*I CAN TAKE YOU*
Disclaimer : masashi kishimoto yang punya naruto bukan saya
Rated : T
Genre : Romance
Pairing : sasuhina
Warning : OOC , TYPO , GAJE , Dll
Selamat membaca
Dihari minggu yang panas, membuat beberapa orang malas melakukan aktifitas dan hanya ingin tinggal di rumah sambil menikmati sejuknya AC ataupun memakan makanan segar, membuat sebagian orang semakin malas keluar.
Tapi tidak bagi hinata, gadis berambut panjang dan berponi itu malah sedang duduk di terik matahari di sebrang lapangan sepak bola untuk mendukung kekasihnya. Gadis itu meneriak neriakkan kata dukungan atau kata kata penyemangat untuk kekasihnya itu.
HlNATA POV
"naruto-kun berjuanglah !" tak henti hentinya aku mengucapkan kata kata itu agar naruto bersemangat. Meski bukan hanya aku saja yang meneriakkan kata kata itu, karena naruto adalah salah satu anak yang populer di KHS. Bukan hanya tampan, tapi dia juga ceria, apalagi dia juga kaptain tim sepak bola yang membuat fansnya semakin banyak.
Akupun merasa beruntung bisa memilikkinya sebagai kekasihnya. Aku melihat naruto berlari dengan cepat menuju gawang, lalu tiba tiba temannya memberikan operan kepada naruto yang langsung ditendangnya.
GOOLLL
naruto pun mencetak gol dengan cantik.
"hebat naruto-kun" diapun tersenyum melihatku dan berlari menemuiku lalu berkata "itu gol untukmu hinata-chan" kemudian diapun berlari lagi menuju tengah lapangan.
Kata kata naruto barusan membuatku tersipu malu, yang mengakibatkan tatapan tatapan sinis dari para gadis gadis di sekitarku.
Akhirnya setelah beberapa menit kemudian, pertandingan itupun selesai. Meskipun hasil akhirnya tim lawan berhasil menahan imbang dengan sekor 2 - 2 . Aku memandang naruto untuk melihat keadaanya, yang akhirnya bisa kusimpulkan bahwa naruto sedikit kecewa atas hasil pertandingannya.
Akupun menghampirinya untuk menghiburnya, tapi aku tiba tiba terkejut melihat tingkah naruto, dia menepuk nepuk mukanya dengan kedua tangannya dan berkata"baiklah, berikutnya aku akan menang" dengan senyum lebarnya.
Menyadari keberadaanku, diapun mendekatiku
"hinata-chan maaf ya, aku tidak berhasil menang"
"t-tidak apa apa n-naruto-kun"
"padahal kau sudah mau menontonku, tapi aku malah tidak menang"
"naruto-kun tidak usah sedih, yang penting naruto-kun sudah berusaha"
Dengan berjalannya waktu, akupun sekarang berjalan pulang dengan naruto. Di sepanjang jalan aku hanya diam dan menunduk karena malu. Padahal kami sudah berpacaran lebih dari 6 bulan, tapi aku masih saja gugup di dekatnya.
"hinata-chan,"
"i-iya"
"maaf ya aku hanya bisa mengantarkanmu sampai di sini"
"k-kenapa?"
"karena aku harus segera pulang karena kaa-san memintaku untuk mengantarkannya kesuatu tempat"
"t-tidak apa a-apa naruto-kun"
"terimakasih hinata-chan, kau baik sekali"
Dan dengan ucapan itu naruto pun pergi berlari meninggalkanku.
Akupun berjalan cepat agar hal hal buruk tidak terjadi padaku, tapi sepertinya harapan itu pupus sudah. Aku melihat ada beberapa orang yang sepertinya bukan orang baik baik, karena mereka berada di sudut gang pertokoan dan sedang meneguk minum minuman keras.
Akupun menunduk dan mempercepat jalanku, tiba tiba sebuah suara mengagetkanku.
"oi gadis manis, kenapa terburu buru" kata pria berambut klimis.
"oi hidan, ajak teman cantikmu kemari, kita ajak dia minum bersama" triak pria berambut kuning panjang.
"tentu saja daidara, aku akan mengajaknya ke sana" kata pria berambut klimis yang bernama hidan itu sambil menarik tanganku.
Akupun sontak kaget dan berkata "lepaskan aku, aku tidak mau". Akupun memberontak agar tanganku dilepaskan. Tapi ke dua temanya tiba tiba mendatangiku, yang satu berambut merah dan yang satunya lagi berambut orage dengan banyak tindik.
