Summary : Luka pikir, kejadian kemarin telah berakhir begitu saja. Tapi, sebuah pesan misterius langsung menepis dugaan Luka kalau mereke berenam akan baik-baik saja. Tanpa mereka sadari, mereka telah diawasi.. Chapter 2, UPADATE!

Disclaimer : Vocaloid milik Yamaha, Crypton

Terima kasih kepada Kimshukiyoo, Kazuko Nozomi dan Zhelda14 terima kasih sudah membaca dan meriview fic pertama saya ^^ *terharu* Oh ya, untuk yang sudah membaca cerita ini juga, saya juga benar-benar berterima kasih *membungkuk*.

Oke, ini dia chapter 2 nya :3


Chapter 2

"Luka! Kalau kau tidak bangun nanti kau telat masuk sekolahnya loh!" ucap Luki sembari menggedor pintu kamar adiknya

Sedangkan di dalam kamarnya, gadis bersurai merah muda tersebut, tidak membalas panggilan dari kakaknya. Wajahnya pucat, ingatannya kini masih merasakan sensasi dari kejadian kemarin malam bersama temannya. Suara tembakan yang biasanya hanya dia dengar dari film yang tayang di televisi, kini dia dapat mendengar nya secara langsung

"Huh, ayolah Luka! Ini sudah berakhir" gumam gadis itu menyemangati dirinya sendiri

xxxxxx

Kejadian kemarin malam, rupanya telah membuat Luka kesiangan. Lihat saja, sudah banyak siswa yang berdatangan ke sekolah ini. Hal tersebut membuat Luka sedikit jengkel, di karenakan waktu untuk membaca bukunya dengan tenang hilang. Apalagi si penggila es krim dan terong itu sudah datang

Mereka bertiga berada di kelas yang sama, kelas 2-A. Sedangkan Miku, Rin dan Len mereka berbeda kelas. Miku di kelas 2-B dan saudara kembar Kagamine berada di kelas 1-A

"Luka?" panggil Gakupo tiba-tiba

"Eh? a.. ada apa?" jawab Luka kaget

"Apa kau tidak kepikirkan dengan hal yang kemarin?" ucap Kaito menyela

"huh, soal itu sebenarnya ak..." ucapan gadis itu terhenti di karenakan suara bel masuk sekolah

Dengan terpaksa mereka bertiga menghentikan pembicaraan dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing

xxxxxx

Di tempat lain, pemuda berambut putih tengah duduk di kursi hitamnya, kakinya dinaikan ke atas meja dengan santainya. Di depannya, seorang wanita berpakaian jas hitam tengah berdiri menunggu perintah dari sang bos

'Sekolah Crypton ya? Apa kau bisa ke sana?' Tanya seorang pemuda berambut putih sembari menghisap sepuntung rokoknya

'kau tidak perlu cemas, kalau soal anak kecil seperti ini aku bisa mengatasinya' jawab seorang wanita berambut coklat pendek

'haha, aku akan tunggu hasilnya'

xxxxxx

DRRRT! DRRRT!

Luka yang sedang asik memakan bekal siangnya, hanya diam melihat handphone nya yang bergetar

'sms ya? Nanti saja lah' gumam gadis tersebut yang langsung meneruskan makan siangnya

DRRRT! DRRRT!

Melihat handphone nya bergetar lagi, Luka menghentikan makan siangnya dan langsung membuka handphone dengan malas

From : Miku Hatsune

Message : Luka-chan? Bisa kah kau membuat izin kepada guru untuk jam pelajaran selanjutnya, kita tidak belajar? Ada yang ingin aku bicarakan. Oh ya, ajak mereka juga ya ^^/

Luka memandang pesan dari sahabatnya itu dengan sedikit kesal

"cih, lagi-lagi anak itu memanfaatkan hak khusus ku sebagai ketua OSIS" gumam Luka

