My Lovely cousin
.
.
.
.
.
Hai, saya kembali membawa chapter 2, terima kasih yang telah follow, favorit, dan review
Review pertama di fiction saya ini mengatakan bahwa nama karakter di chapter sebelumnya banyak yang berawalan huruf kecil. Saya akan lebih memperhatikan itu.
Sincerely, uchiha jeremy 39
.
.
.
.
warning : abal, gaje, typo(s), a little bit cannon, little bit crossover,
harem!naru,good!akatsuki, shinobi!naru(later),
disclaimer: [naruto] masashi kishimoto
main chara : naruto uzumaki (namikaze)
summary : Naruto uzumaki, seorang murid sma yang sangat culun, mempunyai banyak kakak sepupu yang cantik, seperti apa kehidupan naruto yang sangat jarang bersosialisasi dengan kaum hawa, dikelilingi para bidadari luar biasa?
N/B : chapter ini masih flashback dari chapter sebelumnya
Chapter 2 (perubahan sikap)
Naruto yang sudah sampai di rumah pamannya, meminta izin ke pamannya untuk memilih kamar tidurnya, akhirnya Naruto memilih kamar paling pinggir di lantai dua sehingga ia dapat melihat ke luar rumah melalui jendela kamarnya. Saat ini Naruto sedang menatap langit – langit kamarnya, ia mendengar suara pintu di ketuk, dan kemudian terbuka dan menampilkan, namikaze shion, sepupunya sekaligus anak pamannya, namikaze ichigo, "hai, naru-kun, sedang apa? " sapa shion, sembari berjalan menuju tempat tidur Naruto. " hanya sekedar beristirahat, nee-chan" jawab naru sambil bangkit dan duduk dekat shion. " ne, naru-kun, kau dipanggil tou-san dibawah" kata shion " baik, apa kau ingin ikut, nee-chan?" " tidak, aku menunggu disini saja, naru-kun". Naruto pun langsung turun menuju pamannya, tanpa sadar shion menyeringai sembari membatin ' kau sudah masuk perangkap, rubah bodoh'.
Di lantai bawah
.
.
" hei naruto, paman titip rumah, shion, dan mobil itu, ini uang jajanmu untuk seminggu, soal makanan jangan khawatir, jika ingin makan, katakan saja pada iruka, rumahnya ada di sebelah rumah ini" kata ichigo, sembari menunjuk rumah yang lumayan disebelah rumah ichigo. " baik, paman. Titip salam pada bibi, hati-hati di jalan!" kata Naruto sambil melambaikan tangan pada pamannya yg berjalan menuju mobil. Pamannya pun membalas lambaian tangan Naruto. Setelah melihat mobil itu semakin menjauh, Naruto pun masuk ke rumah itu. ' apa yang kulakukan sekarang, ya? Sebaiknya aku membereskan kamarku dulu' batin Naruto sambil berjalan menuju ke lantai 2. Tiba-tiba, sesuatu yang berat mengenai kepala Naruto, yang tak lain adalah tas tempat seluruh peralatan Naruto. Naruto pun terjatuh, tetapi tidak menimbulkan luka fatal, hanya sedikit nyeri di bagian tangan . " SIAPA YANG MEMPERBOLEHKANMU, TINGGAL DIATAS INI, SIALAN? KAU HANYA MENUMPANG DISINI, JADI BERSIKAPLAH LAYAKNYA BUDAK!" teriak seorang perempuan, yang ternyata adalah shion. Sejenak Naruto tertegunkemudian berpikir, mengapa perempuan yang tadi berperilaku sangat lembut padanya, kini terlihat seperti iblis. Naruto yang mendengar itu hanya tertunduk, kemudian mengambil tasnya dan kemudian meletakkannya di kamar yang sangat kecil. Hanya terisi oleh tempat tidur untuk 2 orang, sebuah meja kecil, dan cermin. "hah, hari pertama sudah begini, bagaimana seminggu lagi? Hahhhh, sepertinya ini akan menjadi minggu yang panjang…" ucap naruto pelan sembari merebahkan diri di tempat tidur itu, kemudian memasuki alam mimpinya.
