DISCLAIMER: ga ada doonk soalnya chapter ini full buat si Noir & Gray *ditendang*

eh ada deh nama Aotori disinggung sedikit Aotori (c) Azusami

"POFF!"

Entah bagaimana bisa, tubuh Gray berubah menjadi kecil. Noir yg kaget, langsung menghampirinya

"G-Gray? ada apa dengan tubuhmu?" kata Noir khawatir

"Ahaha tidak apa-apa kok. Ini akibat aku bertarung dengan Aotori makanya tubuhku bisa berubah setiap saat tanpa kuketahui" Ujarnya sambil tertawa-tawa berusaha berdiri tapi jatuh (dengan imutnya)

"OMG he's soo cuteee" *blushing*

"hmm.. Noir-chan knapa mukamu merah begitu? Aku aneh ya dengan bentuk ini?"

"Ti—tidak.. umm Gray… hanya saja… kau terlihat imut" kata Noir malu-malu sambil menutupi wajahnya

Gray dengan agak bersusah payah mendekati Noir (secara dia blom adaptasi dgn bentuk ini.. bayangkan dia kyk bayi lg blajar jalan) sambil tersenyum nan manis (huwoooo aku ga nahan ngebayanginnya /w/) ,"Thank you" katanya. Mukanya Noir pun tambah merah seperti kepiting rebus. Lalu Noir mengangkat tubuhnya lalu menggendongnya untuk diletakkan di sofa

Then suddenly

"BOOOMM!"

Gray kembali ke wujud asalnya. Noir kaget akibat beban berat yg tiba-tiba ada di depannya dan diapun jatuh. Tubuhnya menyentuh lantai kayu yang keras…. Sesaat dia merasa ada sesuatu yg lembut menyentuh bibirnya… begitu ia membuka matanya, wajah Gray dekaaatt sekali dengannya. Noir langsung shock hebat. Gray yang tak kalah shock langsung menyingkir secepat kilat sejauh 3 meter dengan tangan kanan menutupi wajahnya yang merah padam.

"Ma... maaaaafff Noir-chan… eetoo.. anuu aku bisa jelasin" kata Gray gelagapan karena tak tahu apa yang harus ia katakan… Ia merasa semua kata2 yg ingin dikeluarkan terhisap oleh 'Black Hole'

Di sisi lain, Noir yang berusaha memulihkan kesadarannya wajahnya terasa seperti terbakar. Itu pertama kalinya dia berciuman dengan seseorang… Dia hanya tahu hal itu dari buku cerita fantasi yang pernah dibacanya… "Gray… aku-", "Noir-chan,… apa itu ciuman pertamamu?" Sela Gray yang membuat Noir terdiam sesaat dan mengangguk pelan. "iya…." Wajahnya masih merah.

Gray bangun dan berjalan ke arahnya. Noir menutup matanya. Takut akan reaksi Gray seperti apa…

1 detik…

5 detik…

tidak terjadi apa-apa tapi ia merasakan sesuatu yang besar dan hangat mengusap pipinya dengan lembut. Iapun membuka matanya pelan2 dan mendapati Gray ada di depannya, "Gomen ne Noir-chan. Aku sudah mengambil ciuman pertamamu yang berharga padahal kita baru bertemu kemarin dan belum saling mengenal…. Aku tahu itu tak disengaja, tapi maafkan aku"

Noir yang sudah agak tenang dengan pelan memegang tangan Gray, "Tidak apa-apa Gray. Aku memaafkanmu. Lagipula suatu saat cepat atau lambat akan ada yang melakukannya." Gray pun menghembuskan nafas lega

"TAPI…. Sebagai balasannya kau harus membantuku selama kau menumpang tinggal di rumahku atau kau akan kusihir jadi katak!" kata Noir dengan wajah khas penyihirnya yang bisa membuat anak2 kabur. Gray langsung ketakutan, "Ba-baiikk mistress" langsung menghormat ala Jepang berkali-kali

"kalau begitu sekarang lekas belikan persediaan makanan di kota untuk jatah sebulan! Kita tak mungkin bertahan hidup tanpa makanan selama sebulan kan? Ini uangnya" katanya sambil menyodorkan beberapa lembar uang kertas (terserah itu mata uang apa, tergantung khayalan para reader sekalian ^^) lalu Gray langsung cepat-cepat lari ke kota, tidak mau kena omelan Noir untuk yang kedu kalinya

Sesudah Gray pergi, wajah Noir kembali memerah, sambil memegang bibirnya dia berkata dalam hati,

"Tadi itu… ciuman pertama… beginikah rasanya? Rasanya menenangkan sekali… AH!"

dia menepuk kedua pipinya dengan tangannya… "Aku tidak boleh hanya memikirkan hal itu.. masih banyak yang harus kulakukan.. yosh waktunya menyiapkan makan malam!" Noir pun berjalan ke dapur

Sementara itu Gray…..

"Meh kenapa aku harus mematuhi gadis itu? Belanja makan malam? Memangnya aku ibu-ibu?" gerutunya sambil berjalan…. sesaat kemudian pikirannya melayang ke kejadian sebelumnya

"Aku… berciuman…dengan gadis yang baru saja kukenal… dan lagi itu ciuman pertamaku dan dia juga…." Mukanya berubah jadi pink,"AAARRRGGHHH sudah lupakan saja…. Eetoo sekarang beli wortel, ikan, dan …. DAGING AYAM!" matanya berbinar-binar begitu melihat tulisan daging ayam…. "Baiklaaaahh aku harus minta padanya untuk membuatkanku sup ayam!"

Begitu dia sampai di toko daging,"PAK minta daging ayamnya 2!", "Segera siap!" dan 2 potong daging ayam tersedia dihadapannya… Wajah Gray tampak seperti orang yg akan menerkam makanan didepannya tanpa piker panjang. "Terima kasih pak! Ini uangnya!", "Sama-sama. Hati-hati di jalan ya!, "Tentu pak!"

"Hehe hidup dengannya tampak akan menyenangkan. Mungkin aku akan menikmatinya sedikit demi sedikit" Dia berjalan pulang dengan riang ke rumah di ujung kota.

Okeh chapter 2 selesaaaaiiii *faint*. Tanganku udah sakit ngetik di keyboard _

Tp paling deg2an waktu nulis adegan kissu~nya… masih kebawa waktu disuruh makan malem… saya senyum2 gaje sampe ortu ma ade2 mandang saya dgn tatapan aneh XD

Hope you enjoy and don't forget to REVIEW ^^