|Warning|
Shonen Ai|KyuMin|Chapter|Roman|Drama|Ahra|AU
.
.Start.
.
Masih teringat dengan sangat jelas dalam ingatan Kyuhyun. Pertemuan pertamanya dengan Sungmin. Bukan pertemuannya dengan Sungmin dalam kutip bersama kakaknya. Jauh.. jauh sebelum itu. Kyuhyun memejamkan kedua matanya mencoba mengingat. Bagaimana kejadian itu berjalan bertahap dan kini berputar dalam pikirannya.
" aku tahu. "
Dua kata yang di ucapkan Sungmin berhasil membawa Kyuhyun kembali dari pikirannya. Kyuhyun membuka matanya dan menatap Sungmin yang menatap meja. Tak dapat dipungkiri, tak hanya ia yang sedang larut dalam pikiran, Sungmin pun demikian.
"aku tahu, nama korea Kui Xian adalah Kyuhyun begitu juga sebaliknya. aku baru saja mengetahuinya setelah kedua mataku dapat melihat lagi, dan menyadari dia telah hilang. ketika Ahra mengenalkanmu, aku …"
Sungmin menunduk dan mengigit bibir bawahnya keras.
Kyuhyun yang melihat hal itu hanya menekuk keningnya menunggu.
" .. aku mengingatmu. Aku mengingatmu bahkan sebelum aku tak bisa melihat, " Degg
Kyuhyun benar-benar tertohok. Ia ingat pembicaraan dengan kakaknya Ahra dan sebuah foto yang ditunjukkannya. Dipejamkan kedua matanya lagi dengan erat dan rapat, hingga Kyuhyun merasa keyakinannya terkumpul, dan dapat kembali menatap Sungmin yang tetap menunduk masih sama seperti posisi sebelumnya.
Dicobanya kembali meneruskan makannya yang tertunda.
Sungmin yang mendengar denting alat makan yang beradu, mengangkat wajahnya dan menemukan Kyuhyun yang tengah sibuk makan. Ada perasaan sedih yang tiba-tiba terselip dihatinya, melihat reaksi Kyuhyun. Ditelannya susah payah ludahnya dan mencoba melanjutkan makannya dalam keheningan.
" lalu .. " Kyuhyun menelan ludahnya.
Ia tengah berusaha menyusun kalimat yang terurai dipikirannya.
" .. apa kau mengenalku saat itu ?, " lanjut Kyuhyun.
Sungmin mendongak kembali menatap Kyuhyun yang tak melihatnya lagi. Ia kembali menunduk dan menggeleng.
" tidak, yang aku tahu hanya sosokmu. Jangankan suaramu bahkan namamu saja aku tidak tahu saat itu. "
Kyuhyun terperangah mendengar penuturan jujur Sungmin. Yang dikatakan kakaknya dan pengakuan Sungmin saat ini tak jauh berbeda, bahkan jalan kisahnya sama.
" kenapa tak mencoba mengenalku saat itu, menyapaku misalnya. "
Sungmin menatap Kyuhyun yang juga menatapnya.
" aku takut terbuai dan melupakan banyak hal, aku terlalu sibuk dengan penglihatanku yang memburuk, jadi aku lebih menfokuskan pada mengingat, " terang Sungmin.
Kyuhyun hampir tak bisa berkata apa-apa lagi. Semuanya sudah terjawab, mungkin tinggal sebuah pengakuan. Tapi apa yang diharapkannya setelah itu. Kyuhyun takut membayangkan apapun.
Dilain sisi, pikiran Sungmin tak kalah berkecambuk. karena baginya, semua itu terlalu memusingkan untuk difokuskan dalam sebuah kesimpulan. Tapi ia ingat satu hal lagi. Hal yang ingin disampaikannya pada Kyuhyun.
" Kyuhyun, " panggilnya
Panggilan itu berhasil membuatnya mendapatkan perhatihan Kyuhyun penuh.
" aku berencana tidak tinggal disini lagi, aku sudah mengatakan keinginanku pada Ahra sebelum ia berangkat, " ucap Sungmin lancar.