.
Skip time
.
.
Saat tengah asik tidur, tiba tiba Naruto merasa sesuatu yang berat menimpa badannya. Ia kemudian membuka matanya, dan terlihat benda yang ternyata sebuah karung dengan plastic bening sehingga Naruto dapat melihat isinya berupa butiran-butiran benda berwarna putih, yang biasa kita sebut beras. Naruto memperkirakan bahwa ini adalah setengah kilo beras putih. "hei, budak, itu makananmu selama seminggu, cuci semua baju, bersihkan dan bereskan seluruh rumah setiap hari, apa kau mengerti sialan? " kata shion . Naruto yang kembali mendengar ia disebut budak, hanya terdiam, kemudian mengangguk pelan. Sebenarnya, jika orang yang mengatakan itu bukan wanita dan sepupunya, mungkin ia akan segera mengambil pisau kecil di saku tasnya dan menyabetkannya di bagian lehernya. Setelah Shion pergi, Naruto bangkit, kemudian mengelillingi rumah itu untuk mencari peralatan bersih-bersih. Saat sedang mencari peralatan di bagian belakang rumah, matanya tertumbuk pada seorang lelaki berkulit coklat, berambut diikat kebelakang, dan luka melintang di hidungnya. Naruto melihat laki-laki itu langsung mendekatinya, kemudian menyapanya, "hai, paman". "hai, kau pasti Naruto uzumaki kan? Naruto-sama ingin makan apa? " balas Iruka. " ah, paman pasti iruka, kan? Aku bukan ingin makan paman, hanya ingin bertanya dimana letak alat bersih bersih? " , Tanya Naruto. " ah, kalau tentang itu, ada di ujung taman itu, Naruto-sama" jawab Iruka sembari menunjuk bagian belakang taman belakang. " oh, terima kasih paman, tapi jangan terlalu formal paman, Naruto saja, aku merasa lebih tua jika dipanggil dengan embel-embel sama" kata Naruto. " itu kewajiban saya, Naruto-sama. Kalo Naruto-sama ingin berkunjung, silahkan saja, rumah saya selalu terbuka untuk anda" balas iruka. Naruto yang mendengar itu hanya memutar mata bosan. Kemudian menuju bagian belakang taman belakang. Terlihat diujung taman, sebuah benda berbentuk kotak yang tingginya menyamai Naruto, dengan pintu engsel yang tidak digembok. Naruto kemudian membalikkan badan, kemudian melihat iruka dengan tatapan seolah mengatakan, 'yang ini ? ' , sembari menunjuk pintu kecil itu. Iruka yang sepertinya mengerti dengan tatapan Naruto pun, menganggukkan kepala. Setelah mendapat kepastian, bahwa itu adalah tempat yang ditujunya, ia berjalan menuju pintu itu kemudian membuka engsel pintu itu. Terlihat di sudut ruangan itu, 3 batang sapu rumah, 2 tongkat pel, 4 sapu lidi, dan 2 ember kecil . Naruto mengalihkan pandangannya ke sekitar dinding, terdapat 3 kain lap kecil, 2 kemoceng agak besar, dan 1 kemoceng buku. Naruto kemudian mengambil sapu rumahan, tongkat pel, kemoceng , dan ember masing masing 1. Setelah mengambil sapu, tongkat pel, dan kemoceng, Naruto berniat mengambil ember. Setelah mengambil ember, mata Naruto menangkap sebuah objek berbentuk kotak berwarna putih kusam dengan aksen api biru di bagian bawah benda tersebut. Naruto yang penasaran langsung mengambil kotak itu dan membawanya ke kamarnya yang kecil. Naruto kemudian meletakkannya di sudut ruangan itu. 'lebih baik aku melakukan pekerjaanku dulu, baru nanti aku mencari tahu, itu kotak apa' batin Naruto sembari berjalan keluar dan mulai menyapu.
