AMNESIA
Disclamer : Masashi Kishimoto
Author : Shiraishi Connan
Romance Drama Family
Sasuke x Naruto and Menma
AU OOC Shonen Ai MPREG
Rate
T
2
Konoha Apartemen 12.00
"Apa yang sebenarnya aku lakukan" teriak keras Sasuke yang tengah duduk di atas sofa, memegangi kepalanya dengan kedua tangannya yang salah satu tangannya itu terlihat masih berdarah yang masih mengalir menurunin tanganya.
"kenapa dadaku terasa sangat sesak! Apa sebenarnya yang terjadi padaku" rancau Sasuke berteriak kepada ruang kosong.
-Tttraaakkk suara dari figura photo yang terjatuh di lantai kayu, padahal tidak ada angin yang berhembus di ruangan tersebut, seketika Sasuke melirik figura photo yang jatuh tak berdaya di lantai kayu itu. Sasuke mencoba berjalan dan menundukan diri untuk mengambil figura photo yang kaca dari figura itu sudah pecah terbela beberapa bagian.
"Photo pernikahanku?" gumam Sasuke pelan mengambil figura itu, tapi entah kenapa Ia menjadi ceroboh dengan jari telunjuknya yang tergores kaca dari figura tersebut dan mengeluarkan darah "Awwhss" pekik Sasuke pelan. Sebelum Sasuke memasukan jari yang terkena goresan kaca tersebut ke dalam mulutnya tiba-tiba darah dari jarinya itu menetes tepat di photo itu tepatnya di wajah Naruto.
"Na ru to"
.
.
.
.
.
Konoha Apartemen 23.49
1 tahun yang lalu
"Kenapa kau belum tidur Sasuke-kun?" tanya Naruto kepada suaminya yang masih setia bersendar di ranjangnya, Sasuke yang mendengar suara dari istrinya itu hanya tersenyum kecil melihat ke arah istrinya yang tengah terbaring menutupi tubuh polosnya dengan selimut yang sedikit tebal itu.
"Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan? "tanya lagi Naruto menatap mata onxy milik suaminya itu dengan teduh, lagi-lagi Sasuke hanya tersenyum kecil, "Sasuke-kun kena-" belum sempat Naruto menyelesaikan ucapnya Sasuke sudah mencium bibir Naruto sekilas.
"Tidurlah, kau pasti lelah. Dan maafkan aku kalau tadi aku sedikit kasar" kata Sasuke yang sudah menyamakan posisinya dengan Naruto dengan memeluk Naruto ke dalam dekapannya, Naruto yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Sasuke hanya bisa menenggelamkan wajah kecilnya di dada bidang Sasuke.
"Kau juga harus istirahat Sasuke-kun, besok kau harus bangun pagi untuk perjalanan bisnismu" ucap Naruto yang sudah memejamkan matanya dan berlindung dalam dekapan sang suami, Sasuke yang mendengarnya hanya mencium pucuk surai pirang sang istrinya itu dan bergumam pelan "Baiklah".
.
.
.
.
Konoha Apartemen 07.30
"Aku akan menunggumu" kata Naruto yang tengah memakaikan dasi biru gelap di kemeja putih milik Sasuke, Sasuke membingkai wajah mungil milik Naruto dengan kedua lengannya kemudian mencium bibir plum Naruto sekilas.
"Aku akan pulang secepatnya, kalau kau bosan. Kau bisa berkunjung ke rumah ibumu atau ibuku. Dan ingat! Kau jangan bekerja lagi, kau hanya perlu menungguku pulang saja memasakanku, melayaniku dan mencintaiku" ucapnya seraya memeluk tubuh mungil Naruto yang tidak lebih tinggi darinya itu kedalam dekapannya, Naruto yang merasakannya hanya bisa membalas pelukan itu dan tersenyum kecil dalam dekapan Sasuke.
.
.
.
.
.
.
1 bulan kemudian
Oto Gakure 14.30
-Drtttt...drrrtttt...ddrrrttt...ddrrrttt suara getaran ponsel mengalihkan pandangan Sasuke dari komputer LCDnya dan mengambil ponsel yang terletak di atas dokumen yang terletak di sebelah kanan dekat cangkir kopinya.