" memang kau mau tinggal dimana ?. "
" aku akan kembali ke kampus. Mungkin tinggal diasrama, karena aku masih dibutuhkan disana untuk membantu. "
Kyuhyun berusaha tenang mendengarkan penuturan Sungmin tentang keinginannya.
" apa yang dikatakan kakakku tentang keinginanmu itu. "
Sungmin tak bisa menjawabnya, karena kenyataannya Ahra bahkan bersi keras agar Sungmin tetap disini.
" lalu soal kau menjadi tutorku, apa sampai seperti ini saja. "
Sungmin menelan ludahnya. Dari tuntutan pertanyaan Kyuhyun, Sungmin dapat melihat kesamaan dari Cho bersaudara ini.
" kau tidak membutuhkanku Kyuhyun. "
Kyuhyun sontak mendengus mendengar alasan Sungmin.
" aku tak punya alasan tetap tinggal disini, apalagi menjadi tutormu. Menjadi tutormu pun, paling aku hanya bisa mengajari hal tidak berguna seperti bermusik, memainkan alat musik atau mendengarkan musik klasik. Aku tahu kau orang yang sibuk, dan aku tak ingin mengganggu dengan hal-hal remeh seperti itu. "
Kyuhyun makin mencengkram erat taplak meja yang menjuntai, mendengar semua penuturan Sungmin.
" kau seorang pembohong yang buruk Lee Sungmin. "
Dikatai begitu oleh Kyuhyun, Sungmin hanya dapat mengernyitkan dahinya.
" ternyata selama ini semuanya hanya basa-basimu. Aku baru tahu. "
Kyuhyun mengatakannya dengan sangat tajam.
Sungmin tahu, sekarang ia merasa benar-benar sangat mengecewakan. Belum lagi alasan panjang lebarnya, seperti seseorang yang datang untuk melihat, lalu pergi seperti orang yang tengah lewat begitu saja, entah dalam sapaan ringan dan klise ataupun cuma sambil lalu. Tak dapat dipungkiri pula, Sungmin merasa sedih kali ini.
" hanya ini yang ingin aku katakan. Selebihnya hanya tinggal berkemas. "
Sungmin berusaha membuat dirinya sendiri tenang, meski detak jantungnya berdetak kacau tak karuan.
" aku benar-benar minta maaf padamu Kyuhyun. "
Sungmin mengakhiri katanya. Ia langsung berdiri dari duduknya dan rasa pusing juga mual menyergap seketika. Ia luar biasa panik dan mencengkram taplak meja, hingga tak memikirkan gelas minumnya ikut bergerak lalu terjatuh dan pecah.
Kyuhyun dengan sigap menghampirinya, menumpukkan tubuhnya menjadi sandaran punggung Sungmin, memegangi kedua siku tangannya yang masih mencengkram taplak meja juga pinggiran meja dengan kuat.
" Sungmin, " Nyuut.
Pandangan Sungmin menggelap seketika. Suara Kyuhyun yang memanggil namanya membuat kepalanya makin berdenyut sakit. Tangannya terlepas dari menggenggam pinggiran meja berganti mencengkram kepala kirinya kuat.
Kyuhyun berusaha melepas tangan kanan Sungmin yang masih mencengkram taplak meja agar tak membuat benda-benda lain diatas meja bergerak dan jatuh. Tangan kanan Sungmin terlepas dari taplak meja namun langsung ikut mencengkram kepala sebelah kanannya, seperti meremas dan menjambak.
" Uggh. "
" Sungmin.. Sungmin. "
Kini Kyuhyun menghentikan Sungmin dengan memegang kedua pergelangan tangannya kuat. Bila dibiarkan mungkin akan semakin menyakiti kepalanya.
" gelap sekali. Ahra bilang hanya sementara kenapa rasanya lama sekali, " rintih Sungmin.
Kyuhyun memutar tubuh Sungmin agar menghadapnya dan memegang kedua bahu Sungmin erat.
" tenanglah.. pejamkan matamu. Kau hanya panik. "
Kyuhyun berusaha menenangkan, meski terlihat dengan jelas dari raut wajah Sungmin yang pias dan pucat. Sungmin menuruti perintah Kyuhyun untuk memejamkan mata, reflek dipegangnya dengan kuat kedua siku tangan Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun memindahkan genggamannya dan berganti menangkup wajah Sungmin dengan kedua tangannya. Dipandangnya sejenak wajah Sungmin, dirasakannya ada gemetar-gemetar halus dari tubuh Sungmin.
