CRAZY!
Discalimer: Hiro Mashima
Genre: Romance, Humor
Pairing: Natsu x Lucy
*Bales reviewsnya dibawah ya.. :3
Penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya? pasti kalian penasaran. karena aku saja terkejut dengan kelanjutannya.
Setelah aku berteriak "NATSUUUUU!" dia datang.
Ya, Natsu datang. TAPI DALAM MIMPIKU! kenyataannya dia tidak datang seperti yang kuharapkan di film-film, dimana si jagoan datang setelah si cewek memanggil namanya minta tolong. heh, sangat menyedihkan bukan?
(oh, tolong jangan tertawa. perempuan seperti aku juga boleh bermimpi kan? -_-)
Setelah aku memanggil nama Natsu, 4 orang ini hanya tertawa
"Kikiki, dia manggil-manggil Natsu.. namaku bukan Natsu sayang..."
Mereka pasti sudah sinting. putus harapan karena aku tahu sia-sia saja aku meneriakkan Natsu, aku berusaha untuk lari. tapi aku sadar kakiku berdarah karena jatuh tadi. dan bukan berdarah saja, bengkaknya luar biasa besar dan warnanya ungu! tak bisakah aku lebih sial dari ini?!
+BUAKHH!+
Oh tuhan? itu, itu Natsu...! dia datang!
(kumaafkan kamu Natsu karena tak datang saat aku berteriak. setidaknya kamu datang sekarang.. hehe)
"APA-APAAN KAU?! " kata salah satu diantara mereka
"mau mati...?" tanya Natsu. setelah dia berkata begitu, 10 orang, ah tidak bahkan 10 lebih menuju ke arah Natsu. ya, diantaranya adalah Rogue dan Gray.
"enyah... atau mati...?" kata Natsu ke 3 orang itu
(yang satunya lagi sudah pingsan karena ditonjok Natsu)
Ngeri karena melihat Natsu dan jumlah pasukannya, 3 orang itu lari terbirit-birit. mereka bahkan meninggalkan temannya yang pingsan! teman macam apa mereka itu?!
"ehm... te.. terima kasih.." kataku kepada Natsu. Natsu hanya memandang ke arahku dan melirik ke arah lututku yang terluka, tapi dia tak berkata apa-apa.
"bereskan mayat ini!" kata Natsu ke anak buahnya. dan mereka segera menarik bocah pingsan itu dan meletakkannya di tumpukan plastik di pembuangan sampah. Rogue dan Gray berjalan ke arahku dan Natsu.
"hei Natsu! cewekmu terluka nih!" kata Gray.
"kamu bisa berjalan?" Tanya Rogue kepadaku.
Ohohoho... aku tidak bisa berjalan.. tolong papah aku pangeran... ingin aku berkata begitu, tapi kutelan dalam-dalam keinginan itu.
"bisa... tentu saja bisa.." kataku sambil berusaha berdiri. luka itu ternyata lebih menyakitkan dari kelihatannya. begitu mencoba berdiri, lututku lemas dan aku terjatuh lagi.
"naik ke punggungku. biar kuantar ke rumahmu." kata Rogue.
"tak apa-apakah?" kataku, padahal aku mau banget menerkam punggung sexynya itu.
"tak apa-apa... kan?" kata Rogue sambil melirik ke arah Natsu
"untuk apa melihatku? kalau mau gendong, gendong saja. aku ogah menggendong babi seberat dia di punggungku" kata Natsu. apa tak bisa dia sedikit baik mengingat dia yang membuatku begini?!
"aku juga gak mau naik punggung baumu itu!" teriakku,
"jangan menjawabku!" kata Natsu lagi.
Yah-yah-yah, terserah apa katamu... yang penting aku bisa digendong oleh Rogue! ohohohohohoohoho! akhirnya keberuntungan beralih kepadaku juga hari ini! aku naik ke punggung Rogue. bahunya lebar sekali, bahkan lebih besar dari bahu ayahku
(aku sering tejatuh, dan ya, ayahku selalu menggendongku di kala kakiku luka).
