AHAAAAAYYYYY...

Akhirnya Chapter 2 selesai...

Sekarang saya kebut nih... Langsung update chapter 2, 3, dan 4...

Ini dia... Silahkan dinikmati...

DISCLAIMER : Angel Beats! punya om Jun-san... fic ini punya saya...

WARNING : TYPO, OC, OOC, EYD gak bener, dll.

One Year With Onii-chan

Chapter 2 : Reunion (part 1)

Kanade menatap kakaknya dengan rasa yang bercampur-campur antara bahagia, terharu, dan bingung. Tanpa pikir panjang, Kanade langsung memeluk kakak tercintanya itu dan dibalas oleh kakaknya. Kakaknya juga senang karena bisa menyelesaikan study bandingnya di London dan bertemu dengan adiknya yang tercinta ini.

"Onii-chan. Aku rindu denganmu, onii-chan." ucap Kanade dengan nada lembut

"Aku juga merindukanmu, Kanade" balas sang kakak

"Oh ya, Onii-chan. Sejak kapan kau ada di rumah?" tanya Kanade

"Sejak tadi siang" balas Kenji

Flashback

Kenji sedang berada di depan pintu berwarna putih dari rumah seorang bermarga Tachibana. Dia menekan tombol bel yang ada di samping pintu. Tak berapa lama, pintu terbuka oleh wanita paruh baya yang tak lain adalah sang ibu.

"Tadaima, Kaa-san" salamnya

"Okaeri" balas sang ibu.

"Kau sudah menyelesaikan sekolahmu di sana?" tanya sang ibu.

"Yah.. Seperti yang kau lihat, Kaa-san" balasnya.

"Souka.. Ayo masuk, kau pasti lelah kan menempuh perjalanan jauhmu dari London" ajak sang ibu.

Kenji pun memasuki rumah yang sudah lama tak ia tinggali untuk mencari ilmu di salah satu negeri sepakbola itu. Padahal baru 1 tahun, tapi rasanya sudah rindu sekali dengan rumah.

"Karena kau sudah kembali, ibu akan membuatkan makanan kesukaanmu. Ibu akan ke supermarket sebentar untuk membeli bahannya. Jika kau ingin berkeliling, jangan lupa tutup pintunya ya.. Kau kan kebiasaan kalau di rumah sendirian. Saat kau kecil kau selalu pergi tanpa menutup pintu" seru sang ibu.

"Kaa-san.. Aku bukan anak kecil lagi. Aku sudah berumur 18 tahun, Kaa-san. Aku sudah membuang kebiasaan ku itu" balas Kenji dengan rasa tersinggung.

Sang ibu hanya bisa tersenyum mendengar perkataan anaknya yang pertama ini. Lalu sang ibu pun pergi meninggalkan Kenji sendirian dirumah. Kenji sendiri pun berjalan menuju kamarnya di lantai 2 rumah itu. Saat Kenji masuk ke kamar tercintanya ini, dia terpaku akan keadaan kamarnya yang masih terbilang rapi ini. Pikirannya bercampur antara senang dan bingung. Siapa yang tidak bingung, kalau kau melihat keadaan kamarmu ini masih terbilang rapi, padalah kau sudah tidak disana selama 1 tahun. Ketika dia tersadar dari keterpakuannya, dia segera merapikan barang bawaannya, dan memasukan pakaian yang kotor kedalam mesin cuci.

Dia pun menuju ke ruang tengah untuk menonton televisi. Jam menunjukan pukul 02.00. Dia pun mencari channel televisi yang bagus, tapi sayangnya nihil. Karena bosan menonton televisi, akhirnya dia membaca manga kesukaannya di ruang tengah sambil mendengar lagu dari earphone-nya.

Flashback End

"Souka.. Lalu, Kaa-san kemana? Sepertinya daritadi aku tidak melihatnya" tanya Kanade.

"Kaa-san sedang ke supermarket, mungkin sebentar lagi dia pulang" jawab sang kakak.

"Tadaima..." seru sang ibu.

