A/N: Yoo! Namikaze Kebakarann datang lagi! Sepertinya untuk di chapter ini ga ada lucu-lucunya deh. Tapi, itu hanya persepsi saya aja kali ya.. Oke, kita mulai saja chapter 2nya!

Team 7 ke Indonesia!

Disclaimer : Naruto ntu punya Masashi Kishimoto.. Tapi kalian tau gak? Katanya aku mau di kasih lho.. Huaa! Senangnya.. *ditimpuk, di ludahi, cacimaki, dll*

Rate : K + K = K+ (?)

Genre : Humorr!

Warning : AU(mungkin), OOC, humor gak kerasa, author amatiran, dll.

Summary : Team 7 di beri misi oleh Tsunade ke Indonesia! Misinya untuk minta tanda tangan dari Kedutaan Besar Konoha yang ada di Indonesia! Misi yang mudah, tapi sebenarnya gak.. Bisakah mereka menyelesaikan misi tersebut? RnR please..

Sebelumnya:

"Ini Indonesia. Kalian sekarang berada di sini.", kata kakek itu sambil menunjuk daerah Manado, "Sedangkan Jakarta itu di sini.", kata kakek itu lagi.

"AHHH! BERARTI, KITA MASIH JAUH DENGAN JAKARTA? Ouuwhh… Kukira ini rumah Kedutaan Besar di Jl. Delima..", keluh Naruto.

"Oh ya, nak. Di Jakarta, ada ribuan Jl. Delima. Jadi, mungkin kalian akan kesulitan untuk mencarinya.", ujar kakek itu sambil tersenyum.

"APPAAAA!", teriak tim 7. Kali ini Sasuke dan Kakashi ikut berteriak. Karena sariawannya sudah sembuh akibat terkejut

XxXxXxTeam 7 ke Indonesia chap 2xXxXxX

"Ya sudah, kek. Kami permisi dulu ya.", ujar Kakashi.

"Ya, anak muda. Bawalah ini. Kalian pasti akan memerlukan ini.", ujar kakek itu seraya menyodorkan tas besar. Team 7 bingung, lalu mereka membuka isi tas itu.

Ternyata didalamnya terdapat: 2 Payung, 8 botol air mineral 1500 ml, 4 topi yang bahasa inggrisnya 'Hat' bukan 'Cap', 60 kelereng, 1 kaset dangdut (?), dan 4 pasang sepatu dengan 4 roda, 5 peta. Yaitu peta: Indonesia, Jakarta, Manado, Pulau Jawa, Pulau Sulawesi.

"Apa maksudnya ini, kek?", tanya Naruto.

"Saya yakin, kamu pasti akan membutuhkan barang-barang itu.", ujar kakek itu.

"Baiklah, kami bawa. Terimakasih ya, kek!", seru Naruto.

"anak muda, yang boleh kamu pakai selama perjalanan hanyalah peta topi, dan paying. Selain itu, jangan dipakai. Mengerti?", tanya kakek itu.

"Ya, kek. Kami mengerti.", ujar Team 7.

"Kami pergi dulu, kek!", pamit Naruto

"Ya.. Hati-hati ya, anak muda! Kerahkan seluruh kekuatan masa mudamu!", seru kakek itu lantang.

"YA! DADAH KAKEKK!", seru Naruto seraya melambaikan tangannya ke arah kakek itu. Mereka membuka pintunya, lalu, keluar dan pergi.

"Hah, teme. Sepertinya ini akan menjadi petualangan yang sulit.", ujar Naruto.

"Tapi, aku tak akan kalah darimu, Dobe!", ujar Sasuke.

"Apahh? Kalau begitu, kutantang kau! Kita lomba lari sampai 100 meter kedepan! Kau bersedia tidak?", tantang Naruto.

"Hn, terserahmu, Dobe.", ujar Sasuke datar.

.

Wuuussshhhhh…..

.

"UWAAAA~!", teriak Sakura. Naruto menabrak Sakura dan membuat tubuh Sakura terhempas ke belakang. Ia hampir jatuh, dan tiba-tiba…

.

Plukk..

.

Sasuke menangkap Sakura yang hampir terjatuh. Dan muncullah semburat merah di pipi Sakura. "ah.. Sasuke-kun.. Manisnya..", kata inner Sakura. Mata Sakura kini membentuk 'love-love'.

