Title : My Slave! Pt 2 'Please Be Happy'

Author : Hopekies

Pairing :

Kim Taehyung x Jung Hoseok

(V-Hope)

Disclaimer :

Sekuel dari My Slave!

Warning :

YAOI. Typo bertebaran dengan kata-kata yang kurang sinkron dan diksi buruk (?)

.

.

Happy Reading..


"Selamat pagi, namaku Kim Taehyung. Senang berjumpa dengan kalian," ucap Taehyung menarik kedua sudut bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman manis dan membungkuk ramah pada teman-teman disekolah barunya.

"Baik, Taehyung-ah. Kau boleh duduk ditempatmu." Balas Songsaenim dan menyuruh Taehyung memilih tempat duduk –kau pasti tau—dia inginkan.

Dari jauh terlihat Hoseok menepuk bangku kosong disebelah kiri dengan tangannya menyuruh Taehyung segera duduk disebelah sang majikan.

"Kau sangat manis pagi ini sayang, aku jadi tak sabar meraup bibir merahmu itu nanti," goda Hoseok sambil menyentuh bibir merah alami milik Taehyung dengan ibu jarinya membuat Taehyung sulit menelan salivanya sendiri.

Taehyung sudah mulai terbiasa dengan semua kata-kata mesum yang keluar dari mulut Hoseok atau tepatnya sang majikanitu. Tak terhitung sudah lebih dari 13 kali Taehyung hampir pingsan ketika bercinta dengannya. Meskipun logika nya menolak tapi otak dibawah sadarnya selalu menikmati setiap perlakuan Hoseok padanya. Bahkan sering kali Hoseok meminta service pada situasi yang benar-benar tidak diduga dan mau tidak mau dia harus melayaninya.

"Ssshh…" Taehyung sedang berjongkok dan membungkam mulutnya rapat supaya tidak mengeluarkan desahan apapun dari bibir tipis miliknya.

"Nnghhh," Hoseok terus menusuk hole Taehyung dengan kejantanannya sejak tadi. Membuat sang slave sedang berjuang mati-matian menahan desahan karena mereka melakukan hal ini dalam toilet. Padahal kurang 20 menit lagi bell masuk kelas akan berbunyi menandakan jam isitirahat telah usai.

"Sebentar lagi sayanghhh," suara berat Hoseok memberi intruksi dan mempercepat temponya.

Wajah Taehyung terlihat semakin memerah padam –entah- menahan sakit, desahan atau mungkin kenikmatan. Meskipun Hoseok sering memasuki dirinya, namun tetap saja hole nya sempit dan membuat Hoseok semakin menyukai hal itu. Sejak tadi dia benar-benar menahan desahan suaranya. Biasanya, Hoseok lah yang menyuruhnya mendesah. Terkadang, jika Hoseok memintanya memberi service sekarang, tak ada alasan yang bisa dijadikan penolakan untuknya.

Setelah sampai pada puncaknya, Hoseok tidak mengeluarkan sperma pada hole Taehyung, melainkan menumpahkannya pada tembok putih bersih disebelahnya. Well, Hoseok masih sedikit peduli dengan slave nya itu karena mereka berdua masih dalam lingkungan sekolah. Dipandanginya Taehyung penuh dengan keringat bercucuran di wajah mulusnya. Bibirnya sedikit terbuka, ditambah bajunya yang sedikit –banyak- berantakan dan nafasnya yang berburu semakin terlihat sexy dimata Hoseok, 'Damn! Berhenti menggodaku Taehyung jalang,' umpat Hoseok dalam hati.

Hoseok memberikan sebuah sapu tangan berwarna cream untuk menyeka keringat Taehyung perlahan. Dan berbisik pelan "Cepat sayang, sebentar lagi kita masuk." Hanya dibalas anggukan patuh dari Taehyung.

Hoseok keluar dari salah satu pintu bilik toilet setelah menutup resleting celana seragamnya dan merapikan kemejanya yang sedikit kusut akibat aktivitasnya tadi. Setelah Hoseok keluar, Taehyung segera merapikan lagi seragamnya meskipun hole nya masih sakit akibat ulah Hoseok beberapa saat lalu.