" aku takut Kyuhyun, bagaimana kalau aku tidak bisa melihat lagi. Bagaimana kalau sekalipun aku sudah membuka mataku dan tak ada perubahan apapun. Semuanya menjadi gelap. Aku takut sekali, " cicit Sungmin yang menahan air matanya, yang kini tengah mengalir membasahi pipinya dari kedua matanya yang masih setia ia pejamkan.
Kyuhyun menyatukan dahinya dan dahi Sungmin, ditatapnya Sungmin lekat-lekat yang sama sekali tak berjarak darinya.
" percaya padaku. Tak perlu takut. Itu hanya kekhawatiranmu. Ini hanya sementara Sungmin. Tunggu hingga darahmu mengalir kekepala, dan semuanya akan baik-baik saja. "
Kyuhyun mengucapkannya sambil mengusap kedua pipi Sungmin yang basah dengan kedua ibu jarinya. Dipanggil-panggilnya berulang nama Sungmin menenangkannya.
" Sungmin… Sungmin… Sungmin. "
Kyuhyun ikut memejamkan matanya menunggu.
Panggilan itu. suara baritone khas yang tak akan bisa dilupakan oleh Sungmin kapanpun, kegelapan dengan suara yang terus menerus memanggil namanya, seolah menggantikan cahaya dari penglihatannya. Kedua siku tangan yang menjadi pegangannya, dan tumpuan dari ketakutannya melangkah maupun terjatuh. Kedua lengan yang melindunginya. Dahi yang menenangkan pikirannya, dan … terpaan nafas hangat yang membuat debaran jantungnya…Degg
Nafas Sungmin tercekat sebentar, hingga kemudian dengan keberaniannya, perlahan ia membuka matanya dan menemukan silau menyergap dan sebuah paras wajah dengan kedua mata terpejam tak berjarak dihadapannya. Kedua tangan Sungmin melemas.
Kyuhyun yang menyadari pegangan Sungmin yang perlahan terlepas, membuka matanya dan menemukan Sungmin menatapnya. Kyuhyun menarik wajahnya dan balas menatap Sungmin dari jarak aman, memperhatikan ekspresi Sungmin dengan seksama.
" bagaimana ? apakah masih pusing ?. "
Sungmin tak menjawab pertanyaan Kyuhyun, yang dilakukannya hanya menabrakkan dirinya dan memeluk Kyuhyun erat, menyembunyikan wajahnya didada Kyuhyun. Kyuhyun terkejut hingga mundur beberapa langkah dari tempatnya, mendapati reaksi tak terduga Sungmin.
Kyuhyun menghela nafas beratnya.
" syukurlah kau baik-baik saja. "
Kyuhyun bermaksud melepaskan pelukan dan menjauhkan tubuh Sungmin darinya, saat dirasakannya pelukan Sungmin melonggar sendirinya. Kini Sungmin tengah menyentuh wajahnya dan mencoba merasakannya dengan jari-jari dan telapak tangannya. Kyuhyun segera mencegah dengan mencengkram pergelangan tangan kanan Sungmin dan menatapnya tajam.
" tolong.. biarkan aku melakukannya. Aku hanya ingin memastikan mu Kyuhyun, "
Pinta Sungmin memohon.
Kyuhyun mendengus remeh.
" tidak, pada orang yang akan segera meninggalkanku. "
Sungmin lemas mendengarnya. Tangan kirinya terulur untuk mencengkram kemeja Kyuhyun dibagian dadanya dan menunduk sedih. Menyembunyikan ketakutannya.
" kenapa kau seperti ini. Aku sudah menemukanmu … apa menurutmu ini semua tetap adil. Aku mencarimu selama ini dan kenapa sikapmu seperti ini. Apa lagi.. apalagi Kyuhyun. Aku mohon.. berhentilah menganggap seolah olah aku orang asing dan kau tak mengenalku. "
Jeritan Sungmin membuat semua persendian pada tubuh Kyuhyun lemas. Perlahan Kyuhyun melepaskan pergelangan tangan kanan dan cengkraman tangan kiri Sungmin pada kemeja bergarisnya. Didorongnya perlahan tubuh Sungmin dan Kyuhyun sendiri berjalan mundur agak menjauh. Dipandangnya Sungmin yang masih menunduk dihadapannya setengah menenangkan detak jantungnya sendiri.
