Kuroko no Basuke © Tadatoshi Fujimaki
Warning:
OC, OOC?, Typo(s), Straight, etc.
Kise x OC
.
.
.
"Ayacchi memang berbeda ya," kedua mata berlainan warna itu bertemu, biru dan emas. Kise menyeringai geli lalu kembali bergabung dengan yang lain di lapangan, melanjutkan latihan.
"Eh?"
.
.
"Maksudnya apa ya…" Aya tiduran sambil memandangi langit-langit kamarnya saat mengingat kata-kata Kise kemarin.
"Ugh!" Aya menutup muka dengan kedua lengannya. Kenapa sih? Kok jadi kepikiran terus?!
Ini tidak boleh terjadi! Kise itu cowok tampan. Cowok tampan itu suka seenaknya!
Eh, apa?!
Aya baru saja mengakui kalau Kise itu tampan.
Astaga! Baka! Tentu saja tampan, dia kan model!
Aya menggulingkan tubuhnya menghadap samping. Tanpa sengaja pandangan mata Aya menangkap majalah dengan gambar Kise di sampulnya.
Aya mengernyitkan alisnya mengingat saat dirinya diminta untuk jadi manajer, Kasamatsu menjelaskan alasannya memilih Aya adalah karena masalah yang ditimbulkan pekerjaan Kise itu. Aya mengerucutkan bibirnya kesal. Sebal juga rasanya saat kemampuan menganalisisnya tidak dijadikan alasan. Aya tidak begitu mengerti maksud senpai-nya itu apa, mungkin karena fans-nya Kise? Memangnya masalah apa sih?
Ah, sudahlah.
Ini sudah malam, sebaiknya Aya segera tidur jika tidak ingin mendapat omelan dari guru di mata pelajaran pertamanya besok.
.
.
Jam istirahat sebentar lagi selesai dan Aya memutuskan untuk menunggu bel masuk di bangkunya sambil mencorat-coret buku catatannya.
"Aya-chan, bagaimana rasanya?"
"Apanya?" Aya mendongakkan kepalanya lalu menengok ke arah Yuki, teman sebangkunya.
"Menjadi manajer klub basket sekolah kita," jelas Yuki gemas.
"Biasa saja," jawab Aya sekenanya.
"Biasa saja? Kau seharusnya senang bisa bertemu dengan Kise-kun setiap hari!" mata Yuki berbinar-binar ketika mengucapkannya.
"Senang?" Aya mengangkat sebelah alisnya.
Kenapa harus senang? Aya juga tahu kalau Kise adalah seorang model, tapi kan Aya bukan salah satu fans-nya. Jadi, untuk apa senang? Yang ada dia malah was-was. Lelaki seperti Kise, pasti banyak gadis yang menyukainya, kan?
Aya bergidik membayangkan apa yang akan dilakukan fans Kise kalau tahu dirinya punya banyak kesempatan bersama Kise dengan posisinya sebagai manajer klub basket sekarang ini. Tunggu dulu… kesempatan? Jadi, Aya menganggap itu kesempatan?! Pipi Aya merona saat menyadari pemikiran anehnya itu.
"Aya-chan? Kau demam? Mukamu merah!"
"…." Aya menundukan kepalanya dengan cepat dan kembali mencorat-coret buku catatannya.
.
.
Aya menghentikan langkah cepatnya menuju gedung olahraga ketika mendengar jeritan-jeritan histeris yang samar-samar meneriakan nama Kise. Sekumpulan anak perempuan? Ah, pasti fans-nya Kise.
Apa setiap latihan mereka akan berkumpul seperti itu? Tapi kemarin rasanya Aya tidak melihat satupun dari mereka. Aya mengedikkan bahunya. Berarti tidak setiap hari~
Aya kembali melangkahkan kakinya menuju gedung olahraga. Saat melihat ke arah lapangan, Aya tidak menemukan sosok dengan warna rambut yang sama seperti dirinya itu diantara anggota yang sedang berlatih.
"Oi! Kise!" teriak Kasamatsu yang kini berjalan ke pinggir lapangan. Ah, ternyata Kise berada di situ. Sedang apa dia? Meladeni gadis-gadis itu?
Aya berjalan cepat mendahului Kasamatsu yang sudah pasti akan menjitak kepala Kise atau malah menendang punggungnya seperti biasa.
Duk!
"Apa yang kau lakukan?! Sana latihan!" teriak Aya kesal setelah menimpuk Kise dengan papan dada yang menjepit data pemain yang harus dianalisisnya.
Kasamatsu menghentikan langkahnya yang hendak menghampiri Kise. Ia lalu menyunggingkan senyum puas melihat pemandangan itu.
"Ayacchi! Sakit tahu!" Kise mengusap kepalanya yang barusan terkena timpukan Aya.
Aya menatap Kise dengan sebal lalu berbalik dan berjalan menuju bench. Enak saja, Aya harus cepat-cepat menyelesaikan tugasnya untuk bisa kemari dan Kise bukannya berlatih malah mengobrol santai dengan para fans-nya itu.
Kenapa orang seperti itu bisa menjadi salah satu anggota Kiseki no Sedai? Padahal kalau dilihat dari kelakuannya Kise malah seperti main-main.
Diam-diam Aya sweatdrop. Jadi seperti ini masalahnya?
"Dia pemarah seperti Senpai-ssu," desis Kise sambil melirik ke arah bench ketika sampai di tengah lapangan.
"Apa maksudmu?!"
Jduk!
"-Aduh!" Astaga, Kise lupa kalau Kasamatsu ada di sana.
Aya tertawa kecil melihat interaksi Kise dan Kasamatsu sampai akhirnya latihan dimulai.
Tanpa sadar Aya terus memperhatikan gerakan Kise. Saat sedang bermain di lapangan entah mengapa sifat kekanak-kanakannya seperti hilang. Pembawaan Kise menjadi lebih dingin dan kelihatannya serius sekali.
Tanpa sengaja mata Kise mengarah ke mata Aya yang memang sedang memperhatikannya.
Deg!
Biru kembali bertemu emas, dan rasa hangat mulai merambat di pipi Aya.
.
.
.
To be continued~ xD
.
.
.
Oh iya, saya sudah nyantumin warning-nya~ w hehe~
Gak bisa dipanjangin lagi T^T Idenya syudah buntu/?
