melihat para bintang itu.

"Indah...bahkan sampai sekarang pun aku masih suka memandang bintang-bintang itu. Ahh...lain kali aku akan mengajaknya untuk melihat mereka bersama"

Luhan melunturkan senyumannya saat tiba-tiba ia mengingat nama seseorang dipikirannya. Satu nama yang mulai mengisi harinya saat ini. Ia tak pernah mengira ia benar akan berbuat senekat itu. Dalam hati ia tertawa, konyol!. Lantas saja jika Baekhyun begitu kesal padanya saat tau ia nekat melakukan hal itu.

Dimana sekarang ia memiliki sebuah status yang tak pernah disangka oleh siapa pun, jika ia telah resmi berhubungan dengan pemilik nama yang ada dipikirannya itu. Luhan tau percintaan antar sesama jenis masih begitu sulit diterima oleh warga sekolah mereka. Belum lagi itu sang pangeran juga playboy disekolah tersebut. Jelas semua akan memperhatikan dirinya dan namja itu.

Luhan pun awalnya hanya mencoba-coba saja, bahkan ia sudah berpikiran jika pada hari itu permintaannya akan ditolak. Tapi semua justru berbeda dengan apa yang ia kirakan. Dia si playboy itu malah menerimanya. Yah sudah jika seperti itu, apa boleh buat Luhan menerimanya pula, menjadi kekasih sang playboy. Bahkan mereka sudah berciuman tadi.

Mengingat kata cium Luhan menyentuh sekian kalinya bibir kecilnya itu. Pikirannya kembali berputar dimana masa ia merasakan jelas tepat betapa lembutnya bibir tipis namja itu. Hal pertama baginya tak buruk saat terjadi tadi. Manis bahkan, entah ia tak begitu kecewa atau apa saat ciuman pertamanya telah dicuri tadi sore. Ia hanya berasa tenang dan rasanya memiliki kekasih?.

"Ayah, ibu...aku merindukan kalian" gumamnya malah kembali ia tersenyum hingga kedua manik rusanya mengecil tersembunyi.

"Apa Sehun juga menyukai bintang?, atau bulan?, ahh...aku belum memiliki nomor kontaknya. Kira-kira sedang apa dia?, bersama siapa?, dia sudah makan belum?. Hahh...aku ingin melihat wajahnya"

Malam itulah Luhan pulang dengan langkah ringannya, bernyanyi riang tanpa ada satu beban terlihat diwajah manisnya.

.

.

.

~ Not Over You ~

.

.

.

"Kau yakin akan mengikutkan tim mereka diturnamen nanti?"

"Tentu saja, kau tau bukan jika mereka telah fakum beberapa bulan ini."

"Benar, tapi bagaimana dengan Sehun?, cidera yang ia derita?. Aku yakin ini akan membuatnya semakin menderita."

Ia terdiam sesaat dengan pikirannya, mendesah resah karena ia pun juga tengah memikirkan hal itu. Hal yang jelas bisa merusak segalanya.

"Aku tau. Tapi sekolah ini?, jika kita tak mengikut sertakan tim mereka, sekolah akan menurun drastis nilai tingkat dalam bidang olahraganya. Itu juga bisa menurun angka calon siswa nantinya disekolah ini"

Bahkan hal ini pun akan menjadi sulit diterima oleh sekolah mereka. Berkurangnya tingkat calon siswa adalah hal yang sangat ditakuti oleh seluruh warga sekolah terkenal tersebut.

"Lalu, kita akan membiarkan Sehun ikut serta?, jika benar bukannya ini akan menambah kemungkinan ia tidak bisa bermain lagi dilapangan?. Aku tak ingin itu terjadi presdir"

pria yang berusia sekitar 30 tahun-an itu memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Masalah ini sungguh membuatnya pusing untuk dipikirkan. Bahkan ia sampai merelakan waktu tidurnya beberapa malam yang lalu. Tidak dapat menemukan jalan keluar untuk masalah tersebut. Masalah yang bisa menyeret jauh adik satu-satunya yang ia miliki juga sekolah mereka. Ia sungguh pusing sekarang.

"Sehun pasti tidak akan melewati pertandingan kali ini. Ia akan memaksa untuk ikut walau aku akan melarangnya keras. Tapi cideranya?"

"Aku akan mencari dokter hebat diluar negeri untuk mengobatinya."