" pergilah kekamarmu dan istirahat, aku juga akan kembali. "
Kyuhyun berbalik dan melangkah pergi, dalam langkahnya Kyuhyun terpejam sakit dan menggigit bibir bawahnya nyeri. Selalu seperti ini, Kyuhyun terlalu pengecut untuk mendapatkan apa yang di inginkan, sekalipun sudah berada dalam jangkauan rengkuhannya sekalipun.
" tidak .., " lirih Sungmin.
Kyuhyun masih mendengarnya sekalipun jaraknya tak lagi terbilang dekat dengan Sungmin.
" tidak karena kau adalah Kyuhyun-ku. "
Kata-kata Sungmin sukses membuat Kyuhyun yang sudah akan mencapai ambang pintu antara lorong dan ruang makan pun berbalik sambil menekuk dahinya. Tak mempercayai apa yang di ucapkan Sungmin barusan.
" Sungmin, bisakah kau berhenti bicara. Kenapa kau terus mengatakan hal yang tidak aku mengerti, apa yang membuatmu seyakin itu bahwa aku Kyuhyun-mu. "
Kyuhyun hampir berteriak balik saat ditemukannya Sungmin menatapnya tanpa keraguan.
" karena kau… "
Sungmin mengatakannya dan menatap Kyuhyun yang juga menatapnya.
" .. karena kau mencintaiku Kyuhyun. "
Sungmin mengingatnya. Dalam kegelapan dan hanya sebuah suara baritone yang menenangkan memanggil namanya berulang-ulang, sarat dengan hasrat, kejujuran dan ketulusan. Bahkan kata-kata pengingat yang diam-diam dibisikkan Kyuhyun seperti ' temukan aku ' menjadi sebuah hal yang akan otomatis dilakukannya kala ia sembuh nanti. Dan tidak lupa sebuah kata kunci yang pada akhirnya diingat Sungmin dengan penuh perjuangan.
' aku mencintaimu, Sungmin '
Kyuhyun menerjang Sungmin, bukan memeluknya namun mencengkram kedua siku tangan Sungmin dan menatapnya tajam. Nafas Kyuhyun memburu seolah udara menipis disekitarnya.
Perlahan Kyuhyun menarik Sungmin semakin mendekat padanya. Dipeluknya erat tubuh Sungmin, yang kemudian terasa begitu bergetar dengan hebat membalas pelukannya.
Didengarnya Sungmin bergumam. Kyuhyun menarik pelukan Sungmin dan membungkuk menyamakan wajahnya sejajar. Dilihatnya air mata yang begitu deras mengalir dikedua pipi Sungmin. Mata yang terpejam dan bibir bergetar.
" apa dengan begini, apa aku sudah bisa memilikimu ?. "
Kyuhyun tertegun mendengarnya.
" kau tidak mempercayainya ?. "
Kyuhyun menjawab dengan kembali bertanya, menghasilkan kedua mata Sungmin yang mengerjab ketakutan. Namun perlahan terbelalak tak percaya. Ketika nafas Kyuhyun begitu dekat. Hidung mereka bersentuhan, Kyuhyun mengklaim bibirnya, meraupnya, melumatnya. Hingga yang dirasakan Sungmin hanya limpahan rasa cinta Kyuhyun padanya.
Oo Kamuflase oO
" ya memang seperti itu Min, Kyuhyun mengendalikan perusahaan dirumah. Ia mengetahui semua yang terjadi disana hanya dengan beberapa PC, dikamar disebelah kamarnya sendiri. Selain itu juga dengan telpon dan media lain. Kau tau sendiri betapa majunya teknologi jaman sekarang, awalnya aku tidak percaya, karena yang aku tahu dulu itu, Kyuhyun tahunya cuma bermain game. Yaah.. aku bersyukur sekarang karena tidak sia-sia ayah melimpahkan perusahaan padanya. Karena memang dilaksanakannya dengan baik hingga sekarang, " terang Ahra panjang lebar.