"Apa yang kau masak sayang," Tanya Hoseok penasaran sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Taehyung dari belakang,

"Aku ingin memasak samgyetang, bagaimana menurutmu? Apakah kau suka?" Tanya Taehyung yang masih sibuk memotong beberapa sayur dan memasukkan pada panci stainless berwarna perak dihadapannya.

"Sepertinya enak, aku suka." Balas Hoseok mengangguk yang masih sibuk menciumi aroma tubuh Taehyung yang bagai nikotin untuknya,

"Apakah kau ingin membantuku memasak?" tanya Taehyung dengan hati-hati. Jika dia sedikit saja dia salah berkata, akan berdampak fatal untuknya.

"Apakah kau sedang memerintah majikanmu?" goda Hoseok sambil melepas pelukannya pada Taehyung dan memandang intens manik mata Taehyung.

"Tidak tuan, hanya saja jika kau tidak sibuk, jika sibuk tidak apa." Taehyung menjawab pertanyaannya sendiri dan berkata dengan formal. Mencoba tersenyum garing dan sedikit ingin menutupi sikap gugupnya saat berhadapan dengan Hoseok.

"Cium pipiku dulu, baru aku akan membantumu," balas Hoseok dengan tersenyum memperlihatkan dimple-nya ketika tersenyum membuatnya semakin terlihat tampan dimata Taehyung.

Dengan cepat Taehyung mencium kedua pipi Hoseok lalu menghadap lagi pada masakannya. Semburat merah muda muncul dari pipi tirusnya itu, 'Ya! kau bodoh Tae' runtuknya dalam hati.

Hoseok tersenyum melihat tingkah laku Taehyung dan semakin gemas dengan slave kesayangannya itu. Diapun membantu Taehyung menyiapkan beberapa perlengkapan yang ada di meja makan. Mulai dari mengambil piring, gelas, air mineral, sendok, serta nasi.


Taehyung terbangun ketika suara petir menyambar hingga terdengar ditelinganya. Dia merapatkan selimutnya dan menutup telinganya semakin erat. Seolah tidak ingin mendengarnya. Air mata mulai menetes dari mata sayunya, dan membuat isakan kecil dari kedua bibirnya. Membangunkan Hoseok yang tertidur lelap disebelahnya,

"Kau kenapa?" tanya Hoseok sambil menguap dan mengucak mata. Dia benar-benar masih belum sadar dan mengantuk. Dibalas gelengan kecil dari kepala Taehyung.

Hoseok seolah paham jika Taehyung-nya tidak ingin menceritakan apa yang terjadi padanya. Dia memandang kearah Taehyung cukup lama sambil mengingat-ingat sesuatu,

"Hyung, kami sudah mendapatkan info dari teman dekatnya." Ucap salah satu anak buahnya dengan rambut hitam, yang biasa dipanggil Jackson.

"Apa infonya?" tanya Hoseok sedikit menunjukkan antusiasismenya.

"Namanya Kim Taehyung, dia berusia 17 tahun. Dia memiliki adik bernama Kim Jungkook…"

Jackson terus menceritakan semua informasi yang dia dapat pada Hoseok, sampailah pada saat-saat yang sedikit penting, ya –cukup- penting menurut Hoseok.

"Dia sedikit trauma pada suara sambaran petir saat hujan Hyung, itu mengingatkannya pada kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya,"

Hanya dibalas anggukan ringan oleh Hoseok.

Hoseok segera mendekap tubuh ringkih yang tengah menahan tangis itu. Tangannya mengusap punggung polos Taehyung yang sejak tadi hanya terbalut selimut sama sepertinya,

"Menangislah jika kau ingin menangis," suara berat Hoseok membuat Taehyung semakin menangis. Taehyung merangsek memeluk erat sosok lelaki dihadapannya tanpa mengeluarkan kata-kata apapun. Dia hanya mengelus punggung Taehyung secara perlahan dan sesekali mencium pucuk kepala pemuda itu dengan lembut. Dia tidak menyukai ketika melihat pemuda ringkih dihadapannya banyak menderita. Itu menjadi salah satunya alasan meminta Taehyung tinggal bersamanya, Setidaknya jika bersamanya, dia tidak kekurangan materi apapun darinya. Itulah yang ada dipikiran Hoseok,


Suara dentuman musik diskotik yang energik membuatnya sedikit menggoyangkan kepalanya ditambah dengan segelas vodka dihadapannya. Sapaan ringan dari sahabat nya membuatnya tersenyum simpul pada namja berambut blonde, Namjoon itu di depannya,

"Lama tidak bertemu Hosiki," sapa sahabatnya dan duduk didepannya.