Akupun semakin takut dan hanya bisa menutup mata dan menangis.
"oi, lepaskan dia" aku mendengar kata kata itu dan mulai membuka mataku, aku melihat seorang pria tinggi berambut biru dongker dan bergaya emo.
"oi, apa maksudmu, apa kau mengenal gadis ini"kata hidan
"hn"
"hidan lepaskan dia, apa kau tidak tau kalau dia pacarnya" kata pria bertindik banyak.
"okelah pain, tapi kenapa kau tak bilang kalau kamu pacarnya sasuke, kalau bilang kan aku takkan menggodamu" kata hidan sambil melepas tanganku dan mendekati pria yang dipanggil sasuke "oi sasuke kau mau bergabung atau mengantar pacarmu?"
"aku mau mengantarnya pulang dulu"
"oi nona cantik, hati hati ya" kata hidan seraya pergi menemui teman temannya.
NORMAL POV
Setelah berjalan menjauhi tempat neraka itu, akhirnya hinata mencoba memberanikan diri untuk berbicara dengan penolongnya itu.
"ano..." dan dibalas dengan lirikan sasuke, yang menbuat hinata menunduk lagi.
...
"kenapa kau diam saja dari tadi"
"i-itu..."
"kau takut padaku"
"b-bukan begitu,h-hanya s-saja..."
"tidak apa apa jika kau takut padaku, itu wajar"
"..."
"aku temannya mereka, tak heran kau takut padaku"
Mendengar perkataan itu, hinata semakin menundukkan kepalanya. Tapi alasan hinata diam bukan karena takut pada penolongnya itu (meski tampang sasuke menyeramkan bagi hinata), tapi karena sifat hinata yang pemalu ditambah lagi detak jantungnya yang berpacu lebih dari biasanya.
Dengan segenap keberanian, hinata pun akhirnya mengucap "t-terima k-kasih" yang dibalas dengan alis sasuke yang terangkat sebelah. Melihat hal itu, hinata pun semakin menundukkan kepalanya dengan wajah memerah.
'cih, apa apaan gadis ini, setiap berbicara membuatku tidak tenang, apalagi saat melihat wajah merahnya, jantungku semakin berdetak kencang, SIAL...SIAL...SIAL... tapi jika dilihat dari dekat, gadis ini lebih cantik dibanding saat aku melihatnya dari atap sekolah'
"sasuke"
"eh..."
"namaku sasuke"
"i-iya, namaku h-hinata, hyuga hinata"
Mereka melanjutkan perjalannan mereka dengan hening menyelimuti mereka. Sebenarnya hinata kenal betul dengan sasuke, murit yang menjadi primadona para siswi siswi KHS, meski dia masih kelas satu.
Bukan hanya ketampannanya saja yang terkenal, tapi juga seberapa sering dia membuat ulah. Hinata tau itu bukannya karena dia salah satu penggemar sasuke, tapi dia sering mendengarnya dari teman teman wanitanya seperti sakura, ino, dan ayame. Mereka selalu membicarakannya seperti sasuke melakukan ini, sasuke melakukan itu, membuat hinata penasaran seperti apa dia.
Dan akhirnya hinata melihat sasuke sedang berjalan di koridor sekolah, sekilas hinata memang terpesona dengan sasuke, tapi sedetik kemudian diapun merubah pikirannya, dikarenakan sikap sasuke yang terlihat angkuh, dan tidak bersahabat. Apalagi sorot matanya yang seakan membunuh apapun yang dilihatnya, membuat hinata semakin merinding. Mulai hari itu hinata tidak tertarik atau pun penasaran oleh sasuke, karena laki laki yang disukai hinata adalah laki laki yang ramah dan murah senyum seperti kekasihnya sekarang naruto.
"apa rumahmu masih jauh?"
"ah... i-iya, t-tapi jika s-sasuke-san ada perlu tidak apa a-apa aku p-pulang sendiri"
"hn... jangan pernah meragukan kata kataku"
"eh... m-maksud s-sasuke-san?"
"aku bilang aku akan mengantarmu, jadi aku akan mengantarmu"
"b-baik"
Setelah sekitar 15 menit mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di rumah hinata. Pagar yang tinggi dan pintu gerbang yang kokoh membuktikan betapa besar rumah dibalik pagar ini.