Sungmin mengangguk angguk mengerti dengan penjelasan Ahra.
" kapan hari aku melihat ada beberapa orang yang datang, sepertinya orang-orang dari perusahaan. Langsung bertemu Kyuhyun, dan sepertinya mereka sedang rapat diruang makan " jelas Sungmin.
" .. dan sepertinya Kyuhyun marah-marah besar. Aku mendengar beberapa orang meminta maaf dan Kyuhyun bolak balik kamarnya dan menelepon, " lanjut Sungmin.
" hem… sepertinya orang-orang lama diperusahaan sedikit berulah. Hal seperti itu wajar, pasti ada yang merasa terdeskriminasi memiliki CEO yang masih sangat muda, belum lagi Kyuhyun tak pernah keperusahaan sama sekali selain hanya bertemu konsultan asing atau hal-hal lain yang menurutnya penting. Padahal tanpa keperusahaan pun, Kyuhyun tau semua yang terjadi disana. " Sungmin mengangguk anggukan kepalanya mendengarkan Ahra dari telepon.
" oya Min, apa kau masih tetap dengan keinginanmu. Aku masih berharap kau masih mau tinggal disana. " ungkap Ahra jujur atas keinginannya.
Sungmin tersenyum.
" tentu saja, bahkan aku sudah berkemas. Nanti aku akan mulai memesan tiket kereta dan menelepon taksi. Aku sangat berterima kasih atas kebaikanmu selama ini Ahra, terima kasih karena kau telah mengajakku tinggal dirumah ini, " ungkap Sungmin jujur.
" begini Min, aku mau minta tolong padamu. Sepertinya Kyuhyun mengalami sedikit masalah pada perusahaan karena orang-orang yang sudah lama itu. Aku ingin kau menemaninya. Aku juga tau kalau selama ini Kyuhyun juga sendirian dan bahkan bisa mengatasinya tanpa bantuan siapapun hanya saja aku mengkhawatirkannya. "
Ada nada ragu yang tersirat dari suara Ahra yang didengar oleh Sungmin. Tapi Sungmin mendengarnya dengan lapang dan bijak.
" aku minta maaf Ahra, bahkan untuk mempertimbangkan permohonanmu aku tidak bisa, "
Tolak Sungmin halus.
" ooh begitu. Baiklah.. kalau aku berkunjung aku akan mengabarimu. Hati-hati dengan perjalananmu nanti. "
Suara Ahra terdengar lesu, namun segera kembali dengan kalimat terakhirnya.
" terima kasih, "
Ucap Sungmin mengakhiri.
Oo Kamuflase oO
" jadi hanya ini yang kalian inginkan, aku sudah mengupayakan yang terbaik dan yang paling mudah bahkan terlalu gampang dipraktekkan maupun digunakan. Aku tidak ingin sampai menyalahkan gara-gara SDM yang ada. Sebenarnya apa yang kalian lakukan dengan ruang lingkup yang luas dibandingkan hanya dengan pengawasan jarak jauh yang kulakukan. Aku sudah bilang, bila ada yang kurang mengerti untuk segera melaporkannya padaku. Sudah berkali kali kuingatkan untuk mengirimkan laporannya dengan media apapun, bahkan mengantarkannya sendiri kekediamanku sekalipun. Aku bahkan mentolerir keterlambatan, "
Kyuhyun mencecar dan nampak tidak sabaran. Meski begitu Kyuhyun masih mendengarkan penjelasan seseorang disana melalui telepon.
" satu bulan. Aku akan menunggu selama itu. Tolerir sekali lagi hanya akan membuat pemakluman dan akhirnya semua tugas terbengkalai. Selama itu aku sendiri yang akan mengawasi perusahaan, " putus Kyuhyun setengah membanting telepon.
Nafasnya memburu dan ada urat-urat kekesalan yang timbul dipelipisnya. Belum pernah sejengkel ini Kyuhyun dalam menangani perusahaan yang diberikan ayahnya. Jangan salahkan atau mengira-ngira Kyuhyun lalai. Tapi para pegawai yang merasa bisa se enaknya saja selama ia mengawasi dirumah.
