Title : Neorago

Rating : T

Genre : Romance

Author : Natalia Ayu

Main Cast : Kim Heechul

Park Hyun Rin

Tan Hankyung

Park Hyunrae

Chapter 2

~Hyunrae pov~

"Auu .. ssh ..." rintih heechul saat aku mengobati lukanya

"Ah, mianhae, sakit?" tanyaku. Ia pun menggeleng

"Anio, gumawo" ucapnya sambil tersenyum.

"Hei, tadi hpmu berbunyi, apakah itu telpon yang penting?" tanyanya. Aku pun spontan melihat kearah hpku

Tunggu dulu … bukankah ini hp rin? Kenapa bisa di aku? Apa tadi yang kukira hpku adalah hpnya? Hp kita memang sama sih, jadi bisa saja kalau tertukar

"Aku tidak menyangka kalau kau masih menyimpan gantungan bintang itu" Ucap heechul tiba-tiba. Gantungan bintang? Mataku segera menuju ke gantungan hp yang berada pada hp rin.

"Ah … eh … nee" jawabku gelagapan, tidak tau harus menjawab apa

Jadi, yeoja yang di cari heechul adalah rin? Wae? Kenapa semua selalu memperhatikan rin, tidak adakah orang yang mau memperhatikanku? Selalu rin, rin, dan rin! Kenapa apa yang dimiliki rin tidak bisa kumiliki?

"Besok kau akan kuliah kan? Jurusanmu sama dengan rin?" tanyanya

"Nee, aku memang sengaja masuk sekolah dengan tahun ajaran yang sama dan jurusan yang sama dengan rin" jawabku

"Geurae, berarti besok kita akan sekelas" ucapnya sambil mengelus rambutku. Spontan semburat merah keluar dari mukaku, malu.

"Mm … gumawo hyunrae-ya sudah mengobatiku, aku masuk ke kamar dulu nee" ucapnya. Aku pun mengangguk sambil tersenyum

Setelah heechul masuk ke kamarnya, aku pun masuk ke kamarku. Aku terduduk diatas kasur sambil memperhatikan gantungan bintang milik rin. Kenapa rin selalu merebut kebahagiaanku? Tidak bisakah dia melihatku bahagia?

Aku langsung mengambil gunting di dalam laci meja riasku dan menggunting gantungan bintang tersebut. 'Kau akan merasakan perasaanku selama ini park hyun rin' batinku.

-Jam 4 sore-

Tok Tok Tok

Aku mendengar ada seseorang yang mengetok pintu kamarku. Aku pun segera berjalan kearah pintu dan membukanya

"Eonni, kau melihat hpku?" tanya rin. Aku pun mendecak kesal

"Kenapa kau masuk disaat begini? Ini sudah sore, dan aku masih tidur tadi, kau menggangguku!" bentakku

"Mianhae eonni, aku hanya mencari hpku" jelasnya. Aku langsung mengambil hpnya yang terdapat di meja dan langsung memberikan kepadanya

"Ini" ucapku

"Loh? Gantungannya mana eonni?" tanyanya

"Mana kutau, dari tadi tidak ada gantungannya. Sudah sana pergi, kau mengganggu!" bentakku

"Arraseo, kalau sudah ketemu kasih tau aku ya eonni, soalnya itu sangat penting" jelasnya. Aku pun hanya mengangguk dengan asal-asalan dan langsung menutup pintu kamar.

Untuk apa aku mencarikannya untukmu? Gantungan itu dan heechul milikku sekarang!

~Hunrae pov end~

~Rin pov~

Gara-gara hankyung oppa membuatku tertidur nyaris saja aku lupa kalau hpku masih di kamar eonni. Dan masalahnya gantungan bintang itu dimana? Kata eonni gantungan itu sudah tidak ada saat eonni menemukan hpku, apa terjatuh ya?

