Group Chat

Kim Mingyu x Jeon Wonwoo?

Mungkin.

Yang pasti

AllxWonwoo

T++++

Disclaimer:

Sesungguhnya Seventeen adalah milik kita bersama.

Warning:

AU. Typo(s). Boys Love/sho-ai. OOC.

Tampilan chat. Sama sekali tidak ada narasi.

Maaf kalau membingungkan.

.

.

.

Seventeen alias unfaeda (13)

Kwon Soonyoung—

HAPPY NEW YEAR!

SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYA!

WOHOO TAHUN BARU

Jeon Wonwoo—

Berisik.

Kwon Soonyoung—

Kau ini tidak asyik sekali, Won.

DIMANA SEMANGAT TAHUN BARUMU ITU?!

MASA SUDAH TAHUN BARU KAU MASIH MAU EMO BEGITU?!

Wen Junhui—

Tidak apa-apa Wonu emo, yg penting dia imut.

Choi Seungcheol—

Tidak apa-apa Wonu emo, yg penting dia imut. (2)

Lee Seokmin—

Tidak apa-apa Wonu emo, yg penting dia imut. (3)

Hong Jisoo—

Tidak apa-apa Wonu emo, yg penting dia imut. (4)

Jeon Wonwoo—

Aku tidak imut, sialan.

Kim Mingyu—

Tidak apa-apa Wonu emo, yg penting dia imut. (5)

Wen Junhui—

Kau imut, Won. Sungguh. Aku tidak bohong.

Pfft, sang mantan memuji.

Kim Mingyu—

Apa? Memangnya tidak boleh?

Choi Seungcheol—

Boleh.

Cuman, terlihat sedikit aneh saja?

Ngomong-ngomong, kepalamu masih sakit, Won?

Xu Minghao—

Wonwoo hyung sakit?

Yoon Jeonghan—

Kau sakit, Won?

Boo Seungkwan—

WONU HYUNG KAU SAKIT?

ASTAGA

GAWAT. TELPON 911.

CEPAT.

Jeon Wonwoo—

Sudah agak mendingan, hyung.

Kau lebay, Boo.

Boo Seungkwan—

Wonu hyung, teganya TT

Ini tandanya aku mengkhawatirkanmu!

Jeon Wonwoo—

Ya. Terima kasih sudah khawatir padaku.

Dan terima kasih juga Seungcheol hyung karena sudah mengantarku pulang semalam.

Wen Junhui—

Hm, aku mencium bau-bau pengkhianatan.

Lee Seokmin—

Hm, aku mencium bau-bau pengkhianatan. (2)

Kwon Soonyoung—

Hm, aku mencium bau-bau pengkhianatan. (3)

Hong Jisoo—

Hm, aku mencium bau-bau pengkhianatan. (4)

Choi Seungcheol—

Heh, apa-apaan kalian.

Semalam Wonu mabuk, dan aku hanya berbaik hati mengantarkannya pulang.

Hong Jisoo—

Memangnya semalam Wonu minum?

Kim Mingyu—

Kau minum-minum semalam, hyung?

Jeon Wonwoo—

Bukan urusanmu, Kim.

Wen Junhui—

Pfft. Pfft. Pfft.

Kim Mingyu—

Sialan kau, Junhui hyung.

Hong Jisoo—

Won, jawab pertanyaan hyung, kau semalam minum?

Yoon Jeonghan—

Kau kan tidak kuat minum Wonu.

Dan semalam aku ingat kau sama-sama minum soda dengan Chan.

Jeon Wonwoo—

Junhui menawariku soju. Aku penasaran.

Jadi ya, begitulah.

Yoon Jeonghan—

WEN JUNHUI!

Lee Jihoon—

OH. RUPANYA KAU JUNHUI

BERANINYA KAU MEMBUAT WONWOO MENCOBA SOJU!

Wen Junhui—

Hei, calm bro.

Wonwoo sudah legal untuk minum soju, dia bukan Chan si bocah ingusan.

Lee Chan—

Hyung, aku tersinggung. Sungguh.

Vernon Chwe—

Tapi masalahnya, Wonwoo hyung tidak kuat minum.

Boo Seungkwan—

Dan semalam kau pulang duluan hyung.

Xu Minghao—

Junhui ge benar-benar jahat dan tidak berperasaan.

Wen Junhui—

Kenapa aku seolah yang berdosa disini?

Lee Seokmin—

Sebenarnya aku curiga denganmu, Junhui hyung.

Kwon Soonyoung—

Aku sebenarnya juga curiga.

Wen Junhui—

Apa? Kalian curiga apa?

Lee Seokmin—

Kau pasti merencanakan sesuatu.

Ya sesuatu.

Yang hanya bisa dilakukan jika Wonu hyung mabuk.