Dan rambutnya wangi sekali, entah apa shampo yang dipakainya. akhirnya, kami semua berjalan ke jalan yang sedikitnya sudah kukenal sekarang. dan aku sangat berterima kasih karena Rogue sudah menawariku untuk menungganginya sejauh ini. aku jadi berpikir apakah aku berat? tapi tidak mungkin, terakhir kali aku menimbang sepertinya beratku hanya 45kg, dan tinggiku 164. 45 kg?! dia pasti keberatan ya?! aku saja bawa tas sekolah sudah kecapekan setengah mati, apa lagi dia yang menggendongku sejauh ini!
"turunkan aku saja kalau kamu kecapekan" kataku ke Rogue
"enggak.. kamu enteng kok."
"beratku 45kg dan kamu bilang aku enteng?! menggendong anjingku yg 10kg saja aku sudah setengah mati!"
"ehem.. mungkin kamu lupa. hanya saja, aku ini 'cowok' dan 'cowok' lebih kuat dari pada cewek. jadi menggendongmu gampang saja buatku" masuk akal juga. aku tak mengira cowok benar-benar sekuat ini. dan yang pasti aku senang sekali dan merasa beruntung sekali telah menjadi cewek untuk saat ini! saking senangnya, mungkin bisa saja aku memeluk Rogue sampai dia kehabisan napas hingga mati. tapi kebahagiaanku hanya berlanjut sebentar saja, sampai Natsu berkata
"turun..."
"apa?" kataku dan Rogue serentak
"CEPAT TURUN KATAKU CEWEK TULI! TURUN DARI PUNGGUNGNYA! HEI ROGUE, TAK BISA KAU LIHATKAH? CEWEK INI MELIHAT PUNGGUNGMU SAMPAI NGILER SEPERTI MAU MEMAKANMU?! SEBAIKNYA CEPAT TURUN SEBELUM KUTARIK KAU!" entah apa yang ada di otaknya! dia gila atau apa sih?! tapi mendengar kata-katanya itu aku sempat mengelap mulutku barang sebentar, takut kata-katanya itu benar kalau aku ngiler. aku turun dari punggung Rogue dan berdiri dengan 1 kaki. aku marah sekali kepada Pinky sialan ini. ingin rasanya aku meremas mulutnya dan kucabut lalu kubuang ke tempat sampah terdekat.
"hei Rogue, pulang sana. DAN KALIAN SEMUA JUGA PULANG SANA!" kata Natsu ke Rogue dan pengikut-pengikut lainnya. Rogue dan yang lainnya akhirnya mengikuti kemauan Natsu.
"hei Heartfilia. maafkan aku ya. sepertinya kau harus jalan sendiri untuk pulang." kata Rogue sebelum akhirnya dia berjalan pulang mengikuti teman-teman yang lainnya. tinggal aku dan Natsu disini, sampai aku akhirnya meledak saking kesalnya,
"APA SIH MAUMU?! AKU NAIK BUKAN KARENA AKU MENGINGINKANNYA! KAU TAK BISA LIHAT DIA HANYA BERUSAHA BAIK UNTUK MENGGENDONGKU?! SETIDAKNYA DIA LEBIH BERMORAL DARIPADA KEPALA PINKYMU ITU!"
"tutup mulutmu. jangan bicara seperti itu kepadaku."
"APA?! APA HAH?! HARUS SEPERTI APA AKU BICARA KEPADAMU?! KAU PIKIR KAU SIAPA?!" saat aku meneriakinya, dia hanya menutup mata seakan menekan amarahnya akhirnya dia mengangkat kakiku dan menggendongku di bahunya. dia menggendongku seperti menggendong barang saja! aku mulai berontak dan berteriak,
"hei turunkan aku dasar psikopat gila! turunkan aku!" aku berontak dan berteriak sepanjang jalan. dan akhirnya dia menurunkan aku di pinggir jalan.
