Disclaimer :
Naruto Punya ©Masashi Kishimoto

Pairing:
Naruto X Hinata

Warning :
Typo masih ada, malah banyak… bahasa bercampur aduk, GJ, OOC!, EYD, dll

-
MYSELF TO YOU – CHAPTER 2

Jadi, awal dari keakhiranku dimulai dari ini yah?, tidak kusangka waktuku hanya sedikit untuk semua ini... kalau boleh jujur, aku ingin lebih lama hidup, merasakan yang namanya kesenangan, mencintai dan dicintai oleh seseorang, dan mempunyai sebuah keturunan...
Aku menginginkan itu, tapi mungkin hanya inilah jalan yang sudah di tetapkan kami-sama, dari pada aku sering sakit - sakit, merepotkan ayah dan adikku, menghabiskan beberapa juta yen uang, tetapi aku masih sama saja?

tapi kalau begitu kenapa aku hidup?

kenapa aku hidup kalau hidupku hanya untuk menyusahkan orang disekitarku?

kenapa aku hidup kalau hanya untuk menghabiskan uang ayahku?

"Lebih baik aku mati saja"Tak terasa kalimat itu kukeluarkan.

"Kalau begitu aku ikut!" aku kaget sekaget kagetnya, aku langsung menoleh kebelakang ku untuk mengetahui siapa yang mengatakan kata itu barusan, ternyata dia?

"Kalau kau mati, maka aku juga akan mengikutimu..."ia mengulang ucapanya itu, tetapi kenapa saat ku tatap wajahnya begitu berdebar dihatiku? apa jangan jangan ini yang namanya jatuh cinta? tapi itu tak mungkin, baru kemarin kami ketemu, bahkan aku adalah korban dari kecelakaan yang disebabkan olehnya, dan mengapa aku merasakan jatuh cinta? bukankah itu aneh?

"T-tidak, kau tidak perlu ikut denganku, segala sesuatu telah ditentukan oleh yang kuasa!"aku merasa gugup, ku alihkan pandanganku meuju ke jendela luar lagi.

"Bagaimana kalau kami-sama juga menakdirkanku untuk mati bersamamu?"kini ia mengambil duduk di sebelah tempat tidurku.

"i-itu tak mungkin, kalau begitu aku tidak jadi mati deh..."Apa yang dia pikirkan soal takdir? aku tak mau dia mengikuti jika memang perkataannya benar, bahkan aku mati saja aku menyusahkan orang lain? kalau begitu aku harus bagaimana?

"oey oey, jangan anggap kematian itu sepele!kau tau? mungkin kau tak merasakanya, tapi masih banyak orang - orang yang mengingkanmu untuk hidup? apa kau tak merasakan itu? bagaimana perasaan mereka kalau kau mati?"kini dia menceramahiku, dasar laki laki... bukanya dia habis menabraku, jadi aku yang harus menceramahinya!

orang lain yah? aku tak pernah merasakan itu! perasaan mereka yang kutinggal?, tidak - tidak, semua itu salah...!

"K-kau tak tau a-apa - apa tentangku!"yah benar, dia sok menceramahiku! bahkan dia tidak tau sepahit apa hidupku ini?

"Kalau begitu aku ingin mengenalmu, oh iya Namaku Uzumaki Naruto, kelas 11 B DI JHS!"dia menjabatkan tangannya kearahku, tapi aku tak akan menerima jabatan tanganya itu...

"H-Hyuuga Hinata!"kualihkan pandangan ku lagi dari dia... perasaan apa sih yang sudah membuatku menjadi seperti ini?

"kenapa kau tak menjabat tanganku ha?"dia mulai kesal, tapi wajahnya begitu lucu...

"Karena tanganmu kotor!"ocehanku tak jelas, sebenarnya aku ingin sekali menjabat tanganya, tapi perasaan ini membuatku untuk mengurungkan niat ku... a-aku malu...

"Hah? tapi aku tadi sudah cuci tangankok! bahkan pake Lifeboys!"Dia bingung sendiri sambil memperhatkan tangan kanan nya... anak ini memang benar benar polos deh...

"Hah itu, aku ingin kamu mencuci tanganmu dengan Rinso!"

"ha, bukanya itu buat cuci pakaian?"ia mulai bingung lagi... ekspreksinya begitu indah dimataku, aku ingin merasakan ini lebih lama lagi...

Kami menghabiskan waktu itu dengan bersenda gurau, bahkan aku lupa menanyakan kenapa dia datang kemari?

"Oh iya Naruto-kun, kenapa kau datang kemari?"tanyaku disela sela canda tawa kami.

"Jadi tidak boleh yah aku datang kemari?, lagi pula aku juga harus mempertanggung jawabkan perbuatanku ini, karena salahku ini membuatku kehilangan kedua kaki mu, bahkan jadi tidak bersekolah…."ucapnya dengan penuh penyesalan… kalau jujur aku memang masih marah dengan semua ini, tapi aku yakin ini mungkin sudah di takdirkan oleh yang maha kuasa, jadi yah aku meng-iklashkan ini semua.

"Bu-bukanya tidak boleh datang kemari, dan juga aku sudah memaafkanya kok… jadi jangan terlalu dipikirkan, yang sudah terjadi biarkan terjadi, jadi jangan diungkit ungkit yah?, Oh iya, besok aku sudah bisa melanjutkan sekolahku…."Ucapku memecah aura sedih ini.

"Benarkah? Mau aku jemput?"h-hah? Di jemput oleh naruto-kun? T-tapi, bukanya aku tidak mau ataupun dianggap munafik… tapi aku takut kalau kehidupanku menggangu Naruto-kun.