"Rin-ah, kau sedang apa?" tanya hankyung oppa tiba-tiba

"Anio, hanya mencari gantungan hpku yang hilang" jawabku

"Mau kubantu?" tanyanya. Aku pun mengangguk sambil tersenyum

"Gumawo oppa" ucapku.

Akhirnya kami mencari gantungan hp itu diseluruh rumah dan memakan waktu hampir 2 jam.

"Yak, yeoja babo, kau menaruhnya dimana tadi?" tanyanya. Aku pun menggeleng, tanda tak tau.

"Makanya kalau naruh barang itu baik-baik, jangan asal taruh aja" omelnya. Aku pun mengalihkan pandanganku darinya dan mengikuti gaya bicaranya tadi

"Yak! Kau mengejekku?" ucapnya. Aku hanya menjulurkan lidah padanya.

"Hais, sudahlah, ini sudah jam 6, oppa pulang dulu nee. Annyeong" ucapnya dan pergi meninggalkanku. Yah, saatnya mencari gantungan itu lagi.

Aku terus mencari gantungan hp itu sambil merangkak, melihat-lihat ke kolong meja dan kursi. Setelah 15 menit aku pun menyerah, pinganggku sudah mati rasa. Aku pun bangkit berdiri.

"KYAA!" Jeritku saat melihat heechul oppa berdiri didepanku

"Yak! Jangan teriak-teriak! Kau kenapa sih?" tanyanya

"Kau mengagetkanku tau, kaya hantu aja tiba-tiba muncul" protesku

"Hais, kau ini sebenarnya sedang apa? Kenapa sampai merangkak begitu?" tanyanya

"Ani, hanya mencari barangku yang hilang, hehe" jawabku sambil nyengir kuda.

"Mau kubantu?" tanyanya. Tentu saja aku mau menjawab 'Boleh'. Tetapi …

"Heechul-ah, bisakah kau temani aku ke supermarket? Bahan untuk makan malam habis" ucap hyunrae eonni yang menyela pembicaraan kami

"Jinja? Kajja. Rin-ah, mianhae, mungkin nanti aku akan membantumu" ucap heechul oppa. Aku pun hanya terdia melihat mereka berdua yang sedang berjalan keluar rumah dan bergandeng tangan. Sakit? Tentu saja hatiku terasa sakit melihatnya!

Sudahlah rin, orang yang bernama kim heechul tidak hanya dia, mungkin saja kalau nama mereka kebetulan sama. Nee, pasti itu hanya kebetulan

~Rin pov end~

~Heechul pov~

Hais, tidak kusangka hankyung akan memukulku dengan tangan yang ada cincinnya. Lagian kenapa dia memukulku sih? Apa salahku? Ck, orang itu selalu saja membuat masalah, dari kecil selalu saja begitu.

Aaah~ lapar! Ke dapur dulu deh, siapa tau ada makanan. Aku pun segera berjalan menuju dapur, tapi langkahku berhenti ketika melihat rin sedang merangkak-rangkak, dia ngapain sih? Coba kutanya saja deh. Aku langsung mendekatinya dan sedikit membungkuk

"KYAA!" Jeritnya saat melihatku

"Yak! Jangan teriak-teriak! Kau kenapa sih?" tanyaku. Hampir saja aku mati jantungan!

"Kau mengagetkanku tau, kaya hantu aja tiba-tiba muncul" protesnya

"Hais, kau ini sebenarnya sedang apa? Kenapa sampai merangkak begitu?" tanyaku

"Ani, hanya mencari barangku yang hilang, hehe" jawabnya sambil nyengir kuda.

"Mau kubantu?" tanyaku. Yah, membantu orang yang sedang kesusahan kan bagus

"Heechul-ah, bisakah kau temani aku ke supermarket? Bahan untuk makan malam habis" ucap hyunrae yang menyela pembicaraan kami

"Jinja? Kajja. Rin-ah, mianhae, mungkin nanti aku akan membantumu" ucapku sambil menggandeng tangan hyunrae. Kalau disuruh pilih rin atau hyunrae tentu saja aku akan memilih hyunrae.