Ya aku yakin itu.

Wen Junhui—

Apa maksudmu?

OH GOD.

SIALAN KAU SEOKMIN. AKU TIDAK SEBEJAT ITU BANGS*T.

Yoon Jeonghan—

TERKUTUKLAH KAU DAN MULUT KOTORMU WEN JUNHUI

JANGAN. PERNAH. MENGUMPAT. DI. GRUP. INI

KAU MENODAI MATA SUCI BABY DINO.

Wen Junhui—

Terkutuklah kau dan sifat emak-emakmu itu hyung.

Yoon Jeonghan deleted Wen Junhui from the group.

Yoon Jeonghan—

Masalah selesai.

Xu Minghao—

Sepertinya takdir Junhui ge itu selalu di kick dari grup.

Vernon Chwe—

Pfft. Aku turut berduka untukmu hyung.

Choi Seungcheol—

HAHAHA.

MAMPUS KAU JUN.

Lee Seokmin—

MAMPUS KAU JUN. (2)

Kwon Soonyoung—

MAMPUS KAU JUN. (3)

Lee Jihoon—

Siapapun.

Jika ada yang melihat china sialan itu. Pc aku segera.

Kwon Soonyoung—

Siapa yang kau maksud Jihoonie?

Hong Jisoo—

China sialan?

Lee Jihoon—

Aku ingin memukul kepala china sialan itu dengan gitarku.

Argh. Aku emosi.

Xu Minghao—

Maaf hyung. Siapa yang kau maksud?

Aku juga china?

Lee Jihoon—

Bukan kau Hao.

Tapi playboy tengik satu itu. Wen Sialan Junhui.

Xu Minghao—

Ah. Junhui ge.

Vernon Chwe—

Tahan emosimu hyung.

Lee Jihoon—

Tidak bisa.

Jeon Wonwoo invited Wen Junhui to the group.

Wen Junhui joined the group.

Wen Junhui—

Thanks Wonu sayang :*

Choi Seungcheol—

Ya! Apa-apaan itu.

Kim Mingyu—

YAK! KENAPA KAU MEMANGGIL WONWOO HYUNG DENGAN SAYANG!

KURANG AJAR KAU!

Wen Junhui—

Kau yang kurang ajar.

Mana sopan santunmu pada yang lebih tua.

Boo Seungkwan—

Sang mantan yang cemburu.

Vernon Chwe—

Sang mantan yang cemburu. (2)

Lee Seokmin—

Sang mantan yang cemburu. (3)

Kau seharusnya tidak terlalu cemburu begitu, Ming. Kau kan sudah bukan siapa-siapanya lagi.

Ngomong-ngomong, aku ingin sekali menggampar Junhui hyung.

Yoon Jeonghan—

Aku bahkan ingin memangkas habis rambutnya.

Wen Junhui—

Apa salahku padamu wahai Jeonghan hyung yang terhormat?

Dan apa salahku padamu wahai kuda jejadian?

Lee Jihoon—

Aku bahkan sangat ingin menciumkan gitar kesayanganku ini ke kepala Wen Sialan Junhui.

Ah, aku bahkan ingin mematahkan lehernya. Memisahkan kepalanya dari badannya.

Membelah kepalanya dan membuang otaknya.

Lee Seokmin—

Ew. Kau sadis sekali.

Kwon Soonyoung—

Jihoonie baby, kau sehat?

Lee Jihoon—

Sangat sehat bahkan untuk melakukan itu semua pada Junhui.

Wen Junhui sent voice message.

"Aku meminta maaf atas semua kesalahanku—yang bahkan aku tidak tau apa—padamu. Sumpah. Aku benar-benar minta maaf. Maafkan aku Yang Mulia Lee Jihoon. Tolong jangan bawa-bawa gitar kesayanganmu itu kedalam masalah kita."

Kim Mingyu—

Jangan dengarkan dia, pukul saja kepalanya dengan gitarmu, hyung!

Wen Junhui—

Sialan. Jangan mengomporinya!

Lee Jihoon—

Oh. Daripada mengatakan itu padaku, kau harusnya melakukan hal yang sama sebelum gitarku ingin mencium kepala bodohmu, Kim Mingyu.

Kim Mingyu—

What?

Apa salahku?

Kwon Soonyoung—

Mampus.

Mampus kalian berdua.

Salah siapa sudah membuat Jihoonie murka.

Jeon Wonwoo sent a voice message.

Wen Junhui—

Won, kau tertawa?

Jeon Wonwoo—

Apa? Memangnya tidak boleh?

Choi Seuncheol—

BOLEH WON. BOLEH.

ASTAGA.

TELINGAKU BARU SAJA MENDENGARKAN ALUNAN HARPA SURGA.