"sesuai keinginanmu." katanya sebelum akhirnya dia meninggalkanku. dan, ya. disinilah aku. terbengong di pinggir jalan seperti seorang gelandangan atau apa. aku mulai mengutukinya karena telah menurunkanku yang terluka ini
(aku memang minta diturunkan, tapi bukan itu kemauanku sebenarnya. kau pasti pernah dengar juga kan? 'lain di hati lain di mulut'. jadi tolong, jangan anggap aku sok jual mahal atau apa)
aku berjalan dengan 1 kaki, sambil berpegangan kepada apapun yg bisa membuatku tetap berdiri. dan akhirnya aku sampai di rumah. orang tuaku meneriakiku karena pulang jauh malam tanpa memberi kabar dan pulang dengan keadaan kotor dan terluka. adik laki-lakiku yang bernama Romeo itu hanya tertawa-tawa melihatku diomeli oleh orang tuaku.
TAK BISAKAH AKU LEBIH SIAL DARI INI?! aku meninggalkan orang tuaku yang sedang meneriakiku ke kamarku. aku tak mengganti baju dan sama sekali tidak peduli untuk mandi sampai akhirnya aku merebahkan badanku di kasur dan akhirnya aku tertidur. setelah hari-hari melelahkan ini, yang kuinginkan hanya tidur..
aku terbangun keesokan harinya. dan itu sudah jam 9...
Sudah terlambat untuk masuk sekolah! hm... aku berpikir kenapa orang tuaku tak membangunkan aku? biasanya mereka akan marah-marah padaku kalau bangun tak tepat waktu... dan juga tak ada suara berisik adikku.. oh iya, ini hari kamis. dia pasti sudah berangkat ke sekolah. aku turun ke lantai bawah dan menuju dapur untuk mencari minum. leherku kering sekali sampai terbakar rasanya. eh? ada surat di meja makan. kuambil suratnya, dan kubuka.
'Lucy, ayah dan ibu harus pergi ke tempat Loke. Ia akan menikah, dan ibu lupa memberitahumu dan adikmu kemarin. makan pagi dan malam sudah ibu taruh di kulkas. tinggal dipanaskan saja bila kamu dan adikmu lapar. ps: ibu dan ayah akan pulang kira-kira 2 hari atau 3 hari lagi. jangan lupa belajar' yang kupikirkan hanya satu, yaitu...
'HORE AYAH DAN IBU TAK ADA! AKU BEBASSS! AKHIRNYA KEBERUNTUNGAN MENGARAH PADAKU! MUAHAHAHHA!' dan kuputuskan hari itu aku bolos. ya tentu saja,selain kakiku sakit, sudah telat pula.. asik asik asik! akhirnya aku bisa mengistirahatkan jiwa dan ragaku untuk sementara. aku langsung pergi mandi,dan mengobati lukaku
(yang sudah bernanah dan membengkak karena kutinggal tidur tanpa diobati semalam). setelah itu aku makan dan nonton TV sebentar. tak terasa, ternyata aku tertidur lagi di sofa. tidur yang benar-benar nyaman.. tanpa mimpi dan tanpa gangguan sama sekali..
"Lu... Lucy... hei Lucy!" aku terbangun sampai melompat saking kagetnya. Itu Juvia! tak bisa apa aku tidur barang sejenak?! AAAARGGGHHH!
"apa maumu? pulang sana!" kataku ke Juvia
(maafkan aku kalau aku kasar kepada sahabatku sendiri. tapi, ya. mood-ku jelek kalau baru bangun tidur).
"jangan begitu dong! ayo bangun... ayo.. ayo bangun..."
"pergi sana... jangan ganggu aku..." setelah berkata begitu, aku mencium bau yang amat sedap... hm... bau ini... RAMEN! AKH AKU LAPAR! mataku langsung terbuka. dan langsung kurampas plastik yang berada di tangan Juvia.
"hei! itu memang Juvia bawakan untukmu! tapi gak bisa sopan sedikit?!" protes Juvia. ku jitak kepala Juvia,
"sejak kapan kau belajar sopan santun heh?" setelah itu aku langsung mengarah ke dapur, dan segera memindahkan ramen itu ke mangkuk.
"kenapa kau tidak masuk?" tanya Juvia
"tak bisa kaulihat aku sakit?" Kataku sambil makan ramen bawaannya.
"apa yang bisa Juvia lihat?! nafsu makanmu masih gila seperti biasa"
"jangan menjawabku begitu... mau mati?"