"Ah, dingin sekali disini, kau kedinginan?" tanyaku saat melihat hyunrae hanya memakai kaos tanpa lengan. Langsung saja aku melepas jaketku dan memakaikannya pada hyunrae

"Ah, gwenchanayo, kau saja yang pakai" ucapnya

"Anio, aku kan namja, jadi masih lebih kuat daripada yeoja, kau saja yang pakai, biar tidak sakit" jawabku sambil melanjutkan langkahku

"Kajja, kenapa diam saja disitu?" tanyaku saat melihatnya hanya terpaku melihatku

"A … anio, kajja" ajaknya. Aku hanya mengangguk dan melanjutkan jalanku.

"Heechul-ah …" panggilnya. Aku pun menoleh

"Hm ?" tanyaku

"Kenapa oppa sangat perhatian padaku?" tanyanya

"hm … kau tau? Dulu, waktu aku masih kecil, aku tidak memiliki teman sama sekali. Orang tuaku overprotective dan mereka tidak pernah ada dirumah, hanya sibuk dengan kertas-kertas yang tidak penting itu. Di otak mereka hanya ada aku sebagai penerus perusahaan mereka, sehingga apa yang aku lakukan terus mereka awasi, entah lewat apa, mungkin saja mereka menggunakan mata-mata. Haha" ucapku.

"Tentu saja karena aku masih anak-anak aku sering bertengkar dan iseng dengan teman-temanku, dan gara-gara itu sedikitnya ada luka goresan pada tubuhku, dan orangtuaku yang mengetahui hal itu langsung memarahi teman-temanku, jadi, tidak ada 1 orangpun yang mau menjadi temanku, kecuali kau, hanya kau yang mau duduk bersama denganku dan berbicara denganku." Lanjutku

"Sudahlah, toh itu hanya masa lalu, kajja, lebih baik kita cepat ke supermarket untuk membeli bahan-bahannya, sebelum rin dan yang lainnya kelaparan" ucapku lagi

"N…nee" jawabnya. Dia kenapa sih? Kok mendadak berubah gitu?

-30 menit kemudian-

"Annyeong" ucapku sesampainya dirumah hyunrae. Haah~ capek juga jalan ke supermarket itu.

"Hyung, kau ini pergi lama sekali" ucap hyunseung

"Yak, supermarketnya itu jauh, jelas saja lama" jawabku.

"Ah, ini belanjaannya mau ditaruh dimana?" tanyaku pada rin

"Biar aku saja yang bawa, gumwo sudah membelikannya" ucap rin sambil berusaha mengambil belanjaan itu dari tanganku

"Sudahlah, biar aku saja yang bawa ini berat" jawabku.

"Nde, gumawo" jawabnya.

~Heechul pov end~

~Rin pov~

Akhirnya makan malam sudah selesai~ saatnya mencari gantungan itu! Fighting!

"Hey, kau masih mencari barangmu yang hilang itu?" tanya heechul oppa

"Nde, waeyeo oppa?" tanyaku

"Anio, mau kubantu? Aku sedang tidak ada kerjaan juga" ucapnya. Aku hanya mengangguk

"Yang hilang apa?" tanyanya lagi

"Itu, gantungan hp, warnanya pink" ucapku. Ia hanya mengangguk dan membantuku mencarinya

"Apa jangan-jangan di gudang?" tanyaku pada diriku sendiri

"Mau cari disana? Biar kutemani" tawarnya

"Nde, kajja" jawabku

-Di gudang-

"Kau yakim barangnya disini?" tanyanya

"Mungkin, soalnya tadi aku sempat kesini sambil membawa hp, mungkin saja itu terjatuh disini" jelasku. Ia hanya ber-oh ria saat mendengarkan penjelasanku

"Yak, kita sudah lama disini, mungkin saja itu terjatuh di tempat lain" katanya sambil membereskan kardus-kardus yang berceceran

"Nee, mungkin saja" jawabku. Aku langsung berjalan kea rah pintu gudang yang sudah tertutup itu. Aku pun memegang ganggang pintu tersebut untuk membukanya. Eh? Tunggu dulu, kenapa pintunya tidak mau terbuka?