"Sasuke-kunnn~ Gantengnyaaaaa… Kyaaa..", ujar Sakura. Hal ini membuat Sasuke yang tadinya tulus membantu Sakura, menjadi tak tulus lagi. Sasuke langsung menjatuhkan Sakura.

BRUUKK! BRAAKK!

Kepala Sakura membentur tanah. Sasuke hanya memalingkan wajahnya. Sedangkan Kakashi malah sweatdrop.

Naruto sekarang sudah pergi entah kemana. Mungkin ia sudah tercebur di kolam ikan rumah warga setempat (?)

.

Mereka bertiga (sasuke, Sakura, Kakashi) sekarang mencari Naruto yang entah dimana keberadaannya.

"Sasuke, cari Naruto ke arah timur, sedangkan Sakura kea rah barat."

"Lalu, sensei kea rah mana?" tanya Sakura.

"Aku akan pergi ke arah utara.", ujar Kakashi. Mereka bertiga berpencar mencari Naruto.

.

Di Timur, tempat Sasuke.

.

"Naruto Dobee~~! Dimana kauu? Puushhh.. meaaooww… jangan sembunyi donkkkk~~!", seru Sasuke OOC. Sumpah, seumur hidup Author, ga pernah ngeliat Sasuke sebegini OOCnya. Wkwkwk..

Tiba-tiba, Sasuke melihat anak yang lebih pendek darinya, berambut dan berpakaian sama dengan Naruto. Sasuke mengejar anak itu. 'Huh. Dobe merepotkan. Akan aku jambak rambutmu kalau sampai dapat!'

Sasuke mengejar anak itu, lalu menjambak rambutnya. Tiba-tiba..

Plukk..

"Aww..", jerit anak itu.

Sasuke terkejut. Ternyata anak itu bukanlah Naruto. Dia adalah anak yang buruk rupa, dan berkepala botak. Giginya acak-acakan, dan nafasnya bau busuk. Hah.. Sasuke sampe pingsan kilat ditempat. Saking kilatnya, Sasuke hanya pingsan 10 detik lalu bangkit lagi.! Sungguh hal yang aneh…

"Kau bukan Naruto?", tanya Sasuke.

"bukan.. Aku penggemar Anime Naruto.. hahaha.. Kakak Sasuke, 'kan?", tanya anak itu.

"Iya, aku Sasuke, Sasuke Uchiha.", ujar Sasuke.

"Huaaa~ Kak Sasukeeeeeehhhh!", seru anak itu di depan hidung Sasuke. Sasuke yang kebauan, langsung pingsan di tempat lalu di gotong ke RS terdekat.

.

Di Barat. Tempat Sakura.

"NARUTOO BAKAAA! DIMANA KAUU!", seru Sakura.

Sakura mencari-cari Naruto dari tong sampah, selokan, lubang kelinci (?), lubang tikus, sampai lubang semut sekalipun. Tapi tetap saja anak pirang itu tak kelihatan. Dia menyerah, lalu pergi ke tempat Kakashi.

.

Di utara, tempat Kakashi.

Sakura berbalik arah dan memilih menuju Kakashi. Ia melihat Kakashi sedang bersenang-senang di took buku. "Dasar Kakashi-sensei… Pasti ia sedang mencari buku Icha-Icha Paradaise vol. 111 (?).", ujar Sakura. Ia masuk ke tok buku itu, mempersiapkan chakranya di tangannya, dan memukul Kakashi.

"SHAAANNNNAAARRROOOO!", seru Sakura. Kakashi terpelanting jauuuuhh, sampai-sampai rak-rak buku rusak karenanya.

Muncullah seorang anak perempuan dan menghampiri Sakura. "Kak, yang kakak pukul tadi itu siapa?", tanya anak itu.

"Oh, itu senseiku.. hahaha", jawab sakura nyengir.

"Ikh, kakak kok ga sopan sama senseinya kakak sih? Kata sensei aku, kita harus sopan sama sensei kita, ga boleh mukul dia..", kata anak itu sok alimm.

"eh, dek, sok alim amat sih, loe! MAU NGELAWAN GW?", seru Sakura. Anak itu ketakutan, lalu lari dan melapor pada ibunya. Ibunya tak terima anaknya di bentak oleh Sakura.

