"Kau menangis?Kenapa?", ujar Naruto sambil menatapku dengan tatapan sayu membuat pipiku sekarang memerah.

"A-Apa sih…", ujarku sambil menepis kedua tangannya yang sedang menyentuh pipiku. "A-Aku ngga n-nangis kok…ini..a-aku kelilipan", sambungku lagi.

"Kelilipan Batu Kali ya?sampai ngeluarin air mata sebanyak itu?", balas Naruto dengan cepat.


Disclaimer Masashi Kishimoto

Yummy Cuma minjem tokohnya aja kok

Rate : T

Pairing : Naruhina

Warning : Charanya OOC, typo, alur ga jelas (maaf kalo bingung authornya juga bingung), perilaku yang jelek ga usah ditiru ya Minna

~Happy Read~


"Euh apa-apaan sih", dasar Naruto atsmosfer romantis langsung hilang seketika terganti dengan sweatdrop.

Belum sempat aku berbalik untuk pergi meninggalkan Naruto disana, tangganku terlebih dahulu digenggam oleh Naruto. Aku terkejut dan reflek menatap kedua mata safirnya. "Hime, mau kan jadi pacarku lagi", ujar Naruto mantap kepadaku.

Apa ini? Kenapa tiba – tiba berbicara seperti itu sih, apa kamu ga tau hatiku masih sakit gara-gara perbuatanmu waktu itu, dasar pria ga peka! Bisa – bisanya dia memintaku jadi pacarnya.

"Ga mau"

"Kenapa?"

"Ga Suka"

"Bohong"

"Beneran"

"Ck, Kalian sedang latihan drama bulan depan ya?", tiba – tiba terdengar suara dari atas pohon, ternyata disana telah ada Shikamaru dengan raut wajah malas dan rambut nanas ciri khasnya yang sepertinya baru saja terusik dari tidurnya.

"Ck, Shikamaru kau mengganggu saja", Naruto menatap Shikamaru dengan deathglare miliknya.

NORMAL POV

Hinata merasa inilah kesempatan dia untuk melarikan diri, dengan cepat dia melepaskan genggaman Naruto dan lari sekencang mungkin.

WUSSHH…..

"Hwaaaa….., liat perbuatanmu Shikamaru! Hinata jadi kabur kan!", Naruto memprotes Shikamaru.

"Ck, mendokusai".

HAH…HAH…HAH…

'Terima Kasih Kami-sama, untung ada Shikamaru aku jadi selamat'

"Ne…Shikamaru, kamu sengaja ya?"

Kini Naruto dan Shikamaru sedang duduk santai dengan bersandar di bawah pohon belakang sekolah.

"Tentang apa?", jawab Shikmaru dengan mata terpejam.

"Jangan pura-pura".

"Lho bukannya minggu depan memang kelas kita mau menampilakan drama, dan kalian yang jadi pemeran utamanya kan?".

"Drama heh…?, begitu ya", sekilas terlihat Naruto mengangkat salah satu ujung bibirnya.


"Jadilah kekasihku…"

"…."

"Kenapa diam saja?"

"…"

"CUUTTT", teriak seseorang dipinggir ruangan tersebut dengan menggunakan TOA-nya.

"Kuso!, Tenten! Ga usak teriak-teriak gitu kan bisa!", protes pria berambut coklat jabrik penyanyang anjing, Kiba yang sedang berdiri tepat di sebelah Tenten.

"Diam kau Kiba!", balas Tenten sambil menunjuk Kiba. "Akting mereka belum maksimal", berpindah menunjuk Hinata dan Naruto."Ditambah lagi Hinata sepertinya tidak fokus, dia lupa dialognya!".

"Sudahlah Tenten kita istirahat saja dulu, kita sudah latihan selama 2 jam tanpa henti. Lagipula kita masih punya banyak waktu", saran dari asistent sutradara yang bernama Neji, sepupu Hinata.