Lee Seokmin—

Hiperbola.

Ah, hatiku jadi tenang setelah mendengar tawa Wonwoo hyung.

Jeon Wonwoo—

Kalian ini kenapa sih?

Aneh sekali.

Lee Chan—

Sepertinya otak kalian semua sedikit bergeser gara-gara pesta semalam.

Hong Jisoo—

Mereka harusnya ikut kebaktian tadi pagi.

Tapi, Wonie, suara tawamu benar-benar menyejukkan hati.

Choi Seungcheol—

Jangan mulai, Jisoo.

Lee Seokmin—

Guys, cek grup sebelah.

Cepat.

Darurat.

Thanks.

Jeon Wonwoo—

Grup sebelah?

Grup apa?

Lee Seokmin—

Salah room.

Seharusnya aku mengirimnya ke group chat tugas.

Jeon Wonwoo—

Oh.


UGD (12)

Kwon Soonyoung—

Sebenarnya aku keberatan memasukkan Chan ke grup ini.

Dia masih terlalu kecil.

Lee Chan—

Hyung, aku tersinggung. Sungguh.

Aku sudah besar.

Yoon Jeonghan—

Dino, nugu aegi?

Lee Chan—

Jeonghan hyung! Hentikan itu!

Choi Seungcheol—

Jangan merajuk, Chan.

Lee Chan—

Aku tidak merajuk!

Choi Seungcheol—

Seokmin, kau jangan mengungkit grup ini di grup sebelah.

Jika Wonwoo tau dan dia marah, maka tamat riyawat kita semua.

Vernon Chwe—

#AkhirPerjuanganPejuangCintaWonwoo

Lee Seokmin—

Aku yakin 1000% Wonwoo hyung tidak akan peduli jika kita punya 1000 grup tanpa menyertakan dia didalamnya.

Vernon Chwe—

Wonwoo hyung terlalu cuek.

Lee Jihoon—

Terlalu tidak peduli.

Dan sebenarnya, untuk apa grup ini ada?

Namanya juga aneh sekali.

Kwon Soonyoung—

Grup inti kita saja namanya sudah aneh.

Jadi sekalian saja yang ini dibuat aneh. HAHAHA

Lee Jihoon—

Alasan paling tidak masuk akal yang pernah kudengar.

Kwon Soonyoung—

Kau membacanya baby, bukan mendengarkannya.

Lee Jihoon—

Terserah aku, Kwon.

Yoon Jeonghan—

Sudahlah, kalian berdua jangan bertengkar.

Choi Seungcheol—

Jangan pacaran disini, Soon, Ji.

Lee Jihoon—

Siapa yang pacaran?

Hong Jisoo—

Sebenarnya ini grup apa?

Lee Seokmin—

Jadi guys.

Aku dan Soonyoung semalam sudah menggelar rapat mini.

Boo Seungkwan—

Rapat mini, tidak elit sekali.

Lee Seokmin—

Untuk membahas kelanjutan kejombloan Wonwoo hyung.

Jangan menyelaku Boo Seungkwan.

Boo Seungkwan—

Maaf hyung, lanjutkan lagi.

Lee Seokmin—

Jadi, bisa dibilang grup ini untuk membantu kita dalam menyebarkan informasi terkait Wonwoo hyung untuk memperlancar pendekatan kita semua.

Ingat.

Jangan ada pengkhianatan seperti Wen Junhui dan Choi Seungcheol.

Wen Junhui—

Aku tidak pernah melakukan pengkhianatan apapun.

Choi Seungcheol—

Aku juga.

Kenapa kalian selalu menyalah artikan kebaikan yang aku lakukan kepada orang lain?

Dan untukmu Seokmin, tambahkan hyung dibelakang namaku.

Yoon Jeonghan—

Karena kau itu kardus senior.

Kau jarang melakukan niat baik tanpa pamrih.

Hong Jisoo—

Aku sependapat dengan Jeonghan.

Lee Jihoon—

Sudah banyak korbanmu, Seungcheol hyung.

Choi Seungcheol—

Sesungguhnya hati kalian sudah dibutakan oleh rasa curiga.

Aku benar-benar tulus membantu orang.

Apalagi itu Wonu. Apapun akan kulakukan untuknya.

Lee Seokmin—

Ew. Perkataanmu membuatku mual hyung.

Xu Minghao—

Kau mual hyung?

Vernon Chwe—

Mungkin kau isi hyung?

Boo Seungkwan—

Isi apa?

Xu Minghao—

Isi apa? (2)

Vernon Chwe—

Kau taulah isi apa yang ditandai oleh mual-mual.

Lee Chan—

Memang laki-laki bisa hamil, hyung?

Vernon Chwe—

Bisa saja.

