Warning: OOC Abstrak, probably will be angst.

.

.

.

Genre: Humor, Mystery, Adventure

Rate: M (masih nanti)

Gravity Falls (c) Alex Hirsch

Ansatsu Kyoushitsu (c) Yusei Matsui

Don't like? Don't Read...


Gravity Falls, tempat dimana semua keanehan berada. Mungkin terdengar gila, namun keanehan itu hanya sampai di Gravity Falls saja. Jika kau bilang ke teman-teman mu, pasti mereka tak percaya, mungkin ini nyata? Mungkin tidak. Namaku Kirara Hazama, Aku bekerja sebagai penjaga perpustakaan. Aku bahkan tau setiap buku yang berada di perpustakaan, susunan A sampai Z, yah… selama bukunya tidak di taruh sembarangan oleh orang-orang setelah membacanya.

Beberapa hari yang lalu, ketika aku sedang merapikan buku-buku di perpustakaan, tanpa sengaja aku menemukan sebuah buku usang di bawah keramik pecah rak buku . Buku ini belum pernah aku temui sebelumnya, aku bahkan tidak tau ada buku seperti ini di perpustakaan besar ini, sepertinya di sembunyikan? Yah karena penasaran semalaman aku membaca buku tersebut, Isinya benar-benar di luar masuk akal, tapi aku percaya dengan hal seperti ini.

"Gravity Falls…" Gumamku pelan sebelum memasukan buku tersebut kedalam tas ku. Illegal memang mengambil buku dari perpustakaan, tapi hey! Aku penjaganya, semuanya legal kan? Ya kan?

Setelah beberapa hari aku mempersiapkan barang-barangku, aku memutuskan untuk pergi ke Gravity Falls dan mengambil cuti selama musim panas? Lebih tepatnya saat sebulan musim panas aku baru pergi ke Gravity Falls. Aku dari Jepang pergi ke America lalu di California aku memilih untuk menaik Bus yang langsung menuju Gravity Falls. Tidak ada yang aneh saat sampai di Gravity Falls, aku bahkan berjalan jalan untuk mencari penginapan. Sungguh, susah sekali mencari penginapan di tempat ini. Sampai pada akhirnya aku bertemu dengan bocah berjambul dengan pakaian rapih. Lucu sekali, dia mirip babi.

"Hey ho~! Nama ku Gideon Gleeful yo'! Apa nona seperti mu sedang mencari penginapan di Gravity Falls? Kau tepat skali bertemu dengan lil' Gideon ini!" ucap bocah yang mengenalkan dirinya dengan nama Gideon.

"… Oh. Kau anak dari yang menyewakan sebuah rumah? Atau kau anak pemilik Hotel?" Tanyaku menatapnya malas, oh bukan malas, memang wajahku seperti ini.

"Kau salah besar yo! Aku ini yang menyewakan rumah, kau mau?"

Bocah seumurannya menyewakan rumah? Ah, Dasar anak jaman sekarang, suka mengaku-ngaku. Tapi aku sedang malas membahasnya, jadi aku hanya mengangguk. "Berapa harganya? Aku ingin menetap selama musim panas."

"Bagus! Soal bayaran tidak mahal! Hanya… (dikarenakan author gak ngerti murah itu segimana, isi aja semurah mungkin yang kira-kira Kirara mau bayar.) Dollar!"

"Ah… baiklah…" Aku memberikan Uang yang sang bocah minta, kemudian sang bocah memberikan kunci rumahnya kepada ku. Rumah minimalis, nyaman, serta rapih, lumayan lah dengan harga segitu.

"…" Saat aku ingin memasuki koper ku kedalam rumah, aku terhenti di depan pintu dan melihat sekeliling. Entah hanya perasaanku, tapi… sepertinya ada yang memperhatikanku.