Kembali terdiam kini menyandarkan tubuh lelahnya disandaran kursi kerjanya. Memejamkan mata tajamnya guna mencoba merilekskan segala pikiran kacaunya itu.

"Aku mempercayaimu sekarang Kim."

"Ne, aku akan ikut berusahan apa pun untuknya. Adik tersayangmu itu Kris."

Sekarang mungkin hanya itu yang ia harapkan. Mencari pengobatan yang terbaik untuk adiknya yang ia sayangi itu. Apa pun yang terjadi nantinya, ia harus bisa membuat adiknya kembali bermain dilapangan seperti apa yang mereka impikan dulu bersama.

.

.

.

~ Not Over You ~

.

.

.

Sehun meremas kepalanya yang terasa pusing saat ia baru saja bangun dari tidurnya. Rasa pusing akibat pengaruh vodka yang ia minum semalam. Ia beranjak dari tidurnya menyibak selimut putih ditubuh Polosnya itu. Lalu benar beranjak pergi menuju kamar mandi yang ada dikamar hotel itu. Membersihkan tubuh lengketnya tanpa memperdulikan sosok lain dikamar tersebut.

Masuknya ia dikamar mandi barulah sosok wanita diranjang itu bergerak pula perlahan. Menguap kecil sambil mengusap wajah sehabis tidurnya tampak berantakan. Ia bangun karena mendengar suara deras air dari dalam kamar mandi sana. Ia tersenyum simpul sebelum beranjak pula menuju kamar mandi tersebut.

CKLEK

Pintu terbuka menyita perhatian Sehun yang pada saat itu tengah berdiri dibawah guyuran air shower. Ia menoleh dan terlihatlah sosok wanita diambang pintu menatapnya penuh minat. Merasa tak perduli Sehun kembali pada kegiatan mandinya. Membiarkan wanita tersebut masuk tanpa ragu dan ikut bergabung dengannya disana. Sepasang tangan mulus melingkar dipinggangnya hal itu tak mengganggunya lagi.

"Kau sungguh menabjukkan tampan, aku jadi merasa terlena..." Bisik sang wanita tepat didaun telinga Sehun. Tapi lagi Sehun tak menanggapinya apa pun, bahkan saat satu tangan itu mulai meraba dan mengelus sensual daerah perut juga dada ratanya. Sehun hanya sibuk mengusap rambut hitam pekatnya disana.

"Kapan-kapan kau mau bermain lagi denganku heum?!"

Hening dan suara derasnya guyuran air shower menemani kebisuan mereka kini.

"Mmphh...aahhh..."

Sehun mengerutkan alisnya saat suara desah kecil terdengar. Sedikit terdengar risih sebenarnya, lagi pula mengapa wanita itu mendesah?.

"Apa yang kau lakukan?"

Akhirnya Sehun bersuara pula menenggokkan wajahnya kearah belakang, dimana wanita itu masih sibuk menempeli tubuh telanjang mereka.

"Bermain sebentar pagi ini rasanya tidak buruk sayang..."

Sehun berdecih keras. Dasar jalang!, pikirnya. Sebelum ia berbalik menghadap wanita itu. Menatapnya datar tanpa minat, lalu menarik cepat tengkukkan sang wanita dan menciumnya ganas tanpa ampun. Bahkan wanita itu sampai kualahan sendiri hingga menit berikutnya.

BRUK

"Akhh..."

"Kau pikir kau siapa?, apa tidak cukup semalam?, dasar bitch. jangan menyentuhku jika tanpa aku perintah!"

Setelah mengatakan hal itu Sehun berlalu meninggalkan sang wanita yang terpaku disana seorang diri.

.

Sementara Sehun yang sudah keluar segera meraih pakaian seragamnya disana. Melempar sembarangan handuk yang tadi ia gunakan untuk mengeringkan tubuh basahnya. Usai memakai seragamnya ia beralih pada kunci mobilnya dinakas.

Mengelurkan beberapa lembar won untuk sang jalang yang ia pakai semalam. Setelah itu ia keluar dan pergi meninggalkan hotel yang telah ia sewa itu. Didalam mobil mewahnya pun Sehun melirik jam diponselnya.

Ia telah melupakan sesuatu, lantas ia meningkatkan kelajuan mobilnya menuju sebuah alamat yang seharusnya sekitar 10 menit yang lalu ia sudah tiba disana. Ia mengumpat kasar akibat kebodohannya sendiri. Ia sangat terlambat sekarang dan mengingkari janji yang telah ia buat sendiri.