Lee Seokmin—

SIALAN. AKU INI SEME. SEME SEJATI. MANA BISA AKU ISI.

JIKAPUN ISI, ITU HARUSNYA WONWOO HYUNG.

DAN AKU YANG MENGISINYA.

HAHAHAHAHAHA

Kim Mingyu—

YAK! APA-APAAN ITU! KALAUPUN WONWOO HYUNG ISI ITU PASTI BENIHKU.

BUKAN BENIH KUDA SIALAN DAN MESUM SEPERTIMU!

Lee Seokmin—

Kau juga mesum, jahanam.

Mesum jangan teriak mesum.

Tunggu.

SIAPA YANG MEMASUKKAN KIM DEKIL MINGYU KEDALAM GRUP INI?!

Kwon Soonyoung—

SIAPA YANG MEMASUKKAN KIM DEKIL MINGYU KEDALAM GRUP INI?!

Kim Mingyu—

Kenapa kalian begitu?

Aku sebenarnya terlarang di grup ini?

Kwon Soonyoung—

TENTU SAJA.

KAU ITU SANGAT TERLARANG UNTUK MASUK KE GRUP INI.

INI KAN GRUP KHUSUS UNTUK MEMPERLANCAR PENDEKATAN KITA SEMUA KE WONU.

Kim Mingyu—

Sialan.

Kau itu sudah punya Jihoon hyung. Kenapa masih mau nambah?

Jihoon hyung juga ada disini? Untuk apa coba?

Kwon Soonyoung—

Karena dua uke itu lebih baik.

Lee Jihoon—

Apa? Memangnya tidak boleh?

Terserah aku.

Lagipula siapa tau aku bisa menjadi semenya Wonwoo.

Wen Junhui—

Ji, jangan melawak. Sungguh.

Aku tidak kuat.

HAHAHA

Choi Seungcheol—

Kau? Lee Jihoon?

Jadi semenya Wonwoo?

Sumpah, aku ketawa.

Lee Jihoon—

Kenapa kalian jahat sekali.

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Lee Seokmin—

Ada yang mustahil di dunia ini.

Xu Minghao—

Apa?

Hong Jisoo—

Apa? (2)

Yoon Jeonghan—

Apa? (3)

Lee Seokmin—

Jihoon hyung yang menjadi semenya Wonwoo hyung.

Coba bayangkan.

Kalau Wonwoo hyung minta gendong.

Apa tidak kasian Jihoon hyung?

Yoon Jeonghan—

Err, terlalu sadis sih. Tapi kau benar.

Lee Jihoon—

Sialan kau Seokmin.

Lee Seokmin—

Dan lagi, coba bayangkan.

Saat mereka enaena. Apa posisinya tidak canggung?

Lee Chan—

Enaena itu apa?

Lee Seokmin—

Enaena itu adalah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan.

Lee Chan—

Hah?

Hong Jisoo—

Enaena itu sejenis permainan monopoli.

Sudah jangan bahas itu lagi, Chan.

Wen Junhui—

HAHAHA.

SUMPAH.

AKU TERTAWA.

SAMPAI NUNGGING.

JIHOON MENGANUKAN WONWOO.

SUMPAH. HAHAHAHAHAHAHA.

TOLONG AKU TIDAK BISA BERHENTI TERTAWA.

Choi Seungcheol—

KAMPRET HAHAHA.

AKU TERTAWA.

SIALAN AKU TIDAK BISA BERHENTI.

PUNYAMU KAN MINI, MEMANG BISA DIPAKAI UNTUK MENGANU WONWOO?

KALAUPUN BISA, PASTI AKAN LAMA KELUARNYA.

HAHAHA.

Lee Chan—

Junhui hyung dan Seungcheol hyung itu maksudnya gimana sih?

Aku tidak paham.

Yoon Jeonghan—

Jangan pedulikan mereka. Mereka hanya dua orang tidak waras dengan otak kelewat mesum.

JUNHUI. SEUNGCHEOL!

HENTIKAN OBROLAN RATED KALIAN ITU! ADA BABY DINO DISINI!

Wen Junhui—

Hah, inilah mengapa aku tidak setuju Chan dimasukkan dalam grup ini.

Lee Chan—

Hyung, aku juga berhak untuk mengambil hatinya Wonu hyung!

Vernon Chwe—

Kau sudah mendapatkan hatinya, Chan.

Lee Chan—

Sungguh?

Vernon Chwe—

Ya.

Hong Jisoo—

Wow, aku tidak menyangka jika Chan sudah berhasil sejauh itu.

Choi Seungcheol—

Si bocah ini ternyata bisa juga.

Kwon Soonyoung—

Chan, kau ambil start duluan?

