Disclaimer : I don't own Beelzebub, Beelzebub is only belong to Tamura Ryuhei-sensei.
A/N: ini fanfic pertama saya, yaa rada-rada OOC sedikit. Disini saya membuat sedikit perubahan pada cerita aslinya, yaaaa, hope you enjoy it :)
Chapter 2
Career Woman
Kelas yang dipenuhi oleh bunch of idiotic people like Ishiyama merasa ada yang tidak beres.
"hey nona, apa yang kamu suka dari idiot people like Oga, huh?" sahut Kanzaki.
"eh… tiba-tiba kamu menayakan hal itu kepada ku..." jawab Mika.
"hey you, bisa tidak untuk tidak berbicara pada Mika-sama seolah-olah kamu adalah temannya? jika kamu melakukan ini lagi, akan kubunuh kau!" Maria menatap Kanzaki dengan tatapan tajamnya yang menyeramkan. Sekejap Kanzaki tidak bisa melawannya. Dia hanya terdiam sambil meminum yogurt kesayangannya.
"what do you mean Maria? kenapa kamu ada disini? bukankah seharusnya kamu ada disana? dan SIAPA dia? dia membuat ku merasa tidak nyaman.." Tanya Hilda kepada Maria.
"kau masih belum menyadarinya Hilda? Huh, sungguh membosankan. An elite class maid like you didn't realize it, I'm soooo disappointed.." jawab Maria.
"gadis yang bernama Maria itu manis juga, tubuhnya yang mungil dan rambutnya yang hijau sangat indah, bola matanya yang berwarna merah pun terlihat sangat menarik. I bet she is still in Junior High" sahut Himekawa.
"kawaii.." jawab Chiaki.
"kenapa aku harus bertemu dengan dia? Terlebih dia adalah mantan pacar Oga, apa yang harus aku lakukan…." Aoi terlihat seperti terkena headache dan memukul-mukul kepalanya sendiri.
'Oga, beruntung menjadi kamu. Kemarin Hilda-san dan Kunieda-senpai, sekarang Mika-chan. Although sekarang ada Maria disini aku merasa dicurangi' pikir Furuichi.
"whats wrong Taka-chan?" Tanya Maria dengan wajah manisnya. Furuichi hanya menjawab dengan senyum lebarnya, dan kemudian menaruh tangannya di sekitar lehernya Maria.
"ano, namamu Maria kan? Lebih baik kamu jangan dekat-dekat dengan Furuichi.." sahut Nene.
"why?" jawab Maria. "Furuichi-kun is pedophile, selain itu dia creep dan pervert." Sambung Kaoru.
"oh itu, aku sudah tau. Bahkan sedari SMP dia memang sudah begitu. Lagi pula, Taka-chan tak akan melakukan hal yang aneh-aneh padaku, karna dia tau apa yang akan terjadi jika ia melakukannya. Iya kan Ta-ka-yu-ki.." sahut Maria.
"i-iya Maria-chan" jawab Furuichi dengan keringat yang bercucuran dari dahinya.
"ah, Ayasaka-san dan Maria-senpai! Kami sudah mencari kalian kemana-mana, rapat akan segera di mulai." Sahut seseorang pria dari luar ruang kelas.
"senpai? Berarti that Maria Girl is.." sahut Himekawa.
"yes, Maria is second year of this school, she's my senpai.." jawab Mika. "Tatsumi, kau tidak banyak berbicara? Seperti yang aku duga, kamu masih sama seperti dulu!" Mika pun tersenyum dan melenggang pergi.
"tidak, aku sudah berubah.." Tatsumi berkata dengan pelan sambil menundukkan kepalanya.
"that Bitch! Kenapa dia meremeh kan ku seperti itu?" sahut Hilda sambil meremas-remas kaleng jus yang ada di tangannya. Furuichi merasa ada getaran aneh yang akan terjadi selanjutnya. Seperti akan ada perang dunia ke 3.
"siapa yang kamu maksud Hilda? Aku justru senang ada orang yang mengatakan hal itu padamu. Hahahaha :D" Tatsumi berkata sambil menunjukkan evil grin nya tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Benar, Hilda langsung mengambil pedangnya dan menghajar Tatsumi sampai ia tersungkur di tanah dengan wajahnya.
Keesokan harinya..
"Tatttsssuumiiii….." terdengar suara perempuan menuju ke ruang special class.
"hey Silky Milk girl, Oga sedang tidak ada disini. Dia sedang pergi bersama Kunieda dengan yang lainnya untuk menyusul Kanzaki." Sahut Himekawa.
"eehhh…" Mika terdiam lalu berjalan keluar.
"Mika-sama, mereka sudah bergerak. Seperti yang kita duga, mereka tidak menyadari bahwa kita sudah ada disini" Maria berkata pada Mika sambil mengisi peluru dalam pistolnya. "tsk, kita harus melakukannya kan?" jawab Mika dengan senyum lebarnya.
