Chapter 2

Disclaimer : Naruto dan High School DXD bukan punya saya tentunya

Title : Dragon knight Adventure

Genre : Adventure, Romance, Friendship

Pairing : Naruto x Rias x Akeno x serafall x ….. (reader bisa beri saran)

Rated : M

Summary : Naruto yang berhasil mengalakan Madara diberi misi oleh kami-sama untuk mendamaikan 3 fraksi yang berseteru di dimensi lain dengan partner seekor naga bernama Dragreder Dan Kekuatan Ryuki.

Warning : AU, SmartNaruto, GodlikeNaruto, StrongNaruto,OOC, typo(s) DLL...

A/N : Buat author uzumakifaisal saya mohon maaf karena di chapter 1 sebelumnya banyak mengambil ide cerita dari fanfic anda. Sekali lagi saya meminta maaf karena tidak meminta izin.

Chapter 2 : New Dimension & New Family

Didalam hutan dipinggir kota Kuoh, terlihat seorang anak berumur 7 tahun yang terengah-engah karena ini anak tersebut sedang terbaring karena dilihat juga bahwa banyak pohon-pohon di sekitar area latihannya hancur lebur meninggalkan kobaran kobaran api kecil yang belum dapat kita pastikan bahwa anak itu berlatih dengan sangat di sekitar tempat itu telah dipasangi kekkai olehnya agar orang lain tidak tahu bahwa anak itu sedang melatih seseorang melewati tempat itu akan terlihat biasa biasa saja padahal wilayah hutan yang di jadikan tempat berlatih anak itu sudah hancur lebur.

"Hosh…. Hosh… Hosh… hah.. serangan Apiku masih belum sehebat serangan Dragreder… hah… hah…" Ungkap anak ternyata anak tersebut adalah Naruto yang menjadi tokoh utama kita dalam cerita sedang berlatih Lost Magic : Fire Dragon Slayer Art yang menjadi salah satu kekuatannya di dimensi ini..

Yap, perlu kita ketahui naruto sekarang lahir kembali disebuah keluarga sederhana di dimensi terlahir kembali di keluarga mempunyai seorang ayah bernama Misaki Shinji dan ibu yang bernama Yuki juga seorang adik perempuan bernama Miyu Shinji.

Untuk penampilan, ayahnya memiliki rambut bewarna hitam dengan warna kuning di beberapa bagian model spiky dengan iris mata bewarna Ibunya memiliki rambut yang digerai bewarna merah kecoklatan dengan iris mata bewarna untuk Adikya mirip dengan Kaachan tetapi dengan versi yang berumur 5 Naruto sendiri penampilannya masih sama seperti di konoha tetapi dengan rambut merah dengan hitam di beberapa bagian.

Naruto POV

Hah, ini sungguh Berhari-hari aku berlatih sihir Fire Dragon slayer dengan bantuan apiku meningkat secara perlahan sihir elemen anginsudah kukasai Dan elemen petir masih dalam aku mudah menguasai elemen angin karena elemenku ini sama dengan elemenku saat masih berada didunia shinobi.

"Partner, untuk membuat intensitas apimu lebih harus lebih berkonsentrasi lagi, maka serangan api mu pasti lebih untuk sekedar pemberitahuan kekuatanmu saat ini bahkan belum sampai seperempat dari kekuatanku" Dragreder berkata dari dalam tubuh naruto, mencoba membantu naruto dengan sedikit menyindir bahwa kekuatan apinya masih lemah.

"Hei, kau kira ini mudah hah!?, lagi pula aku baru berumur 7 tahun dan juga kita baru mulai latihan ini setahun yang aku sudah berumur ribuan tahun sepertimu jangankan hutan ini Pasti sebuah planet pun bisa kuhanguskan dengan apiku ini!." Naruto berkata dengan kesal karena Dragreder menyindirnya.

"Oi Oi Oi, akukan Cuma mencoba memotivasimu bro, kalau kau tesindir berarti perkataanku memang benar apa-apaan itu "Aku bisa menghanguskan sebuah planet."Jangan terlalu percaya diri! Jangankan sebuah planet satu gunung pun aku tidak yakin kau bisa menghanguskannya." Dragreder berkata sambil mengejek naruto.

"Terserahmu lah!" Naruto mencoba jika membalas pasti perkaranya tidak akan ada habis-habisnya.

"Yosh, baiklah mari kita coba lagi" Naruto berkata dengan semangat.

"Karyuu No Houkou (Raungan Naga Api) " Ucap naruto sebelum melepas serangan api dari mulutnya dan terlihat lingkaran sihir bewarna merah bergambar kepala naga di depan muka Naruto sebelum melakukan serangannya.

"Dhuarrrr…."