"Haha. Ada apa? Tumben kau mencariku." Balasnya sambil tertawa sambil meneguk minumannya.

"Tidak, aku hanya merindukanmu. Kau tidak pernah terlihat lagi dengan anak-anak yang lain sejak si Taehyung di dekatmu," sedikit sindiran membuat sebuah senyuman lebar dari mulut Hoseok.

"Kenapa? Kau cemburu dengan Taehyung?"

"Tentu saja, aku merasa kau sedikit melupakanku,"

Tiba-tiba seorang gadis bergaun hitam mini tanpa tali muncul dan duduk diantara mereka berdua, meraba paha Namjoon dan Hoseok secara bersamaan.

"Oppa, apakah kau ingin menemaniku malam ini? Aku akan memberikan diskon untuk kalian berdua," ucapnya dengan nada seduktif pada kedua namja disampingnya.

"Siapa yang paling kau inginkan diantara kami?" ini suara Hoseok.

"Aku berharap kalian berdua," jawabnya menatap Hoseok.

Hoseok dan Namjoon saling mengangkat alisnya, seolah memberi kode. Gadis itu terus menggoda dengan meraba-raba daerah selangkangan kedua pria dihadapannya. Lalu keduanya memandang kearah gadis itu dan menunjukkan seringai mereka.

"Siapa namamu?" tanya Namjoon.

"Park Minah, oppa" jawabnya sambil memandang kearah Namjoon.

"Apakah kau yakin bisa bermain bersama dengan kami?" Tanya Namjoon lagi dan dibalas anggukan oleh gadis itu.

Gadis bernama Minah itu lalu menarik mereka berdua disalah satu bilik khusus tamu VIP yang sudah disiapkan,

"Kau yang atas, aku yang bawah Joon-ah," Hoseok memberi intruksi dan langsung disetujui oleh Namjoon.

"Baiklah teman, ku kira kau sudah tidak memiliki nafsu birahi dengan wanita sejak bersama Taehyung," goda Namjoon disela-sela kegiatannya.

"Aku tidak pernah mengatakan hal itu padamu," balas Hoseok lalu mulai mencium bibir Minah.

Tangannya tidak tinggal diam, sejak tadi meremas gundukan dibalik gaun sexy berwarna hitam itu. Sementara Namjoon melucuti pakaiannya satu-persatu. Tangan Minah pun tidak tinggal diam, diapun memijat junior Namjoon yang semakin tegang itu dengan telaten. Hoseok semakin menyeringai melihat wajah sahabatnya sudah terbakar nafsu.

"Ahhh..great..good job Baby," puji Namjoon sambil memejamkan matanya menerima service gadis didepannya itu.

Sementara Hoseok sudah melepas tali bra Minah dan memilin nipple pink Minah yang semakin menegang. Dia masih mencium bibir Minah dan kini dia mulai memperdalam ciumannya.


Taehyung tengah sibuk membolak-balik buku pelajarannya dan mengerjakan tugas sekolahnya untuk besok. Sedangkan Hoseok hanya duduk memangku tangan sambil tersenyum memandangi malaikatnya yang tengah serius itu. Menurutnya tidak ada pemandangan paling indah selain memandangi wajah –slave- nya yang mulus tanpa cacat itu yang senantiasa menjadi obyek perhatiannya sejak tadi. Sesekali Taehyung mengusap keringat yang bercucuran dari pelipisnya dan mengembung-kempiskan mulutnya sehingga membuatnya terlihat lucu dimata Hoseok.

Semakin memandang sosok Taehyung, seolah mengingatkan pertemuan pertamanya dengan Taehyung satu tahun lalu.

Malam itu Hoseok tengah berlari dari kejaran beberapa anak geng berandalan yang notaben musuh bebuyutan sekolahnya. Wajahnya sudah sedikit lebam dan luka lecet dibeberapa bagian tubuhnya akibat perkelahian singkat itu. Dengan sembarangan, Hoseok pergi ke salah satu Minimarket 24 jam dan membeli minuman soda untuk diminumnya setelah berlari cukup jauh.