"Okaeri, Kaa-san..." balas mereka berdua.

"Wah.. Kau sudah pulang Kanade? Tumben sekali kau pulang cepat hari ini. Memangnya tidak latihan untuk festival sekolah nanti?" tanya sang ibu pada Kanade.

"Aku memang latihan, tapi tadi Hisako tidak ikut latihan karena sakit. Karena itu, Iwasawa mempercepat latihan kami untuk menjenguknya" jawab Kanade.

"Souka.. Oh iya, karena kakakmu sudah kembali dari London, ibu akan memasak Takoyaki dan Mobu Tofu" seru sang ibu.

"Hah? Hontouni? Yay... Sudah lama aku tidak merasakan masakan Jepang.." seru Kenji dengan riang.

"Memangnya Onii-chan tidak pernah makan masakan Jepang di sana?" tanya sang adik.

"Ya.. Aku disana tidak bisa menemukan tempat makan masakan Jepang. Sekalipun ketemu, harga makanannya lebih dari jangkauan kondisi keuanganku" jelas Kenji.

Kanade yang mendengarnya terkikik geli. Kenji yang melihat adiknya seperti sedang menertawainya memasang muka kesal.

Malamnya, mereka pun mengadakan makan malam dengan menu spesial yang dijanjikan oleh si ibu. Tak lama, masakan pun datang. Semuanya berkumpul di meja makan.

"Oh iya Kaa-san, kapan Tou-san akan pulang?" tanya Kenji.

"Mungkin 2 bulan lagi" jawab sang ibu.

"Souka.." gumam Kenji sambil melanjutkan makannya.

Dan malam itu pun, keluarga Tachibana menghabiskan malam mereka dengan makan malam menu spesial.


Mentari telah bersinar lagi, menunjukan fajar mulai menyingsing. Cahaya bulan yang menerangi malam pun lamban laun hilang. Pagi itu telah menyapa seorang gadis yang masih tidur nyaman di ranjangnya. Tak berapa lama, alarm sang gadis itu pun berbunyi, tanda kalau dia harus bangun. bangun untuk mencari ilmu di sekolahnya.

Kanade membuka matanya melihat jam. Pukul 05.45. Kanade segera keluar kamar dan menuruni tangga.

Kanade melihat ibunya di ruang makan, namun sang kakak tidak terlihat.

"Ohaiyou, sayang..." sapa sang ibu.

"Ohaiyou, kaa-san.. Oh ya kaa-san, onii-chan kemana?" tanya Kanade.

"Kakakmu sedang mandi, mungkin sebentar lagi selesai..." jawab sang ibu.

"Ahhh... Segarnya.. Oh.. Ohaiyou, Kanade" sapa sang kakak yang baru mandi.

"Ohaiyou, onii-chan" balas sang adik.

Kanade pun langsung masuk ke kamar mandi.

15 menit kemudian

Kanade keluar dari kamar mandi dan segera menaiki tangga dan masuk ke kamar untuk menggenakan seragam sekolahnya. Setelah berseragam dengan rapi, ia pun turun untuk sarapan bersama sang kakak yang sedari tadi sedang sarapan.

Setelah sarapan, kedua saudara kandung itu berpamitan dan menuju halte bus tempat biasa Kanade menunggu bus ke sekolahnya. Sesampainya di halte, Kanade melihat sahabatnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Yuri. Tak lupa ia menyapa sahabatnya itu.

"Ohaiyou, Yuri..." sapa Kanade.

Yuri pun menoleh ke arah sumber suara. "Ohaiyou, Kanade-chan.." balasnya.

Yuri pun terkejut dengan adanya sesosok pria yang memakai seragam pria milik sekolah tempat mereka menuntut ilmu.

"Ohaiyou, Yuri.." sapa sang pemuda.

"Ke-Kenji-nii?"

To Be Continue...


Maaf kalau cuma sedikit, lagi gak punya ide nih..

Biasa, yang mengaku pembaca yang baik, jangan lupa review-nya ya...