Jam sekolah sudah berakhir, seperti yang dijanjikan oleh Rokkisei bahwa mereka akan menunggu di atap gedung sekolah lama untuk bertarung. Dan seperti yang diduga, Tatsumi mendatangi mereka disusul oleh Aoi, Himekawa, dan Natsume. Red Tail melihat disisi atap gedung sekolah yang lain, Hilda duduk di sisi pagar atap sekolah yang jauh dari mereka semua. Di tempat itu hanya ada 4 orang dari Rokkisei, yaitu, Miki Hisaya, Mitsuteru Sakaki, Shinjo Alex, dan Hiroumichi Gou.
"apa kita harus melakukan ini?" sahut Gou. "tenang saja, dia tidak akan mengetahuinya. Lagi pula dia baru akan datang besok kan?" jawab Alex.
Tak lama, pertarungan pun dimulai, Himekawa dengan Sakaki, Natsume dengan Gou, Alex KO setelah terkena satu pukulan dari Tatsumi, Aoi menjaga Beel-bou, dan kini Tatsumi melawan Miki. Ketika Miki mencoba mengeluarkan jurus Rahasianya, ia terhenti ketika Nanami Shizuka dan Izuma Kaname datang mencoba menghentikan mereka. Namun tak di sangka Tojou datang dan menantang Izuma, mereka memulai pertarungan mereka sampai mereka terhenti ketika seseorang datang menghampiri mereka.
'pok, pok, pok' terdengar suara tepukan dari arah pintu atap gedung sekolah.
"good, kalian melakukan hal ini tanpa seizinnya? Kalian tau kan apa yang akan terjadi? Dia sangat marah" Maria berkata dengan senyum evil nya. Seketika terdapat awan hitam mengelilingi tempat itu, hembusan angin yang kencang ditambah petir yang menggelegar yang membuat semua orang ditempat itu terdiam, terutama Rokkisei, mereka semua terlihat sangat takut akan kejadian ini.
"yaaa, aku sangat marah loh?" terdengar sebuah suara, mereka mencari asal suara itu sampai mereka melihat seorang gadis berdiri diatas pagar atap sekolah yang lumayan tinggi.
"kalian berfikir bahwa aku akan diam saja melihat kelakuan kalian yang seperti ini. Bertarung dengan guest, tanpa mengetahui bahwa aku sudah kembali datang ke sekolah. Tindakan bodoh yang kalian lakukan harus kalian pertanggung jawabkan, Rokkisei..!" gadis itu meloncat turun dan seketika lantai atap sekolah pun mengalami keretakan yang cukup fatal.
"Mika…" Tatsumi berkata sambil menatap Mika. "Maria, kenapa kau ada disini? Dan apa hubungan mu dengan Rokkisei?" Furuichi mendatangi Maria dan menanyakan hal itu pada Maria.
"kami memohon maaf atas ketidak sopanan yang telah kami lakukan, kami bersedia menerima segala hukuman yang akan diberikan kepada kami" sekejap siswa Ishiyama School terkejut ketika melihat seluruh anggota Rokkisei membungkuk dan berkata hal yang demikian kepada Mika dengan tubuh yang gemetar. Mika hanya menghela nafas kemudian berkata pada siswa Ishiyama School.
"maaf telah mengganggu ketentraman kalian. Mereka hanya sekumpulan orang idiot yang hanya berfikir bahwa merekalah yang paling kuat diantara yang lain" Mika membungkuk dan berkata "Maafkan kami..". tiba-tiba Tatsumi datang dan memegang kepala Mika sambil berkata "coba ceritakan, sebenarnya ada apa dan kenapa kamu terlihat ditakuti oleh mereka" .
"jangan coba-coba kau menyentuh Mika-sama" tiba-tiba Izuma yang terlihat kalem menjadi aggresif. Izuma mencoba memukul Tatsumi tapi terhenti ketika Mika berdiri didepan Tatsumi. "yang berhak menentukan siapa yang boleh menyentuhku hanya AKU!" Mika berkata dengan tatapan dinginnya. Izuma terlempar jauh dan terdiam.
"ano nee, aku adalah orang yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh Rokkisei, tapi aku tidak bisa menentang apa yang akan dikatakan oleh counselor setelah ini, karena dia sangat keras kepala dan aku tidak menyukainya. Aku juga merupakan Ketua OSIS di sekolah ini walaupun au hanya siswi tahun pertama, serta anak pemilik dari sekolah ini. Tenang saja, aku akan memberikan hukuman kepada mereka!" Mika berkata sembari tersenyum.
"ahh, dabuh dahh…" Beel-bou mencoba mengatakan sesuatu sambil menunjuk ke arah Mika. Mika menghampiri Tatsumi dan berkata "sepertinya anakmu ingin aku untuk memeluknya, bolehkan aku menggendongnya sebentar?"