Boo Seungkwan—

Tunggu, apa maksudnya ini Vernon?

Vernon Chwe—

Ya, Chan sudah berhasil mengambil hati Wonwoo hyung.

Xu Minghao—

Benarkah? Wow.

Wen Junhui—

Aku tidak percaya aku bisa kalah dari bocah bau kencur seperti Chan.

Vernon Chwe—

Chan sudah berhasil mengambil hati Wonwoo hyung.

Mengambil hati sebagai anak.

Boo Seungkwan—

Aku tidak mengerti?

Lee Seokmin—

Jadi, maksudmu, Chan sudah dianggap anak oleh Wonwoo hyung?

Vernon Chwe—

Kurang lebih begitu.

Kwon Soonyoung—

HAHAHAHA.

HAHAHAHAHAHA.

FAMILY ZONE. HAHAHAHA

Lee Chan—

TT

Kim Mingyu—

Chan memang anakku dengan Wonwoo hyung.

Hong Jisoo—

Bangun Ming, jangan mimpi terus.

Lee Seokmin—

Bangun Ming, jangan mimpi terus. (2)

Lee Jihoon—

Bangun Ming, jangan mimpi terus. (3)

Yoon Jeonghan—

Bangun Ming, jangan mimpi terus. (4)

Xu Minghao—

Bangun Ming, jangan mimpi terus. (5)

Choi Seungcheol—

Bangun Ming, jangan mimpi terus. (6)

Boo Seungkwan—

Bangun Ming, jangan mimpi terus. (7)

Ngomong-ngomong guys.

Aku penasaran, kenapa Mingyu hyung dan Wonwoo hyung bisa putus.

Hong Jisoo—

Sebenarnya aku juga penasaran.

Vernon Chwe—

Aku tidak terlalu penasaran. Tapi cukup ingin tau.

Kwon Soonyoung—

Mati saja kau bule.

Lee Seokmin—

Mati saja kau bule. (2)

Kim Mingyu—

Kok kepo?

Itu bukan urusan kalian.

Kwon Soonyoung—

KARENA KAU SUDAH MASUK KEDALAM GRUP INI, MAKA KAU HARUS MENJELASKAN KRONOLOGI PUTUSNYA DIRIMU DENGAN WONU.

CEPAT.

Kim Mingyu—

Padahal kau sendiri yang mengundangku ke grup ini.

Kwon Soonyoung—

Aku?

Kok aku lupa ya.

Lee Jihoon—

Terkutuklah kau dan otak bodohmu itu.

Kwon Soonyoung—

Aw, babe. Kenapa kau jahat sekali.

Lee Jihoon—

Bodo.

Yoon Jeonghan—

Aku bosan melihat drama kalian.

Cepat Ming, katakan kenapa kau bisa putus dengan Wonu.

Kim Mingyu—

Jeonghan hyung TT

Aku sangat menyesal sudah memutuskan Wonwoo hyung TT

Apalagi sampai membuatnya menangis TT

Hong Jisoo—

What?

Wen Junhui—

Fagh.

Boo Seungkwan—

APA?

Choi Seungcheol—

BERANINYA KAU MEMBUAT WONU MENANGIS!

Yoon Jeonghan—

Kau? Bagaimana bisa?

Lee Chan—

HYUNG JAHAT SEKALI SUDAH MEMBUAT WONU HYUNG MENANGIS.

Lee Seokmin—

SUMPAH MING.

KAU MANUSIA PALING JAHAT. PALING TEGA. PALING JAHANAM YANG PERNAH KU KENAL.

BAGAIMANA BISA KAU MEMBUAT MANUSIA SEMENAONE WONWOO HYUNG MENUMPAHKAN AIR MATA SUCINYA?

Asique.

Lee Jihoon—

Alay, sumpah.

Kwon Soonyoung—

Alay, sumpah. (2)

Vernon Chwe—

Ketika para pasukan sayang Wonwoo mengamuk.

Kim Mingyu—

Fagh.

Jeonghan hyung TT

Aku tidak sengaja membentak Wonu hyung.

Yoon Jeonghan—

Kalau hanya membentak aku yakin Wonwoo tidak akan menangis.

Dia itu kuat.

Kim Mingyu—

Err, aku juga tidak sengaja menamparnya.

Yoon Jeonghan—

APA?!

KAU MENAMPARNYA?!

TERKUTUKLAH KAU KIM MINGYU! BERANINYA TANGAN SIALANMU ITU MENYAKITI MY BABY WONU.

Kim Mingyu—

Hyung TT

Aku sungguh khilaf hyung TT

Yoon Jeonghan—

JANGAN MERAJUK SIALAN.

DAN JANGAN PANGGIL AKU HYUNG! AKU BUKAN HYUNGMU DAN AKU TIDAK MENGENALMU!