"ih! cara bicaramu sudah benar-benar mirip Natsu! lebih baik hentikan itu sebelum Juvia pelintir lidahmu!"
"oh ehm, baik.. baik.." jujur saja, terkadang aku suka ngeri sama Juvia. bukan karena kata-katanya atau ekspresinya. tapi karena auranya. mungkin dia itu dulu setan atau apa hingga membuatku ngeri begini... -_-
"hei, kenapa semalam kau meninggalkan Juvia?! Juvia takut tahu!"
"maaf Juvia.. semalam aku cuma emosi saja. Natsu itu benar-benar membuatku marah semarah marahnya!"
"tapi dia keren sekali semalam…Juvia tidak pernah menyangka gadis sepertimu bisa mendapatkan cowok seperti dia!"
"apa kerennya?! kalau kau mau ambil saja! dia cowok paling menjijikan yang bisanya memalukanku saja!"
"memalukanmu?"
"iya! semalam apa kau tak dengar dia bilang dia malu terhadapku? dia cuma membawaku ke kafe itu untuk dipermalukan!" membicarakannya benar-benar membuatku marah. mengingatkanku kepada kepala kosong pinknya itu!
"tunggu.. tunggu sebentar... apa maksudmu sih?! bukannya kamu yang bersikap aneh langsung lari keluar sebelum Natsu selesai bicara?"
" apa sih maksudmu?! jangan membuatku makin kesal deh"
"setelah kau pergi meninggalkan kafe, apa kamu tahu Natsu menampar cewek yang mengejekmu itu? siapa namanya..? ehm tunggu sebentar kuingat dulu.. ah!Lisanna! Lisanna namanya kalau aku tak salah ingat!" aku tersedak ramen saat dia bicara begini saking kagetnya aku.
"uhuk uhuk! dia menampar Lisanna...?tapi, bagaimana bisa...?"
"tentu saja bisa! si rubah betina itu mengejekmu 'senpai pasti sangat malu deh.. lihat saja ceweknya aneh seperti itu.. kasihan senpai~~ lebih baik sama aku~' lalu..
+PAAAK!+,
si Natsu menamparnya. Terus Natsu bilang ,'tentu saja aku malu... aku malu karena aku membawa dia kesini hanya untuk dipermalukan!' . setelah itu dia pergi mengejarmu! KYAAAA! KEREN SEKALIII! AAAAH!"
"kamu serius? kamu serius dia bicara begitu...?"
"duh! untuk apa deh Juvia berbohong? sungguh, dia itu keren sekali...! tapi tentu saja Juvia lebih suka Gray-sama kekeke"
Setelah bicara begitu, Juvia menyibukkan dirinya dengan menonton Tv sambil memakan cemilanku. sementara aku.. terbengong disini,... saking 'shock'nya.. Natsu...? Natsu si psikopat itu menampar rubah betina itu demi aku..? Natsu si mulut penjahat itu? membelaku? MEMBELAKU? MEMBELAKU? MEMBELAKU? rasanya aku tak percaya sekali... dan aku juga sangat gembira... lebih gembira dari aku memenangkan lotre pertamaku.. lebih gembira daripada saat kenaikan uang jajanku... lebih gembira dari aku menjambak Romeo, adikku... pokoknya aku gembira sekali mendengarnya! ingin sekali rasanya aku memeluk Natsu sekarang juga! NATSUU... maafkan aku.. huhu... TT_TT
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING ~ CHA CHA CHA~+
ah! hpku berbunyi... caller id "unknown" kuangkat sajalah...
"halo?" tanyaku
"..." orang di sebrang diam saja
"halo...?"
"..."
"KOLORKU WARNA BIRU!" teriakku, lalu kututup teleponnya. siapa sih yang berani-beraninya menelpon di saat-saat aku lagi hepi begini?! mana gak ngomong apa-apa lagi waktu diangkat! bikin marah saja!
+DING DING~ CHA CHA CHA~ DING DING~ CHA CHA CHA~+
hpku berbunya lagi... caller id "unknown".. pasti ini yang tadi lagi..
"APA SIH?!" teriakku kesal.
"..." dia tetap diam saja
"kalau kau tak bicara dalam waktu 3 detik, kututup!"