Luka pun melanjutkan membaca pesan selanjutnya yang dia terima

From : xxxxx

Message : Halo gadis manis? Bagaimana keadaan teman-teman mu yang lain? Oh ya aku lupa, kau pasti tidak mengenaliku. Perkenalkan aku Dell. Kau pasti tau. Apa? Kau tidak tau? Sudahlah, pasti kau menganggap aku ini orang gila yang mengirim pesan asal kan? Baiklah, langsung ke intinya saja, kemarin kalian tidak melakukan hal yang merugikan diri kalian bukan? seperti merekam kami? ^^

PS : Perhatikan sekelilingmu

DEGH

Tangan Luka sedikit bergetar setelah membaca pesan tersebut. Wajahnya langsung pucat, pikirannya dipenuhi dengan pertanyaan yang sangat banyak, membuat kepala gadis tersebut terasa sakit

'ke..kenapa, orang ini tau nomor ku? Jangan-jangan?' gumam Luka yang langsung bangun dari tempat duduknya

Bola matanya langsung mencari kedua sosok pemuda berambut ungu dan biru yang di dapati sedang menggoda para gadis. Tanpa basa-basi lagi Luka langsung menarik kedua pemuda itu untuk ikut bersamanya

"H..hei Luka? Kita mau kemana?" Tanya Gakupo kaget

"Luka, ada apa?"

Luka tidak membalas pertanyaan sahabatnya itu, pikirannya hanya terfokuskan pada sebuah handphone yang berisikan sebuah pesan misterius

xxxxxx

"Tidak mungkin!" ucap Rin tidak percaya

"Kau tidak sedang bercanda kan Luka?" Tanya Gakupo dengan seriusnya

Lukapun menggelengkan palanya, yang berarti dia tidak sedang bercanda. Suasana menjadi hening seketika. Wajah mereka berlima Miku, Kaito, Gakupo, Rin dan Len tidak kalah kaget nya dengan ekspresi Luka ketika pertama kali mendapatkan pesan tersebut

"Jadi apa rencana kita?" Tanya Len mencairkan suasana

"Sepertinya mereka belum tau kalau kita mempunyai bukti kejahatan mereka, Miku kau masih menyimpannya bukan?" Tanya Luka

Mikupun mengangguk dan langsung mengeluarkan handphonenya

"Jadi, menurut kalian apa kita harus beritahu polisi soal ini?" Tanya Luka

"Aku setuju! Kita beritahu saja polisi soal transaksi narkoba itu!" ucap Rin dengan semangatnya

"Ssstt Rin, tidak semudah itu. Kita harus lebih waspada lagi, mereka sudah mengetahui nomor Luka. Kemungkinan terburuknya, mereka sudah tau identitas asli kita" jelas Kaito

Suasana menjadi hening kembali, masing-masing dari mereka memikirkan cara terbaik untuk keluar dari masalah ini

TOK! TOK! TOK!

Mereka di kagetkan dengan ketukan pintu dari seorang siswi yang mencari keberadaan Luka

"Loh, Luka? Kau di sini rupanya? Sensei mencari mu" ucap siswi tersebut

Gadis yang di tanyai pun langsung tersentak kaget. Wajahnya langsung mnyiratkan kalau dia melupakan suatu hal

"Aku lupa, aku lupa membuat surat izin keluar kelas hari ini" ucap Luka panik

"a..apa? berarti kita?" ucap Miku yang juga tidak kalah paniknya

xxxxxx

Akibat dari keteledoran Luka, akhirnya dia mendapat hukuman dari sang guru untuk membersihkan rumput liar yang ada di taman belakang sekolah. Bukan hanya dirinya, kelima temannya juga mendapatkan hukuman yang sama, membersihkan taman sampai bel pulang sekolah berbunyi

Lagi-lagi Rin dan Len malah senang, karena mereka tidak belajar matematika lagi. Gakupo, Kaito dan Mikupun juga sama. Sedangkan menurut Luka, ini adalah suatu bencana, hukuman ini adalah suatu hambatan untuknya mendapatkan materi dari pelajaran baru

KRINGGGG

"Yup sudah selesai!" ucap Len dengan semangatnya

"Akhirnya kita bisa pulang juga" keluh Kaito sembari memijat pinggangnya

"Huh, coba Luka-chan tidak lupa membuat surat izin nya, pasti kita tidak bernasib buruk seperti ini" gerutu Gakupo