Vernon Chwe—

Wow, ini rekor.

Jeonghan hyung mengumpat. Padahal ada Chan disini.

Wen Junhui—

Yang namanya khilaf itu kau tidak sengaja memperkosanya.

Bukan malah menamparnya.

Yoon Jeonghan—

WEN JUNHUI!

Lee Seokmin—

Mesum kau hyung.

Xu Minghao—

Jahat sekali. Sumpah. Jahat.

Kim Mingyu—

Sudah kubilang aku tidak sengaja!

Itu karena aku sedang lelah, dan Wonwoo hyung membuatku jengkel.

Lee Jihoon—

Aku sejuta persen tidak bisa percaya padamu. Ceritakan dengan lengkap.

Kim Mingyu—

Tanya saja pada Wonwoo hyung.

Percuma aku menjelaskan kalau pada akhirnya kau tidak bisa percaya padaku hyung.

Lee Jihoon—

Kau membantah? Rindu sensasi gitarku yang mencium mesra kepala kosongmu itu?

Kim Mingyu—

Ampun.

Jadi begini.

Wonwoo hyung marah padaku. Dia mengomeliku.

Hong Jisoo—

Wonwoo-ie yang ku kenal tidak akan pernah marah tanpa sebab.

Boo Seungkwan—

Aw, manis sekali panggilanmu untukmu Wonu hyung.

Gentleman Hong memang bukan hanya title saja.

Kim Mingyu—

Yaaa itu karena...

Choi Seungcheol—

Kau dekat dengan Eunha itu kan? Mahasiswi jurusan farmasi itu.

Kim Mingyu—

Kau tau hyung?

Choi Seungcheol—

Asal kau tau Kim Mingyu yang terhormat.

Gosip itu bahkan sudah menyebar seantero kampus.

Lengkap dengan fotomu yang sedang menyerahkan sebuket mawar merah ke gadis itu.

Dan juga saat-saat kalian bersama.

Wen Junhui—

Dan seingatku, banyak orang di fakultasku yang mengatakan bahwa Wonwoo dicampakkan oleh Kim Mingyu.

Karena si Tuan Tampan Kim Mingyu sudah memiliki gadis idamannya.

Bahkan banyak teman-temanku yang mendukung kalian berdua.

Dan itu membuat Wonwoo sangat sedih.

Lee Jihoon—

Seharusnya kau menjaga telinga Wonwoo dari mulut-mulut kurang ajar itu. Kan kan sering sekelas dengan Wonwoo.

Wen Junhui—

Tanpa kau suruh aku selalu menjaganya.

Hanya saja gadis-gadis penggosip itu benar-benar tidak bisa diam.

Kwon Soonyoung—

Bagaimana bisa kau setega itu Ming?

Kau bahkan tidak pernah memberikan Wonwoo bunga.

Bahkan dihari ulang tahunnya.

Kim Mingyu—

Itu karena Wonwoo hyung tidak suka bunga?

Yoon Jeonghan—

Omong kosong.

Si fairy garden itu tidak suka bunga?

Pangkas saja rambutku sampai cepak.

Kim Mingyu—

Jeonghan hyung TT

Wen Junhui—

Jangan merajuk, menggelikan.

Kita semua tau bagaimana tsunderenya Wonwoo itu. Walau belum separah Jihoon.

Lanjutkan penjelasanmu.

Kim Mingyu—

Aku sungguh khilaf hyung.

Aku tidak sengaja berkenalan dengan Eunha ketika acara kampus.

Lalu dia terlibat kepanitiaan event bulan lalu. Jadi kami sering bertemu.

Dan aku tidak menyangka kalau dia itu cukup manis dan juga menggemaskan.

Dia datang disaat aku sedang muak dengan kesibukkan Wonwoo hyung.

Wen Junhui—

Bedebah kau Kim Mingyu.

Aku benar-benar ingin mencekikmu.

Kim Mingyu—

Diam kau.

Wen Junhui—

Bagaimana aku bisa diam!

Kau harusnya mengerti kesibukkan Wonwoo!

Asal kau tau saja, kami memang sedang banyak presentasi dan laporan-laporan yang meminta untuk dibelai.

Dia bahkan tidak tidur hanya untuk mengerjakan laporannya.

Dan dia masih bisa khawatir padamu yang tidak kunjung memberi kabar.

Coba kau bayangkan bagaimana sakitnya Wonwoo ketika dia sibuk mengkhawatirkanmu dan dia justru mendengar berita jika kau tengah dalam masa pendekatan dengan seorang gadis?

Choi Seungcheol—

Kalau kau memang sudah bosan dengan Wonwoo, katakan.

Hong Jisoo—

Kau keterlaluan. Sungguh.