"Shit!"

.

.

.

~ Not Over You ~

.

.

.

"Byun kau masih marah padaku yah?"

"Menurutmu?"

Luhan mendesah pada sahabatnya itu, ia jujur saja sudah lelah membujuk namja pencinta eyerliner ini. Pasalnya sejak tadi saat mereka bertemu dihalte bus depan, namja itu terlihat begitu ketus padanya. Ia tau pasti karena masalah yang berhubungan dengan kekasihnya.

"Ayolah Baek, maafkan aku jika aku sudah bersalah padamu yah?!, aku tak suka kau seperti ini padaku..."

Ia berengut lucu sekarang. Dan Baekhyun hanya meliriknya sesekali saja seakan mengabaikannya.

"Habisnya kau membuatku kesal."

"Maka dari itu, maafkan aku yah."

Wajah mulai memelas bahkan hampir mengeluarkan sebuah aegyeonya. Luhan benar-benar berharap sahabatnya itu tak memojokkan atau marah lagi padanya. Lantas tak tahan Baekhyun melihat wajah dibuat semenyedihkan mungkin diwajah sahabat rusanya itu. Ia menghela nafas pasrah, apa boleh buat Baekhyun jadi tak tega melihatnya.

"Baiklah, lagi pula aku tak marah padamu hanya kesal. Jadi..."

"Jadi?"

"Aku maafkan..."

"Yes!. Gomawo Byunkuu..."

Baekhyun terkekeh ketika mendapatkan pelukan sayang dari sahabatnya itu, ia balas pula memeluk erat tubuh Luhan erat.

"Jja, kita kekelas sekarang?"

"Kajjaaa..."

Tertawa bersama mereka dan berlalu menuju kelas mereka. Namun baru beberapa langkah sebuah mobil sport mewah menghentikan langkah mereka.

Ciittt...

Mereka terkejut setengah mati, bahkan Baekhyun sudah siap ingin mengeluarkan segala sumpah serapahnya pada sang pemilik mobil didepan mereka ini. Tapi sebelum itu terjadi ia sudah dibuat terkejut lagi, tidak bahkan Luhan juga.

Saat keluarnya sosok namja tinggi pucat berwajah datar dari dalam mobil tersebut. Saat itu Baekhyun kembali dalam mood buruknya menatap tak suka ada sosok namja tinggi itu. Tanpa kata Sehun langsung mendekat kearah Luhan disebelah Baekhyun. Menarik sejenak satu tangan namja kecil itu.

"Sehun?"

"Kau...kenapa berangkat dulu?" Tanyanya datar dengan tatapan tak bersahabatnya. Luhan jadi tertunduk sesaat.

"Aku pikir kau...kau tidak akan datang, jadi aku pergi duluan saja" Luhan menjawabnya.

"Masuk!"

"Ne?"

"Masuk kemobil sekarang!"

Luhan mengedipkan matanya beberapa kali karena mendapat perintah dari sosok didepannya ini. Diam saja hingga Sehun menggeram kecil karena tak mendapatkan respon apa pun dari kekasih kecilnya itu.

SRET

"Hey, brengsek apa yang kau lakukan heoh?" Itu suara Baekhyun yang tak terima ketika Luhan tertarik kedepan karena ulah kasar Sehun. Sang playboy beralih padanya dengan tatapan yang lebih tak mengenakkan.

"Jangan ikut campur!"

Lalu lagi Sehun menarik Luhan agar ikut dengannya itu membuat Baekhyun kesal setengah mati.

"Kau...lepaskan dia brengsek!. Kau menyakitinya" teriak Baekhyun ikut bergerak hendak meraih Luhan.

"Bukan urusanmu!"

Namun Sehun menghalanginya hingga Luhan sekarang berakhir didalam mobil mewah itu. Dengan wajah tak tega ia melihat Baekhyun diluar sana seorang diri. Dan Sehun ikut masuk tepat disebelahnya.

BLAMM

BRUUMMM...

Mobil itu kembali melaju benar meninggalkan sosok Baekhyun sendiri disana. Mengumpati segala kata kasarnya untuk sang playboy brengsek tersebut.

.

.

.

~ Not Over You ~

.

.

.

"Kenapa tidak menungguku?"

"Maaf...aku benar mengira kau tidak akan datang Sehun-shi."

"Sehun!. Aku sangat sungguh tidak suka kau memanggilku seperti itu."

"M-maaf..."