Sebuah semburan api yang cukup besar menghantam beberapa pohon di depan terjadilah ledakan yang cukup besar untuk dibuat oleh anak dilihat pohon yang di serang tadi ada yang bertumbangan dengan kobaran kobaran api kecil yang tersisa dari hasil ledakan tadi.

"Bagus patner, Intensitas apimu sudah lebih besar dari yang sebelum-sebelumnya" ucap Dragreder.

"Selanjutnya coba hancurkan batu besar yang berada di situ dengan pukulan apimu" Lanjut Dragreder.

"Baiklah! " Balas Naruto.

"Karyuu No Tekken (Tinju Naga Api) " Naruto pun Mulai berlari Untuk menghantam Batu besar yang ada di sana dengan tinju api-nya.

Dan setelah itu diisi oleh naruto dengan berlatih untuk mengembangkan kekuatan Fire Dragon Slayer miliknya dengan bantuan dari Dragreder.

Naruto POV End

Normal POV

Tidak terasa waktu telah berlalu dengan cepat, kini sang matahari mulia terbenam di bahwa sore hari ini akan berganti menjadi malam Naruto masih berbaring di rerumputan hutan di pinggir kota kuoh sehabis latihan tanpa menyadari bahwa hari akan segera berganti malam.

"Hei partner lihat itu, matahari sudah mau kau tidak mau pulang ke rumahmu?" Suara Dragreder terdengar dari dalam pikirannya, Dragreder mengingatkan Naruto untuk pulang.

"ah, kau harus cepat pulang, bisa di panggang Kaachan aku kalau pulang terlambat." Ucap naruto, lalu ia segera berlari pulang ke rumahnya.

Sebenarnya Naruto bisa saja Terbang dengan sepasang sayap naga yang ia dapatkan setelah mendapatkan darah naga Dragreder dan menjadi seorang Dragon ia tidak ingin menarik perhatian dari 3 Fraksi.

(Time Skip)

Saat ini Naruto tepat berada di depan pintu , rumah naruto memang tidak terlalu luas dan sempit, rumah itu mempunyai dua tingkat dan 4 kamar untuk tidur, sebuah ruang keluarga, sebuah ruang makan dan sebuah dapur serta sebuah grasi untuk mobil sederhana milik keluarga mereka dicat dengan warna putih polos.

Dan untuk pekerjaan ayah Naruto bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan, dan ibu naruto bekerja di sebuah Naruto masih bersekolah di sekolah dasar dan Miyu adiknya masih berada di Taman kanak kanak.

Naruto menggeser pintu depan rumahnya dengan perlahan-lahan dan berjalan mengendap-ngendap untuk naik kekamarnya yang berada di lantai dua supaya tidak ketahuan tetapi sepertinya keberuntungan sedang tidak memihak kepada Naruto.

"Ehm!, Naru kau mau kemana karena sepertinya kita punya urusan yang harus di bicarakan disini!" Ucap seorang wanita yang berumur 30-an yang berkacak pinggang dan berada di samping Naruto saat akan menaiki tangga.

" E , E , Etto.., Kaachan N… Naru bermain bersama Ren tadi di taman bermain jadi lupa pulang deh hehe…" Naruto mengucapkan-nya setelah berpikir beberapa saat lalu menyengir lebar seperti biasa.

"Hoo… begitu, kalau begitu kaachan mau tanya kamu itu lebih suka tinggal disini apa di taman bermain!?, kalau baru pulang jam segini tidur saja di taman!.lihat ini sudah jam 7 malam" Kaachan berkata seperti itu sambil menunjuk nunjuk jam dinding dengan rambut yang berkibar karena marah.

"Dan karena hari ini Naru pulang terlambat… tidak ada makan juga jatah ramen Naru Selama sebulan Kaachan stop" Kaachan berkata dengan senyum yang indah?, ya kalau orang lain yang melihat pasti berkata senyum kaachan indah tapi tidak bagi naruto, itu lebih terlihat seperti senyum seorang shinigami.

"Ampun kaachan…... Naru janji tidak akan pernah pulang telat lagi. Naru Janji"

"Hm… baiklah kali ini Kaachan lain kali tidak akan ada ampun! Dan jatah ramen-nya tetap di stop selama seminggu! " Kata Kaachan

"Oh ayolah Kaachan… Naru kan udah janji gak bakal telat pulang lagi" Naruto mencoba memohon.

"Tidak! Keputusan Kaachan sudah bulat sebulat bulatnya semangka (A/N : walah-walah ck! ck! ck! ck!)" ucap Kaachan.

Touchan dan Miyu sang adik naruto pun hanya tertawa di ruang keluarga setelah melihat kejadian yang didepan mereka itu.

"Hahaha…. Onii-Chan ini sudah seperti orang yang udah kerja aja pulang -chan ini udah tua ya ahaha…" Miyu dengan riang mengejek Onii-chan nya.