.
.
SKIP TIME (AGAIN)
.
.
Setelah selesai membersihkan rumah pamannya,dan mengembalikan peralatannya ke belakang, Naruto kembali ke kamarnya dan merebahkan diri. 'oh ya, kotak itu' kata Naruto dalam hati. Ia kembali teringat tentang kotak putih tadi. ' hahhhhh, boro- boro mau liat ini kotak isinya apa, luarnya aja berdebu gini. Mending gw bersiin dulu,sekalian gw mau mandi ' batin Naruto sembari mengambil handuk sambil membawa koper tadi dan berjalan menuju kamar mandi bagian belakang.
5 menit kemudian ( cepet amat, mas?! )
Naruto yang sudah kembali sambil menenteng kotak yang sudah dibersihkan, langsung merebahkan diri di tempat tidurnya. Setelah beristirahat dan menenangkan pikiran, Naruto mengambil kotak tersebut, lalu membuka nya. Terlihat didalam, kotak, 3 buah gulungan (bayangin gulungan jutsu kayak di canon) 7 buah buku, 9 pisau dengan 3 cabang (bayangin kunai hiraishin Minato), sebuah kacamata model lama dengan lensa berwarna biru, hijau, dan merah ( yang pernah nonton national treasure : book of treasure pasti tau ), dan 10 botol berisi gas berbagai warna. Naruto hanya menatap bingung melihat seluruh isi kotak itu. Tapi yang paling membuat Naruto bingung adalah, sebuah lipatan jubah di sudut kotak itu, dan sebuah botol agak besar dengan warna gas biru-putih. Naruto hanya menatap bingung itu semua, kemudian ia merasa harus menanyakan ini semua, dan mungkin hanya satu orang yang tau jawaban atas pertanyaannya tersebut .
.
.
.
Malamnya, pukul 19.00
.
.
Naruto pergi ke rumah Iruka untuk menanyakan kotak apa itu. Naruto sudah sampai di belakang rumah Iruka, karena ia lewat gerbang belakang. "konbawa, paman Iruka. Paman ada di rumah? " kata Naruto.
Setelah menunggu beberapa saat, Naruto mendengar suara kunci pintu di buka, kemudian menampilkan sesosok wanita berambut hitam , dikuncir ke belakang, tingginya kira-kira sebahu Naruto dengan piyama bercorak panda menambah kesan imut pada wanita itu. " ano, jii-san siapa, ya? " Tanya perempuan itu. " oh, ayolah, apa aku nampak setua itu? Umurku baru 15 tahun" kata Naruto frustasi pada perempuan itu. Perempuan itu, hanya terkekeh melihat tingkah Naruto. " iya, iya, Naruto, kan? Kenalkan, Shizuka" kata perempuan tersebut memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan. "Uzumaki Naru—", sebelum Naruto memperkenalkan diri, ia sudah terlebih dahulu ditarik Shizuka. Shizuka menarik Naruto yang sedang membawa kotak, sehingga beberapa kali dengkul Naruto menjadi korban benturan kotak tersebut. " iruka-jiisan sedang pergi, bisakah kau menemaniku sebentar saja, Naru-kun? " , tanya Shizuka sesaat sesudah mereka menduduk kan diri di sofa. " oh, jadi Iruka-jii-san sedang pergi, kalau begitu aku-…" " yay, terima kasih Naru-kun, kalau begitu aku akan mempersiapkan segala yang kita butuhkan sampai nanti malam", Naruto hanya bisa sweatdrop berat, karna untuk kedua kalinya, perkataannya disela perempuan ini.