"disini ?"
"i-iya"
"kalau begitu aku pergi"
"m-maaf, t-tapi bagaiman aku b-bisa membalas b-budimu"
Sasuke melihat hinata sekilas lalu membalikan badannya dan akan beranjak pergi. Setelah beberapa langkah sasuke pun berkata "nanti aku pikirkan" disertai senyum tipis sasuke, yang tak terlihat siapapun. Hinata pun membungkukkan badannya dan berucap "h-hati hati"
Ditempat dimana gerombolagn tadi berada, sasuke sekarang sedang duduk bersama mereka dan dengam entengnya meneguk miuman beralkohol.
"oi sasuke, tak kusangka pacarmu cantik juga" kata hidan
"hn... dia belum tapi akan menjadi pacarku"
"oh tadi bukan pacarmu, tapi ketua pain bilang dia pacarmu" kata hidan sambil melihat pain.
"aku bilang begitu karena melihat mata sasuke yang sangat marah melihatmu memegang tangan gadis tadi, jadi kusimpulkan begitu saja" jelas pain.
"oh begitu" kata hidan sambil ngangguk ngangguk di ikuti teman temannya yang lain.
"kalau begitu kita doakan saja agar sasuke berhasil mendapatkan gadis tadi" ucap daidara.
"ClSH"
"aku tak butuh doa untuk mendapatkannya. dasar kalian ini" ucap sasuke.
"ClSH"
Dijam pelajaran yang sedang berlangsung di kelas XE, seperti biasa banyak anak yang tidak memperhatikan, ada yang mengantuk, bahkan ada yang tertidur, dan itu termasuk sasuke.
KRlNG...
Bunyi belpun membahana di seluruh KHS yang membuat setiap siswa menghentikan kegiatan belajarnya dan memulai aktifitas istirahatnya. Efek dari bunyi bel pun mengakibatkan sasuke membuka matanya dan berjalan keluar kelas.
"sasuke mau kemana kau?" tanya kiba.
"ada perlu"
"kemana?"
Tanpa menjawap sasuke pergi meninggalkan teman temannya.
"oi sasuke" teriak kiba yang sontak membuat suigetsu memegang bahunya "biarkan saja" kata suigetsu datar.
Sasuke berjalan mengelilingi sekolah untuk mencari gadis yang ditolongnya beberapa hari yang lalu, karena sampai sekarang sasuke belum bertemu dengannya.
SASUKE POV
'cih kemana dia, padahal aku ingin bertemu dengannya' akhirnya aku sampai di halaman samping sekolah, aku melihat kesekeliling tempat itu dan benar saja gadis itu sedang duduk dan memakan bentonya. Tapi dia tidak sendiri melainkan disebelahnya ada mahluk kuning yang sedang membuka mulutnya untuk meminta hinata menyuapinya dengan bento.
Seketika nafasku sesak melihat hal itu dan akupun meninju tembok di sampingku dengan keras. Tak beberapa lama mahluk kuning itu pergi meninggalkan hinata entah kemana, yang membuatku ingin mendekati hinata.
Pelan aku berjalan mendekatinya, hinata pun tak sadar akan keberadaanku. Akupun duduk disebelahnya yang tiba tiba membuatnya kaget.
"ah... s-sasuke-san"
"hn"
"k-kenapa disini?"
"apa tidak boleh"
"b-bukan begitu"
"kau masih ingat janjimu"
"j-janji?"
"hn"
"t-tentu saja, b-bagaimana aku b-bisa membalas budimu"
Akupun memandangnya dan mengakibatkan di menunduk dan merona.
Akupun mengangkat dagunya yang membuat aku bisa melihat wajah manisnya yang merona.
"s-sasuke-san kam...hmp..." ucapnya terputus saat aku menempelkan bibirku ke bibirnya yang mungil.
Setelah beberapa menit akupun melepas ciumanku. Akupun memandangnya dan tampak jelas diraut wajahnya, dia tampak kaget atas perbuatanku itu. Akupun berbisik ditelinganya dengan lembut "hari ini hanya segini saja, tapi besok aku akan datang lagi, hime..."
*tbc*
Maaf baru up-date sekarang. Tapi moga moga di fic ini tidak terlalu banyak TYPOnya.
Dan terimakasih atas saran sarannya, karena sangat membantu saya.
Jadi di fic ini tolong
R
E
V
I
E
W
-nya