Kyuhyun membaringkan diri disofa panjang dengan menutup kedua mata dengan lengan kanannya. Menghembuskan nafas berkali-kali berharap kekesalannya pergi bersama nafas beratnya.
Trakk
Kyuhyun terkejut dan menyingkirkan tangannya. Ia bangun dari tidurannya, menoleh kebelakang dimana ia menemukan Sungmin tengah terkejut ditempatnya, berdiri sambil membawa sesuatu.
" aku minta maaf, aku tidak bermaksud mengganggumu. "
Sungmin membungkuk berkali-berkali.
Kyuhyun menganggapnya angin lalu, dan lebih memilih kembali berbaring.
" kemarilah, " ujar Kyuhyun parau.
Sungmin menghampiri Kyuhyun dan memilih duduk disebrang sofa menghadap Kyuhyun berbaring. Perlahan lahan Sungmin meletakkan apa yang dibawa diatas meja.
" aku membawa orgelmu yang sudah aku pasang pemutar musik didalamnya. Kau mau mendengarnya ?. "
" nyalakan saja. "
Kyuhyun membenarkan posisi berbaringnya agar lebih nyaman sambil memejamkan mata.
Mendengarkan orgel itu sampai habis.
" aku memberikannya lagi padamu, " ungkap Sungmin.
Namun Kyuhyun masih bergeming ditempatnya.
" bawa saja, ambil lah, " putus Kyuhyun.
" kupikir, kau akan membutuhkannya nanti, "
Sungmin mengutarakannya dengan ragu, memikirkan bahwa ia akan segera meninggalkan rumah ini, meninggalkan Kyuhyun sendiri.
Kyuhyun bangun dan memposisikan dirinya duduk dengan nyaman menghadap Sungmin.
" tidak, bawa saja. Aku membutuhkan lebih dari sekedar itu. "
Tunjuk Kyuhyun pada orgel itu. Sungmin tak mengerti dengan maksud Kyuhyun.
" Min.. bisakah kau ikut bersamaku ?. "
Sungmin makin menatap Kyuhyun tak mengerti.
" aku sudah berkemas dan rencanaku besok …, "
" dengarkan aku, " potong Kyuhyun.
" aku.. "
ada raut cemas yang nampak diwajah Kyuhyun, juga terjadi pada Sungmin yang menunggu lanjutan dengan penuh kegugupan.
" aku tidak bermaksud menahanmu, tapi.. aku membutuhkanmu. "
Sungmin pias detik itu juga, bingung harus bersikap seperti apa sekarang dihadapan Kyuhyun yang menatapnya.
Kyuhyun sendiri ragu, namun sambil menunggu apapun jawaban yang akan dikatakan Sungmin. Tangannya terulur untuk melihat orgel yang ada diatas meja, namun belum sempat menyentuh orgel itu, gerakannya terinterupsi oleh genggaman tangan Sungmin pada tangannya.
Kyuhyun mendongak menatap Sungmin.
" aku minta maaf .." Degg
Kyuhyun hampir menarik tangannya dari genggaman Sungmin namun Sungmin bersi kukuh menahannya bahkan menggenggamnya erat dengan kedua tangannya, menyadari perubahan tidak hanya dari ekspresi Kyuhyun atas jawabannya.
" sampaikan permintaan maafku pada Ahra, aku akan ikut denganmu Kyuhyun. "
Debaran jantung Kyuhyun bergerak kacau dan takut sekaligus lega mendengar jawaban Sungmin, tangannya reflek menggenggam balik tangan Sungmin yang menggenggamnya.
Oo Kamuflase oO
" Kyuhyun. "
" Ya.. "
" semalam aku bermimpi. "
Kyuhyun masih diam mendengarkan sang kakak bicara, walau sebenarnya antara menggubris dan tidak.
" lanjutkan aku mendengarkan. "
" aku bermimpi memergokimu bercumbu dengan Sungmin. "
Tatapan Kyuhyun berubah melebar. Untung ia tidak tengah makan maupun minum, hanya berdiri dengan gagang telepon ditangan kirinya. Kyuhyun berusaha tenang menanggapi kata-kata kakaknya. Dihelanya nafas sejenak.