"O … oppa, kenapa pintunya tidak mau terbuka?" tanyaku

"Hah? Yang benar saja, coba sini aku yang buka" jawabnya. Ia pun berjalan kearah pintu tersebut untuk membukanya. Tetapi hasilnya juga sama saja, pintu itu tetap tidak mau terbuka

"Eh, tunggu, kalau tidak salah pintu ini memang selalu begitu, makanya aku tidak pernah menutup pintu ini rapat-rapat" ucapku sambil melirik ke arah heechul oppa

"Yak! Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Sekarang bagaimana kita membukanya?" tanyanya

"Mianhae, aku lupa, pintu ini hanya bisa dibuka dari depan" jawabku.

"Terkunci di gudang sampai pagi benar-benar tidak lucu" ucapnya. Aku hanya menunduk, merasa bersalah padanya

"Gwenchana, kau tidak perlu merasa bersalah begitu, kalau sudah begini satu-satunya pilihan kita adalah menunggu yang lainnya sadar dan membuka pintu ini" ucapnya

"Kau bawa hp?" tanyaku yang langsung disusul oleh gelengan kepalanya

"Hais, aku juga tidak bawa, coba saja tadi aku membawa hp, aku bisa menelpon eonni, mianhae" ucapku lagi

"Sudahlah, kalau kita berdiri terus akan membuang-buang tenaga, lebih baik kita duduk disitu" ucapnya sambil menunjuk lantai yang berada disebelah tumpukan kardus

"Oppa, ini ada kasur, tidak terlalu besar sih, dan ini tidak kotor" ucapku saat menemukan sebuah kasur yang diletakkan disamping pintu

Ia langsung menggelar kasur itu dan duduk diatasnya

"Kenapa diam saja? Duduk saja disini" ucapnya sambil menepuk-nepuk kasur disebelahnya. Spontan mukaku memerah. Tentu saja karena malu

"A … arasseo" jawabku dan langsung duduk disebelahnya.

Namja ini … kim heechul, jika dilehat dari dekat ia sangat tampan, hidungnya yang lurus sempurna, bibirnya yang tebal, dan matanya yang berbinar-binar membuatku terhipnotis seketika.

"Kenapa melihatku seperti itu? Apa ada sesuatu dimukaku?" tanyanya

"Anio, kau sangat tampan" ucapku. Spontan aku langsung menutup mulutku, hais, kenapa aku sefrontal itu? Pabo rin!

"HAHAHAHAHAHAHAHAHA!" Spontan heechul oppa tertawa sangat keras

"M … mwoyaa?" tanyaku dengan muka yang memerah

"Kau benar-benar yeoja yang menarik, aku tidak pernah bertemu yeoja sepertimu" ucapnya. Aku pun hanya memanyunkan bibirku.

"Haha, eh, ternyata aku membawa ipod, kau mau mendengarkan lagu?" tawarnya. Aku pun mengangguk, ya lumayanlah, jadi disini tidak sepi

"Kau pakai yang kiri, biar aku pakai yang kanan" ucapnya sambil memasangkan headset pada telinga kananku.

"Kau menyetel lagu apa?" tanyaku

PLETAK

"Mwoyaa? Appeo" ucapku sambil mengelus-elus kepalaku yang habis terkena jitakannya

"Kau tidak boleh memanggilku dengan 'kau'! itu tidak sopan, kau kan lebih muda dariku" jelasnya.