'Naruto menelfon? Ada apa?' bantin Sasuke bertanya kepada dirinya sendiri.
"Naru-" belum sempat Sasuke berujar Naruto sudah berteriak keras dari lubang suara ponsel Sasuke, "Sasuke-kun ini kau Naruto, kau pasti akan terkejut! Aku saat ini sedang mengandung. Aku hamil! Hamil anak mu Sasuke-kun" saat itu juga Sasuke tercekat mendengar suara teriakan Naruto tapi kemudian senyum bahagia terlukis di wajah scoticnya.
"Apa maksudmu?" tanya Sasuke dengan nada pelan, "Sasuke-kun? Apa kau tidak senang?" bukanyanya menjawab Naruto malah balik bertanya kepada Sasuke dengan nada sedih.
"Aku senang Naruto, senang benar-benar bahagia. Maksudku ternyata kau itu benar bisa hamil?" Sasuke mulai mengubah cara bicarnya dengan suara yang terdengar sangat senang, Naruto menganguk walau sebenarnya tidak akan terlihat oleh Sasuke.
"Iya ternyata aku memang bisa hamil, walau aku ini pria tapi aku sangat beruntung karna mempunyai sel telur di dalam tubuhku" ujar Naruto senang. Walau hanya dalam sambungan jarak jauh tapi Sasuke sepertinya tahu kalau Naruto memang benar-benar sangat senang.
"Sudah berapa bulan?" tanya Sasuke pelan memastikan, Naruto yang mendengarnya hanya bisa kaget sebentar, "Eeh, itu sebenarnya baru dua minggu" jawab pelan Naruto. "Baiklah aku akan segera pulang!" ujar Sasuke yang sudah mematikan ponselnya.
.
.
.
.
.
Jalan Oto Gakure menuju Konoha Gakure 15.15
"Sial! Kenapa hari ini jalanan macet" ketus Sasuke melihat ke arah depan jalan yang penuh dengan mobil-mobil yang berjejer dengan rapihnya di jalan, tapi Sasuke tidak habis fikir akhirnya dia melawan arus agar lebih cepat sampai ke arah tujuannya. Beberapa menit beralu Sasuke masih dengan melawan arus mengikuti mobil yang ada di depannya.
Tapi entah kenapa mobil yang ada di depannya itu seperti oleng karna ban mobil depannya bocor, mobil yang ada di depan Sasuke itu berputar dan menabrak mobil yang dari arus sebaliknya, Sasuke yang melihatnya lalu membanting setir untuk menghindari mobil yang ada di depannya itu. Tapi terlambat karna mobil itu sudah menghantam mobil Sasuke dan menyeret mobil Sasuke dan beberapa mobil di belakangnya sejauh beberapa meter tapi Sasuke masih bisa memegang kendali stirnya dan melepaskan diri dari tabrakan beruntun itu tapi sialnya mobil Sasuke berlaju cepat dan menabak pembatas jalan yang terbuat dari beton di sisi jalan.
-BBBBRRRAAAAKKKKKK tabrakan mobil Sasuke dengan beton sisi jalan itu tidak dapat di hindarkan.
.
.
.
.
.
Seketika sekelebat ingatan Sasuke terlintas dan mengingatkan semua kejadian yang terjadi satu tahun yang lalu.
"Naruto" panggil pelan Sasuke sedih menatap photo yang ada di genggamannya itu, setitik bulir-bulir air pun menetes pelan merembes melewati pipi pucatnya, "Maaf.. Maafkan aku" sesal Sasuke yang sekarang sudah pergi berlari keluar Apartemen.
.
.
.
.
.
Konoha hospital 18.02
"Maaf suster apa Nona itu baik-baik saja?" tanya pemuda bersurai biru cerah kepada seorang wanita pegawai rumah sakit tersebut, wanita yang di tanya itu akhirnya berujar, "Maaf tapi Ia bukan Nona Tuan, Ia pria sama seperti Tuan".