Hening terjadi, kini keduanya masih berada didalam mobil yang terparkir diparkiran gedung sekolah mereka. Tanpa niat keluar dari sana. Saling mendiamkan diri, Sehun yang lebih menatap tajam arah depan dan Luhan yang menunduk saja kepalanya.

Hingga menit kedua Sehun lebih dulu beralih pada Luhan disebelahnya. Bergerak guna menahan kedua lengan Luhan dan ia memajukan wajahnya kearah depan wajah yang kecil. Hal itu menyentakkan Luhan dari menunduknya saat merasa Sehun lebih mendekat darinya.

Dan...

SRET

"Ahh...hahh...Se-Sehunn..."

Sehun terdiam ditempatnya merasa tak suka ketika Luhan menolak ciumannya kali ini. Dimana namja kecil itu memalingkan wajahnya kala wajah Sehun sudah sangat dekat, bahkan kedua bibir mereka sudah hampir bersentuhan. Luhan meremas lengan seragam Sehun yang tadi ia raih. Ia tau pasti saat ini Sehun akan marah karena ia telah menolaknya.

"Seharusnya kau tidak menolakku, karena aku kekasihmu dan kau tau?. tak ada siapa pun yang berani menolak seorang playboy sepertiku. Tapi kau-"

"Maafkan aku..."

Luhan menyahuti dengan cepat sambil menolehkan kembali wajahnya kearah Sehun. Hingga kedua manik mereka bertemu lekat.

"Aku pikir kau adalah namja yang kuat, bisa melawanku?. Tapi ternyata kau sama saja"

"Apa maksudmu?"

Sehun berdecih keras sebelum menampilkan senyuman mautnya.

"Kau lupa aku siapa?, dan kau juga lupa dengan siapa kau berpacaran sekarang?. Seharusnya kau tau, berpacaran denganku adalah hal yang sangat langkah jika dengan namja sepertimu. Namja yang-mpphh"

Sehun melebarkan kedua matanya terkejut sekali. Ketika mendapatkan ciuman mendadak dari Luhan yang langsung menarik kerah seragamnya tadi. Luhan yang menciumnya tanpa ada rasa ragu disana walau hanya terjadi bibir yang saling menempel. Tapi Sehun bisa merasakannya jika diciuman tersebut Luhan bergetar kecil.

Karena lagi Luhan berbuat nekat pada sang playboy yang sekarang menjadi kekasihnya.

.

.

.

~ T.B.C ~

.

.

.


Thanks to :

Psw7/ Novey/ XiaoHimelu/ hunexohan/ Arifahohse/ Seravin509/ Asmaul/ Keziaf/ DEERHUN794/ laabaikands/ siti409/ Choikim1310/ dpramestidewi/ Genoveva . El/ AraHun/ Telekinetics726/ Gebetanku1220/ Vietrona Chan/ Wenny . Widyasari50/ Khalidasalsa/ ZzzxHan/ isnaeni/ nyonya416/ Karinaalysia2047/ Lee Ha Jae/ SehunieHunHan/ Zahra427/ Double Kim/ SRi868/ Sehunnissa/ ElisYe Het/ mischa baby/ All Guest/ July Cutie/ sishh/ Qxion/ Memei122004/ DwiLu/ HunHanKai0794/ exindira/ heraaa/ dokipoki/ Exo Love Exo/ Chai553/ leemomo . Chan520/ xiuxiumin/ Along995/ ReyyARMY/ Junia . Angel . 58/ Siskaeka90/ RusAngin/ kesayanganhunhan/ xoxo huniee/ Arakim94/ Yongie17/ Lumoon89/ ParkNada.

Terima kasih untuk yang diatas all, ini udah lanjut yah^^ moga kalian suka.

Karena banyak yang minta NOY lanjut yaudah saya lanjut, tapi bagi yg milik MPW jangan sedih cz saya juga tetap bakal lanjutin kok. Tapi gk sekarang mungkin benar habis lebaran saya updatenya, jadi ditunggu aja^^.

Dan saya merasa bahagia atas respon kalian semua sama ff abal baru saya ini, saya jadi terharu T.T Untuk balasan review kalian, maaf saya belum bisa jawab sekarang. Tapi bisa PM saya aja kalo ada yang ingin ditanyakan or bisa lewat sosmed pribadi saya yah^^

So langsung saja, sampai jumpa dichap selanjutnya^^

Byeee~

Xdhinnie0595

18/06/16