" lalu ?. "
" sebenarnya banyak sekali yang kulihat, aku melihatmu tiba-tiba berjalan cepat menerjang Sungmin lalu menciumnya, mencumbunya di ruang kolong dibawah tangga. Dibalik pintu kerjamu dan.. "
Ahra menjeda sambil mengingat.
" apa kau sedang mengingau kak, kau tahu ini jam berapa ?. "
" aku tahu, tiga puluh menit lagi subuh, " Ahra mengatakannya dengan kesal.
" pagi ini aku akan mengirim dokter kerumahmu, sebaiknya kau tunggu. "
" untuk apa ? aku tidak sakit. "
" yang tahu kau sakit atau tidak tentu saja dokter, tenang saja hanya pikiranmu saja kak yang diperiksa. "
" Ya! Dasar adik kurang ajar. Awas saja nanti. "
Tut tut tut
Kyuhyun memandangi gagang telponnya, tentu saja karena kakaknya memutus panggilan itu begitu saja.
.
.
Sungmin terbangun karena mendengar kegaduhan-kegaduhan kecil namun berulang, ia bangun dan duduk diranjang. Perlahan terdengar derap langkah teratur kemudian berhenti.
" Kau sudah bangun ?. "
Suara itu membuat Sungmin menatap kearah seseorang yang tengah mondar-mandir menatap jam di dinding dan cermin besar disana. Menemukan Kyuhyun dengan rapi memakai kemeja dan celana berwarna hitam, berdiri didepan cermin lemari sibuk memakai dasinya yang juga lagi-lagi berwarna hitam.
Sungmin beranjak dan mengancingkan kancing piyamanya dengan benar, berjalan mendekati Kyuhyun di iringi kekehannya.
" kalau aku boleh tau, kau mau pergi kemana ?. "
Kyuhyun mendapati Sungmin mendekatinya dari refleksi cermin, lantas berbalik dengan senyum mengembang.
" aku akan kekantor, mungkin hanya beberapa jam. Marah-marah sebentar dan pulang, "
Ujar Kyuhyun tanpa beban.
Sungmin tertawa lucu mendengarnya, lalu mengambil alih dasi yang dipegang Kyuhyun, yang sedari tadi hanya ditarik panjang kekanan atau yang kekiri.
" kupikir kau akan pergi kepemakaman. Apa kau tak punya warna kemeja yang lain ?. "
Kyuhyun nampak berpikir sambil memegangi pinggang Sungmin dengan kedua tangannya, tidak berusaha membuatnya mendekat atau sekedar memijat bahkan meremasnya seperti yang biasanya ia lakukan.
" aku tidak ingin terlihat mencolok. "
Terlihat sekali Kyuhyun menjawabnya dengan asal.
" justru mencolok, kau pikir ini malam hari. "
Kyuhyun hanya mengangkat bahunya, tak ingin membalas ucapan Sungmin. Lebih memilih fokus menikmati Sungmin yang sedang membantunya memasangkan dasi dilehernya.
Sungmin merasakan tangan Kyuhyun yang perlahan tapi pasti semakin turun dari pinggangnya, dahi Sungmin tertekuk otomatis dan reflek menarik dasi Kyuhyun hingga Kyuhyun menunduk kearahnya, terlihat tercekik. Kyuhyun sontak terbatuk.
" uhuk… apa yang kau lakukan Min. kau ingin membunuhku. "
Kyuhyun berpura-pura melebarkan matanya pertanda marah. Sungmin membalas dengan merengut kesal.
" Kau selalu seperti ini, " gerutu Sungmin.
Kyuhyun tersenyum, ditangkupnya wajah Sungmin dengan kedua tangannya lalu diklaimnya bibir Sungmin cepat dan menuntut. Hingga benang saliva tercipta dan wajah Sungmin merona.
" apa sepertinya aku tidak usah saja pergi kekantor ya !. "
Kata-kata Kyuhyun sontak membuat Sungmin mendorong Kyuhyun dan membuatnya menjauh darinya. Reaksi Sungmin malah makin membuat Kyuhyun tertawa. Digenggamnya pergelangan tangan kanan Sungmin dan diraihnya jas hitamnya di atas kursi. Kyuhyun membawa Sungmin hingga kedepan pintu. Sesampainya, genggaman itu terlepas berganti Sungmin yang membantu memakaikan jas Kyuhyun. Kyuhyun mengambil sepatunya dan memakainya. Sesudahnya ditatapnya Sungmin dengan senyum.