Jika kau memang muak dengan segala kesibukkan Wonwoo, katakan padanya. Jangan mencari pelarian.

Sekarang semuanya sudah terlanjur begini.

Siapa yang menyesal? Kau.

Dan jika kau ingin kembali padanya, jalanmu tidak semulus dulu.

Lee Seokmin—

Kami juga ingin mendapatkan cinta Wonwoo hyung.

Agh Wonwoo hyung.

Kwon Soonyoung—

Kau mendesah?

Lee Seokmin—

Dasar otak mesum.

Aku tidak mendesah sialan.

Boo Seungkwan—

Eunha?

Dia memang menggemaskan sih.

Kwon Soonyoung—

Tapi masih lebih menggemaskan Jihoonie baby.

Vernon Chwe—

Kau lebih menggemaskan, Seungkwan.

Hong Jisoo—

Wonwoo-ie lebih menggemaskan.

Yoon Jeonghan—

Apalagi saat dia tersenyum, tertawa.

Lucunya.

Lee Chan—

Saat Wonwoo hyung merajuk juga menggemaskan sekali.

Choi Seungcheol—

Saat dimana Wonwoo paling menggemaskan adalah saat dia makan es krim vanilla.

Wen Junhui—

Saat lidahnya menjilat es krim.

Lee Seokmin—

Saat dia memasukkan es krim kedalam mulutnya.

Ugh.

Kwon Soonyoung—

Apalagi

Saat

Bibirnya

Ternodai

Es krim

Vanilla

Putih

Itu.

Wen Junhui—

Damn.

Aku akan menraktir Wonwoo makan es krim besok.

Choi Seungcheol—

Sialan.

Wonwoo terlalu menggemaskan.

Aku tidak kuat.

Xu Minghao—

Wonwoo hyung memang orang paling menggemaskan yang pernah kukenal!

Hong Jisoo—

Astaga.

Kenapa aku ikut membayangkan Wonwoo makan es krim?

Yoon Jeonghan—

Holi syit.

Jangan ikut-ikutan mereka Jisoo!

Kwon Soonyoung—

Jisoo hyung, kau free tidak?

Hong Jisoo—

Kapan?

Lee Seokmin—

Sekarang.

Hong Jisoo—

Aku free.

Kenapa?

Lee Seokmin—

Sexy free and single.

Choi Seungcheol—

Datang ke kedai biasanya.

Siapapun

Yang ingin datang.

Silahkan.

Sekarang juga.

Sudah ada aku, Junhui, Soonyoung, Seokmin dan Jihoon.

Wen Junhui—

Dan ada Wonwoo.

Kami sedang berencana menraktir Wonwoo.

Hah, inikah berkah yang kau limpahkan pada hambaMu ini Tuhan?

Yoon Jeonghan—

Kalian menemui Wonwoo?

Kwon Soonyoung—

Jihoonie baby daritadi bersama dengan Wonwoo.

Aku mengajaknya makan siang, dan Jihoonie baby datang bersama Wonwoo.

Yoon Jeonghan—

Lalu tiga makhluk mesum itu?

Choi Seungcheol—

Biasa. Kami sedang berkumpul.

Masalah lelaki.

Yoon Jeonghan—

Kita semua lelaki.

Choi Seungcheol—

Cerewet.

Pokoknya siapa saja yang free dan ingin melihat betapa menggemaskannya Wonwoo yang sedang makan es krim.

Datang saja ke Carots cafe.

Tidak pakai lama.


"Kenapa jadi ramai begini?" heran Wonwoo. Ia menatap tidak mengerti teman-temannya yang kini sedang menatapnya dengan senyum bodoh.

Mata Wonwoo bergerak mengabsen teman-temannya yang duduk melingkar.

Disebelah kirinya ada Junhui, lalu disebelah kanannya ada Seungcheol, dan Jisoo. Di hadapannya ada Seokmin, Jihoon dan Soonyoung. Lalu ada Mingyu di sebelah mereka.

"Jeonghan tidak bisa datang," celetuk Seungcheol setelah sibuk dengan ponselnya.

"Kenapa?" tanya Seokmin penasaran.

"Ada kelas."

"Minghao, Vernon, dan juga Seungkwan tidak bisa datang. Ada tugas dan ada kelas. Chan juga, biasa, anak sekolah," tambah Junhui.

"Ya sudah kalau begitu. Won, kau mau es krim? Aku yang traktir," tawar Seungcheol.

Wonwoo mengerutkan dahinya, jarang sekali manusia satu ini menraktir. Wonwoo ingin menolak, namun sayang. Rezeki yang datang itu tidak boleh ditolak. Pamali.