"..."
"satu..."
"..."
"dua..."
"ini aku" akhirnya dia bicara juga
"aku? aku siapa ya?"
"ini aku..."
"iya ini aku! tapi aku siapa!" tanyaku kesal
"ini aku! mau mati?!" O_O Natsu?! ini Natsu! ahahaha! Natsu!
"ooh... kamu...kenapa telepon?"
"kamu siapa...?" kata Natsu. otak orang ini terbuat dari kacang polong atau apa sih?!
"iya! kamu! kenapa telepon?!" akhirnya aku teriak lagi kepadanya. dia memang paling jenius dalam membuatku marah.
"siapa aku? sebut namaku."
"kamu, si pinky sinting" candaku.
+tut~ tut~ tuuuuuuuuuuuuuuut~+
ap... apa?! dia memutuskan teleponnya! ih... dasar pinky gila kepala polong sinting! masa dia tak bisa diajak bercanda sih! ckckck akhirnya aku memutuskan untuk menelponnya
"SIAPA?!" teriak Natsu
"ini aku LUCY! kenapa teriak sih?!"
"siapa itu Lucy?! aku gak kenal!"
"ap... apa katamu...?!"
" hei Gray! siapa itu Lucy?!" dia menyebut nama 'Gray' , sepertinya dia sedang bertanya kepada Gray siapa Lucy itu.. itu aku! dasar kacang polong! -_-
"Lucy?! oh... itu lho... cewekmu itu... si cewek blonde mesum itu looohhhh..." jawab Gray.
lihat saja nanti kalau ketemu kamu Gray... kupastikan akan kupindahkan rambutmu menjadi bulu dadamu...
(*Coba bayangkan, Lucu sekali..#plak)
"ohh... halo? kenapa telepon?" akhirnya dia tahu juga kalau Lucy itu 'aku'..
"tadi kau yang telepon duluan.. harusnya aku yang bertanya... -_-" aku capek teriak-teriak.. jadi aku coba sabar saja...
"tidak ada apa-apa! memangnya aku harus ada apa-apa kalau mau telepon?!" teriaknya
"oh begituu yaaa~~~~ ya sudah, kututup yaaaaaa~~~ daaaaahhh~~~"
"tunggu-" cegahnya. ekekeke, sepertinya aku mulai mengerti cara kacang polong ini berpikir
"apaaa? katanya tak ada apa-apa?"
"memang tidak ada apa-apa! jadi tutup mulutmu dan dengar sajalah!"
"... -_-'..."
"ba... bagaimana lututmu?" O_O! Jadi dia menelpon untuk menanyakan itu? aku terharu...TT_TT
"tidak apa-apa kok... hanya memar saja... sudah, tak usah kuatir. terimakasih yaa... TT_TT"
"ap.. apa katamu?! siapa yang kuatir sama manusia barbar sepertimu!"
"iya... iya... terima kasih ya... TT_TT"
" AKU. TIDAK. KUATIR!"
"iya! kamu tidak kuatir! puas?!"
"jangan menjawabku begitu!"
"oh? oh? begitu ya? sudah selesai kan ngomongnya? sudah ya... DAAAAHHH~~~~"
"TUNGGU!-" kekeke... terjebak lagi si kacang polong ini...
"apa lagi...?! kakiku sakit nih! cepat deh ngomongnya..." hehehehe
"katamu sudah tidak sakit! mana yang benar?!"
"sudah tidak sakit! cepat! ngomong saja!"
"cewek emang resek... "
"ap.. apa katamu?!"
"jangan lihat yang lain..."
"hah?"
"jangan lihat yang lain..."
"apa sih maksudmu?! kamu selalu bikin aku bingung!"
"JANGAN LIHAT YANG LAIN SAAT KAU BERSAMAKU! SAAT AKU BERSAMAMU, JANGAN BERANI-BERANINYA KAU BERDEKATAN DENGAN YANG LAIN! SAMPAI KULIHAT KAU SEPERTI KEMARIN LAGI, SIAP-SIAP SAJA UNTUK MATI!"
"itu sebenarnya kata-kata yang sangat mengharukan! tapi kenapa kamu harus teriak sih?!"