Akan tetapi saat dia membayar pada kasir, sang kasir hanya diam dan menyuruhnya mengembalikan minuman itu pada tempat semula. Hoseok sedikit marah dan melemparkan puluhan ribu won untuk membayar sebotol minuman itu.

"Kau hanya pelayan disini, hah. Apa hak mu melarangku membeli sesuatu yang aku inginkan." Ucapnya dengan suara meninggi.

Kasir itu langsung menyeretnya ke pintu keluar. Membuat Hoseok semakin memaki dan mengumpat 'Dia pikir, dia siapa.' Ucapnya dalam hati.

Kurang dari 10 menit Minimarket itu tutup dan sosok kasir itu mendekatinya dengan membawa kotak P3K dan sebotol air mineral dingin ditangannya.

"Ini untukmu. Dan ini semua uang yang kau berikan tadi." Ucap Kasir itu setelah memberikannya padanya dan pergi berlalu meninggalkan Hoseok yang mematung ditempatnya.

"Ya! Siapa namamu?" teriak Hoseok melihat punggung kasir itu semakin menjauh.

"Sebut saja aku Malaikat penolongmu," balas sang kasir misterius itu sambil melambaikan tangan tanpa menoleh kearah Hoseok.

Hoseok tersenyum menanggapinya, "Malaikat penolong ya, hmm.." ucapnya bermonolog sambil menarik senyum simpul atau lebih tepatnya seringai.

"Sepertinya kebaikan malaikat penolong itu harus kubalas," ucapnya lagi lalu meninggalkan Minimarket itu sambil membawa kotak P3K dan meminum air mineral tadi.

Sejak saat itu, Hoseok rutin mendatangi Minimarket tempat malaikatnya itu bekerja, bahkan tak jarang dia menyuruh beberapa orang untuk sekedar membeli apapun disemua tempat kerja sosok yang menarik perhatiannya itu.

"Apa ada yang aneh denganku?" tanya Taehyung dengan mengerjapkan matanya berulang kali dengan ekspresi bingung melihat Hoseok yang sejak tadi menatapnya. Sebenarnya dia sadar akan tatapan Hoseok, namun dia mencoba menghindari tatapan itu. Karena membuat pipinya semakin memanas jika semakin manatap wajah tampan sang –majikan-itu.

Hanya dibalas gelengan kecil oleh Hoseok. Lalu dia mencium pipi kanan Taehyung dan berbisik

"Saranghae Kim Taehyung,"

Kemudian Hoseok beranjak pergi menjauhi Taehyung masih dengan tersenyum. Tanpa sadar membuat pipi Taehyung merona karena ucapannya.

'Nado, Jung Hoseok.' Balasnya dalam hati.


Hoseok melajukan mobilnya santai dengan kecepatan penuh ketika mengajak Taehyung ke suatu tempat. Sejak tadi dia sedikit mendiamkan Taehyung dan membuat suasana canggung diantara mereka berdua. Sesekali Taehyung mengikuti senandung lagu yang diputar Hoseok dalam mobil. Setelah merasa lebih dari sejam Taehyung memberanikan diri bertanya pada Hoseok kemana arah tujuan mereka saat ini.

"Hoseok, sebenarnya kita kemana?" tanya Taehyung dengan wajah polosnya.

Hanya dibalas senyuman tampan dari sosok pengemudi sebelah kirinya itu,

"Tempat yang cukup penting untukku,"

"Apakah sangat jauh?" tanya Taehyung lagi,

"Ne, tidurlah jika lelah. Aku akan membangunkanmu jika sudah sampai." Ucap Hoseok dan dibalas anggukan kecil dari Taehyung.

Sekitar 2 jam menempuh perjalanan dari kota Seoul, sampailah pada tempat yang ingin dituju oleh Hoseok. Dia membangunkan Taehyung dengan perlahan, menggoyangkan tubuh Taehyung dan terus tersenyum pada sosok malaikat disebelahnya itu.

"Apakah kita sudah sampai?" tanya Taehyung dengan mengerjap imut,

Mereka berdua pun turun. Hoseok menggandeng erat tangan Taehyung dengan tangan kanannya, dan tangan kiri ia gunakan untuk membawa bucket krisan putih yang dibawanya dari Seoul. Taehyung hanya pasrah mengikuti langkah Hoseok meskipun sedikit bingung karena dia sedang berada di pemakaman.