"Hais, arraseo" jawabku ogah-ogahan

"Aku sedang menyetel lagu stand by me, lagunya SHINee, kau suka?" tanyanya

"Tentu saja, aku sering mendengarkan lagu itu" jawabku

"Arraseo" jawabnya

"Dingin …" ucapku. Disini memang sangat dingin, jendela di sebelah kanan tidak dapat ditutup, sehingga angin bisa masuk, ditambah lagi sekarang bulan desember, salju sudah akan turun. Aku harus berdoa kepada Tuhan karena sekarang tidak bada salju

"Pakailah" ucap heechul oppa sambil memakaikan jaketnya padaku.

"Anio, aku tidak ingin merepotkanmu, nanti oppa juga akan kedinginan, apalagi oppa memakai kaos tanpa lengan" ucapku

"Gwenchana, aku tidak kedinginan, lagian baju ini tebal" jawabnya

"Gumawo oppa" ucapku.

Jeongmal gumawo heechul oppa, aku tau kau juga sedang kedinginan saat ini. Langsung saja aku memeluknya

"M … mwo?" tanyanya yang kaget saat aku memeluknya

"Biarlah seperti ini, aku tidak mau kau kedinginan" ucapku. Ia pun tersenyum melihatku

"Gumawo" ucapnya. Aku hanya mengangguk dan tertidur

~Rin pov end~

~Heechul pov~

"Pakailah" ucapku sambil memakaikan jaketku padanya.

"Anio, aku tidak ingin merepotkanmu, nanti oppa juga akan kedinginan, apalagi oppa memakai kaos tanpa lengan" ucapnya

"Gwenchana, aku tidak kedinginan, lagian baju ini tebal" jawabku. Hais, sebenarnya disini sangat dingin, mana aku pakai kaos tanpa lengan lagi. Hais, jinja.

"Gumawo oppa" ucapnya.

"M … mwo?" tanyaku yang kaget saat aku memelukku. Dia kenapa sih? Kenapa tiba-tiba memelukku?

"Biarlah seperti ini, aku tidak mau kau kedinginan" ucapnya. aku pun tersenyum melihatnya.

"Gumawo" ucapku. dia hanya mengangguk dan tertidur. Aku tidak menyangka kalau dia akan memelukku.

'hangat'. Itu yang kurasakan saat ini, ia memelukku sangat erat, walaupun dia sudah tertidur. Gumawo rin-ah.

Aku pun ikut memelukunya, membuat ruangan ini semakin terasa hangat, sehingga akhirnya aku ikut tertidur disampin rin …

-Paginya-

"HEECHUL-AH! RIN-AH!" Teriak seseorang dari arah pintu dan sukses membangunkan kami.

"Eung … itu siapa?" ucap rin yang baru bangun

"Molla, mungkin saja itu hankyung" jawabku

BRAKKK

Pintu terbuka dengan sangat kencang, mungkin saja hankyung yang mendobraknya. Ia pun langsung masuk kedalam dan terbelalak melihat kami. Eh? Kenapa rin memakai jaketku? Hais, dia akan semakin curiga

"Yak! Ngapain kalian disini?" bentaknya. Mata hankyung tertuju padaku, terlihat sekali bahwa ia sangat marah

"Anio hankyung oppa, kemarin aku mencari gantungan hpku, dan kami terkunci disini" jelas rin

"Gantungan hp?" tanya hankyung

"Nde, gantungan hpku yang berbentuk bintang dan berwarna pink itu" jawabnya. Hah? Gantungan hp bintang berwarna pink?

"Yang mana?" tanya hankyung

"Hais, masa kau tidak tau? Itu loh yang ada tulisan 'H'-nya" ucapnya lagi. Mwoya? Bukankah itu gantungan yang kuberi pada hyunrae?

"Yak! Darimana kau mendapatkan gantungan itu? Answer me!" Bentakku padanya sambil mendorong pundaknya ke pintu. Dia hanya terdiam menatapku. Kenapa dia tidak menjawab?

~TO BE CONTINUED~

Budayakan RnR!^^