"aku tidak berusaha untuk mengharukanmu! jadi tutup mulutmu, dengar, dan lakukan!"
"iya... iya... iya sayang..."
"sayang..? siapa dia? dimana sekolahnya?! kamu tak dengar apa yg kubilang barusan?!"
"sayang itu kamu bodoh!"
"namaku 'N.A.T.S.U' bukan 'S.A.Y.A.N.G' "
"yayaya... terserah... -_-"
"sudah dulu! aku sibuk mau pergi! yang lain menunggu!" kata Natsu.
"eh tunggu-"
"apa lagi?!"
"kamu mau ngapain?"
"kami mau berantem dengan SMU lain."
"yayaya, terserah"
"kamu tidak percaya?! datang saja kesini kalau tak percaya! eh tunggu- JANGAN BERANI-BERANI KAU DATANG KEMARI!"
+TUT~TUT~TUT~TUT~TUT+
si kepala pink itu memutuskan teleponnya... dasar tak punya hati! tapi tidak apa-apa ... aku senang telah berbicara dengannya.. Sepertinya, hari-hariku akan lebih mendebarkan kedepannya.. Hem, kita lihat saja... hehehe suasana hatiku jadi bagus hari ini... dan sepertinya aku akan berjalan-jalan dan mampir ke toko terdekat untuk jajan dan berpesta di rumah dengan Juvia
(mumpung rumah kosooonggg... hehehehe)
"Juvia! ayo kita jalan-jalan sebentar!"
To Be Continued
Alohaaa… Bagaimana bagus? Bagus? Sempatkah kalian membayangkan bagaimana rupa Gray? #Plak Yasudah ya bales review aja ya…
Nnatsuki: Same here, sebenernya Via-chan itu sayang sama Lisanna cuman karena lumayan banyak fanfic yang antagonisnya Lisanna jadinya Lisanna ._.
Marianne Gloria: Huft.. Memang Typo tuh musuh bebuyut Via-chan, maaf ya..Lain kali akan lebih teliti
Nshawol56: Via-chan juga kok.. malah waktu Via-chan baca fanfic kamu itu bagus banget ga ada yang typo, maaf ya Via-chan gak reviews fanficnya, Via-chan kurang pintar kalo soal reviews, gimana ya.. Susah jelasinnya, Via-chan juga takut sama Natsu.. Entah kekuatan apa yang Lucy dapatkan untuk menendang 'permata' nya Natsu
Luna d' : Makasih ya Lunaa.. Seharusnya Lisanna nyinggung tentang berat badannya Lucy aja lebih mantep #Plak Klo gitu..Via-chan menunggu reviews dari Luna terus ya..
Otaku150401: Tenang.. Ceritanya bakal baik-baik aja *mengingat bulan puasa wkwkwk..
Ahaurats-FT: Oke boss!
Angel Ran: Sipp
Endy mutiara: Duh..duh.. Jangan senpai.. Via-chan jadi nyengir-nyengir kuda gitu baca reviewsnya Endy *tariknapas* Via-chan aja.. Biar lebih akrab #siapalo? Wkwk, Bukan.. ini aku ambil dari novel online, kalau mau websitenya boleh..Cuman nanti jadi gak seru.. Klo ceritanya udah berakhir aja ya kasih taunya..
Guest: Bukan… ini aku ambil dari Novel online, memangnya mirip banget ya? Makasih ya.. :3 Via-chan update sering-sering deh.. Hidup Nalu!
FebeVocataku: ini masih LOL nanti bakal jadi ROFL, pertama aku baca cerita ini ngakak banget sampe tuh ya.. gak kerasa aku baca sampe jam 12 malem, ngeri deh ketawa-tawa sendiri TT_TT, Okee.. Boss
FinasasAfina: Bukan Natsu doang yang bakal OOC nanti banyak yang OOC, Maaf ya.. Ganbatte!
justweirdo: Manggil Via-chan aja ya.. Oke Boss!
Makasih ya.. Fans Nalu baik bgt.. Tetep Baca dan Reviews ya.. Dan tetap bayangkan rupa Gray! #Plakk