Ia pun mengangguk—yang langsung disambut dengan senyum sukacita dari kawan-kawannya—kecuali Mingyu yang bermuka masam.

Seungcheol langsung memanggil pelayan dan memesan es krim vanilla ukuran sedang, sesuai dengan pesanan Wonwoo.

Begitu es krim itu pesanannya datang, mata Wonwoo langsung berbinar bahagia. Sudah berapa lama ia tidak makan es krim? Sepertinya sudah sangat lama karena akhir-akhir ini Wonwoo benar-benar tenggelam dengan tugas-tugasnya.

Wonwoo mengabaikan teman-temannya yang kini tengah menatapnya aneh. Masa bodoh, Wonwoo hanya peduli pada rasa manis dan dingin yang kini meleleh sempurna di mulutnya.

Ia tidak menyadari, bahwa dirinya kini terlihat begitu menggemaskan dimata kawan-kawannya.

Wonwoo mengalihkan fokusnya dari es krim, ia menatap bingung Soonyoung dan Jihoon yang melongo menatapnya.

Apa yang salah?

Tidak ada. Hanya saja Wonwoo terlalu menggemaskan dengan keadaan dimana pemuda itu masih mengulum sendok es krimnya dengan bibir merah merona yang belepotan es krim vanilla.

Junhui dan Seungcheol yang berada disamping kanan-kiri Wonwoo gemas setengah mati. Jisoo dan Mingyu jangan ditanya—paras mereka memerah, entah karena apa. Sementara Seokmin sibuk memotret Wonwoo sebanyak yang ia bisa.

Wonwoo membulatkan matanya ketika ia merasakan sudut bibir kanan dan kirinya dijilat dan dikecup singkat oleh dua manusia yang ada disisinya.

"Kalau makan jangan belepotan," itu Seungcheol yang bersuara.

"Seperti anak kecil saja," tambah Junhui.

Hening seketika melanda.

Namun, tidak lama, karena yang terjadi selanjutnya adalah—

"BERANINYA KAU MENYENTUH WONWOO!"—ini Jihoon yang mengamuk, masih dengan Soonyoung yang shock disebelahnya.

"AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUHMU WEN JUNHUI!" –ini Mingyu yang murka, ia sudah dendam setengah mati pada pemuda Wen ini karena tempo hari ia sudah mencuri kecupan singkat di pipi mulus nan menggoda—mantan—pacarnya.

Jisoo mengusap kasar wajahnya—dalam hati ia sudah menyusun 1001 siksaan keji untuk dua makhluk biadab kelebihan hormon itu.

Sementara Seokmin, dia memandang horror ponselnya yang berhasil menangkap potret pengkhianatan yang telah dilakukan dua manusia itu.

"Mereka semua harus tau," gumam Seokmin, tangannya bergetar ketika ia mengirimkan foto laknat itu ke grup UGD.

Badai yang sesungguhnya akan terjadi setelah ini.

Ya. Pasti.

.

..

...

END.

(Ugh, aku mau histeris bentar.)

(WONWOO KENAPA MAKIN HARI MAKIN IMUT SIH? AKUTU NGGA KUAT LIAT DIA MAKIN IMUT MANIS MENGGODA BEGITU. APALAGI KEMARIN PAS PERFORM HAPPINESS PUNYA SJ. OMG. HOMINA HOMINA. KYOODT BANGET. GAKUAT ADEK BANG. LEMAS. LULUH LANTAK HATI INI LIHAT KAMU SENYUM MANIS GITU JEON WONWOO-SSI.)

(udah ah, stop dulu bentar. Capek histeris aku. Pesona Wonwoo itu terlalu kuat sampe bisa menggoyahkan iman semeku. Ugh, pengen bawa dan iket dia dikasur.)

(Btw, terima kasih buat kemarin yang sudah baca karya ampasku ini. Sumpah, terharu :")

(Balesan review dikit buat yang tida login;

saymyname: yaampun, terima kasih, ikut seneng kalau kamu ketawa :") Padahal aku takut ini bakal jadi humor receh dan garing :") salahkan selera humorku yg recehnya kebangetan huhu. Btw ini sudah dilanjut, semoga suka! Hehe.

guest: wahaha. Dimataku Wonu itu adalah makhluk Tuhan yang pantas diperebutkan. Anak gadis kembang desa yang menaone. Karena Ming terlalu kardus, jadinya ya begitu (?) terima kasih sudah membaca, ini sudah dilanjut, semoga suka! Hehe.)

(Sampai jumpa di grup selanjutnya! Ppyong~!)

(p.s: apa cmn aku manusia di muka bumi ini yang menganut aliran Harem!bottom Wonwoo?)

(p.s.s: HAPPY NEW YEAR! SELAMAT TAHUN BARU 20SEBONG! LUFLUF)