Shizuka kemudian beranjak dari tempat duduknya dan segera menuju dapur, Naruto yang sudah sadar bahwa ia sekarang berada di rumah Iruka hanya mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan itu. 'mungkin ini ruang keluarga' , batin Naruto. Mungkin naruto menyimpulkan begitu, karena ruangan tersebut berisi banyak foto keluarga, 2 televisi LCD, satu set peralatan X-BOX 360 lengkap dengan sticknya, satu set PS 4, dan sebuah DVD player. "kyaaaaaa…", teriak suara dari dapur. Naruto yang kaget, langsung menuju dapur. Setelah sampai di dapur, Naruto melihat Shizuka meringis sambil memegang jarinya yang berdarah. Naruto reflex, langsung memasukkan jari Shizuka ke mulutnya, kemudian menghisapnya, sampai darah yang keluar hanya sedikit. "apakah masih terasa sakit ? ", tanya Naruto. Shizuka hanya cengo melihat tindakan Naruto tadi, kemudian menjawab, " Saat kamu kulum tadi, jariku tidak terasa sakit. Tetapi karena kamu lepasin dari mulut kamu, jadi sakit lagi deh….". Naruto yang mendengar itu, kembali mengemut jari Shizuka yang berdarah tadi. "hmmmmm…." , Shizuka mati-matian menahan suaranya agar tidak mendesah, karena kuluman Naruto sangat nikmat, ditambah terkadang jarinya tak sengaja menyentuh lidah Naruto. "hmmmm… aaahh… hmmmmmm", desahan Shizuka pun lolos dari mulutnya. Naruto yang mendengar desahan Shizuka, tiba tiba merinding disko. "sudah baikan?" , kata Naruto setelah melepaskan kulumannya, dengan pandangan khawatir. Shizuka pun menganggukkan kepala, sebelum Naruto mengulum jarinya lagi, dan menerkam Naruto. Naruto mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, mencari sesuatu untuk mengobati luka Shizuka. Matanya tertumbuk pada benda kotak berwarna putih dengan tanda cross merah di atas lemari . Naruto kemudian sedikit melompat, untuk mengambil kotak tersebut. Tanpa sengaja, tangan Naruto menyenggol engsel lemari itu, memperlihatkan isi lemari tersebut. " ini….ini…., akhirnya kutemukan, ramen instan edisi terbatas, rasa kuah miso dengan campuran shoyu ( sejenis kecap yang berasal dari china), rasa rumput laut lengkap dengan set rumput laut kering plus daging kerang", kata Naruto kegirangan,melihat isi lemari tersebut. Shizuka yang mendengar suara kegirangan Naruto membalikkan badan dan melihat Naruto memegang beberapa ramen cup dan sebuah kotak putih. Naruto yang baru sadar dari dunia ramen, teringat tujuannya menuju lemari itu. Naruto kemudian menyusun ramen cup itu kembali, kemudian menuju Shizuka. Naruto membuka kotak tersebut, mengambil cairan berwarna kecoklatan, meneteskannya ke kapas putih kecil, kemudian merekatkan ke plester, dan ditempel melingkari jari yang luka tadi.