Kemudian Hoseok berhenti pada salah satu nisan, dan memberikan bucket bunga itu didepannya.

"Ya! Lee Suwoong, sekarang aku sudah bisa perlahan melupakanmu." Ucapnya bermonolog sendiri sambil tersenyum melihat batu nisan didepannya. Tangannya masih menggenggam erat tangan Taehyung.

"Apakah kau sudah bahagia disana? Aku harap kau segera mendapat pria baik sepertiku," tanpa terasa Hoseok mulai menyeka air matanya dengan telapak tangan kirinya, dia tidak sadar sejak kapan aliran sungai itu turun dari matanya.

"Aku membawa seorang yang ingin ku perkenalkan padamu. Dia Kim Taehyung, kau tau aku sangat mencintainya. Jadi kau tenang saja, aku akan hidup dengan baik Suwoong-ah" ucapnya masih terus menangis dalam senyumannya.

Taehyung tersenyum dan mulai mengerti dengan keadaan ini, Taehyung menarik kepala Hoseok berada di pundaknya dan menyuruhnya menangis. Meluapkan segala emosinya dan rasa sakitnya yang ia pendam selama ini.

End.


Epilog

"Sebenarnya kau menganggap Taehyung itu apa? Apakah kalian sepasang kekasih?" tanya Namjoon sambil mengesap sebatang rokok yang dibawanya tadi.

Nafas Hoseok semakin berat, dia bahkan tidak dapat menjawab pertanyaan mudah dari sahabatnya, Namjoon.

"Kau mencintainya? Sungguh?" tanya Namjoon lagi.

"Atau kau hanya menganggapnya mainanmu. Ketika kau bosan kau bisa membuangnya,"

'Ini tidak semudah itu bodoh,' ucap Hoseok dalam hati.

"Jangan katakan kau masih tidak bisa melupakan Lee Suwoong?" tebak Namjoon.

Hoseok seketika menoleh kearah Namjoon, tentu saja pernyataan sahabatnya barusan itu benar. Namjoon menebak sahabatnya masih tidak bisa melupakan sosok yang pernah ia cintai sebelumnya.

"Aku tidak tau. Tapi terkadang bersama Taehyung, aku merasa seperti bersamanya," jawab Hoseok dengan wajah frustasinya.

"Kau tidak boleh seperti ini Hosiki. Kasian Suwoong jika kau tidak merelakan kepergiannya,"

Kata-kata Namjoon ada benarnya juga,

"Sekarang mulailah membuka hati. Dia Kim Taehyung, bukan Lee Suwoong. Kurasa kau harus mengenalkan nya pada sosok Lee Suwoong," saran Namjoon.

"Aku akan pikirkan," balas Hoseok.

.

.

Semoga kalian tidak kecewa dengan ending cerita ini, semoga kalian tidak penasaran lagi dengan cerita ini. Sebenarnya aku tidak berencana membuat sekuel untuk fanfic 'My Slave!' ini..

Ada saran dari seorang teman baikku, jika aku lebih baik menekan kan pada masa lalunya. Tapi setelah aku pikir-pikir, aku tidak tega membuat Hoseok menderita /iniapa/? Dan terima kasih sudah mem-beta fanfic ku ditengah sibuk-sibuknya kita menjalani UAP. Kecup basah dari kuuuuu :3 *abaikan*

Sekali lagi aku benar-benar minta maaf jika kalian sedikit kecewa dengan ending cerita ini.

Maaf, jika banyak adegan –you know I mean - aku skip dalam cerita, hehe sedikit bertobat karena sudah mendekati bulan suci wkwk (mendadak jadi malaikat) XD

Tapi aku benar-benar berterima kasih untuk kalian yang mendukung karyaku yang masih banyak kekurangan ini,

Thanks to :

rosaelkim|| TaeKai || wulancho || wahyu fn1 ||Chandelight || Sien Venus || Ria487 || Feniasyj || hosikki || kohaiissan || myvhope || KahoriKen || EunhyukJinyoung02 || tweety airy || potato || minetsune09 || Everyonepiece || dhope || vhopeisreal