Pemuda yang di panggil Tuan itu hanya bisa diam menatap pasien yang sedang tidur dengan nyamanya di atas ranjang dengan kepala yang terperban, "Masa kritisnya sudah lewat jadi sepertinya anda harus memnghubungi keluarganya dan anda juga harus mengisi beberapa form untuk pasien ini Tuan" kata sang pegawai rumah sakit memberikan selembar kertas
."Setelah selesai di isi anda bisa langsung memberikanya ke bagian administrasi" lanjutnya kemudian meninggalkan pemuda bersurai biru cerah itu di dalam ruangan rumah sakit tersebut.
Pemuda bersurai biru cerah itu hanya diam dan melirik kearah seseorang yang tengah berbaring dengan sangat nyamanya di atas ranjang rumah Sakit tersebut, "Pria?" guamam pemuda bersurai biru cerah itu dengan mata ruby gelapnya masih menatap seseorang yang terbaring itu.
Sang pemuda itu akhirnya mendekati seseorang yang terbaring di ranjang dan menyentuh perlahan pipi tan-nya yang terdapat beberapa tiga garis tipis di sisi-sisi pipi tan- seseorang itu.
"Pria yang sangat cantik, dan biarkanlah aku yang akan menjagamu" pelan tapi pasti kata pemuda itu yang sekarang tengan mencium sekilas bibir seseorang yang tengah terbaring tidak sadarkan diri itu di atas ranjang rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
.
Sebelumnya
Apartemen Konoha 12.56
Sasuke yang sudah mendapatkan ingatannya akhirnya keluar dari Apatemenya dan berlari ke arah parkir, tapi sebelum Sasuke ingin memasuki mobilnya getar ponsel yang ada di sakunya bergetar keras –drrrtttt... dddrrrtttt... ddrrtttttt Sasuke dengan malasnya akhirnya mengambil ponsel dari saku celananya 'ibu' gumannya membaca sebuah nama yang tertera dari ponsel tersebut.
"Ibu ada apa?" tanya Sasuke mengangkat telpon dari ibunya itu, "Sasuke, Apa Naruto bersamamu? Ibu tidak bisa menghubunginya, Menma dari tadi menangis jadi tolong bawa Naruto kesini. Biasanya saat Menma menangis Naruto akan memeluknya dan menenangkannya" suara terdengar dari ponsel Sasuke dan juga terdengar suara tangisan bayi kencang di sana.
"Aku tidak bersama Naruto, tapi aku akan kesana mencoba menenangkan Menma" kata Sasuke sudah memutuskan hubungan telfonnya masuk kedalm mobil dan melaju cepat meningalkan tempat parkir tersebut.
.
.
.
.
Kediaman Uchiha 13.25
"Menma tenanglah! Ayah di sini bersamamu" ucap pelan Sasuke yang tengah mengendong buah hatinya itu untuk menenangkannya, tapi tangisan dari Menma tidak mau berhenti, "Sebenarnya kemana Istrimu itu Sasuke?" tanya Mikoto melihat ke arah Sasuke yang masih sibuk menenangkan Menma, Sasuek yang mendengarnya hanya mengeleng pelan.
.
.
.
Ameterasu corp 15.09
"Maaf apa benar anda Uchiha Fugaku?" tanya seorang petugas berpakaian polisi, sedangkan Fugaku yang di tanya hanya menganguk kecil bingung, "Iya saya sendiri" kata Fugaku tegas dan memperhatikan dua orang petugas kepolisian itu bergatian.
"Begini, Maaf kami baru bisa mengabarkan sekarang karna mobil yang kami temukan itu sudah terbakar hangsus dan kami susah mengidentifikasinya" kata salah satu polisi tadi yang sudah menyerahkah plat nomer mobil di plastik putih transparan yang sudah tidak terlalu terlihat lagi plat nomernya yang sudah berwarna hitam.
"Ini maksudnya apa?" tanya Fugaku penasaran setelah mengambil plat nomer itu, "Itu adalah plat mobil anda. Mobil ada menabrak sebuah pohon di perbatasan Konoha dan Suna dan terbakar habis" kata polisi yang satunya lagi dengan sangat tegas.