Ibu itupun memanggil anggota genk ' Ibu-ibu Centil' dan mereka mengambil buku. Sakura sweatdrop. Tapi bukan karena tingkah ibu-ibu itu. Melainkan karena kelakuan si kucing garong yanga da di belakang ibu-ibu itu (?).

Ibu-ibu ituun melempari Sakura dengan buku-buku tersebut. Sementara sang Kucing Garong malah nari-nari gaje. Dia kirain pesta buku kali?

Setelah kepala Sakura yang benjol-benjol karena terkena hukum karma (?), Kakashi dan Sakura melanjutkan mencari Sasuke dan Naruto.

Kali ini akan lebih sulit nyarinya karena kedua anggota tim 7 menghilang.

"kringg.. kringg..", terdengar suara telepon berdering.

Mereka berdua tak menghiraukan suara itu. Tetapi telepon itu berbunyi untuk kedua kalinya.

Kalli ini, Sakura merasakan ada getaran di kantung bajunya. Ia merogoh ke sakunya, lalu melihat ada sebuah telepon genggam. "Krinngg.. Kringg..", telepon itu berdering lagi. Sakura mengangkat telepon itu.

"Halo.", sapa Sakura.

"Sakura, ya? Ini aku, Naruto. Aku sama Sasuke Teme nih.. Kamu sama Kakashi-sensei dimana? Kita ketemu di bandara ya. Kami sudah belikan tiket untuk kalian. Cepat datangg~! Dadah Sakura-chann~!", Naruto mengkhiri pembicaraan mereka lewat telepon.

.

"Sensei, kata Naruto, ia sudah bersama Sasuke di Bandara. Mereka menyuruh kita segera ke sana. Mereka sudah membeli tiket ke Jakarta.", ujar Sakura.

"Tiket? Bukankah tiket itu mahal? Bagaimana mereka bisa membelinya?", tanya Kakashi.

"ah, gatau lah, sensei. Kita terima jadi aja.. Ayo, cepat!", kata Sakura sambil berlari.

Kakashi mengikuti berlari dari belakang.

.

.

Mereka sampai di bandara. Disana sudah ada Naruto dan Sasuke. Mereka segera ke loket bagasi dan menyimpan bagasi mereka. Lalu, merekapun masuk ke pesawat.

Mereka duduk dengan posisi: Naru-Sasu-Kaka-Saku. Kenapa begitu? Karena takutnya Naru Sasu berantem buat ngedapetin Sakura...

.

Mereka terdiam. Tiba-tiba, Kakashi teringat sesuatu.

"Sasuke, Naruto. Jawab pertanyaanku dengan sejujur-jujurnya. Darimana kamu dapat uang untuk naik pesawat?", tanya Kakashi.

"hmm.. Tadi, kami liat ada perampok, terus, perampok itu ngasih sebuah koper ke kami. Nah, waktu aku liat isi koper itu, ternyata ada banyak uang. Terus, ada segeromblan orang yang menuju arah kami. Mereka hendak memukul aku dan teme, tapi, aku bilang kalau uang ini tadi di kasih orang. Mereka nanya kemana arah orang yang pergi itu. Lalu mereka mengejar perampok yang ngasih kita uang, deh", jelas Naruto panjang lebar.

Kakashi dan Sakura hanya bisa sweatdrop.

Tiba-tiba, Naruto meringis,"Akhh.. Sakitt.. Akhhhhh! TOLOONGGG! SENSEIII!", teriaknya kesakitan. Para penumpang lain menatap Naruto dan menertawakannya sambil bisik-bisik.

"Kau kenapa Naruto?", tanya Sakura, "AAAWWWW!", teriak Sakura juga. Para penumpang malah makin menertawakan mereka.

"Sebenarnya, apa yang terjadii? Kenapa yang lain tertawa saat teman-temanku kesakitan!", seru Sasuke.

XxXxXTo Be Continioue to chapter 3XxXxX

A/N:

Hayoooo~ Ada yang bisa menebak kenapa Naruto dan Sakura kesakitan sementara para penumpang malah menertawakannya? hahaha.. Jawabannya simpel aja. Mudah kok. Hehehe..

Tapi, kayaknya memang benar tak ada adegan yang lucu di chapter ini. Semoga di chapter depan ada...

Mohon reviewnya!

with an evilsmirk,

Namikaze Kebakarann