PLETAAAKK

Gamparan Luka rupanya mampu membuat pipi Gakupo meninggalkan bekas merah yang sangat panas, para sahabatnya hanya melihat Luka dengan merinding

"Len, perempuan itu menyeramkan ya?" bisik Kaito pada Len yang langsung di sambut oleh Miku dan Rin dengan aura gelap yang sangat menusuk

xxxxxx

Keadaan sekolah mulai sepi, itu dapat dilihat dari sedikitnya siswa yang keluar dari gerbang sekolah

"Le..len?" ucap Rin yang tiba-tiba merangkul Len

"Ada apa Rin?" Tanya Len bingung

"I..itu" jawab Rin yang langsung menunjuk dua buah mobil hitam yang di parkir di depan gerbang sekolah

Len pun tersentak kaget, sebuah kata langsung menghujam pala Len 'mereka'. Ya, sebuah kata itu lah yang langsung muncul dari pala Len. Dengan pelan-pelan tanpa membuat orang yang berada di mobil itu curiga, Len menarik Rin untuk menemui temannya yang masih berada di ruang OSIS

"Gawat! Me..mereka ada disini!" bentak Len

Luka yang langsung menangkap maksud Len, menarik kedua adik kelas nya untuk masuk dan menyuruhnya untuk menenangkan diri terlebih dahulu

"Sudah baikan?" Tanya Luka

Rin dan Len mengangguk menjawab pertanyaan Luka

"Coba pelan-pelan kau ceritakan Len" suruh Miku dengan lembut

"jadi, ketika kami baru mau pulang, Rin tanpa sengaja melihat dua buah mobil hitam sedang parkir di depan gerbang sekolah. Aku tidak tau itu siapa, tapi perasaan ku tidak enak melihat mobil hitam itu" jelas Len

"hmm, jadi kau belum tau siapa orang tersebut. Apa mungkin itu jemputan dari salah satu siswa?" pikir Gakupo

"Bukan. Yang pasti itu bukan jemputan. Hari sudah mulai sore, kebanyakan siswa pasti sudah pada pulang sekolah. Kita ambil kemungkinan buruk saja, di dalam mobil itu adalah orang yang kemarin menembaki kita" jelas Luka

"Ja..jadi kita dalam bahaya?" Ucap Rin takut

"Tidak, tenang saja Rin" ucap Miku menenangkan

"Aku, Miku, Rin dan Len melewati jalan pulang yang sama, sedangkan Luka dan Gakupo kalian hanya berdua" pikir Kaito

"hmm begini saja, Kaito, Miku, kalian jaga Rin dan Len karena jalan pulang kalian sama, sedangkan aku dan Gakupo akan pulang bersamaan?" Tanya Luka

"Tapi kan, kalian hanya berdua. Apa tidak apa-apa?" Tanya Miku meyakinkan

"Kita tidak apa-apa. Aku akan melindungi Luka-chan, iyakan Luka-chan?" jawab Gakupo dengan percaya diri

"te,,terserahlah" ucap Luka cuek

Merekapun bersiap-siap dengan membawa peralatan seadanya, Kaito membawa sebuah gunting dari ruang OSIS, Miku dan Rin membawa penggaris besi, Len membawa pemukul baseball yang berada di ruang perlengkapan, Gakupo membawa pedang kayu dari ruang ekskulnya sedangkan Luka tidak membawa apa-apa karena dia cukup menguasai beladiri karate

"Ya, kalian hati-hatilah! Jangan sampai mereka mengikuti kalian sampai rumah, jika itu terjadi, bersembunyilah terlebih dahulu" ucap Luka

"kau juga"

Mereka berenam pun berpisah dan seperti dugaan mereka kedua mobil hitam itupun berpisah untuk mengikuti mereka pulang….

Chapter 2 UPDATE ^^

Umm, maaf kalau cerita ini aneh, aku masih harus banyak belajar sepertinya

Untuk itu mohon riviewnya

See you next chapter!

RnR, Please?