Sekarang Hinata dan Naruto bersekolah di kelas 3 Konoha High School. Bulan depan akan ada perayaan sekolah sehingga para murid diminta membuat suatu acara perkelas dan dilombakan, kelas yang mempunyai kunjungan terbanyak akan mendapatkan hadiah dari kepala sekolah. Pada saat itu juga sekolah akan mengadakan OPEN HOUSE sehingga orang-orang luar juga dapat merasakan kemeriahan perayaan Konoha High School.

Kelas Naruto dan Hinata memutuskan untuk membuat pertunjukan drama, mereka mengundi pemeran utama, dan kebetulan yang mendapat peran itu adalah Naruto dan Hinata.

"Ne…Tenten, berikan aku waktu berlatih berdua saja dengan Hinata"

"Eh…",Hinata terkejut dengan permintaan Naruto kepada Tenten.

"Apa maksudmu Naruto?", tanya Tenten penasaran.

"Pemeran utama dari drama ini kan aku dan Hinata, mungkin dengan latihan intensif berdua kami dapat membangun chemistri sebagai sepasang kekasih seperti dalam cerita, bagaimana?".

Terlihat Hinata yang berusaha mati-matian memberi kode 'Tidak Mau' kepada Tenten dengan menyilangkan kedua tangannya hingga menyerupai huruf X dan menggelengkan kepalanya dengan kencang kekiri dan kekanan.

"Baikalah…, aku ijinkan".

BRAKK

Hinata terduduk lemas, semua kekuatan pada kakinya seperti hilang seketika saat mendengar persetujuan dari Tenten. 'Apa ini….tidak mungkin'.

BUKK

Tenten menghempaskan badannya ke kursi sambil memegang keningnya yang terasa berdenyut pusing.

"Pokoknya Hinata, minggu depan kamu harus udah hafal dialog di cerita BAB I ya!", ujar Tenten frustasi. "Sudahlah, sekarang kita sudahi saja latihan hari ini".

Matahari mulai bersembunyi membawa serta sinar-sinarnya keperaduan, tampak seorang gadis manis dengan rambut indigonya berada sendirian didalam ruang kelas. Dia duduk tertunduk membuat helaian poni indigonya menutupi kedua manik lavender indahnya, gadis ini tidak menyadari bahwa ada sepasang manik safir yang sejak tadi memperhatikannya dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Sang pemilik manik safir ini akhirnya memutuskan untuk mendekati gadis yang sejak tadi jadi pusat perhatiannya.

"Hime-chan kau belum pulang?"

Nee Minna-san gomen, Yummy nge-publish belum di edit lagi *sambil bungkuk-bungkuk* alhasil jadinya ngegantung ga jelas kayak gini

To JihanFitrina-chan : Tenang masih lanjut kok, usahain chap kali ini panjang, udah panjang belum sih?yaa lumayan nambah 100 kata

To : Masih lanjut kok, aku juga suka ngeliat Naruto yang sedang ngejer-ngejer Hime hoho *evil laugh*

To Benafill McDeemone : OK sipp lanjut. Segini panjang ga ya?*nambah 100 kata*

To NakariAmane : Yeee makasih klo suka chara Hinatanya. Sipp segini sudah panjang kannn?*nambah 100 kata*

To Hyuuzumaki Shadowink HNL : Gomen klo chap kemaren kurang panjang , OK nih udah muncul chap barunya. Tenang aja pairingnya tetap Naruhina ko. Salam juga, aku juga NHL ko hehehe

To Guest : Gomen, Yummy ga ngasih Warning, kan udah ada Ratenya, jadi Yummy harap Minna udah bisa menilai yang baik dan yang buruknya ya!. Iya Hinatanya disini OOC dikit sihh atau mungkin banyak ya?haha *sweatdrop*

To Kuro : Siaaappp

Yummy bingung nih fanfic mau dilanjut jangan ya,,,hahaha *dilempar sandal sama para readers*