Fugaku yang mendengarnya hanya bisa menautkan salah satu alisnya 'Mobilku? Tapi tadi aku kesini naik bus' batin Fugaku, "Mungkin ini ada kesalahan saya tidak- Ahh tunggu sentar!" Fugaku menyuruh polis-polisi itu menunggu dan kemudian mempersilahkan kedua polisi itu duduk di sofa ruang kerjanya yang tidak begitu besar itu.
.
.
.
"Ah mikoto apa mobilku masih ada di rumah?" tanya Fugaku kepada Istrinya di telfon, "Tadi Naruto meminjamnya keluar, tapi sampai saat ini Naruto belum juga kembali. Memangnya ada apa?" setelah menjelaskan akhirnya Mikoto istri dari Fugaku menanyakan kembali.
Fugaku yang mendengarnya tercekat dan menjatuhkan ponselnya, "Loh Fugaku-san.. Fugaku-san!" masih terdengar suara Mikoto memangil-manggil nama Fugaku, Fugaku akhirnya kembali menatap para polisi yang sedang duduk itu. "Apa di dalam mobil itu-" sebelum Fugaku menyelesaikan perkataannya kedua polisi itu mengeleng pelan.
"Di dalam mobil itu tidak di temukan bahwa adanya seseorang di dalamnya" kata salah satu polisi yang sudah berdiri berhadapan dengan Fugaku, Fugaku yang mendengarnya bernafas legas. "Jadi Fugaku-san bisa ikut kami dulu untuk memberikan beberapa laporan" kata polisi yang satunya lagi dan mendapat anggukan kecil dari Fugaku.
.
.
.
.
.
Kediaman Uchiha 19.25
"Apa Menma sudah tertidur Nee-chan?" kata Sasuke menatap Deidara yang baru keluar dari kamar di mana sebelumnya di tempati Naruto dan Menma, Deidara yang mendengarnya hanya menganguk kecil. "Iya Menma sepertinya kelelahan karna menangis, dan sekarang sudah tertidur dengan Yuki yang menemaninya" ucap pelan Deidara pelan dan duduk sofa di sebelah Itachi suaminya.
"Belum ada kabar dari polisikah Ayah?" Sasuke melirik ayahnya yang sedang tertunduk, Fugaku ayah dari Sasuke hanya mengeleng pelan dan Sasuke hanya mendesah panjang.
"Kushina dan Minato-kun juga sama belum bisa menemukan Naruto, mereka sudah mencari ke kemua rumah sakit di Konoha dan Suna tapi hasilnya nihil" wanita bersurai panjang yang di sebelah Fugaku terlihat sedih menatap pesan yang tertera pada ponselnya, sedangkan suaminnya yang ada di sampingnya hanya bisa memeluk istrinya itu agar lebih tenang.
'Naruto sebenarnya kau ada di mana?' batin Sasuke lirih
.
.
.
.
.
Back to Konoha Hospital 18.25
Perlahan tapi pasti akhirnya mata yang tertutup itu membuka tutup dan akhirnya terbuka dengan sempurna, menatap kearah sekeliling yang terlihat asing "Dimana aku?" tanyanya melihat ke arah atasnya, sedang kan pemuda yang ada di sampingnya akhirnya tersenyum melihat seseorang yang tadi di tolongnya itu sudah membuka matanya dan memeperlihatkan iris jernih berwarna biru.
"Kau siapa?" tanya seorang yang tengah berbaring menatap pemuda yang tengah duduk di sisi ranjangnya, "Aku temanmu" kata pemuda itu santai
"Lalu, Aku siapa?"...
TBC
Alurnya maju mundur jadi semoga mengerti yah :)
terima kasih yang udah reviews.
Oh iya sebenernya kemarin mau bikin oneshoot tapi entah kenapa jadi ngak jadi
soalnya nanti narunya bakal meninggal dan sasunya jadi setres.. haha jadi mending di bikin berchap aja
hehehe...
Next chap? sesuai Peminat..