" baiklah-baiklah, semakin tertunda. Kau juga tidak akan beranjak pergi kekantor "
Sungmin menggeleng dan mengulum senyumnya.
Merengkuh Kyuhyun, melingkarkan kedua lengannya dan menciumnya dalam. Kyuhyun membalasnya dengan mengeratkan pelukannya pada tubuh Sungmin. Hingga disadarinya tangan Sungmin semakin bermain di rambutnya bahkan setengah meremasnya lembut. Kyuhyun lantas melepas paksa ciuman dan pelukannya. Sungmin pun cukup terkejut dan memandang Kyuhyun bingung.
" tidak-tidak. Cukup aku yang selalu memulai, tidak dengan kau yang mulai Min. bisa-bisa tidak ada kata dilanjutkan nanti. Kalau aku sudah ingin mengatakan ' aku ingin sekarang ', "
Tegas Kyuhyun.
Sungmin mengerti dengan maksud Kyuhyun dan ia merasa malu dan canggung luar biasa.
" sudah-sudah sana pergi. Kalau bisa yang lama. Jangan cepat-cepat pulang, kau selalu menggodaku, "
Cecar Sungmin yang akan langsung berbalik pergi meninggalkan Kyuhyun.
" tunggu sebentar, bacalah ini lalu pikirkan baik-baik sampai aku datang nanti. "
Kyuhyun menyerahkan sebuah amplop yang langsung diterima Sungmin.
" apa ini ?.
Sungmin lantas membukanya, ia menarik sebuah kertas didalamnya bersamaan sebuah benda keluar dari sana terjatuh dan menggelinding dibawah kakinya.
" kau maukan menjadi bagian dari keluargaku ?. "
Sungmin diam ditempatnya, saat perlahan ditatapnya wajah Kyuhyun dengan pandangan mengabur.
" maaf, kau pasti terkejut. Tapi aku memang sudah memikirkannya sejak lama. "
Air mata Sungmin sudah mengalir tak terbendung, ketika Kyuhyun membungkuk dan mengambil benda dibawah kaki Sungmin, sebuah cincin. Kyuhyun meraih tangan kanan Sungmin dan menyematkan cincin perak dengan ukiran namanya disana.
" baiklah aku pergi, pikirkan ya. Berikan aku jawaban ketika aku pulang nanti. "
Kyuhyun menangkupkan tangannya dipipi kanan Sungmin dan mengelusnya, kemudian beranjak untuk memutar kenop pintu. Sungmin kembali menatap dalam, kertas ditangannya yang tidak lain adalah marriage paper. Ia segera mendongak dan menerjang punggung Kyuhyun memeluknya dengan erat. Kyuhyun terkejut dan perlahan membalikkan tubuhnya, menangkup wajah Sungmin yang masih penuh dengan derai air mata.
" saat kau bilang bahwa aku sudah bisa memilikimu. Ini … ini .. lebih dari yang .. "
Sungmin tak melanjutkannya, karena Kyuhyun melanjutkannya dalam ciuman panjangnya melupakan niatnya pergi. Baginya, meyakinkan Sungminnya adalah yang terpenting.
" sekarang, biarkan aku yang mengatakannya. Biarkan aku memilikimu Min. "
Sungmin berjinjit, saat Kyuhyun semakin memeluknya erat dan memperdalam ciuman mereka.
Ciuman yang entah sudah berapa kali, menjadi penutup awal membuka kisah mereka yang lain. Dimana hanya ada Kyuhyun dan Sungmin disana.
.
.
.End.
.
.
AN :
Terima kasih yang sudah mau menunggu kelanjutannya. Maafkan juga atas kelamaan saya.
Untuk para pembaca, yang memberikan komen, saran serta yang menfollow cerita serta akun ini. Bahkan ada yang memfav juga, Saya benar-benar sangat-sangat berterima kasih, atas keluangan waktu membaca dan perhatiannya. Sampai jumpa. Pai pai # bow ®Gerr®