Dapat kita lihat bahwa keluarga kecil yang sederhana itu hidup dengan damai dan bahagia.

Naruto POV

Aku sangat bahagia melihat suasana di Desa Konoha aku tidak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seperti saat pasti akan menjaga keluargaku yang sekarang ini dengan taruhan nyawaku sendiri.

"Naru, Miyu ini sudah jam sembilan saatnya tidur" Touchan berkata dengan lembut.

"Baik Boss! " Aku menyahut dengan semangat.

"Ayo Miyu, yang duluan sampai di kamar dia yang menang!" Ucapku sambil berlari dengan kencang meninggalkan Miyu.

"Ah! Onii-chan curang!" Miyu berkata dengan muka cemberut lalu menggejarku.

Touchan yang melihat itu hanya tersenyum kecil.

Oh, ya kami saat ini masih tidur dalam satu kamar, karena Miyu belum berani tidur aku juga takut hantu sihh, tapi aku berani tidur sendiri kok, seperti saat di konoha kan aku tidur sendiri.

Aku sebenarnya merasakan bahwa sepertinya Miyu mempunyai sebuah sacred aku tidak tahu sacred gear jenis apa itu?.Karena ia tidak pernah mengeluarkan sacred gear-nya atau lebih tepatnya ia tidak tahu bahwa ia punya sacred Aku tidak ingin dia terlibat dalam dunia supernatural ini, karena aku tidak ingin dia terluka atau yang terburuk ia kehilangan nyawa-nya.

Tapi yang pasti aku akan selau melindunginya!.

Naruto POV End

Normal POV

(Keesokan paginya)

"Naru, Miyu bangun sebentar lagi kalian akan berangkat ke sekolah!" Kaachan berteriak dari depan pintu kamar Naruto dan Miyu.

"Baik Kaachan Naru dan Miyu sudah bangun nih" naruto menjawab Kaachan-nya.

"Ya sudah cepat kalian siap siap, Touchan yang akan mengantar kalian"

Setelah itu Naruto dan Adiknya pun mulai berlari ke kamar mandi lalu berpakaian dan setelah itu mereka sarapan lalu berangkat pergi bersama Touchan Mereka.

(Time Skip)

Saat akan melewati gerbang sekolahnya, Naruto melihat sahabatnya Ren lebih duluan melewati gerbang adalah teman baik naruto dan juga ia tinggal beberapa blok dari rumah Naruto.

Nama lengkap sahabat Naruto ini adalah Ren penampilannya ia punya rambut hitam yang spiky juga iris mata nya yang berwarna hitam(onyx) yang mempunyai tatapan sedingin malam yang ternyata juga sama dengan sifatnya yang sekolah ia tidak pernah terlihat berbicara dengan orang lain kecuali Naruto dan guru di sekeloh (itupun pas hanya gurunya menanyakan tentang pelajaram mereka).

Naruto berlari untuk menyamakan langkah kaki mereka lalu ia menyapa Ren.

"yo, Ren" Sapa Naruto.

"Hn, Dobe" Ucap Ren

Muncul perempatan di dahi Naruto karena kesal dan karena ia mendengar lagi ucapan itu di dimensi ini.

"Sial! Kenapa ada Sasu-Teme kedua di dia reinkarnasi dari si teme itu ya?"Batin Naruto.

"Kau ini Teme, aku menyapamu dengan baik-baik ya kenapa kau memanggilku Dobe! Hah! " Naruto berkata dengan menunjuk nunjuk muka Ren.

"Jauhkan tanganmu dari mukaku kupanggil Dobe Karena sifat idiotmu itu. " Balas Ren.

Lalu hari Naruto di awali dengan pertengkaran antara Naruto dan Ren saat bejalan menuju kelas mereka.

Chapter 2 End.

Maaf ya reader sekalian saya tidak terlalu pandai membuat nama untuk keluarga membuatnya di keluarga shinji karena saya teringat dengan pemain kamen rider untuk kemunculan Ren saya akan menjadikan-nya kamen rider knight di cerita ini.

Dan untuk yang bertanya kekuatan rider ryuki di jadikan sacred mohon maaf karena kekuatan ryuki tidak akan di jadikan sacred untuk yang bertanya apa kartu ryuki dan knight sama dengan yang di film, jawabannya betul tapi mungkin saya akan memberi kartu kekuatan kamen rider lain di dunia cermin dan juga mungkin kartu imajinasi saya sendiri (hehe).

Dan untuk adegan pertarungan mungkin akan ada di chapter 3 dan Naruto akan berubah memakai deck ryuki akan ada di chapter jika mengecewakan.

Dan dimohon untuk para reader agar mengomentari fict saya ini di kolom review. Karena saya seorang author baru dan ini cerita pertama saya.