" nah, apa nee-chan sudah merasa lebih baik? ", kata Naruto. "kok kamu manggilnya nee-chan? Kan kamu yang lebih tinggi dari aku? ", balas Shizuka. "tadi, di ruangan tadi, aku lihat, ada ijazah SD nee-chan", jawab Naruto. Shizuka hanya mengangguk, kemudian berkata, "terima kasih, Naru-kun, sepertinya kamu ahli dalam menangani ini? ". "iya nee-chan, aku sedikit belajar dari temanku, seorang ketua UKS. Sekarang nee-chan istirahat saja, biar Naru yang siapin makanan sama minumannya." Jawab Naruto. Shizuka yang mendengarnya, mengangguk kemudian berjalan menuju ruang keluarga. Sementara itu Naruto membuka kulkas untuk melihat bahan yang dapat ia gunakan, ternyat kukas itu kosong, yang ada hanya krim kocok, butiran seres, choco chips, selai dan es krim, serta beberapa buah segar. Ia ingin bertanya pada Shizuka dimana letak bahan makanannya, tapi ia tahu Shizuka dalam keadaan tidak baik. Ia teringat pada lemari berisi ramen tadi. Ia menuju lemari itu dan mengambil 2 cup ramen, kemudian menuju kompor untuk menyeduh air. Menunggu air matang, Naruto mendapat ide untuk membuat susu kocok(milk shake). Ia mencari di setiap bagian lemari, untuk mengambil blender. Naruto akhirnya menemukannya di laci bawah lemari, kemudian ia mengambil buah mangga, sirsak, jeruk, masing – masing 2 buah, seperempat potong papaya, krim kocok, choco chips, seres, dan es krim. Setelah memotong buah tersebut, Naruto memasukkannya ke blender, dengan krim kocok, dan sedikit madu yang di dapatnya di ujung meja dapur. Naruto kemudian mem-blender bahan-bahan tersebut, kemudian ia melihat ternyata airnya sudah mendidih. Ia kemudian menyeduh ramen cup tersebut dan tinggal menunggu tiga menit. Naruto kembali pada minuman yang tengah ia siapkan. Setelah selesai mencampurka bahan-bahan tersebut, Naruto menuangnya ke gelas, kemudian menaburkan chocochips, dan menyendok es krim rasa strawberry ke atas minuman tersebut, kemudian melettakkan cherry di bagian atas eskrim tersebut. " huffftt….., akhirnya selesai", kata Naruto girang. Naruto kemudian meletakkan kedua ramen cup tadi diatas nampan, kemudian 2 gelas milkshake tadi. Naruto kemudian membawa nampan tersebut, menuju ruang keluarga.
.
.
Skip time, ruang keluarga
.
.
Terlihat Shizuka sedang bermain " Menma Ultimate Ninja Storm Revolution" di X-BOX 360, dengan tangannya memainkan stik itu dengan lincah. Naruto yang baru datang sambil membawa nampan berisi 2 ramen cup dan 2 gelas susu kocok. " makanan datang" , Shizuka yang mendengar suara Naruto mengalihkan pandangannnya ke samping dan melihat Naruto membawa 2 ramen cup berwarna coklat dengan tulisan " miso and shoyu flavor", dan minuman berwarna orens muda dengan es krim yang ia yakini ber-rasa strawberry dengan melihat warnanya. Setelah meletakkan nampan, Naruto menyodorkan ramen cup tadi. "maaf, hanya ini yang kulihat di dapur tadi, dan aku membuat apa adanya", kata Naruto. " kenapa kau meminta maaf? Ini sudah lebih dari cukup. Asalkan aku bersama Naru-kun, tidak makan pu aku sanggup….", kata Shizuka. Naruto yang mendengar kalimat terakhir Shizuka, hanya menggaruk kepalanya GaJe. Shizuka mengambil ramen cup yang disodorkan Naruto. Shizuka kemudian mematikan x-box nya kemudian menghidupkan televisi kedua. Mereka menonton film " Menma the movie : the last ", mereka asik menonton sampai makanan mereka habis, menyisakan susu kocok yang tinggal setengah lagi. Sampai pada adegan dimana Menma mencium Hinato( OC yang saya buat, menggantikan hinata di dunia menma) dengan latar bulan purnama. Naruto yang melihat itu, mengalihkan pandangan pada Shizuka. Terlihat Shizuka yang sedang melihat adegan itu, memikirkan seandainya dia dan Naruto yang memerankan itu, membuat mukanya merah seperti kepiting rebus .
TBC (tuberculosis)
Hai, minna saya kembali membawa chapter 2.
Saya berencana membuat percakapan seperti drama, yang setuju review. Inilah 2k kata lebih yang bisa saya persembahkan.
Add fb saya : Minathomas Gargoyles Ootsutsuki
Add twitter saya : jereminathomas3
Saya hanya mengharapkan reviews dari reader sekalian
VVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVVVV
VVVVVVVVVV
VVVVVVVV
VVVVVV
VVVV
VVV
VV
V