"Eh.. ti-tidak usah Naru…"Kalimat ku terpotong.

"Aku tidak menerima penolakan, dan juga sekolah kita kan sama… kenapa tidak?"kalimatnya berganti menjadi tegas. Yah aku tidak bisa apa apa selain mengiyahkan permintaan tersebut.

"B-baiklah…. Tapi jangan sampai terlambat lagi yah kayak kemarin!"

"iya – iya, akan aku pasang 5 alarm di kamarku….!"

~Keesokan Harinya~

[Point Of View Naruto Uzumaki]

"Jadi kau menempati janjimu itu Naruto?"Tanya paman Hiashi ayah Hinata didepanku.

"Tentu Paman, aku akan melindungi Hinata selama di sekolah kok, tenang saja…!"

"Okelah, aku percayakan padamu Naruto, tapi kau harus hati – hati, karena Hinata menggunakan sepatu roda hari ini…!"Jawab Hiashi hyuuga.

"hah, sepatu roda?"kaget ku, ni orang apa apan, masak Hinata pake sepatu roda…. -,-

"Maksudku Kursi roda!"bentak Hiashi, nih orang apa apaan, salah sendiri eh marah ke oranglain…

"A-ayah, aku sudau siap…"Suara merdu itu terdengar bersamaan dengan gadis itu dengan mengayuh kursi roda miliknya….

"Oke, hati – hati yah Hinata…. Kutitpkan padamu Naruto…!"Jawab Hiashi sambil menepuk pundaku.

"Serahkan padaku paman!, ayo Hinata"ku gendong Hinata menuju mobilku, lalu mengangkat Kursi rodanya dan meletakanya di Kursi mobil belakang ku. Kutancapkan gas sambil berhati – hati tentunya, karena hari ini aku membawa Hinata, lagu pula aku juga tak ingin kejadian kemarin terulang kembali. Skip Time dalam 15 Menit aku sudah sampai di sekolah, Ku parkirkan mobilku, mengambil kursi roda dan meletakan Kembali Hinata di kursi nya, lalu mendorng nya menuju lorong sekolah.

"Oh iya Hinata, kau kelas apa?"Kutanyakan itu karena aku memang belum tau kelas Hinata.

"11 – A"Jawab singkat Hinata.

"Jadi kita bersebelahan yah… aku kelas 11 – B loh….Hinata."

"Aku tak peduli"jawab Hinata cuek sekali, jangan jangan dia terkena virus Tanaka-kun tuh…

"Kenapa sih kamu lemes gitu Hinata?"Jawabku kesal, aku tak mau dia mengabaikanku.

"Lagian kau kemarinkan sudah mengatakanya padaku." Oh iya juga .. aku kemarin memberi tahu kelasku ..

"Aku Mau ke Toilet Naruto-kun, jadi tolong antarkan aku ke toilet."

"Siap kapten… ya…."Aku langsung menancap gas menuju ke Toilet sekolahku.

"Na-naruto-kun…..Jangan kencang – kencang….!"Teriak Hinata hysteris, hamper semua siswa melihat kami,aku sih tak memperdulikanya. akhirnya sampailah di depan Toilet Permpuan.

"Udah sampai sinia aja, aku akan masuk sendiri, jangan ngintip lo!"Hinata memasuki ruangan toilet itu.

"iya – iiya…"jawabku, aku bersandar di tembok pinggiran toilet itu, setelah Hinata masuk aku melihat gadis juga akan memasuki toilet itu…

"Oh hey Naruto-kun..." dia menghampiriku dengan kedipan matanya yang menggoda.. tapi maaf aku tak akan tertipu.

"Hmm… ada apa Karin?"balasku singkat, aku tak ingin panjang lebar dengan orang seperti dia.

"jangan cuek seperti itu dong… Naruto-kun… Oh iya… ta biasanya kau berada di toilet gadis Naruto-kun? Apa kau ingin mengintipkuyah?" lagi memasang wajah menggoda… wajah yang menyebalkan menurutku.

"menunggu seseorang…"Balasku cuek lagi. Seharusnya dia segera pergi saja dari hadapanku…

"Oh.. 'dia' yah… oke aku tinggal dulu Naruto-kun"Kata Karin dan memasuki toilet perempuan itu. Apa yang dia maksud dengan 'dia' tadi? Kuharap dia tak berbuat aneh – aneh lagi…

[Point Of View Hinata Hyuuga]

Ku kayuh roda kursi roda ini menuju wastafel di Toilet ini, aku hanya ingin membasuh muka dan mencuci tangan saja.

"Hey cewe ga tau diri… kenapa lu pake kursi roda ha?" sosok gadis tiba tiba menanyaiku secara kasar.

"Kaki ku lumpuh, jadi tak bisa berjalan…"jawabku sopan, tapi yang kuterima malah sebaliknya.

"Alah, kamu mau modus ke Naruto-kun kan? Asal kamu tau yah… Gadis lumpuh seperti mu itu tak pantas dapatkan hati Naruto-kun! Pikirkan itu! Kau hanya menghammbat Kegiatan Naruto-kun!"

~TBC~

haha... :" cukup sampai disini dulu minna :v bagi yang minta word panjang gomen ga bisa nepatin untuk chapter kali ini... :"
mungkin lain chapter oke :v
Oh iya jangan lupa reviews minna.. sekedar ngasih saran boleh.. bertanya juga boleh... karena emang rito masih nubi disini :"
dan kalau ingin flame tolong gunakan bahasa yang halus dan lembut yak :v
sampai juma next chapter...