"b-boleh.." Tatsumi menjawab, dan kemudian Kunieda menghampiri Mika dan memberikan Beel-bou kepada Mika. Mika menggendong Beel-bou dan mengatakan sesuatu kepada Beel-bou dengan pelan sehingga hanya mereka berdua yang tau apa yang mereka bicarakan. Setelah itu Mika memberikan Beel-bou pada Tatsumi dan menyuruh Rokkisei untuk datang keruangannya ditemani oleh Maria. Namun….
"Mika-chan!" suara perempuan terdengar dari kejauhan. Lalu muncul lah sosok wanita yang terlihat baru berumur 20'an dengan penampilan seperti wanita karier dan terlihat mirip seperti Mika. Ia datang menghampiri Mika namun terhenti ketika melihat Himekawa.
"ah, that pompadour, pasti kamu Himekawa Tatsuya, iya kan?" wanita itu mendekati Himekawa dan memelukknya.
"tak kusangka kau memiliki level untuk berpacaran dengan Wanita yang lebih tua, Himekawa-san." Wajah Himekawa berubah menjadi merah setelah mendengar perkataan Natsume, ia mencoba melepaskan pelukan wanita itu sampai…
"Mama, hentikan itu!" terlihat Mika berbicara terhadap wanita itu. Wanita yang terlihat baru berumur 20'an itu adalah ibu dari Mika? Semua orang di tempat itu shock dan membeku karena mendengarnya.
"ara, Mika-chan, kenapa Mama harus menghentikan ini? Dia adalah calon Son-in-law Mama".
Mika jaw dropped ketika mendengar hal ini. "a-apa maksud mu Idiot Mama?" Mika bertanya pada ibunya dengan wajah shock.
"hm, kamu sudah tau tentang Marriage Interview yang akan dilaksanakan besok kan? Dia anak teman bisnis Mama, dia bilang anaknya sekolah di Ishiyama School, tapi diungsikan ke sekolah ini karena gedung sekolahnya mengalami kerusakan. So, mama pikir ini adalah keberuntungan Mama, calon menantu Mama bersekolah di sekolah milik Mama. Makanya mama datang kesini untuk memberitahu mu masalah ini, tapi tak disangka mama bertemu dengannya juga. Pasangan Marriage Interview kamu ya dia, Himekawa Tatsuya, anak dari pemilik Himekawa Group" wanita itu menjawab pertanyaan Mika sambil memeluk Himekawa. Semua orang di tempat itu termasuk Mika jaw dropped mendengarnya.
Pelukkan ibu Mika terhadap Himekawa terlepas ketika seseorang berkata "Kika-sama, lebih baik jika anda memperkenalkan diri anda dihadapan para siswa, ini pertama kalinya anda datang kesekolah ini kan?" sahut principal dari St. Ishiyama School. "oh iya, aku lupa, perkenalkan, nama saya Ayasaka Kika, ibu dari Mika-chan, pemilik dari St. Ishiyama School, dan pemilik dari Ayasaka Group yang bekerja di bidang property, modeling, music, painting, educating, and business. Yoroshiku onegaishimasu".
"oh, jadi itu yang dimaksud-" Hilda berhenti berbicara ketika seseorang membisikkan "just pretend that you don't know her. Its an order!" Hilda mencoba menengok kearah bisikkan itu, namun tidak ada seorang pun disana.
"Mama, apa mama serius akan hal ini?".
"tentu!" Ibunya Mika menjawab pertanyaan Mika dengan senyum.
"argh, kenapa jadi seperti ini… hyuuunggg" Mika jatuh pingsan untuk yang pertama kalinya.
yayaya, itulah chapter 2 untuk story yang satu ini, sekali lagi saya meminta maaf karena telah mengganggu ketenangan fandom ini..
REVIEW nyaaa tolong donggg :)
dann inilaah spoiler untuk chapter 3 : Marriage Interview, check it out ! :)
"lalu, apa yang membuatmu menolak acara perjodohan ini? Apa kamu masih menyukainya?" Tanya Himekawa sembari duduk-duduk diatas ayunan. "em, bukan seperti itu, Mama juga memiliki pemikiran yang sama denganmu. Tapi sebenarnya bukan karena itu! Aku menolak acara ini karena aku masih menunggu orang lain, dia bukan Tatsumi. Memang aku akui aku masih menyukai Tatsumi, tapi perasaan ini tidak sama seperti dulu, Tatsumi itu special, dan karena dia special, aku tak ingin terlalu mengganggunya. Lagi pula aku yakin Tatsumi lebih menyukai-nya dibanding aku" Mika menjawab sambil menyusun sebuah mahkota kecil dengan bunga yang telah ia petik sebelumnya.
